Syara gadis jutek yang cantik dan pintar. Yang banyak masalah dalam hidupnya. Lantaran Ia menolak menikah dan kabur di hari pernikahannya. Yang membuat orang tua malu dan marah. Sehingga Syara terpaksa belajar hidup mandiri. Lalu bagaimana dengan calon suaminya . Penasaran, ikuti kisahnya.......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
Sehingga Ken hampir tergelak mendengar kepolosan Syara. Namun ia menahannya karna tak ingin Syara tersinggung.
" Ya ...jika kau mau kita bisa mulai malam ini," kata Ken ingin melihat seperti apa reaksi Syara.
" Sekarang pak, tapi saya tak membawa buku dan proposalnya," kata Syara
" Kalau begitu kita ngobrol dulu saja, bagaimana?" kata Ken menatap Syara. Yang merasa gemas pada gadis polos didepannya itu.
Syara pun terdiam sesaat untuk berpikir. Lalu tak lama. " Ok....apa makanan ini bapak yang bayar?" kata Syara
" Ya ....ayo pergi," kata Ken
" Hah kemana?" tanya Syara
" Ikut saya untuk membahas proposal mu," kata Ken
" Hmm...baik tapi mobil saya bagaimana pak?'kata Syara bingung.
" Suruh saja Mini yang bawa, bukannya teman mu itu bisa menyetir. Nanti Syara bapak antar pulang," kata Ken.
Syara terdiam sejenak untuk berpikir, karna merasa aneh dengan dosennya itu. Padahal selama ini dosen itu terlihat dingin di kampus
" Apa dia beneran pak Angga ya, puk......Syara pun menepuk jidatnya pelan
" Ada apa?" kata Ken yang melihat Syara menepuk jidatnya.
" Ah bukan apa apa pak, okey Syara akan ikut bapak. Tapi saya bilang Mini dulu ya pak," kata Syara sembari beranjak untuk memberitahu Mini yang masih bekerja.
" Ya ..." kata Ken santai. Sembari memanggil. Pelayan untuk membayar makanan dan minuman yang mereka makan.
Setelan pamit kepada Mini. Akhirnya Syara pun mengikuti pak Angga yang pergi menuju sebuah apartemennya di pusat kota. Yang membuat Syara sedikit merasa aneh. Saat memasuki apartemen dosen nya itu. Karna tempat itu terlihat sepi, namun cukup besar.
" Masuk lah !!" kata Ken mempersilahkan Syara masuk
" Baik pak," kata Syara yang melangkah sembari melihat sekeliling ruang apartemen dosennya itu ke setiap sudut ruangan
" Apa pak Angga tinggal sendiri disini?" tanya Syara
" Ya .....tapi ada orang baru yang akan ikut tinggal disini. Tapi dia belum datang," kata Angga sembari mempersilakan Syara duduk di sofa
" Terimakasih pak," kata Syara duduk. Sedangkan Ken masuk ke sebuah kamar. Tak lama Ken keluar lagi dengan buku tebal di tangan nya. Setelah itu Ken duduk di sebelah Syara.
" Nih ...buku panduannya. Syara bisa membacanya kapan saja," kata Ken menyodorkan buku itu di atas meja persis di depan Syara.
" Ya ...terus kita mau membahas apa sekarang pak," kata Syara menatap Ken bingung
" Terserah, apa kita mau membahas tentang dirimu yang kabur dari pernikahan hari ini!!" kata Ken
Deg........
Syara pun terkejut saat dosennya itu tahu bahwa dirinya kabur dari pernikahannya tadi pagi.
" Bagaimana bisa pak Angga tahu?" pikir Syara menelisik wajah pria di depannya itu. Bahkan pak Angga terlihat sangat tampan dengan baju kaos biasa yang ia kenakan. Ketimbang pakaian resmi yang selalu di kenakan dosennya itu saat mengajar.
" Kenapa kau terkejut?" tanya Ken
" Ba.....bagaimana bapak bisa tahu, jika saya kabur dari rumah," kata Syara sedikit tergagap
" Saya tahu semua tentang dirimu, kenapa harus kabur. Apa itu masalah buat Syara?" tanya Ken sembari memepet Syara. Sehingga Syara pun menjadi gugup saat dosen nya itu semakin dekat dengannya. Bahkan pak Angga menatap lekat dirinya.
" Saya pak.....bagaimana bisa!! " kata Syara makin kaget dan menatap Ken penuh tanda tanya.
" Kenapa tidak boleh," kata Ken mendekati wajah nya ke wajah Syara. Sehingga jarak wajah mereka hanya berjarak 2 centi. Dan Syara pun cepat menunduk. Namun tangan Ken cepat mengangkat dagu Syara sehingga wajah mereka saling tatap.
" Apa ..yang ingin bapak lakukan," kata Syara gugup. Ketika merasakan dadanya berdetak kencang saat tangan Ken memegang dagunya. Dan bibir dosennya itu hampir menempel di bibirnya.
" Apa menurutmu, ," kata Ken langsung meraup bibir tipis itu cepat. Sehingga tubuh Syara langsung terasa kaku.Apalagi saat bibir nya dilumat pelan pak Angga. Syara berusaha berotak, namun Ken cepat mentahan tubuhnya dan mengungkung nya. Sehingga Syara tidak bisa bergerak
" Pak ...." kata Syara mendorong keras dada Ken saat pautan bibir pak Angga terlepas. Namun tenaganya kalah kuat. Karna Ken sudah memeluknya dirinya dengan sangat erat. Dan mata keduanya saling pandang. Saat wajah Ken berada didepannya.
" Apa alasan mu menolak ku?" tanya Ken menatap dalam mamik mata Syara
" Pak ....apa maksud pak Angga saya tidak mengerti," kata Syara mencoba mendorong tubuh kekar Ken. Namun perlawanannya tak berarti sama sekali.
" Kurasa kau sangat mengerti, apa kau lupa padaku," kata Ken
" Siapa bapak?" kata Syara semakin bingung merasakan tubuhnya kaku tak bergerak.
" Suami mu," kata Ken. Membuat mata Syara mendelik. Dan saat Syara ingin bicara. Ken sudah lebih dulu melumat bibir mungil itu. Sehingga Syara tak bisa bicara.
Membuat Syara bingung dengan perasaan yang bercampur aduk. Bersamaan darahnya berdesir cepat ketika tubuhnya tidak sinkron dengan hatinya saat ini. Antara sadar dan tidak. Bahkan Ken makin dalam melumat bibirnya. Yang membuat Syara terbuai. Karna ini pertama kalinya bibirnya di sentuh pria.
Cukup lama Ken melakukan nya. Sampai nafas Syara tersengal sengal dibuatnya. Sehingga Ken menghentikannya. Namun Ken tak beranjak dari atas tubuh Syara.
" Kau tuan muda ......!!!kata Syara saat menatap lekat wajah yang mulai familiar di ingatannya. Pria remaja yang dulu sering menggodanya sewaktu dirinya masih kecil dan selalu menggendongnya saat datang ke rumahnya.
" Hmm....." jawab Ken dengan deheman.
" Anggara Kenza Kusuma " batin Syara yang merasa dibodohi dirinya sendiri. Karna ia sempat melupakan pria itu. Sebab ia sudah lupa, jika Ken mengambil kuliah di luar negri saat ia duduk di bangku 6 SD.
" Itu ....tak mungkin," kata Syara yang tahu Angga dosennya.
" Kenapa tidak mungkin," kata Ken yang lalu mengangkat tubuh Syara seperti karung beras dan membawanya ke dalam kamar
" Kak...Ken...lepas !!" teriak Syara cukup keras
" Tidak akan, apa kau ingin kabur lagi. Aku tak akan membiarkannya," kata Ken dengan suara serak. Lalu meletakkan tubuh mungil itu di atas tempat tidurnya dan cepat menindihnya.
" Kenapa kak Ken ngak bilang jika sudah pulang ?" kata Syara ketika Ken kembali Ingin menciumnya.
" Apa harus, kau selalu menghilang dari rumah saat aku ingin menemui mu dan kau selalu saja mengabaikan telpon ku," kata Ken
" Itu.....!!." kata Syara yang langsung merasa bersalah.
" Kau istriku sekarang, tak ada alasan untuk menolak ku. Apalagi ingin ingin lari dariku," tegas Ken
" Tapi kita belum menikah kak ," kata Syara
" Siapa bilang, aku sudah menikahi mu tanpa mempelai. Dan sah sah saja karna aku sudah menikahi mu. Walau hanya dengan wali sah mu," jelas Ken
" Kenapa bisa," kata Syara kaget. Menatap lekat wajah yang sudah siap menerkamnya.
" Pikir saja sendiri," kata Ken kembali mencium bibir Syara.
" Kak....mpt......mpt...." Syara pun tak bisa lagi. bergerak. Makin ia berontak semakin kuat tenaga Ken memeluknya. Hingga Syara pun pasrah. Sampai ia tak bisa berkutik lagi. Karna semua tubuhnya lemas tak berdaya.
Paginya saat Syara terbangun. Ken sudah tak berada di sisinya. Syara pun membuka selimutnya. Namun pakaiannya masih utuh.
" Astaga ....apa yang terjadi?" kata Syara yang cepat cepat bangun dan mendekati cermin rias. Lalu menatap bayangannya.
" Hua....Syara ....kau sudah menikah dan tidak perawan lagi," rengek Syara yang melihat banyak bekas merah di leher dan dadanya.
" Jadi dia......." kata Syara tak habis pikir. Sadar dosennya adalah suaminya sendiri. Padahal ia sudah kabur dari rumah. Tapi takdirnya tak bisa di putus.
" Pantas ......papi, mami dan kak Farah tidak mencari ku dan meneleponku sama sekali. Rupanya dia ....." kata Syara memukul mukul kepalanya pelan. Teringat Ken juga sudah dua kali menyelamatkannya. Namun Syara mengabaikan pria itu.
" Aish ...pantas saja aku merasa tidak merasa asing dengannya.," kata Syara yang menghempaskan tubuhnya kembali ketempat tidur
" Kau sudah bangun ?"kata Ken yang masuk hanya dengan mengenakan celana pendek dan kaos tanpa lengan.
" Pak....eh ...kak ," kata Syara terkejut. Dengan wajah merona merah.
Ingat Syara ,jika kumpul keluarga dijaga sikap dan tata bicara ya nona muda
Biar jadi istri kesayangan dan kebanggaan
Kau cari penyakit saja
Plis Syara ,dengarkan apa kata suamimu ya
Dan jangan kasih celah pihak ke 3 tuk merusak rumah tangga kalian
Pelakor sekarang lebih ngeri dari dedemit
Adikmu jadi tahu kalau kamu ngarep banget sama Ken
Tetap kalem ya Syara cantik baik pintar
Jangan kepancing ocehan orang mabok
Jangan ya dok ,plis urungkan niatmu
Sainganmu berat Tuan Muda Ken
Dasar kadal buntung modus doang
Jangan cemburu pas lihat sepupu suami yang cewek ya
Tunjukkan pesonamu
Siapakah Kak Gee ini ?
Syara Syara ,selamat kesandung cinta suami dosenmu
Dah lah terima nasib jadi istri kesayangan dosenmu ya Syara
Seperti apa reaksimu Syara saat tahu dosenmu adalah suami sahmu ?
Sedang calonmu sudah tahu sudah paham siapa kamu
Dijamin kamu syock saat tahu calonmu dosenmu juga /Grin//Facepalm/
Kenalan dulu ya Syara meski ujungnya macam tom jerry pula
Bagaimana reaksi keduanya saat dipertemukan lagi ya ?