NovelToon NovelToon
HANUM

HANUM

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:808
Nilai: 5
Nama Author: Lukmanben99

kau hadir saat ku benar benar merasa hancur dan nyaris gila dengan alur cerita hidupku. kau seperti malaikat tak bersayap yg di utus tuhan untuk menyadarkan dan menyelamatkan hidupku.


tanpamu aku bukan lah siapa siapa, tanpamu aku hanya orang hina yg kehilangan arah tujuan hidup.

takan cukup aku mengucap kata terimakasih kepadamu, atas segala kebaikan dan ketulusan hatimu.


kaulah jawaban do'a dalam hatiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tamparan orang tuanya

*di jalan..*

Tiba tiba Hujan turun sangat deras “Kang, neduh dulu Kang!” Elina teriak.

Aku langsung banting setir ke warung kecil di pinggir jalan. Kami lari dengan tubuh basah, lalu kami Duduk di bangku kayu warung itu.

Kulihat Elina. Rambutnya basah, tubuhnya gemetar kedinginan. Tanpa mikir, kulepas jaket bututku, dan kututup tubuh elina dengan jaketku untuk menghangatkanya.

Elina mendongak. Dengan tubuh bergetar, dia senyum. Senyum paling tulus yang pernah kulihat seumur hidup.

Aku pesan dua teh manis anget ke Ibu warung. Kuserahkan satu ke Elina. “Makasih, Kang,” ucapnya.

Kami duduk terdiam meratapi hujan, Jujur, aku juga kedinginan aku. Aku bergetar memegang erat teh hangatku.

Elina ngeh. Dia menoleh memperhatikan ku. Sedetik. Dua detik.

Lalu... dia bergerak. Pelan. Ragu. Tapi pasti.

Tubuhnya bersandar di bahuku. Tangannya melingkar, memeluk lenganku erat.

Hujan, suara motor, gelas teh, semua hilang. Yang ada cuma hangat tubuhnya di sisiku, wangi shampo dari rambutnya yang basah, dan detak jantungku yang... akhirnya... tenang.

Aku menunduk, memandang wajahnya yang damai bersandar di bahuku. Pelan-pelan, aku tersenyum.

Untuk pertama kalinya, aku ngerasa... punya rumah. Dan rumah itu adalah Elina.

Sementara orang tua Elina menyusuri jalanan dengan cemas, mata mereka menyapu tiap sudut arah dari dalam mobil. sementara hujan semakin deras, mereka belum juga menemukan elina.

Dan sementara aku... dunia serasa berhenti di warung kecil itu. Elina mulai mengantuk di bahuku. Hujan tak kunjung reda. Jam demi jam berlalu. Hari semakin gelap.

Aku menatap tetes hujan, menatap wajah Elina yang damai tertidur di bahuku. Takut. Takut orang tuanya khawatir dan mencarinya. Takut mereka marah. Tapi sedetik pun aku nggak mau bangunin dia dari tidur paling tenang ini.

setelah beberapan jam kemudian. hujan baru berhenti. Rintik terakhir jatuh. Aku mengusap pundaknya pelan. “Lin, bangun... Udah berhenti hujannya,” ucapku pelan.

Elina membuka mata perlahan. Begitu sadar langit sudah mulai gelap, wajahnya langsung pucat. “Ya Allah, udah mau malem Kang... Mamah-Papah pasti nyariin aku,” paniknya langsung bangkit.

“Iya, Lin. Ayo Kita pulang sekarang,” aku buru-buru bayar teh, dan menggandengnya berjalan menuju vespa yang terparkir di pinggir jalan.

Dan di saat itulah...

 tiba tiba Sebuah mobil hitam berhenti tepat di hadapan kami.

Elina teridam kaget saat mobil itu berhenti di hadapan kami. ia langsung melepaskan gemgaman tanganku. Aku pun kaget bukan main, karena aku juga mengenal mobil itu.

Pintu mobil terbuka. Papahnya Elina turun duluan, disusul Mamahnya. Wajah keduanya... Marah, Cemas, Kecewa, Semua jadi satu.

Aku reflek menyapanya, mencoba senyum meski lututku lemas. “, Om... Tante...” tanganku gemetar menyodorkan salam.

_PLAK!!!_

Tanpa kata, tanpa tanya. Tamparan keras mendarat di pipiku. Kepalaku tertoleh. Telingaku berdenging.

Elina tersentak. “PAPAH!” jeritnya tertahan.

“BERANI KAMU BAWA PERGI ANAK SAYA?!” suara Papahnya menggelegar, mengalahkan sisa gerimis.

Aku cuma bisa nunduk. Perih di pipi nggak ada apa-apanya dibanding perih di dada. “Maafin saya Om... Tante...” suaraku nyaris hilang.

Papahnya mengangkat tangan lagi. Kali ini lebih tinggi. Dan sebelum mendarat di pipiku untuk kedua kalinya

“UDAH PAH, JANGAN SAKITIN DIA PAH! AKU MOHON, INI SALAH AKU PAH!” Elina tiba-tiba, menahan tangan Papahnya. Air matanya pecah.

“DIAM KAMU ELINA!, KAMU JUGA, KAMU BERANI BERBOHONG SAMA PAPAH! GARA-GARA LAKI-LAKI INI KAN, HAH?!” bentak Papahnya, menujuk tangan ke wajah ku.

“Jangan marahin dia Om. Ini salah saya, Maafin saya Om,” ucapku dengan penuh rasa bersalah.

Mamahnya Elina langsung menarik Elina ke pelukannya. Tapi mata Papahnya masih membakar ke arahku. Jari telunjuknya menuding tepat di depan hidungku.

“BERANI KAMU BAWA-BAWA ANAK SAYA LAGI, KAMU AKAN TAU AKIBATNYA! SAYA INGATKAN SAMA KAMU, JANGAN DEKATI ANAK SAYA LAGI! APALAGI SAMPAI BERANI MEMBAWA ANAK SAYA PERGI!” tiap kata Papahnya seperti palu yang menghantamku.

“Udah, udah cukup Pah. Kita pulang sekarang,” Mamahnya mencoba meredam, tapi sorot matanya ke arahku juga tidak kalah geram. “Awas kalau sampai kamu berani bawa anak saya lagi. Awas kamu...”

Aku cuma bisa menunduk dalam. “Iya, Tante... Maafin saya...”

Mamahnya menyeret Elina masuk ke mobil. Elina menoleh ke belakang, air mata mengalir deras di pipinya. Bibirnya bergerak tanpa suara: “Maafin aku Kang...”

Papahnya masih menatapku dengan geram. Lalu ia melangkah masuk mobil. Sebelum masuk mobil, kakinya melayangkan tendangan keras ke vespa bututku menekan vespaku dengan kaki nya. _BRUG! GEDUBRAK!_ Vespa kesayanganku terguling di aspal basah. Setelah itu ia masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan tempat itu. Membawa pulang elina.

Mobil mereka melaju, meninggalkan aku, vespa yang terkapar, dan hati yang hancur di pinggir jalan

Aku diam. Nafasku tercekat. Mau marah, tapi untuk siapa? Ini salahku. Salahku berani jatuh cinta padanya.

Sunyi.

Dengan tangan gemetar, aku menghampiri vespaku. Kuangkat tubuhnya yang lecet. Kuselap air mata yang entah dari kapan tadi jatuh. Ku selah Nihil. Mogok lagi. Seperti hatiku.

sementara elina dari dalam mobil,di kaca belakang mobil, ia memperhatikan ku mendirikan motorku yg terguling oleh papahnya itu, ia menangis memperhatikanku sampai aku hilang dari pandanganya.

dan sementara aku.

Dengan sisa tenaga, aku dorong vespa itu lagi. aku pulang mendorong motor ku ke dua kalinya.

Entah sudah berapa lama aku berjalan, tiba-tiba dari belakang...

Tot... tot...Suara klakson vespa. Sebuah vespa PX merah berhenti di sampingku. Pengendaranya pria 30-an, jaket kulit, brewok tipis.

“Kenapa bro? Mogok?” tanyanya, turun dari motor.

Aku mengangguk lesu. “Iya Bang, Tiba-tiba mati. Busi udah diganti juga tetep nggak mau idup.”

“Coba bentar saya cek dulu,” dia jongkok, ngolong ke mesin vespaku. Nggak sampai semenit, “Waduh, pantesan. Ini platinanya patah bro, Bentar ya, saya ambilin kunci-kunci dulu.” ucapnya, tak lama ia kembali dan mulai memperbaiki motorku, aku membantunya.

" Kamu kenapa bro,? kok kayak sedih gituh keliatanya.." tanya nya.

" Gak, gak papah kok bang..."  Jawab ku sambil membantunya, sebenarnya memang iya aku tidak baik baik aja, namun aku tidak mau menceritakan apa yg telah terjadi kepadaku.

" Bener gak papa..? "

" Iya bang, saya baik baik aja kok.."

Aku pun ngobrol denganya, dan ia pun mengajarkan banyak hal tentang motor vespa, aku berkenalan denganya, ia juga menanyakan tempat tingal ku apakah masih jauh atau dekat, aku pun menjawab lumayan jauh, dan setelah selesai memperbaiki motor vespa ku, setelah membereskan semuanya peralatanya, ia mencoba menghidupkan motor ku, dan akhirnya motor vespa ku hidup kembali, aku pun mengucapkan terimaksih banyak kepada orang itu.

" Bang makasih ya udah mau nolongin saya,  saya sangat berterimakasih sama abang, sekali lagi terimakasih bang.." ucap ku.

" Iya sama sama, yaudah kalau gitu saya pamit pergi ya, semoga lancar vespa kamu.." ucap orang itu, sambil berjalan menghampiri motor vespanya, ia pun naik ke vespanya.

" Iya bang amin mudah mudahan, hati hati di jalan bang.." ucap ku.

" Iya kamu juga ya, saya pergi dulu ya.." ucap orang itu, dan ia pun pergi melanjutkan perjalananya.

Dan setelah itu aku pun pergi melanjutkan perjalanan pulang ku mengendarai vespaku.

1
T28J
keren kak, saya kasih hadiah ya /Rose/
Lukman Hakim: terimakasih kak😊😊😊
total 1 replies
T28J
oalah tanda kurung itu artinya lagi di telpon kah 🤭 sempet kaget aku kak 🤣👍
Lukman Hakim: iya aku belum sempet sampe situ ngerevisi nya kak, 😁
total 1 replies
T28J
like follow and subscribe guys, cerita si Thor menarik
Lukman Hakim: terimakasih T28j 😊
total 1 replies
Lukman Hakim
iya maaf kak, terimakasih atas pengamatanya, nanti saya perbaiki, mohon maaf jika ada salah kata atau kurangnya huruf dalam tulisan kisah ini🙏
Manusia Ikan 🫪
kayaknya kamu terlalu banyak menggunakan kata "Itu"🕵
Manusia Ikan 🫪: ooh tentu saja, kota memang harus saling mendukung ✋🤓🤚
total 3 replies
T28J
saya like dan tonton hadiah ya 👍
Lukman Hakim
nanti aku baca lagi juga karya kakak.😊
EvhaLynn
Seru Ceritanya😁
Lukman Hakim: iya, nanti lebih seru kak, saat mereka berpisah nanti.
total 1 replies
EvhaLynn
Saya Sangat Menyukai Cerita Novel Mu Author😉
Lukman Hakim: maksih kak.😊
total 1 replies
Lukman Hakim
baik kak, nanti saya kunjungi karya kaka, mohon saling dukung nya ya😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!