NovelToon NovelToon
Diceraikan Suami Dinikahi Ceo Milyader

Diceraikan Suami Dinikahi Ceo Milyader

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Aisya harus menelan pil pahit, dua tahun pernikahan, ia belum dikaruniai keturunan. Hal ini membuat mertuanya murka dan memaksa suaminya menjatuhkan talak.

Dianggap mandul dan tak berguna, Aisya dicampakkan tanpa belas kasihan, meninggalkan luka yang menganga di hatinya.

Saat sedang mencoba menyembuhkan diri dari pengkhianatan, Aisya dipertemukan dengan Kaisar.

Penampilan Kaisar jauh dari kata rapi, rambut gondrong, jaket kulit lusuh, dan tatapan liar. Mirip preman jalanan yang tampak awur-awuran.

Sejak pandangan pertama, Kaisar jatuh cinta pada Aisya. Ia terpesona dan bertekad ingin menjadikan Aisya miliknya, memberikan semua yang gagal diberikan mantan suaminya.

Tapi, mampukah Kaisar meluluhkan hati Aisya yang sudah terlanjur hancur dan tertutup rapat? Atau apakah status dan cintanya yang tulus akan ditolak mentah-mentah oleh trauma masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Tepat saat suasana di ruang tamu masih memanas oleh ocehan Ibu Mira, ponsel di saku celana Hendra bergetar.

Ia merogoh saku dan melihat sebuah notifikasi pesan. Nama Rima tertera di sana. Hendra membuka pesan itu dengan dahi berkerut.

“Gimana, Mas? Ibu suka nggak sama hadiah dari aku? Itu baru pemanasan, lho. Aku nggak tega lihat Ibu kamu harus hidup serba kekurangan terus, apalagi punya menantu yang cuma bisa kasih makan tahu tempe. Kabari ya kalau Ibu butuh yang lain.”

Rahang Hendra mengeras seketika. Darahnya seolah mendidih membaca kalimat yang meremehkan istrinya itu.

Ia melirik ibunya yang masih sibuk mengagumi tas kulit barunya, lalu melirik ke arah dapur di mana Aisya sedang terisak dalam diam.

Hendra tidak bisa membiarkan ini. Ia harus mengakhiri permainan Rima sekarang juga.

Tanpa sepatah kata pun, Hendra menyambar ponselnya dan melangkah keluar menuju teras rumah. Ia membanting pintu depan dengan cukup keras, membuat Ibu Mira tersentak.

Di bawah temaram lampu teras, Hendra langsung menekan tombol panggilan ke nomor Rima.

Hanya butuh dua nada sambung sebelum suara lembut nan menggoda di ujung telepon menyapa.

"Halo, Mas? Baru juga dikirimin pesan, sudah rindu ya sampai menelepon?" suara Rima terdengar sangat percaya diri, ada tawa kecil di baliknya.

"Apa maksud kamu melakukan semua ini, Rim?!" Hendra langsung menyambar tanpa basa-basi.

"Melakukan apa, Mas? Aku cuma berbuat baik. Aku menjemput Ibu kamu, mengajak beliau belanja, menyenangkan hati orang tua. Apa itu salah?" balas Rima terdengar tenang di seberang sana.

"Jangan berpura-pura naif! Kamu sengaja mendatangi rumahku saat aku tidak ada dan menghasut Ibuku dengan kemewahan itu! Kamu menghina istriku dalam pesan singkatmu tadi!" seru Hendra dengan napas memburu. "Aku minta kamu berhenti mencampuri urusan keluargaku. Ambil kembali barang-barang itu, aku tidak butuh belas kasihan kamu!"

"Belas kasihan?" Rima tertawa, kali ini suaranya terdengar lebih tajam. "Mas, buka mata kamu! Itu bukan belas kasihan, itu bentuk kepedulian. Aku nggak tahan melihat laki-laki sehebat kamu, sekeren kamu, harus terjebak dalam kemiskinan dan drama mertua-menantu yang nggak ada habisnya hanya karena mempertahankan wanita mandul itu!"

"Cukup, Rima! Jangan berani kamu menghina Aisya lagi!" potong Hendra dengan teriakan tertahan.

"Aisya itu istriku. Mau dia mandul, mau dia miskin, itu bukan urusan kamu! Aku mencintai dia!"

Keheningan sempat merayap di seberang telepon selama beberapa detik. Suasana mendadak menjadi sangat tegang.

Kemudian, suara Rima terdengar bergetar, bukan karena takut, melainkan karena emosi yang selama ini ia pendam akhirnya meledak.

"Mencintai dia? Sampai kapan, Mas?! Sampai kamu ikut-ikutan jadi gembel? Sampai kamu tua dan nggak punya penerus?!" Rima berteriak balik. "Kenapa kamu nggak bisa lihat kalau ada aku di sini? Aku punya segalanya, Hendra! Aku punya uang, aku punya posisi, dan aku punya perasaan yang jauh lebih besar buat kamu daripada si Aisya itu!"

Hendra tertegun sejenak mendengar pengakuan itu. Meskipun ia sudah menduganya, mendengar Rima mengatakannya secara terang-terangan membuat bulu kuduknya meremang.

"Aku sudah lama memendam ini, Hendra! Sejak kita pertama kali kerja bareng!" lanjut Rima, mulai terisak. "Aku menahan diri karena aku pikir kamu akan sadar kalau pilihan kamu itu salah. Tapi kamu malah makin tenggelam! Aku melakukan semua ini karena aku ingin kamu melihat, kalau hidup sama aku itu jauh lebih mudah. Aku bisa bahagiain kamu, aku bisa bahagiain Ibu kamu!"

"Kamu gila, Rima," bisik Hendra tak percaya. "Kamu pikir cinta bisa dibeli dengan tas dan sepatu mahal untuk Ibuku?"

"Bukan dibeli, Mas! Tapi dipermudah! Lihat kenyataannya sekarang. Ibu kamu lebih bahagia satu jam sama aku daripada dua tahun sama Aisya! Itu faktanya! Aku cinta sama kamu, Hendra! Aku mau kamu jadi milikku, bukan milik perempuan yang cuma bisa bikin kamu susah itu!" Rima membela diri.

Hendra memijat pelipisnya yang berdenyut. "Dengarkan aku baik-baik, Rima. Aku tidak peduli seberapa kaya kamu atau seberapa besar perasaanmu. Bagiku, kamu tetap hanya rekan kerja. Dan setelah apa yang kamu lakukan hari ini, aku bahkan tidak yakin bisa menganggapmu sebagai teman lagi."

"Mas, jangan begitu..." suara Rima melunak.

"Besok aku akan mengembalikan semua barang itu ke kantor. Dan tolong, jangan pernah berani menginjakkan kaki di rumahku lagi. Jika kamu terus mengganggu ketenangan keluargaku, aku tidak akan segan-segan melaporkan ini ke bagian personalia atau bahkan ke ayahmu sendiri," tegas Hendra.

"Kamu nggak akan berani, Hendra!" tantang Rima, suaranya kembali mengeras.

"Coba saja kalau kamu tidak percaya," balas Hendra dingin, lalu ia memutus sambungan telepon secara sepihak.

Hendra menyandarkan punggungnya di tembok teras yang dingin. Tangannya masih gemetar karena amarah yang memuncak.

Ia merasa dunianya sedang dikepung dari segala arah. Rima bukan lagi sekadar rekan kerja yang menggoda, melainkan ancaman nyata yang sudah mulai merasuki pikiran ibunya.

"Wanita licik!" geram Hendra.

1
Ila Lee
minta petunjuk dari Allah SWT insyaallah jika kiasar benar jodoh MU doa MU di makbulkan Allah Aamiin ❤️❤️
Ila Lee
sosewet mas Kaisar terus melamar dan mahu di jadi pendamping hidupnya dengar Aisya sejak pertama kali bertemu Kaisar sudah mencintai walaupun waktu itu kau isteri Hendra berengsek jantan keparat 😡😡😡
Ila Lee
pak Kaisar yg terus mencari MU Aisya orang yg sangup terluka kerana me boling MU dan orang yg mencintai dalam diam❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Ila Lee
semoga Sarah itu adalah Aisya Thor kasihan Kaisar MCM orang gila kerana terus mencari Aisya cinta itu buta Thor kerana cinta orang boleh jadi gila🤣🤣🤣🤣🤣
Leny Wijaya
Sholat minta petunjuk aisya kemana hatimu akan brlabuh😃😃moga jawabnya ada pada kaisar👍👍😃
Lilik24
selalu adalah kalau utk Mas Kaisar😍😍😍
zhelfa_alfira
akhirnya setelah babang kai galau selama 3 bulan kini sudah bertemu sama pujaan hati...
Leny Wijaya
eng ing eng kaisar bertemu aisya moga aisya mau balik ke jakarta bersama kaisar👍👍👍
partini
emang ganti nama Thor
apa Sarah nama tengah belakang atau samping 🤣
Senjakala: Nama samaran mak wkwk
total 1 replies
Huri Fah
Terima dong sarah, kasian bujang karatan 🤭
Senjakala: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
sunshine wings
kalo udah jodoh.. takdir akan mempertemukan dimana saja.. di kutub utara mas Kaisar akan sampai.. ❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Wulan Sari: betul say setuju banget semoga bisa bersama ya 🤲
total 1 replies
sunshine wings
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻❤️❤️❤️❤️❤️
Leny Wijaya
Yes akhirnya nanti aisya brtemu kaisar lagi yg dulu menolongnya😃dah gk sabar nunggu bab lanjutan👍
Ila Lee
semoga kiasar cepat ketemu Aisya ya 😍😍😍😍
Ila Lee
pergi Aisya maruahmu telah diinjak 2 oleh suami yg kamu hormati hanya kerana wanita lain 😭😭😭😭😭
Ila Lee
pergi lh dari rumah yg seperti neraka yg penting bercerai dulu dari Hendra jantan pengecut dayus tidak kuat imannya digoda sikit terpedaya 😡😡😡😡😡😡
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Opi Sofiyanti
y iyalah msh rata.. orng yg mandul kan ank kamu.... 😁😁😁
Opi Sofiyanti
lah udh nikah wae ajaaaa.... 😜😜😜
Opi Sofiyanti
lah 3 bln apa 3 hr??? 😂😂😂
Senjakala: Angap aja gak nemuin pas di mobil kak wkwk
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!