Bagaimana jika orang yang kamu anggap biasa dan tidak penting dalam hidup mu ternyata adalah belahan jiwamu yang selama ini kamu cari.
Murat terpaksa menikahi Hanna, sahabat dari mendiang istriny zahra. Bagi Hanna ini adalah pernikahan impian karena Murat adalah cinta pertamanya, sedangkan bagi Murat pernikahan ini merupakan amanah yang harus dijalankan demi putranya.
Bagaimana kelanjutan kisahnya... stay tune yah aku harap kalian suka dengan karyaku ini 🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fei yuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11. Memastikan sesuatu
Suara sendok dan garpu memecah keheningan malam ini. Keluarga Demir sedang menikmati makan malam meskipun sedikit terlambat.
Ruang makan terasa sangat canggung, Karena kehadiran Tuan besar Mahmet. Meskipun weekend, tuan Mahmet tetap meluangkan waktunya untuk bertemu dengan kawan lama, oleh karena itu dirinya pulang sedikit telat.
"Bagaimana hari mu nak?". Hanna yang tiba tiba ditanya Ayah mertuanya sedikit terkejut. "ehmm.. Baik, Pah". Sebenarnya Hanna selalu merasa canggung dengan Ayah mertuanya.
Dia merasa dirinya terlalu kecil dihadapan sang Ayah mertua. Tetapi Tuan Mahmet terus saja mengajak Hanna berbincang, karena tahu menantunya pasti masih merasa sangat canggung dirumahnya.
Sedangkan Murat tampak tidak suka dengan keramahan ayahnya pada istrinya. Jadi dirinya hanya acuh karena malas mendengarkan basa basi ayahnya pada Hanna.
Sementara kedua orang itu berbincang. Ny. Amel sejak tadi memperhatikan Hanna. " Apa Murat tidak memberinya uang belanja?". Memang sudah tiga bulan dia tidak bertemu menantunya.
Pertama Hanna datang dia tidak terlalu memperhatikan karena sangat bersemangat untuk menyambut cucu cucunya. Tetapi karena curhatan Keanu sekarang dirinya baru menyadarinya.
Hanna tampak pucat dan tubuhnya semakin kurus. Padahal saat awal menikah dengan putranya. Menantunya ini sangat cantik bahkan lebih cantik dari Zahra.
"Kenapa dengannya, Apa Murat...ah tidak mungkin putraku tidak mungkin seperti itu". Ny. Amel menggeleng gelengkan kepalanya. Entah apa yang dia pikirkan saat ini.
"Mamah kenapa?" Murat heran sejak tadi melihat ibunya yang melamun dan menggeleng gelengkan kepalanya. "memangnya mamah kenapa..?". Ketus Ny Amel. Murat hanya bengong melihat keanehan ibunya.
...****************...
Makan malam telah selesai, Hanna yang takut kedua anaknya terbangun segera bergegas kelantai atas. "Hanna ...mamah ingin bicara sebentar!". Ny. Amel tidak mau menyia nyiakan kesempatan untuk berbicara dengan menantunya.
" Ikut Mamah..!". Hanna mengikuti mertuanya, hatinya merasa cemas, sebab tidak biasanya sang ibu mertua mengajaknya berbicara berdua.
Ny. Amel mengajak Hanna berbicara di kamar tamu. Dia ingin memastikan sesuatu. Meskipun bingung wanita itu tetap mengikuti ibu mertuanya.
Setelah Hanna masuk. Ny Amel menutup pintu kamar. Hanna pun mulai tegang, pikirannya sudah kemana mana, kini tangannya sudah berkeringat.
Dia sedikit takut dengan ibu mertuanya, karena yang dia tahu Ny. Amel tidak begitu menyukainya. Hanna sedang menduga duga apa kesalahan yang telah dia lakukan, sampai ibu mertuanya mengajaknya kesini.
Tanpa basa basi Ny. Amel langsung memeriksa tubuh Hanna. Dia memeriksa tangannya, menyikap dress yang Hanna kenakan. Dia memeriksa keseluruhan tubuh menantunya.
Hanna yang bingung hanya menurut apa yang dilakukan ibu mertuanya. "ke...napa mah?". Tetapi Ny. Amel tampak serius. Wajah Hanna pun tak luput dari pemeriksaan ibu mertuanya.
"Huffft..." Ny. Amel tampak lega. Apa yang dia pikirkan ternyata tidak ada. Sejujurnya wanita paruh baya itu takut putranya melakukan KDRT terhadap istrinya.
Karena dia tahu bagaimana Murat tidak menyukai Hanna menjadi istrinya. Ditambah lagi menantunya kini tampak sangat kurus dan pucat. " Ke..napa mah?" Hanna yang penasaran mencoba bertanya lagi pada ibu mertuanya.
Ny. Amel melihat menantunya dengan datar.
" Apa suamimu, memperlakukanmu dengan baik?". Tanpa menghiraukan pertanyaan Hanna. Wanita itu malah bertanya balik pada menantunya.
Hanna baru mengerti kenapa tadi ibu mertuanya sampai memeriksa seluruh tubuhnya. "Iya.. Mah Kak Murat baik". Meskipun terkadang mulut suaminya pedas tetapi tidak pernah sekalipun, suaminya itu melakukan KDRT.
"Bagus..".Ny. Amel menggangguk. " Kenapa Keanu bilang waktu itu kau jatuh dan berdarah?". Hanna cukup terkejut dia pikir Keanu tidak akan mengatakan pada siapapun.
Sewaktu dirinya pingsan tempo hari, Hanna memohon pada Keanu agar tidak menceritakan pada suaminya. Dia takut Murat marah dan menganggapnya tidak becus mengurus anak.
Tetapi tidak disangka bocah kecil itu menceritakan pada neneknya. "gleek...oh waktu itu sepertinya aku kecapean mah, jadi aku pingsan. Memang biasanya kalau aku kecapean selalu mimisan".
" Kamu tahu putramu itu ketakutan, sampai sampai dia menangis seharian". Hanna menyadari itu karena sejak itu Keanu tidak pernah mau jauh darinya sedikit pun.
" Mamah harap kamu menjaga kesehatanmu Hanna, mamah tidak mau yah, cucu mamah kurang perhatian karena ibunya sakit sakitan". Ny. Amel berbicara tanpa perasaan.
Hati Hanna menclos. Dia pikir ibu mertuanya peduli padanya, tetapi "ckckck... Apa yang kamu pikirkan Hanna, bersyukurlah dirimu masih dibutuhkan". Hanna mencoba menguatkan dirinya.
"Baik mah aku akan menjaga kesehatanku". Hanna mengangguk dengan mantap, benar yang ibu mertuanya katakan seharusnya dia lebih memperhatikan dirinya demi kedua anaknya.