NovelToon NovelToon
Antara Dua Dunia

Antara Dua Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ai_Li

​"Wajahnya identik dengan Ali, pacar LDR-ku yang lembut. Tapi pria di depanku ini adalah Alistair, Pangeran Agung yang siap memenggal kepalaku jika aku berani kabur lagi!"

​Lia terbangun di tubuh Aurellia, istri Pangeran Agung Ivalice yang dikenal kejam dan obsesif. Di novel aslinya, Aurellia tewas mengenaskan setelah mengkhianati Alistair demi Pangeran Yovan yang licik. Demi menghindari maut, Lia harus mengubah alur. Ia pun nekat mendekati Nenek Suri yang disegani dan mendadak jadi istri "penurut" yang membuat Alistair curiga sekaligus salah tingkah. Akankah strategi Lia menjinakkan sang tiran berhasil? Ataukah ia justru terjebak dalam obsesi gelap pria yang wajahnya terus mengingatkannya pada sang kekasih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai_Li, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Pesta, Intrik, dan Busur yang Menegang

Aula Utama Istana Ivalice malam itu berubah menjadi lautan manusia. Arsitekturnya yang megah, dengan langit-langit setinggi langit yang dihiasi kristal gantung, membuat suasana terlihat seperti stadion bola raksasa versi kerajaan. Rakyat dari berbagai penjuru hadir, memenuhi balkon-balkon untuk menyaksikan perayaan sang calon penerus takhta.

Suara terompet perak membelah kebisingan, diikuti teriakan lantang prajurit penjaga gerbang.

"Ibu Selir Yasmin bersama Pangeran Yovan memasuki aula, beri penghormatan!"

Selir Yasmin melangkah masuk dengan dagu terangkat tinggi. Ia adalah tipe wanita yang kecantikannya tajam dan mengintimidasi, dengan mata yang selalu terlihat menilai harga dari apa pun yang ia lihat. Pangeran Yovan berjalan di sampingnya, mewarisi ambisi ibunya yang meluap-luap. Senyumnya tampak menawan, namun tersirat keangkuhan yang haus akan pengakuan.

Tak lama kemudian, nama berikutnya dipanggil.

"Selir Naraswati bersama Pangeran Nathan memasuki aula!"

Berbeda dengan Yasmin, Selir Naraswati tampil dengan keanggunan yang tenang dan bersahaja. Wajahnya memancarkan aura kedamaian, meskipun banyak yang berbisik bahwa ketenangannya adalah topeng bagi kecerdasan yang mematikan. Pangeran Nathan yang berjalan di sisinya tampak seperti bayangan yang tenang, misterius, dan sulit ditebak arah pikirannya.

"Selir Luvania dan Pangeran Lucas memasuki aula!"

Selir termuda itu masuk dengan senyuman yang begitu cerah hingga mampu mencairkan suasana. Ia adalah favorit di kalangan pelayan karena keramahannya. Pangeran Lucas yang masih remaja mengikuti di belakangnya dengan langkah riang, karakter mereka berdua seperti sinar matahari di tengah istana yang penuh konspirasi.

Puncak dari barisan tamu agung itu tiba saat prajurit berteriak lebih keras dari sebelumnya.

"Pangeran Agung memasuki aula, beri hormat!"

Suasana mendadak hening. Alistair masuk di atas kursi roda hitamnya yang legendaris. Meskipun ia duduk, wibawanya seolah menjulang tinggi melampaui siapa pun di ruangan itu. Aura dingin dan tegasnya terasa begitu pekat, memberikan tekanan karismatik yang membuat rakyat serentak menunduk dalam.

Di sudut-sudut aula, bisik-bisik mulai terdengar.

"Lihat, Pangeran Agung datang sendirian lagi."

"Baguslah Putri Aurellia tidak datang. Daripada dia membuat kekacauan dan mempermalukan suaminya lagi seperti tahun lalu."

"Kasihan Pangeran Agung, sudah kakinya sulit, harus punya istri yang otaknya miring."

Rakyat sangat mencintai Alistair karena kedisiplinannya, namun mereka benar-benar tidak sudi melihat wajah Aurellia yang terkenal arogan dan gila.

Tak lama, Raja Iskan bersama Permaisuri Isadora dan Pangeran Rayyan memasuki singgasana. Raja Iskan adalah sosok bijaksana yang sangat disegani, dan Rayyan, yang sedang berulang tahun tampak seperti fotokopi ayahnya versi masa muda yang lebih energik. Permaisuri Isadora yang anggun menyambut semua tamu dengan wibawa seorang ibu negara yang sempurna.

Acara dibuka dengan kehadiran Ibu Suri Indira yang memberikan hadiah berupa pedang tempaan khusus yang berkilau mistis untuk Rayyan. Sang pangeran muda itu tampak sangat bahagia, sisi manjanya pada sang nenek sesekali terlihat di balik jubah pangerannya.

Di deretan kursi bangsawan, Selir Yasmin berbisik tipis pada Yovan sambil menutup mulutnya dengan kipas sutra.

"Apakah kamu sudah menyiapkan rencana dengan putri bodoh itu seperti biasa?"

Yovan menyeringai tipis, matanya melirik ke arah Alistair yang duduk diam.

"Tentu saja, Ibu. Semuanya sudah diatur. Aurellia pasti akan datang membuat keributan dan mempermalukan Alistair. Kita hanya perlu duduk manis menunggu pertunjukan komedi itu dimulai."

Acara inti pun dimulai dengan sesi Panahan Kerajaan. Ini bukan sekadar hiburan, melainkan ajang adu gengsi bagi para pangeran. Target diletakkan di ujung aula yang sangat jauh, dengan diameter sasaran yang hanya seukuran telapak tangan.

Pangeran Lucas melepaskan anak panah pertama, tepat mengenai sasaran namun tidak di tengah. Pangeran Nathan, dengan gerakan yang sangat efisien dan tenang, melepaskan anak panah yang bersarang tepat di lingkaran merah. Rakyat bersorak.

Kini giliran Yovan. Ia mengambil busur emasnya, menarik talinya dengan penuh tenaga sampai urat tangannya menegang. Ia menatap target seolah-olah itu adalah musuhnya.

Sreet... JLEB!

Anak panahnya membelah anak panah milik Nathan tepat di tengah.

Yovan berbalik ke arah Raja dengan senyum jumawa, namun matanya menatap Alistair dengan penuh hinaan.

"Sayang sekali pangeran terkuat kita hanya bisa menonton karena kakinya tidak bisa digunakan untuk menumpu kuda-kuda busur," sindirnya setengah berbisik namun cukup terdengar oleh orang-orang di sekitarnya.

Suasana menjadi tegang. Alistair hanya diam, namun tangannya yang memegang busur di pangkuannya tampak mencengkeram erat.

Tepat saat Yovan hendak melepaskan anak panah keduanya untuk pamer kekuatan, pintu aula besar itu tiba-tiba terbuka dengan dentuman yang sangat keras.

Seberkas cahaya seolah ikut masuk dari balik pintu, menarik seluruh pasang mata di ruangan itu untuk menoleh secara serentak. Alistair tertegun, Yovan ternganga, dan Ibu Suri Indira langsung tersenyum lebar.

Sesosok wanita berjalan masuk dengan langkah yang penuh percaya diri, gaun hijau emeraldnya berkilauan diterpa cahaya lampu, dan mahkota Permaisuri Agung yang bertahta di kepalanya memancarkan aura otoritas yang tak terbantahkan.

Itu bukan Aurellia yang gila. Itu adalah Permaisuri agung yang sesungguhnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!