NovelToon NovelToon
I'M An Imperfect Mom

I'M An Imperfect Mom

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:891
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Shakira

"Di kantor, Aruna adalah pemenang. Namun di rumah, ia adalah orang asing yang kehilangan tempat. Ketika mantan suaminya kembali membawa 'istri sempurna', hidup Aruna mulai retak.

Satu per satu barangnya hilang, ingatannya mulai dikhianati, dan putranya perlahan menjauh. Apakah Aruna memang ibu yang gagal, atau seseorang sedang merancang skenario untuk membuatnya gila?

Menjadi ibu itu berat. Menjadi ibu yang waras di tengah teror... itu mustahil."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Shakira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10: RENCANA BALAS DENDAM YANG SEMPURNA

Bab 10: Rencana Balas Dendam yang Sempurna

Adrian membawa Aruna ke sebuah apartemen lama di pinggiran kota yang tidak terdaftar atas namanya. Tempat itu sederhana, namun penuh dengan layar komputer dan tumpukan berkas yang tertata rapi. Setelah memberikan Aruna waktu untuk mandi dan mengobati luka-lukanya, Adrian menyuguhkan secangkir teh hangat di meja kayu yang dipenuhi peta kekuatan bisnis Bimo Pratama.

"Ini bukan sekadar masalah hak asuh, Aruna," ucap Adrian sambil membuka laptopnya. "Bimo ingin kamu 'hilang' karena kamu adalah pemegang saham pasif sebesar tiga puluh persen di perusahaannya melalui warisan mendiang ayahmu yang dulu ia kelola. Jika kamu dinyatakan tidak stabil secara mental, dia bisa mengambil alih kendali penuh."

Aruna meletakkan cangkir tehnya, matanya menatap tajam ke arah diagram yang dibuat Adrian. "Jadi itu alasannya... Dia tidak hanya ingin Siska menggantikan posisiku sebagai istri, tapi dia ingin menghapus keberadaanku agar hartanya aman."

"Tepat. Dan Siska adalah alatnya," lanjut Adrian. "Tapi mereka membuat satu kesalahan besar: mereka membiarkanmu hidup dan membawa ponsel lama itu."

Aruna mengeluarkan ponsel Bimo dan meletakkannya di meja. "Di sini ada rekaman suara Bimo yang menyuap auditor, foto-foto mesra mereka saat kami masih menikah, dan yang terpenting... bukti bahwa Tyas bekerja di bawah perintah Siska untuk meracuniku."

Adrian tersenyum tipis. "Bagus. Tapi kalau kita langsung lapor polisi sekarang, Bimo punya pengacara mahal yang bisa memutarbalikkan fakta. Dia akan bilang bukti itu ilegal atau hasil manipulasi. Kita harus menghancurkan mereka secara perlahan. Kita bikin mereka saling gigit."

"Apa rencananya?" tanya Aruna, suaranya kini terdengar dingin dan penuh perhitungan.

"Pertama, kita butuh 'kematian' sosialmu," Adrian menjelaskan sambil menunjuk ke layar. "Biarkan Bimo dan Siska mengira mereka menang. Biarkan klinik melaporkan bahwa kamu hilang dan kemungkinan besar tewas di hutan. Saat mereka merasa aman, mereka akan mulai lengah dan saling pamer kekuasaan. Di situlah kita masuk."

Aruna mengangguk paham. "Aku akan menjadi bayangan."

"Langkah kedua," Adrian melanjutkan, "Kita akan menggunakan Tyas. Dia adalah titik lemah. Dia melakukan ini hanya karena uang dan rasa takut pada Bimo. Kita akan tarik dia ke pihak kita, atau kita hancurkan dia lebih dulu agar dia bicara."

Aruna mengepalkan tangannya. "Aku ingin Siska merasakan apa yang aku rasakan. Kehilangan martabat, kehilangan pekerjaan, dan yang paling penting... kehilangan kepercayaan dari Bimo."

"Itu pasti terjadi," sahut Adrian. "Aku sudah menyiapkan identitas baru untukmu. Mulai besok, kamu bukan lagi Aruna yang malang. Kamu adalah seorang investor misterius yang akan masuk ke proyek terbaru Bimo. Kita akan menguras uangnya sampai dia tidak punya cukup biaya bahkan untuk membayar uang parkir, apalagi membayar pengacara."

Aruna berdiri, berjalan menuju jendela dan menatap lampu-lampu kota di kejauhan. Di balik pantulan kaca, ia tidak lagi melihat wanita yang lemah dan penuh air mata. Ia melihat seorang wanita yang sudah melewati neraka dan kembali dengan api di tangannya.

"Bimo, Siska... kalian pikir kalian sudah menghancurkan hidupku," bisik Aruna. "Padahal, kalian baru saja mengajariku cara bermain yang sebenarnya. Kenzo, tunggu Mama. Mama akan menjemputmu setelah Mama meratakan kerajaan mereka dengan tanah."

Adrian berdiri di samping Aruna. "Selamat datang di tim, Aruna. Mari kita mulai pertunjukannya."

**Bersambung ke Bab 11: Kemunculan Sang Investor Misterius.**

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!