Dimasa lalu..
Lelaki berbaju kokoh merah maroon itu berusaha menarik tangan perempuan yang baru saja melompat dari gedung lantai dua.tatapan pria itu tajam menatap perempuan yang berusaha melepaskan genggaman tangannya.
Pria itu seharusnya menjaga tatapannya,menjaga diri agar tidak menyentuh wanita yang bukan muhrimnya.tapi ia harus melakukan ini.ini semua darurat.ia tidak bisa begitu saja membiarkan seorang wanita melompat dihadapannya begitu saja.
" Lepaskan saya lebih baik saya mati."
" Sadarlah nona bunuh diri itu perbuatan dosa,anda tidak akan diterima dibumi maupun dilangit.arwah anda akan mengantung diantaranya."
Wanita itu tetap kekeh,ia berusaha melepaskan tangan laki laki itu.keringat menetes didahi pria tampan itu.ia menatap perempuan itu terjatuh dihadapannya.adnan Al Fahri putra dari kiay Husen pemilik pondok pesantren yang sangat dihormati dikota ini.
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya ia menatap perempuan dengan begitu dalam.dan untuk pertama kali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqilaarumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab4
Dimasa lalu....
Ustadz Adnan mengusap wajahnya kasar, seharusnya ia pulang saja saat perempuan yang ditolongnya itu sudah ditolong oleh dokter.
Wanita itu bukan kerabatnya bahkan dia tidak mengenalnya sama sekali.ia sudah melakukan kewajibannya dengan menolong wanita itu.lalu untuk apa dia masih menunggu diruangan tunggu.?
Toh juga saudara kandung wanita itu sudah tiba dirumah sakit.lantas untuk apa lagi dia duduk menunggu disini.?
Dokter keluar dari ruangan ICU bersamaan dengan seorang perempuan yang katanya kakak kandung dari perempuan yang mencoba bunuh diri tadi.
" Untungnya janinya tidak kenapa kenapa,ini salah satu mukjizat."
"Apa perempuan itu mengandung."
Entahlah perasaan apa yang sedang dirasakan Ustadz Adnan dadanya terasa remuk.
Mendengar apa yang dikatakan oleh dokter.ustadz Adnan berjalan berniat untuk pergi dari rumah sakit saat itu juga.dia seperti orang bodoh yang sedari tadi menunggu sesuatu yang tidak jelas.
" Dokter apa bisa saya mengugurkan bayi ini."
" Astagfirullah."
Ustadz Adnan menghentikan langkahnya saat mendengar suara itu berasal dari dalam ruangan Icu.
Lia kakak kandung perempuan itu kembali masuk kedalam berniat menenangkan sang adik.
" Jangan berkata sembarangan.bayi itu tidak berdosa."
" Satu kaki aku tidak bisa aku gerakkan lia.aku yakin ini semua gara gara bayi sialan ini."
" Kaki kamu cacat itu karna ulah kamu sendiri.jangan bawa bawa bayi yang tidak berdosa itu."
Dengan mata yang penuh dengan tanda tanya Ustadz Adnan kembali berjalan mendekat kearah ruangan ICU.
masa sekarang....
Dilorong kampus purwacita yang sangat terlihat sepi.tapi dua sejoli mojok dilorong tersebut.siapa lagi kalau bukan pasangan kekasih yang selalu dieluh eluhkan oleh mahasiswa satu kampus.yaitu ayla dan Kay.
Kay menatap Ayla intens sambil sesekali melihat bibir mungil ayla yang tampak begitu manis.
Perlahan Kay mendekat bibirnya dan bibir Ayla.
Ayla tersenyum dan menaruh telujuknya pada bibir tebal Kay.
" Kamu mau apa coba?" Ucapnya dengan senyum yang terlihat begitu manis.
Ahhhhhhhhh
Kay melempar mukanya keseberang arah.selalu saja ia gagal melakukan hal ini pada ayla.belum lagi senyuman Ayla yang terlihat menggemaskan membuat Kay setengah mati menahan dirinya untuk tidak mencium Ayla.
" Kenapa sih ayla sudah hampir lima tahun Lo kita pacaran masih saja kamu menolak bibir aku.? Apa bibir aku kurang seksi? Ataukah aku bau mulut sayang?"
Ayla hanya tertawa melihat mimik wajah sang kekasih yang tampak menggemaskan.
" Kita bakalan melakukan hal itu diwaktu yang romantis."
" Baiklah kalau itu mau kamu.nanti malam kita diner dan aku akan melakukannya seromantis mungkin."
" Bukan itu maksud aku!"
" Lalu"
" Malam pengantin."
Alis Kay terangkat perasaannya menjadi tidak enak.
" Malam pengantin?"
" Ia, kita akan melakukan hal itu dimalam pertama setelah kita menikah.dan itu pasti akan sangat menyenangkan.
Mimik wajah Kay berubah datar, senyumannya menghilang.dan Ayla menyadari hal itu.
"Kehidupan pernikahan tidak seperti apa yang kamu bayangkan ayla.jika menikah nanti kita akan sering egois,sering bertengkar,menjatuhkan satu sama lain dan kita hanya akan saling menyakiti."
" Kay, pernikahan itu tidak seburuk apa yang kamu fikirkan kok.banyak pernikahan yang berhasil contohnya seperti papi dengan mami.mereka saling menyayangi satu sama lain."
" Tidak ayla.aku takut jika kita menikah kita akan saling menyakiti dan bahkan kamu menyakiti aku."
Ayla memeluk Kay dari belakang.
" Itu tidak akan terjadi Kay,aku sangat mencintaimu."
Kay melepaskan tangan ayla yang melingkari dipingangnya.dan berbalik menghadap ayla.ia memegang pipi Ayla dengan sangat lembut.
" Aku mohon Ayla,biarlah kita seperti ini."
Ayla mengeleng dengan tatapan yang lemah,matanya terlihat sayu.
" Aku mau menikah Kay,kita sudah pacaran hampir lima tahun sebentar lagi kita sama sama lulus."
" Maaf,ay.tapi aku tidak bisa menjanjikan hal itu kepadamu."
Ayla menghempaskan tangan Kay dari pipinya dengan kasarnya.
" Lalu untuk apa hubungan kita yang hampir lima tahun ini.jika akhirnya tidak ada ujungnya kamu tidak akan menikahiku."
" Aku tidak akan menikahiku tapi aku berjanji aku akan tetap bersamamu."
" apa maksud kamu Kay kita bersama tanpa menikah?Itu tidak mungkin terjadi Kay, walaupun aku belum bisa berhijab seperti mami.tapi aku tidak akan mungkin melakukan sesuatu yang melanggar norma.aku juga punya keluarga.dan aku punya kewajiban menjaga nama baik keluarga aku."
" Asal kamu tahu sudah banyak lelaki yang mami dan papi jodohkan dengan ku tapi aku selalu menolaknya karna aku punya kamu.bahkan mereka mengira kalau aku hanya membual setiap kali aku ceritakan tentang kamu.mereka mengatakan itu hanya akal akalan ku saja agar aku tidak dijodohkan dengan laki laki pilihan mereka,mereka mengatakan aku pembohong karna kamu selalu menolak bertemu dengan mereka."
Ayla tampak frustasi,Kay hanya terdiam.ia tidak pernah berbuat sesuatu yang bisa membuat Ayla marah.tapi setiap kali ayla mengatakan tentang mimpi mimpinya soal pernikahan, saat itulah Kay merasa sesak satu mimpi itu sulit sekali ia kabulkan.ayla juga bingung tidak tahu apa yang membuat Kay tidak mau menjalani hubungan mereka kejenjang yang lebih serius?
Apa mungkin Kay hanya mempermainkan Ayla saja? Ahhh itu rasanya tidak mungkin,Kay begitu setia meskipun ia tidak seperti Devan yang selalu menjaga pandangannya kepada lawan jenis.ayla bisa memastikan itu selama empat tahun lebih mereka menjalin hubungan Kay tidak pernah kedapatan menduakanya bahkan nomor perempuan yang ada dikontraknya hanya nomornya,nomor bi asri dan mamanya.
Bahkan pernah satu kali Ayla berusaha menguji kesetiaan Kay dengan meminta bantuan sahabat lamanya untuk menggoda Kay dan pada akhirnya Kay berhasil lolos dalam ujian itu.
Lantas apakah yang membuat Kay begitu takut menikahi Ayla?
Selama menjalin hubungan dengan Kay,Kay memang tertutup jarang sekali ia menceritakan tentang keluarganya kepada ayla bahkan tidak satu kali pun Kay mengajak ayla bertemu dengan kedua orang tuanya.ayla hanya tahu satu hal tentang kay.kay adalah anak pengusaha paling sukses dan sangat diseganin dikota ini.