NovelToon NovelToon
System Pohon Ajaib Warisan Kakek

System Pohon Ajaib Warisan Kakek

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Lelah dengan kehidupan keras sebagai budak korporat di kota besar dan duka setelah kehilangan kedua orang tuanya, Lin Ye memutuskan untuk pulang ke Desa Qingshui, tempat kakeknya dulu tinggal.

Di sana, ia menemukan ladang dan rumah kakeknya yang sudah terbengkalai, kecuali sebatang pohon raksasa misterius di belakang rumah yang anehnya tetap subur dan hijau.

Saat tangan Lin Ye yang terluka menyentuh pohon tersebut, Sistem Warisan Alam yang terkunci sejak kematian kakeknya mendadak aktif, mengenali garis keturunannya sebagai pewaris sah.

Kini, dengan bantuan sistem yang memudahkan pekerjaan bertani dan kehadiran roh-roh alam fantasi, Lin Ye memulai kehidupan barunya yang santai namun penuh keajaiban untuk membangun kembali kejayaan ladang kakeknya, melawan intrik tetangga yang rakus, dan perlahan menjadi kaya raya di tengah kedamaian pedesaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

"Kedua," lanjut Lin Ye. "Anda tidak boleh lagi menginjakkan kaki di tanah saya tanpa izin. Anda tidak boleh mengawasi pekerjaan saya, dan Anda tidak boleh lagi meminta saya menjual tanah ini. Urus ladang Anda sendiri, dan saya akan mengurus ladang saya."

"Setuju. Aku tidak akan pernah lagi mencampuri urusan ladang kakekmu ini. Aku bersumpah," ucap Zhao He cepat sambil mengangkat tangan kanannya.

"Dan yang ketiga," Lin Ye menatap lurus ke mata Zhao He. "Jika ada warga desa lain yang bertanya tentang saya, atau menyebarkan gosip buruk tentang darimana saya mendapatkan uang, Anda yang harus maju membela saya. Anda harus meredam gosip itu. Anda harus memberitahu mereka bahwa saya bekerja keras siang dan malam. Jika sampai terdengar kabar burung yang mengganggu ketenangan saya, saya akan langsung pergi ke balai desa dan menceritakan kejadian malam ini kepada Kepala Desa Wang."

Zhao He tertegun mendengar syarat ketiga itu. Lin Ye tidak hanya meminta ganti rugi biasa, tapi juga menjadikan Zhao He sebagai pelindung reputasinya di desa. Ini adalah taktik negosiasi yang sangat cerdas. Zhao He yang selama ini sering menjelek-jelekkan Lin Ye kini harus berbalik melindunginya.

"Bagaimana? Apakah Anda sanggup memenuhi ketiga syarat itu?" tanya Lin Ye, mendesak jawaban.

"Aku... aku sanggup. Aku setuju dengan ketiga syaratmu, Lin Ye. Aku tidak akan menyebarkan gosip, dan aku akan membantumu bicara pada warga desa jika ada yang bertanya," Zhao He akhirnya mengangguk pasrah.

"Bagus. Ingat baik-baik kesepakatan kita ini, Paman Zhao. Saya bukan orang yang suka mencari musuh. Jika Anda menghormati privasi dan batasan saya, kita bisa menjadi tetangga yang baik. Tapi jika Anda melanggar satu saja dari syarat tadi, Anda akan tahu akibatnya."

Lin Ye mematikan senternya, membuat suasana kembali gelap.

"Sekarang, ambil ember Anda dan kembalilah ke rumah. Istri Anda pasti sedang menunggu suaminya pulang, bukan menunggu seorang kriminal," usir Lin Ye dengan dingin.

Zhao He buru-buru mengambil ember plastiknya yang kosong dari tanah. Dia membungkuk sedikit ke arah Lin Ye, rasa malu dan takut bercampur menjadi satu di wajahnya yang kotor. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi, pria tua itu berlari menembus ladang jagungnya, menghilang ditelan kegelapan malam.

Lin Ye berdiri dalam diam selama beberapa menit, memastikan Zhao He benar-benar sudah pergi. Setelah suasana kembali tenang, dia menyalakan kembali senternya dan mengarahkan cahayanya ke area petak tanah yang dilindungi Pagar Angin.

Sring.

Pasak kayu hitam di empat sudut lahan itu masih tertanam kokoh, memancarkan cahaya biru redup yang menenangkan. Tanah gembur di dalamnya tidak tersentuh sama sekali. Benih tomat matahari terbit dan benih sayuran biasa yang dia tanam sore tadi masih aman di dalam lubangnya.

"Kerja bagus, sistem. Benda tiga puluh koin ini benar-benar sepadan," puji Lin Ye.

"Status Keamanan: Stabil. Ancaman telah disingkirkan. Penghalang Pagar Angin akan kembali ke mode pasif untuk menghemat energi," notifikasi sistem muncul sebentar di sudut matanya sebelum menghilang kembali.

Lin Ye menguap lebar. Ketegangan sudah berlalu, dan rasa kantuk kembali menyerangnya. Dia memastikan pintu belakang terkunci dengan benar, lalu kembali ke kamarnya dan melanjutkan tidur yang sempat tertunda.

Kukuruyuk.

Pagi harinya, suara ayam jantan membangunkan Lin Ye dari tidurnya yang nyenyak. Dia menggeliat, merasakan otot-ototnya yang rileks. Tubuhnya sudah sepenuhnya terbiasa dengan ritme kehidupan desa yang tenang ini.

Lin Ye bangkit dari ranjang, mengambil handuk, dan berjalan ke halaman belakang untuk mencuci muka di sumur. Sambil menimba air, matanya secara otomatis melirik ke arah petak lahan di bawah Pohon Ajaib.

Apa yang dilihatnya membuat gerakan tangannya terhenti. Tali timba yang ditariknya terlepas kembali.

Byur.

Ember kayu itu jatuh kembali ke dalam sumur, tapi Lin Ye tidak mempedulikannya. Dia berjalan cepat mendekati lahan tanamnya, matanya terbelalak takjub.

"Ini... pertumbuhannya tidak masuk akal," gumam Lin Ye.

Di setengah bagian lahan tempat dia menanam Benih Tomat Matahari Terbit, sudah muncul puluhan tunas hijau setinggi betis orang dewasa. Batangnya tebal dan kokoh, daun-daunnya memancarkan warna hijau cerah yang sangat sehat. Padahal, benih itu baru ditanam kemarin sore, kurang dari dua belas jam yang lalu.

"Sistem, bukankah kau bilang waktu pertumbuhan normal tomat ini adalah empat belas hari? Kenapa tumbuhnya secepat ini padahal aku tidak menggunakan tetesan Mata Air Murni sama sekali?" tanya Lin Ye.

Layar hijau transparan muncul di hadapannya.

"Menjawab pertanyaan Pengguna. Ini adalah Efek Pasif dari Pohon Ajaib. Area lahan dalam radius lima meter dari batang utama pohon memiliki konsentrasi energi alam yang sangat tinggi. Selain itu, kelembaban dari sisa energi panen Kubis Energi sebelumnya masih membekas di tanah. Kombinasi ini memberikan bonus percepatan pertumbuhan sebesar 70 persen untuk semua jenis benih sistem tanpa perlu item tambahan."

Lin Ye mengangguk paham. "Jadi tanah ini sendiri sudah seperti pupuk ajaib tingkat tinggi. Pantas saja kakek bisa panen dengan cepat dulu."

Dia kemudian menoleh ke setengah bagian lahan lainnya, tempat dia menanam benih bayam dan sawi biasa yang dia beli dari toko pasar. Hasilnya tidak kalah mengejutkan.

Meski tidak sebesar dan secepat tomat matahari terbit, benih sayuran biasa itu sudah bertunas dan tumbuh setinggi mata kaki. Daunnya sangat lebat dan warnanya jauh lebih segar daripada sayuran normal.

"Sistem, bagaimana dengan sayuran biasa ini? Apakah mereka bermutasi?"

"Analisis Benih Biasa selesai. Benih non-sistem yang ditanam di area berenergi tinggi akan mengalami Peningkatan Kualitas Ekstrim. Waktu pertumbuhannya akan menjadi dua kali lebih cepat dari biasanya. Rasa dan kandungan nutrisinya akan meningkat pesat menyamai sayuran organik kelas A, namun tidak akan memiliki efek magis seperti penyembuhan."

"Itu sudah lebih dari cukup," kata Lin Ye dengan senyum lebar. "Sayuran magis untuk dijual ke orang kaya dengan harga gila-gilaan, dan sayuran kualitas tinggi ini untuk pasar umum dan pasokan harian. Aku tidak akan kekurangan uang dalam waktu dekat."

Trak. Trak. Trak.

Suara palu menghantam paku terdengar dari arah batas pagar sebelah kiri.

Lin Ye mengalihkan pandangannya. Di sana, di bawah terik matahari pagi, Zhao He sedang bekerja keras. Pria tua itu memakai kaus lusuh, menggergaji kayu dan memaku papan-papan baru untuk memperbaiki pagar yang hancur. Keringat bercucuran di wajahnya.

Lin Ye berjalan mendekati pagar itu, berdiri santai sambil melipat kedua tangannya di dada.

"Selamat pagi, Paman Zhao. Kayu yang bagus. Sepertinya Anda menepati janji," sapa Lin Ye.

Zhao He menghentikan ayunan palunya sejenak. Dia melirik Lin Ye dengan canggung. Rasa takut akibat kejadian semalam masih membekas jelas di matanya.

"Selamat pagi, Lin Ye. Aku... aku menggunakan kayu jati sisa dari renovasi rumahku dulu. Pagar ini tidak akan mudah rubuh lagi," jawab Zhao He pelan.

"Baguslah kalau begitu. Teruskan pekerjaan Anda. Jika hasilnya rapi, saya tidak akan pernah mengungkit kejadian semalam lagi kepada siapa pun," kata Lin Ye.

"Terima kasih. Aku mengerti," Zhao He mengangguk cepat dan kembali memalu dengan lebih semangat.

Lin Ye tersenyum simpul. Ancaman fisik atau lapor polisi mungkin bisa menyelesaikan masalah sesaat, tapi membuat musuh bekerja untukmu adalah penyelesaian yang jauh lebih memuaskan. Kehidupan desanya yang tenang akhirnya benar-benar bisa dimulai hari ini.

"Nah, sekarang saatnya sarapan, lalu aku harus memikirkan bagaimana cara membersihkan dasar sumur itu agar pasokan airku lancar," ucap Lin Ye sambil berbalik menuju rumahnya.

1
Heri Susanto8246
😄😄 jadi ingat novel nelayan yang tidak pernah mendapatkan ikan saat memancing.
Gege
bukannya ada ruang penyimpanan sistem ya tor.. simpan saja sampe menggunung didalamnya...
Junior Ian
Bgus
Manusia Biasa
keren thor mekanik Sistem nya🤣 benar benar kaya game rpg
Manusia Biasa
jir kirain dapat ikan grade s atau gede🗿
Yui: harus out of the box kak/Smile/
total 1 replies
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Manusia Biasa
jir ada fitu memancing juga asik🤣
Manusia Biasa
wkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!