NovelToon NovelToon
Kesucian Istri Tuan Arrogant

Kesucian Istri Tuan Arrogant

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Pernikahan Kilat / Cinta Seiring Waktu / Angst
Popularitas:866.2k
Nilai: 4.7
Nama Author: ainuncepenis

Kembali Ke Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan s2-nya. Anindya harus dihadapkan masalah yang selama ini disembunyikan Abinya yang ternyata memiliki hutang yang sangat besar dan belum lagi jumlah bunga yang sangat tidak masuk akal.
Kavindra, Pria tampan berusia 34 tahun yang telah memberikan hutang dan disebut sebagai rentenir yang sangat dingin dan tegas yang tidak memberikan toleransi kepada orang yang membuatnya sulit. Kavindra begitu sangat penasaran dengan Anindya yang datang kepadanya meminta toleransi atas hutang Abinya.
Dengan penampilan Anindya yang tertutup dan bahkan wajahnya juga memakai cadar yang membuat jiwa rasa penasaran seorang pemain itu menggebu-gebu.
Situasi yang sulit yang dihadapi gadis lemah itu membuat Kavindra memanfaatkan situasi yang menginginkan Anindya.
Tetapi Anindya meminta syarat untuk dinikahi. Karena walau berkorban demi Abinya dia juga tidak ingin melakukan zina tanpa pernikahan.
Bagaimana hubungan pernikahan Anindya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23 Ini Pasti Cemburu.

Kedua pelayan itu saling melihat saat Anindya memberikan tanggapannya yang tidak setuju.

"Begitu!" sahut Kavindra.

"Tetapi ini adalah koleksi terbaru kami dan sangat banyak sekali para wanita membeli tas seperti ini," pelayan itu tampak tidak ingin kalah.

"Apa kau menyukai tas ini?" tanya Kavindra.

"Jelas sangat menyukai tuan dan maka dari itu saya memberikan saran kepada tuan," jawabnya yang terus saja mengeluarkan senyum.

"Kalau kau menyukai tas ini. Maka ini untukmu saja, aku akan membayarnya," ucap Kavindra dengan mudah meneraktir orang lain yang membuat Anindya mengerutkan dahi.

"Benarkah tuan," wanita itu tampak senang sekali yang tidak percaya akan dapat traktiran.

"Boleh juga untuk mu, pilihlah apa yang kau inginkan," ucap Kavindra yang juga menawarkan pada pelayan yang satunya.

"Makasih tuan!" kedua pelayan itu tampak senang sekali dan bahkan mereka tanpa sadar memegang lengan Kavindra saking terlihat begitu excited sekali. Anindya hanya memperhatikan sebentar dan dari wajahnya memang terlihat tidak suka melihat suaminya seperti itu.

Entahlah Kavindra yang sepertinya sengaja melakukan hal itu atau memang itu sudah menjadi kebiasaannya yang sangat boros akan uang.

"Ambil yang ini saja tasnya," ucap Anindya dengan wajah yang sedikit ketus memilih berwarna coklat.

"Baiklah!" sahut Kavindra yang ternyata setuju saja. Anindya mungkin ingin cepat-cepat keluar dari toko tersebut agar kedua pelayan itu terus tidak mencari perhatian pada suaminya.

Akhirnya pilihan Anindya dituruti oleh Kavindra dan Kavindra juga sudah melakukan pembayaran yang bahkan membayar barang yang sudah dia belikan kepada dua pelayan itu.

"Terima kasih tuan sudah membelikan kami berdua barang branded seperti ini. Tuan baik sekali dan semoga rezeki tuan semakin bertambah," ucap pelayan itu.

"Dan tuan bisa mampir kembali ke toko kami," ucapnya yang satunya lagi.

Kavindra sepertinya sangat suka melayani dua wanita tersebut yang dia tahu padahal wanita itu hanya mencari perhatian dan mungkin saja dia sengaja ingin melihat reaksi Anindya yang sejak tadi gelisah dan ingin cepat-cepat pergi.

"Saya pasti akan sering-sering mampir ke toko kalian. Saya sangat suka sekali dengan pelayanan kalian yang sangat ramah dan memang jika bekerja harus seperti ini," ucap Kavindra.

"Aku bahkan tidak pernah melihat dia berbicara semanis ini kepada pelayan di rumah dan kenapa pada dua wanita ini dia begitu sangat semangat sekali berbicara," batin Anindya yang terlihat begitu kesal.

"Apa kita masih lama di sini?" tanya Anindya yang akhirnya tidak sabaran juga.

"Maaf tuan! Kalau kami boleh tahu Nona ini siapa tuan?" tanya pelayan itu memberanikan diri.

"Saya adalah istrinya," Anindya menjawab dengan tegas dan bahkan tidak membiarkan Kavindra menjawab terlebih dahulu yang mungkin bisa saja Kavindra akan menjawab yang lain.

"Oh begitu," dua pelayan itu langsung minder dan tidak berani menggoda Kavindra lagi.

"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu. Istri saya sepertinya sudah sangat gelisah," ucap Kavindra.

"Baik tuan," sahut 2 wanita itu

Anindya berjalan terlebih dahulu yang tidak menunggu suaminya dan mungkin dia sangat kesal. Kavindra tersenyum miring melihat kepergian Anindya yang sepertinya sangat puas sekali melihat Anindya yang sekarang dipenuhi dengan amarah.

Kavindra cepat menyusul sang istri dan bahkan sudah berjalan di samping istrinya.

"Apa menurutmu mereka berdua sangat cantik?" tanya Kavindra.

Anindya melihat langsung ke arah suaminya dan dari tatapan mata yang terlihat sedikit itu sudah jelas bahwa menatap dengan horor.

"Aku hanya bertanya dan aku membutuhkan jawaban dari sesama wanita," jawab Kavindra.

"Apa jawaban saya begitu penting?" Anindya bertanya kembali lagi dengan nada ketus

"Jika jawaban kamu tidak penting, maka aku tidak akan bertanya padamu," jawab Kavindra

"Mereka sangat cantik, puas," jawab Anindya dengan nada kesal.

"Kenapa jawabanmu terdengar ngegas seperti itu?" tanya Kavindra.

"Aku menjawab biasa saja dan aku harus menjawab seperti apa, apakah harus memuji dan mencari-cari kelebihan mereka agar tuan puas," jawabnya yang terus semakin kesal.

Kavindra memang sengaja mencari gara-gara dengan istrinya itu dan entahlah kenapa tiba-tiba saja dia begitu jahil dan Anindya juga terlihat sangat kesal saat suaminya terlalu akrab dengan wanita.

"Sudahlah, jangan melihatku seperti itu. Ayo kita pulang," ucap Anindya yang berjalan terlebih dahulu. Kavindra mendengus tersenyum miring dan menyusul sang istri.

"Kamu tidak ingin mampir membeli apa yang kamu butuhkan?" tanya Kavindra.

"Saya tidak membutuhkan apapun," jawab Anindya tanpa melihat ke arah sang suami dan fokus dengan jalannya.

Langkahnya seketika berhenti dan melihat ke belakang yang ternyata Kavindra sudah menghentikan langkahnya.

Anindya heran melihat Kavindra dan menghampiri Kavindra.

"Ada apa tuan?" tanya Anindya.

"Ayo masuk kedalam!" ajak Kavindra yang berjalan terlebih dahulu memasuki toko yang ternyata toko pakaian busana muslim.

"Untuk apa dia mengajakku masuk?" tanya Anindya kebingungan. Tetapi dia tetap menyusul suaminya.

"Kamu pilihlah pakaian yang kamu mau," ucap Kavindra yang ternyata punya pikiran yang ingin membelikan sang istri pakaian dan bahkan Kavindra yang sesuai dengan kebutuhan istrinya.

"Tuan ingin meneraktir saya?" tanya Anindya.

"Jangan bertanya lagi dan pilih apa yang kamu mau!" tegas Kavindra.

"Tidak tuan! Saya tidak berniat untuk membeli pakaian dan pakaian saya juga sudah banyak," jawab Anindya yang ternyata menolak pemberian dari suaminya.

Kavindra menghela nafas "apa kau tidak bisa menghargai apa yang aku berikan hah!" sahut Kavindra tampak kesal bahkan sangat tersinggung.

Kavindra berlalu dari hadapan sang istri dan bukan keluar dari tokoh tersebut dan ternyata melihat-lihat pakaian itu yang membuat Anindya bingung dan sampai akhirnya tangan Kavindra memegang 1 hanger pakaian berwarna biru muda dan kemudian dia menghampiri Anindya.

"Ini sepertinya cocok untukmu," ucap Kavindra yang tidak ingin basa-basi dan langsung saja memilih untuk istrinya.

"Kenapa?"

"Kau tidak menyukainya dan ingin menolak lagi?" tanya Kavindra mengangkat satu alisnya yang tidak melihat respon sang istri.

"Baiklah! saya akan mengambilnya, Terima kasih sudah membelikan saya pakaian ini," ucap Anindya yang sebenarnya tidak percaya jika Kavindra memiliki pemikiran seperti itu.

Bahkan pakaian yang dipilihkan untuknya jujur saja membuat Anindya sangat suka, warna dan modelnya sangat simpel dan terlebih lagi pakaian itu juga syar'i yang artinya Kavindra memperhatikan cara dia berpakaian selama ini dan menghargai apa yang dia pakai.

"Tapi saya hanya mengambil ini saja dan takutnya nanti tidak dipakai dan terakhirnya menjadi mubazir dan bisa menjadi dosa," ucap Anindya.

"Hah! Apa kau berpikiran jika aku akan membelikan puluhan pakaian untukmu. Anindya jangan terlalu jauh berpikiran. Aku juga hanya memberikan satu pakaian ini saja," ucapnya menegaskan dan terdengar begitu sangat pelit.

"Baiklah kalau begitu," sahut Anindya dengan tersenyum.

Kavindra memanggil pelayan yang menyuruh membungkus kan pakaian itu dan Kavindra juga langsung melakukan pembayaran.

Pasangan suami istri itu keluar dari mall dengan Anindya yang menenteng satu paper bag.

"Aku ingin makan sebentar. Kita cari makan dulu," ucap Kavindra yang membuka pintu mobil untuk Anindya.

"Kenapa kau diam saja, tidak berencana untuk masuk kedalam?" tanya Kavindra yang sejak tadi sang istri bengong.

Mungkin dengan apa yang di lakukan Kavindra. Hal spontan atau memang sengaja.

Anindya menganggukkan kepala dan akhirnya memasuki mobil tersebut dan lagi-lagi Anindya yang tampak tersenyum tipis. Kemudian Kavindra menyusul sang istri memasuki mobil dan tanpa mengatakan apa-apa lagi yang langsung melajukan mobilnya.

Bersambung.......

1
Nursia Musa
betul skl pasti vu celia ttersinggung krn andiya tdk mau menerima bantuanx
Nursia Musa
mkn gensix papa mu anakx jd korban mknan sj di berikan sm celiA di tolak tdk menghargai org tuax
Chusnul Zazah
Sabar Kavindra jangan emosi dengan sikap mamamu, ingat kamu lagi sakit nanti kepalamu jadi pusing??
Lebih baik hadapi mama Celia yg keras hati dengan kelembutan , tapi tegas dalam berprinsip?? supaya tidak sakit hati dan mengutamakan ego nya dalam menyayangi cucunya 🤔😇😇
my heart
mertua gk ada akhlak sih mama nya kavindra ini
Chusnul Zazah
Semoga hubungan mama Celia dan Anindia semakin membaik dan gak ada kesalah pahaman lagi??
Dan semoga mama Celia bisa berpikir bijak sama Thalita 🤔😇😇
Naufal Affiq
jangan bilang itu dari arlan,tapi alasanya bonus dari ibu celia
Lilik24
bagus ceritanya
Chusnul Zazah
Alhamdulillah hub Arlan dan Thalita semakin baik, dan semoga Kavindra segera sembuh dari sakit yg bersemayam dikepalanya 🤲🙏💪💪
🌷💚SITI.R💚🌷
smg Allah berikan kesehatan yg terbaik ya anin
Nurgusnawati Nunung
Innalillahi... InsyaAllah kalian tabah menghadapi cobaan ini
Chusnul Zazah
Astaghfirullah hal'adhiim, Innalillahi Kavindra dan Anindia selalu dihadapkan pada cobaan yg berat, saat penganten baru harus menghadapi tn kusuma yg aroganyg selalu ingin memisahkan mereka, saat hamil di kembar Kavindra harus masuk penjara, dan sekarang disaat hamil lagi Kavindra divonis kena tumor dikepalanya?? semoga aja penyakit Kavindra bisa disembuhkan ?? dan usaha restoran mereka semakin lancar , biar mereka bisa bahagia bersama keluarga kecilnya 🤲🤲🙏
semoga Anindia bisa kuat , sabar dan kehamilannya lancar sampai lahiran nanti 🤲🙏❤️
ChikoRamadani
banyak sekali cobaan mereka ya thor.
hamil si kembar kavindra masuk penjara dan ini si anindya hamil lagi kavindra sakit tumor ... sedih lihat mereka, jalan menuju bahagia banyak rintangan...
Batara Kresno
knoa buka celia aj yg kena tumor biar kapok kesel ama dia yg sllu nyalahin ayunda ga sadar sadar juga knpa harus kavindra dan ayunda lagi yg kena musibah mulu knpa ga alan ama celia sih
Mirza Yusuf
Luar biasa
Naufal Affiq
semoga berjodoh ya arlan
🌷💚SITI.R💚🌷
cieeee arlan perhatian bangeet
Naufal Affiq
semoga kivandra sehat selalu,jangan sampai mati thor kivandra
Muslika
knpa ada nomer rekening
🌷💚SITI.R💚🌷
gmn caranya ya biar bu ceria itu mengerti..
Chusnul Zazah
Semoga Kavindra tidak mengidap penyakit yg serius, karena masa lalunya dulu, semoga hasil labnya nanti bukan ada penyakit yg serius?? dan dapat disembuhkan 🤲🙏
Semoga mama Celia bisa memahami apa yg dikatakan Kavindra?? dan bisa menghargai keputusan anak dan mantunya dalam mendidik cucunya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!