NovelToon NovelToon
Aku Bukan Wanita Mandul

Aku Bukan Wanita Mandul

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Elvy Anggreny

Kesalahan di masa remajanya membuat Dewi harus menerima konsekuensi dari semua itu. Memiliki dua orang anak tanpa suami membuat Dewi menjadi bahan pembicaraan di kampungnya. Hingga suatu hari dia menerima lamaran dari saudara ayahnya yang memiliki seorang anak laki laki. Bertahun-tahun berumah tangga Dewi dan Randi belum memiliki anak. Segala cara mereka melakukan, pengobatan tradisional sampai ke dokter kandungan yang terbaik di kota mereka tidak menunjukkan tanda-tanda kehamilan.
Dewi mulai lelah menghadapi tuntutan suami dan keluarga suaminya yang menginginkan keturunan. Hingga semua keluarga besarnya berprasangka buruk pada Dewi, mereka mengatakan kalau Dewi itu mandul karena minum obat ketika belum bersuami.

Suami Dewi juga mulai terpengaruh dengan pembicaraan orang orang. Pertengkaran menjadi hal biasa. Setiap kali ada pertemuan keluarga, mereka selalu mengatakan agar Randi menikah lagi. Agar bisa memiliki anak.


Bagaimana kisah selanjut

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvy Anggreny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

"Bagi ku dia sudah mati "

Dewi merasa dadanya sesak, harus mengulangi cerita tentang dirinya. Dewi merasakan tangan melingkar di perutnya, Randi menatap kepadanya.

"Apa yang kakak...cup" dengan cepat Randi mengecup bibir Dewi.

Dulu perlakuan Randi membuat hatinya berdebar-debar tapi sekarang tidak lagi. Tak sama seperti dulu lagi.

Dewi tersenyum " Tidur ya kak, saya udah ngantuk" tanpa menunggu jawaban Randi. Dewi berbalik membelakangi Randi yang ternganga mendengar kata Dewi yang menyuruhnya tidur, Randi hanya menatap punggung Dewi.

Dua hari ini sudah pagi pagi sekali Randi berangkat kerja, dia juga tidak membangunkan Dewi. Hanya sarapan seadanya saja. Dia mendiamkan Dewi beberapa hari, ingin mengabaikan Dewi seperti Dewi yang tidak peka pada keinginannya.

Randi ingin marah karena Dewi bersikap cuek dan tidak perduli. Tapi semakin dia bersikap dingin Dewi juga semakin tidak perduli.

*

Hari ini Randi sedikit terlambat, pukul 23.30 Randi tiba di rumah.

"Sayang, besok saya sama kak Johan mau ke luar kota dulu. 3 hari kami di sana"

"Baiklah kak, hati hati di jalan ya kak "

"Makasih sayang "

Pagi harinya, Dewi menyiapkan sarapan pagi untuk mereka dan menyiapkan baju baju yang akan di bawa Randi ke kota W ..

Lalu Dewi juga segera ke tempat kerjanya, hari ini lumayan pekerjaan yang harus dia selesaikan.

Memasuki halaman hotel, lagi lagi Dewi melihat Jack tunangan adik iparnya Reni.

"Pagi pagi sekali mereka ke sini, Apa nggak kerja dia ya ?."Kata Dewi Lirih. Dewi menghindar bertemu Jack namun Dewi sempat mengambil gambar mereka. Jack bersama wanita yang sama, siapa dia ? Tapi kata resepsionis waktu itu. Mereka adalah pengantin baru.

Dewi terus melangkah masuk ke ruang kerjanya.

"Hari ini kita dapat manajer baru" Sepintas Dewi mendengar karyawan hotel mengatakan akan kedatangan manajer baru.

"Manajer baru ? Jadi bener pak Anton pindah ya ?" Batin Dewi.

"Selamat pagi, maaf terlambat... " Dewi terpaku karena saat masuk dalam ruangan tempat kerjanya semua yang ada dalam ruangan itu menatap ke arah Dewi. Dan di hadapan mereka, seorang wanita menggunakan Jilbab duduk di kursi tempat pak Anton memimpin pertemuan.

"Apakah ini yang mereka bilang manajer baru?" Batin Dewi lagi.

"Mari masuk Bu, belum lambat kok, Saya yang kepagian " Jawab wanita berjilbab itu tersenyum. Dewi segera masuk.

"Baik saya langsung saja perkenalan diri ya, Nama saya Ainihayati Zulfa, Panggil Aini saja. Saya yang menggantikan pak Anton "

Tatapan manajer baru itu tidak lepas dari Dewi, Dewi juga bisa merasakan kalau dia sering di tatap oleh ibu Aini.

"Pak Deni, Bu Dewi dan teman teman yang lain saya harap kerja samanya ya "

"Baik Bu " Jawaban kompak dari mereka

"Sekarang kita kembali bekerja, Terimakasih waktunya"

Dewi melangkah maju ke mejanya, yang terhalang tembok dan pintu karena Dewi Banyak membuat video jadi dia memiliki ruangan tersendiri. Hari ini Dewi sedang banyak pekerjaan. Dewi kemungkinan bekerja sampai malam.

Sibuk bekerja membuat Dewi melewati jam makan siangnya.

"Wi.... nih makanan mu "

"Makasih ya Den.."

"Sama sama sayang" Balas Deni sengaja memanggil sayang pada Dewi jika mereka sendiri berdua.

Sementara di dalam ruangan manajer hotel..

"Dia kerja di sini sayang"

"Apa ? Kamu serius?"

"Ya.. "

"Dia tau siapa kamu nggak?"

"Apakah dulu kamu mengatakan padanya bahwa kamu sudah memiliki istri saat bersama dia?"

"Nggak sayang, Dia nggak pernah bertanya apapun tentang saya. Di mana saya tinggal, dia hanya tau kalau saya bekerja di luar kota dan hanya pulang seminggu sekali ke tempat kos nya"

"Dia nggak tau, entahlah kalau nanti tau. Seperti apa reaksinya " Kata Aini Lirih

"Sayang, maafkan saya"

"Kamu nggak harus minta maaf, Kamu masih memiliki mereka. Kamu hanya perlu berusaha bisa dekat dengan mereka "

"Maafkan saya menyembunyikan ini dan menyakiti hati mu ".

"Permisi Bu Aini.. Saya boleh masuk? Saya sudah mengetuk pintu 3x "Kata Dewi tersenyum kikuk

"Oh Bu Dewi, mari masuk Bu "

Sementara pria dalam telpon terkejut mendengar nama Dewi di sebut istrinya dia terus mendengarkan pembicaraan istrinya dan Dewi.

"Saya hanya mau mengantarkan ini. Di lihat dulu ya bu"

Dewi meletakkan laptop di hadapan ibu Aini. Sambil melihat video dalam laptop itu tiba-tiba Aini ingin bertanya tentang kedua anak anak Dewi. Dan Aini melihat suaminya belum memutuskan panggilan telepon itu.

"Bu Dewi udah menikah ya ?"

"Udah Bu..."

"Udah punya anak berapa ya Bu Dewi?"

"Anak saya sepasang. Anak pertama udah kelas 12 dan yang kedua kelas 8 ", Jawab Dewi tersenyum, dia sangat suka menceritakan kedua anaknya pada siapapun. Selama orang tidak menyakiti hati anak anaknya

Aini juga tersenyum menatap Dewi, dia adalah wanita yang di cintai suaminya. Tapi Aini beruntung karena suaminya lebih memilih dirinya dari Dewi dan kedua anaknya. Walaupun dulu dia harus memaksa Rama memilih dirinya.

Namun saat ini, seakan-akan karma berbalik padanya. Rahimnya harus di angkat karena kanker. Penyakit yang mereka pikir adalah kehamilan.

Hingga suatu hari ayah mertuanya marah besar pada Rama karena mendengar Rama meninggalkan dua orang anak dari seorang wanita bernama Dewi.

Rama terkejut, tentang ini hanya dia dan istrinya yang tau. Mereka sudah berjanji akan menutup rapat-rapat kisah itu. Apalagi saat Rama tau Aini hamil, Rama berjanji pada istrinya tidak akan mencari Dewi dan kedua anaknya.

Namum hasil pemeriksaan, Aini tidak hamil, rahimnya harus di angkat agar kanker itu tidak semakin menyebar.

Pada saat ini Aini mendengar Dewi menceritakan tentang kedua anaknya dengan binar mata yang penuh kebahagiaan dan cinta. Hal yang sangat Aini rindukan ketika mengatakan apa saja tentang anaknya. Karena ke egoisannya dua orang anak yang tak berdosa harus hidup tanpa kasih sayang seorang ayah.

"Bu Aini anaknya udah berapa? Kok saya aja yang menceritakan tentang anak anak saya " Ujar Dewi tersenyum.

"Kami belum di beri kesempatan untuk memiliki anak Bu Dewi "

"Ohh... Maaf Bu"

"Nggak apa-apa, saya suka mendengar cerita tentang anak anak Bu Dewi"

Dengan penuh semangat Dewi menceritakan anak anaknya. Rama hanya bisa mendengar, jantungnya berdebar-debar. Dia akhirnya tau Dewi benar benar sudah menikah juga.

Yan anak pertama sudah kelas 12, Rama tau di mana sekolahnya. Begitu juga dengan Arumi. Rama belum pernah bertemu.

Ada rasa rindu pada kedua anaknya, terlebih pada Yan sudah tau bahwa dia adalah Ayahnya. Rama sangat merindukan anaknya.

"Bu Aini, gimana sama videonya.. kalau sudah ok, saya ambil lagi ya laptopnya "

"Oh silahkan Bu Dewi, kerja yang sangat bagus Bu Dewi "

"Kalau begitu saya permisi ya Bu " Dewi segera keluar dari ruangan ibu manajer baru itu.

"Sayang, kamu masih di sana ?"

"Iya sayang, makasih ya .. Saya sekarang tau di mana anak anak saya bersekolah"

"Baiklah sayang, kamu bisa temui mereka tapi sebaiknya jangan langsung menemui dan mengatakan siapa kamu.. terlebih pada Arumi . Dia tidak mengenal kamu. Dan Yan, saya hanya berpikir mungkin dia masih mengingat kamu sayang, walaupun kamu meninggalkannya begitu saja saat itu "

Rama diam, di bukanya foto seorang anak laki laki 5 tahun. Mungkinkah Yan masih mengingatnya? Apakah Yan akan membencinya?

"Baiklah sayang, saya tutup dulu telponnya ya, masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan hari ini "

"Ok, bye sayang " Aini menutup panggilan telepon.

Sementara di luar hotel, Dewi di kejutkan lagi dengan panggilan seseorang padanya. Dewi yang keluar dari dalam lift bersama Deni terkejut mendengar namanya di sebut. Dia tidak menyadari kalau di belakangnya Jack terus memperhatikan dia.

"Kak Dewi...wah kita ketemu lagi " Kata Jack.

"Iya Jack, kamu sama siapa"

"Oh.. In.. Ini.. Sama temen, ketemu teman juga ya kak ?"

Dewi hanya tersenyum " baiklah kalau begitu saya duluan ya " Tanpa menunggu jawaban dari Jack, Dewi segera mengajak Deni pergi dari hadapan calon adik iparnya. Dewi tak merasa nyaman dengan cara Jack menatapnya.

"Jack.. kamu terus menatap wanita itu, jangan bilang kamu naksir sama dia " Tanya wanita di samping Jack.

"Kamu tau saya kan sayang, saya suka tantangan. Dan dia ini salah satu tantangan untuk saya "

"Tapi dia calon kakak ipar kamu Jack "

"Emang iya calon kakak ipar tapi kamu lihat sendiri kan, dia nggak sebaik itu sayang . orang mainnya di hotel juga. kamu lihat pria tadi"

Si wanita hanya mengangguk " kamu hati hati saja, Pertunangan kamu sama Reni sebentar lagi loh Jack ?"

Jack mengangguk "Reni tidak akan tau kalau kamu diam diam Sha.."

"Lah terus calon kakak ipar mu itu, kamu yakin dia nggak bakalan kasih tau?"

"Sayang, mana ada dia berani kasih tau. Dia sendiri keluar masuk hotel. Kalau dia mau kasih tau. Pertama kali ketemu kita udah pasti dia bilang ke Reni tapi Reni nggak pernah tanya "

"Hum iya iya... Kayaknya seperti itu Jack, dia juga punya sesuatu di dengan hotel ini "

" Ya udah , sayang kamu tunggu di parkiran ya, saya lupa sesuatu"

Jack segera menuju meja resepsionis..

"Permisi..tamu bernama Dewi Ratna apakah saya bisa minta nomor WhatsApp nya. Saya punya kepentingan pribadi dengannya " Ujar Jack.

Resepsionis itu mengkerut kan keningnya ketika orang di hadapannya menyebut Dewi tamu hotel. "Oh baiklah pak, kebetulan Bu Dewi baru saja keluar "

"Iya ... terimakasih " Jack berlalu pergi setelah menerima nomor ponsel Dewi.

Sementara di rumah Dewi....

Ting

Dewi membuka pesan masuk itu

"Hallo kak Dewi, ini saya Jack"

Kening Dewi berkerut dalam membaca pesan masuk itu. Dia tidak percaya, di bacanya berulang ulang kali.

"Jack.... ? "

.

.

.

Bersambung.....

Jangan lupa tinggalkan jejak ya readers 😘😘

semoga suka ceritanya ☺️

1
Aliya Awina
pasti Jack yg lewat
Aliya Awina
betul2 keluarga Firaun
Aliya Awina
takut ketahuan konon tpi gak bisa klu gak deket dasar laki laki munafik kau rendi
Aliya Awina
keturunan konon macam saja kau org kaya
sudahlah miskin belagu pulak tuh
Aliya Awina
gimana ceritanya dorang bilang klau si Dewi mandul sudah jelas2 Dewi sudah perna melahirkan 2 kali malah.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!