NovelToon NovelToon
Ruang Rahasia Milik Nona Su Ying

Ruang Rahasia Milik Nona Su Ying

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Iblis / Fantasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: DewaC1nta

Di selamatkan oleh iblis saat nyaris di lecehkan oleh para bandit, seorang gadis kini harus menghadapi kenyataan kelam. ia bebas dari ancaman manusia, namun kini takdirnya terikat pada penghuni neraka. kontrak telah di tandatangani, dan meski iblis itu menjadi pelindungnya, harga yang harus di bayar jauh lebih besar dari sekedar nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DewaC1nta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11. Pelarian

 Su Ying tertegun, jantungnya seakan berhenti berdetak sesaat. "Aku? Apa maksud nenek? Aku hanyalah seorang rakyat jelata, aku bukan siapa-siapa."

 "Orang-orang itu mencari sebuah benda yang berhubungan dengan ayahmu," jawab nenek Wu. Tatapannya kini berubah menjadi sangat mendesak. "Kau harus segera pergi. Menetap di sini lebih lama hanya akan membahayakan nyawamu."

 Nenek Wu berdiri, lalu mengeluarkan sebuah benda berbentuk seruling kecil dari balik lengan bajunya yang kusam. Ia meniupnya, namun suara yang keluar hanyalah desis samar yang hampir tak tertangkap oleh pendengaran manusia biasa. Namun, hanya hitungan detik, sesosok bayangan hitam menyelinap masuk melalui jendela yang terbuka, mendarat di lantai tanpa suara sedikitpun, seperti helai bulu yang jatuh.

 "Dia yang akan menuntun pelarianmu," kata nenek Wu hampir setengah berbisik.

 Su Ying mundur selangkah, menatap waspada pada sosok yang kini berlutut di tengah remang cahaya lentera. sosok itu mengenakan jubah hitam kelam yang seolah menyerap cahaya, wajahnya tertutup topeng kain tipis, hanya menyisakan sepasang mata yang tajam dan waspada.

 "Nenek, siapa dia?" tanya Su Ying dengan suara gemetar. "Bagaimana dia bisa...?"

 Kalimat Su Ying tertahan di tenggorokan. ia tidak menyangka seorang wanita yang kini berdiri di sampingnya memiliki keahlian ginkang yang luar biasa. Gerakannya begitu sunyi dan ringan sehingga tidak terdengar sedikit pun suara langkah kaki, seolah-olah dia berpijak di atas udara.

 "Dia adalah Guan Xian," jawab nenek Wu. "ia adalah putri dari kerabat dekat ayahmu. Seorang pejuang yang kini hidup dalam bayang-bayang setelah menyelamatkan negeri ini dari para pengkhianat. Dialah yang akan membawamu ke tempat perlindungan."

 Guan Xian perlahan melepas kain penutup wajahnya. Seketika terpampang sebuah wajah yang memancarkan ketegasan dan keberanian. Meskipun guratan lelah dan debu perjalanan nampak di sana, aura kecantikannya yang klasik dan tajam tidak kalah menawan jika di bandingkan dengan kecantikan lembut milik Su Ying. Matanya yang jernih namun sedingin es menatap langsung ke arah Su Ying, seolah sedang menilai apakah gadis di depannya cukup kuat untuk bertahan hidup.

 Su Ying tertegun sejenak. Ia tidak menyangka bahwa pelindungnya adalah seorang wanita yang tampak tidak jauh lebih tua darinya, namun memiliki wibawa yang begitu menekan.

 "Cepatlah, kalian sudah tidak punya waktu lagi! Pelarian harus di lakukan malam ini juga. Prajurit istana sudah hampir bersiaga di setiap perbatasan desa," perintah nenek Wu dengan nada mendesak.

 Tanpa menunggu lama, Guan Xian langsung memberi isyarat tajam kepada Su Ying untuk mengikutinya.

 Su Ying melangkah perlahan mengikutinya. Namun, hatinya masih terasa berat, tertinggal di setiap sudut desa yang menyimpan ribuan kenangan masa kecilnya. Ia menoleh ke arah nenek Wu, yang saat itu berdiri mematung di ambang pintu dapur yang remang.

 "Nenek..." gumam Su Ying, hampir tak terdengar.

"Ssst, jangan bersuara!" desis Guan Xian. ia segera membekap mulut Su Ying dengan tangannya yang terasa kokoh. Di depan mereka, terdengar kumpulan langkah kaki yang berat sedang bergerak menuju ke arah posisi mereka berada.

 "Kita harus bersembunyi," perintah Guan Xian dengan suara yang sangat rendah, nyaris menyerupai desis angin.

 Ia menarik Su Ying masuk ke dalam rimbunnya semak belukar yang basah oleh embun. Tak selang beberapa lama, beberapa orang dengan seragam prajurit istana melintas tepat di depan persembunyian mereka.

 Su Ying menahan napas hingga dadanya terasa sakit. Melalui celah dedaunan, ia bisa melihat kilatan cahaya obor yang di bawa oleh para prajurit itu. Gemerincing zirah besi mereka terdengar mengerikan di tengah kesunyian malam.

 "Nenek tua itu pasti tahu keberadaan gadis itu. Kita harus menemukannya sebelum Tuan muda mengetahui rencana kita yang sebenarnya," kata satu prajurit dengan suara rendah yang penuh ancaman.

 Mendengar kata-kata mereka, air mata Su Ying akhirnya luruh, jatuh membasahi kerah pakaiannya. Hatinya hancur menyadari bahwa satu-satunya orang yang tersisa di hidupnya kini terancam menemui nasib malang demi melindunginya.

 Su Ying hampir saja kehilangan kendali dan berlari keluar dari persembunyian untuk menyelamatkan nenek Wu, namun tangan Guan Xian mencengkram pundaknya dengan sangat kuat, sebuah peringatan bisu yang tak terbantahkan.

 "Jangan gegabah," desis Guan Xian tepat di telinga Su Ying. "Jika kau keluar sekarang, kau hanya akan memberikan mereka apa yang mereka inginkan, dan pengorbanan nenek Wu akan menjadi sia-sia."

...****************...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!