NovelToon NovelToon
Sangkar Emas Mafia Lumpuh Arogan

Sangkar Emas Mafia Lumpuh Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Mafia
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: ingflora

Setelah patah hati dimanfaatkan teman sendiri, Alana Aisyah Kartika dikejutkan dengan tawaran yang datang dari presdir tempatnya bekerja, Hawari. Pria itu menawari Lana menikah dengan anak satu-satunya, Alfian Abdul Razman yang lumpuh akibat kecelakaan. Masalahnya, Fian yang tampan itu sudah menikah dengan Lynda La Lune yang lebih memilih sibuk berkarier sebagai model internasional ketimbang mengurus suaminya.

Hawari menawari Lana nikah kontrak selama 1 tahun dengan imbalan uang 1 milyar agar bisa mengurus Fian. Fian awalnya menolak, tapi ketika mengetahui istrinya selingkuh, pria itu menjadikan Lana sebagai alat balas dendam. Lana pun terpaksa menikah karena selain takut kehilangan pekerjaan, adiknya butuh biaya untuk kuliah.

Namun, kenyataan lain datang menghadang. Fian ternyata bukan anak kandung Hawari melainkan anak seorang mafia Itali yang menghilang sejak bayi.

Mampukah Lana bertahan dengan pria galak, angkuh, dan selalu otoriter ini? Lalu, bagaimana nasib mereka ketika kelu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ingflora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11. Usaha Dulu

"Sudah. Apa kamu mau jalan-jalan di taman sebentar?" ajak Lana sambil meluruskan kaki suaminya.

"Iya, boleh. Aku bosan di kamar."

"Ok, aku panggil Hadi dulu ya." Lana pun turun dari ranjang dan bergerak ke luar.

Fian berharap ia bisa cepat berjalan lagi karena ia sudah tak sabar ingin segera memberi kejutan pada Lynda. Masihkah wanita itu meremehkannya?

***

Tengah malam Fian tersentak bangun. "Aahh ... Lana ...." Ia menyentuh bahu wanita yang berada di sampingnya.

Seketika Lana membuka matanya. "Apa?"

"Kakiku ... kakiku kram!" Fian menyipitkan mata menahan rasa aneh yang menjalar di kedua kakinya.

"Apa!?" Lana langsung terduduk dan menyibak selimut. "Di mana? Kaki yang mana?"

"Dua-duanya."

Lana yang kaget langsung menepikan rambut panjangnya dan segera fokus pada kaki sang suami. Ia memijat kaki itu dari bawah hingga atas secara bergantian di kedua kaki pria itu.

Fian pun heran kenapa kakinya tiba-tiba begitu. "Hei, jangan ke atas, kamu mesum sekali!"

Tiba-tiba keduanya tersadar secara bersamaan. Mungkin pengaruh baru bangun tidur hingga mereka baru sadar kemudian.

"Mas ...." Lana menatap Fian dengan bola mata melebar dan senyum merekah.

Fian pun menunjukkan wajah terkejut dan hampir melongo. "Kakiku bisa merasakan! Lana ... kakiku ...!"

"Iya, Mas. Kakimu sudah bisa merasakan lagi." Senyum terukir di wajah Lana.

Tiba-tiba Fian menarik tubuh istrinya hingga jatuh menindih tubuhnya. Pria itu langsung memeluknya. "Lana, Terima kasih."

"Iya, Mas. Gak papa." Lana memeluk balik suaminya. Tentu saja ia merasa gembira, berarti harapan untuk sembuh itu ada. Ia melepas pelukan. "Besok kita ke dokter ya."

"Iya." Terlihat kedua bola mata pria itu berkaca-kaca. Sudut matanya pun sudah hampir menumpahkan air mata.

Lana mengusap lembut sudut mata pria itu agar air matanya tak jadi jatuh, tapi tak ayal air mata itu jatuh juga. "Eeh ... jangan nangis dulu dong. Perjuangannya masih panjang."

Fian yang gemas dengan istri bijaknya, mengangkat kepalanya hingga bibirnya bisa menyentuh pipi wanita itu sesaat. Walau rambut panjang Lana sempat mengunci kedua wajah mereka tapi Fian sempat melihat pipi istrinya yang kemerahan karena tersipu. "Iya, aku percaya padamu."

***

Sesudah dari rumah sakit, Fian minta pergi ke mal. Sudah lama ia terkurung di dalam rumah dan ia ingin melihat-lihat ke luar. Ia juga ingin makan siang di luar dan melihat keramaian. Hadi mendorong kursi roda hingga Lana bisa menemani Fian di sampingnya.

"Lana, itu ada toko pakaian, coba kita ke sana."

Lana membuka pintu kaca hingga kursi roda suaminya bisa masuk.

"Lana, baju itu kelihatan bagus. Coba pakai."

"Apa?" Lana tak menyangka, suaminya malah menyuruhnya beli pakaian. Ia pikir Fian yang ingin berbelanja. "Tapi ...."

"Kartu ATMku ada padamu, 'kan? Belanja saja. Beli juga baju tidur baru karena baju tidur yang sering kamu pakai di rumah sudah jelek. Juga beli baju yang nyaman untuk di rumah. Bajumu tidak ada yang cocok untuk itu sama sekali."

"Tapi itu akan banyak sekali."

"Tidak apa-apa. Aku punya banyak waktu untuk menunggumu di sini. Santai saja."

Lana meraih sandaran lengan kursi roda suaminya sambil setengah membungkuk ke arah Fian. "Berarti, aku boleh pilih beberapa?" Matanya seketika bercahaya.

"Beli saja. Kalau perlu, kalau kamu punya barang lain yang harus dibeli, beli saja. Selagi kita di sini."

"Bener ya, jangan nyesel lho!" Lana segera berlari ke arah pakaian yang menggantung di dinding. Ia langsung memeriksanya.

Fian tersenyum melihat Lana begitu bahagia bisa melihat baju-baju baru yang ada di sana. Ternyata semua wanita sama, senang belanja.

***

Lana segera menggantikan pakaiannya sepulang dari mal. Setelah itu memamerkannya pada suaminya. "Mas, gimana?" Ia berputar di depan Fian.

"Bagus ...."

"Tapi ... aku jadi berutang budi padamu." Mulut Lana sedikit mengerucut karena merasa bersalah, tapi kemudian raut wajahnya berubah senang. "Aku juga ada sesuatu untukmu." Lana tersenyum kecil sebelum lari ke arah pintu.

"Kamu mau ke mana?"

"Dapur!"

"Tapi aku sudah kenyang makan tadi."

"Bukan, sebentar ...!" teriak wanita berkerudung hijau itu dari luar. Tubuhnya sudah tak kelihatan lagi karena sudah berada di luar.

Fian terpaksa menunggu. Tak lama, Lana balik dengan sebuah baskom berwarna pink ke dalam kamar. Ia meletakkannya di samping tempat tidur suaminya.

Fian bisa melihat dengan menatap ke bawah. "Apa ini?"

"Ini untuk rendaman kaki. Ramuan ini dipakai di kampungku untuk mengobati orang yang lumpuh karena stroke. Kemarin aku minta pembantu carikan jahe merah dan ketemu. Jadi rempah-rempahnya lengkap sudah."

"Jadi aku harus merendam kakiku di sana?"

"Ini air hangat. Hanya sebatas mata kaki kok tapi ini bagus untuk menstimulasi saraf di kaki jadi cepat sembuh."

"Oh, begitu."

"Iya."

Selimut di kaki Fian dibuka. Lana membantu suaminya menurunkan kaki sekaligus berpegang padanya.

"Ah ...."

Lana terkejut dan mengangkat kembali kaki suaminya dengan menarik kain celananya dari atas. "Terasa panas? Tapi tadi aku sudah coba sendiri, itu hanya terasa hangat."

"Mungkin syarafnya kaget, karena terasa hangat. Hanya kakiku masih belum bisa digerakkan saja."

"Oh." Pelan-pelan Lana menurunkan lagi kaki suaminya.

"Tapi aku senang, kakiku sudah bisa merasakan rasa hangat dan sentuhanmu walau pun aku belum bisa menggerakkannya."

Lana menatap suaminya. Ia tersenyum tipis. "Sabar. Semua ada waktunya."

***

Malam ketika semua orang tidur, Fian malah terbangun. Ia menyibak sedikit selimutnya dan berusaha menggerakkan kakinya. Dengan sekuat tenaga ia coba.

Ia ingat kata dokter kalau ia harus terus melatihnya. Ini tidak akan mudah, tapi ia harus coba.

Sampai keningnya berkeringat beberapa kali ia mencoba, tapi tak kunjung berhasil. Fian mencoba terus hingga waktu tak terasa. Tiba-tiba ia melihat perubahan. Kakinya bisa diangkat sedikit dan kemudian jatuh lagi. Itu pun ia sudah merasa senang. Terdengar suara azan subuh. Fian kemudian siap-siap bertayamum.

Lana terbangun ketika sang suami tengah solat subuh. Ia kemudian berwudhu di kamar mandi. Saat ia keluar, Fian sudah tertidur. Lana kemudian solat dan setelah itu membangunkan lagi suaminya. "Mas ...."

Pria itu membuka mata. "Lana, aku tidur sebentar ya. Ngantuk," sahutnya dengan mata yang sayu.

"Sarapan mau jam berapa?"

"Sini deh!" Fian memanggil dengan tangannya.

Lana mencondongkan tubuhnya ke depan.

"Enggak gitu. Coba naik."

Lana menurut. Tiba-tiba tangan kokoh suaminya menarik pinggangnya hingga terjatuh dalam pelukan pria itu.

"Mas!" Kedua bola mata Lana melebar.

"Temenin aku tidur aja. Aku gak tau bangun jam berapa," ucap Fian santai.

"Tapi ...."

"Sst ... jangan ganggu orang tidur. Berisik," bisik Fian. Ia memeluk istrinya dengan memejamkan mata.

"Mas, aku gak ngantuk." Lana ikut-ikutan berbisik.

"Ya, sudah. Diam. Aku mau tidur."

Lana bingung sendiri. Mau tak mau ia mengikuti keinginan suaminya. Pelan ia menyandarkan kepala pada dadda bidang pria tampan itu.

Sejujurnya, Lana mulai sedikit takut. Sikap Fian yang kadang ramah dan kadang galak itu malah mulai mencairkan hatinya. Ia terpesona dengan sikap pria itu yang seakan menganggapnya keluarga. Rasanya lebih dari itu tapi Lana takut menduga-duga dan berharap banyak.

Bersambung ....

1
Siti Zaid
Lynda ternyata sangat egois..semoga Fian segera menceraikan lynda dan hidup aman dgn Làna dan anak mereka...🤗
Siti Zaid
Author..lanjut semangat terus nulisnya..ceritanya makin lama makin seru nih👍👍👍
Baby_Miracles: makasih
total 1 replies
Rahma Inayah
kasian Linda skrg di kacangin oleh Fian dl saat Fian lumpuh km sibuk dgn dunia km sendri skrg km seolah olah merasa kesepian .knp GK ktman aja SM brondong km
Siti Zaid
Fian jgn jadi bodoh lagi mahu percaya saja pada lynda yg ternyata hanya berpura2..padahal perangai lynda sama mcm mak lampir🤭
Rahma Inayah
🤣Linda mau Berubah ber hijab mn mkn biasa pakai baju yg terbuka tiba2
mau pakai baju terruutp
Rahma Inayah
lnda semasa JD istri Fian ada kah km mengurus kebutuhan suami mu or nemani mkn GK kan yg ada km si bukd gh dr mu sendri dan dunia mu bahkan bersama selingkhmu
Siti Zaid
Lynda sedar diri dikit kamu..jgn harap Fian akan sama seperri dulu lg..bukan kamu satu2 nya wanita dalam hidup nya sekarang..ada Lana dan bayi yg bakal lahir...
erviana erastus
lana bego lu iya in aza trs pergi yg jauh yaela pergi pake acara utang uang Kantor ya ketauan dong ... siap2 fian tau kamu hamil 🤭🤣
Siti Zaid
Sudah saat nya Linda dibuang jauh2 dari Fian dan Lana...kalau boleh dibuang saja kelaut biar dimakan hiu..bisa2 nya suami terlantar kelumpuhan..linda malah kabur selingkuh😠
Rahma Inayah
pas.di bwknkerumh sakit kathauaj deh klu Lana hamil yg mn dgn Linda istri pertma blm hamil .pastinya Fian akan tmbh syg PD Lana
Rahma Inayah
pilin plan kamu Fian GK bisa peka dgn hati Lana .misi bals dendam mu gagal total hanya dgn rayuan maut Lindy yg maunya km di ajad beradu peluh sedang dia diluar sn SDH berbagi peluh dgn lelaki lain
Rarik Srihastuty
masih aja mau nidurin si Lynda yg bekas orang, plin plan sekali
Siti Zaid
Benci betul pada Fian..memang dasar lelaki tidak sedar dari..perempuan selingkuh yang dipilihnya..padahal perempuan itu sudah selingkuh dan tinggal dia saat dirinya tidak bisa berjalan😠...
Wiwi Sukaesih
Fian pling plan.baru tau kn gmn arasnayi dtnggalim.pemyesalan dtg terlalu Fian
Rahma Inayah
tokcer juga Fian SPT nya Lana hamil pasti Fian akan senang dan cnt nya PD Lana TDK lagi utk bals dendam tp cnt nya tulus
ros
ceritanya menarik 👍
erviana erastus
yes hamidun ... tp istri pertama nya apa kabar
Rarik Srihastuty
Kayaknya Fian dan Lana junior otw
Siti Zaid
Penasaran dengan kisah hidup Fian..
Rahma Inayah
mknkah Adrian tu ayah kandung Fian ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!