Sinopsis
Seorang anak laki-laki kini menatap kosong karena sistem meninggalkannya setelah memberikan hadiah pemula: Fisik Saiyan, dan pelatihan Qi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayang_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kuroawa Ren (12)
Kurosawa Ren (12)
Tinggal satu hari lagi, dan Ayane pun mengambil keputusan setelah mendapatkan izin dari Hyuuga Hiashi.
Kini dia jadi seperti Neji, mempertanyakan takdir.
Berdiri di depan gerbang pintu rumah sejak pagi, menunggu Ren keluar dari rumah.
Ayane tidak mengerti, saat mendapatkan kabar yang mengejutkan, langsung memikirkan anak yang menyebalkan ini, dan ingin berpamitan dengannya.
Tidak tahu akan bertemu lagi, jelas tidak mungkin jika memikirkan semua orang di klan yang direkrut oleh Akar.
Ayane seperti Naruto saat tidak punya teman, yang sering bicara padanya adalah Hinata.
Saat melihat ke depan, tatapannya bertemu dengan Ren.
{Wah, kenapa pagi-pagi datang ke rumahku? Jangan bilang kau merindukanku yang tampan ini?}
Ren menggoda gadis yang mungkin juga dewasa sebelum waktunya.
Ayane merona merah karena malu, yang dilakukan jelas memalukan, walau beruntung tidak banyak tetangga di rumah Ren.
{Omong kosong! Kau tampan?! Lihat dirimu di cermin! Bebek lebih tampan darimu!} seru Ayane, langsung geram.
{Ayolah, aku bercanda, kau galak sekali, nanti kau tidak akan bisa menikah!}
{Byakugan!} seru Ayane, langsung menyerang.
Ren dengan panik menghindar dan mendapatkan pukulan di bahu.
Ren menatap tak percaya karena pukulan ini terasa lebih menyakitkan.
{Sakit sekali, kau menyiapkan teknik yang luar biasa agar bisa menang.} Ren tersenyum main-main.
{Itu belum sempurna, kalau sudah sempurna, kau akan kalah telak!}
{Apa kau mau ikut aku olahraga? Kita akan lari bersama, ada banyak waktu.}
{Tidak... memalukan lari denganmu...}
{Masih banyak waktu, kau ada keperluan apa, aku akan bicara denganmu paling lama satu jam.}
Ren penasaran karena kedatangan Ayane, jika tentang merindukan, pastinya tidak mungkin.
Ayane melihat sekitar.
{Ayo bicara di dalam rumahmu, ada yang ingin aku katakan.}
Ren tercengang, sungguh sesuatu yang tak terduga.
Ayane menarik dengan kasar agar Ren bergegas ikut masuk.
(Hiss, aku lupa satu hal penting, kalau hampir sebagian perempuan di dunia ninja begitu galak saat dalam ikatan dengan lawan jenis, contoh saja Naruto dan Sakura. Hinata yang berubah galak saat menjadi istri Naruto... Tsunade yang memukul Jiraiya sampai terbang... Mengerikan... Jangan bilang gadis ini nanti punya ikatan denganku...) batin Ren.
Melihat ruangan yang tidak besar namun terawat, Ayane menatap Ren dengan pandangan baru.
{Duduklah, aku akan membuatmu susu, aku tidak punya teh... Susu bisa menambah tinggi badan, kau pasti sering minum teh, klan Hyuuga terlihat sangat tradisional...}
{Kau masih minum susu... kau bukan bayi...}
Ren tidak peduli dan menyiapkan dua gelas susu dan sandwich.
Ayane melihat sandwich, menatap Ren.
{Buat sendiri?}
{Ya... bagaimana? Baru lihat yang seperti ini? Roti dengan isi?}
{Ya... aneh, kau makan sesuatu seperti ini...}
{Ini enak, coba saja, aku paling suka sandwich.}
{Sandwich...} gumam Ayane.
Saat memakan sandwich, Ayane langsung menyukainya.
{Cocok dengan seleraku...}
Ren melihat Ayane berbeda dengan Hinata si pemakan besar.
Setelah makan dan minum segelas susu, Ayane menatap Ren dengan serius.
{Aku ingin bicara denganmu sesuatu yang penting... aku—}
{... kau mau bilang, aku menyukaimu?}
Ayane menatap kosong, jelas ada masalah dengan otak anak di depannya.
Ren bicara seperti itu karena di sesuatu yang seperti ini sangat klise di Anime klasik.
{Kau... jangan bercanda, ini sangat serius...} jelas Ayane dengan muram.
{Maaf, aku sejak tadi merasa ada yang tidak beres, jadi seperti ini... ceritakan apa sebenarnya yang mau kau bicarakan...}
Tatapan Ayane tertunduk.
{Tolong dengarkan, jangan bicara sebelum aku selesai... Aku tidak tahu kenapa aku harus mengatakan ini padamu... mungkin karena aku menganggapmu teman... aku datang ingin berpamitan... Danzo-sama meminta klan agar aku masuk Root...}