Vivian Marvis, putri tunggal klan mafia Marvis, dinyatakan meninggal setelah melahirkan putri pertamanya.
Sejak saat itu, Kayden Gilbert—suami yang dulu mencintainya sepenuh hati—berubah menjadi pria berhati es. Bahkan, membenci darah dagingnya sendiri.
Namun kematian bukanlah akhir bagi Vivian.
Jiwanya terbangun dalam tubuh Arini, seorang wanita malang yang kehilangan segalanya. Dengan identitas baru, Vivian kembali ke Kediaman Gilbert demi bertemu putrinya, Deana.
Sayangnya, Deana hidup tanpa kasih sayang sang ayah.
"Auntie... jadi Mama Dea saja, ya? Dea kesepian."
Mendengar kata-kata itu, hati Vivian hancur.
Akankah Vivian berhasil menyatukan kembali keluarganya? Ataukah ia akan merebut putrinya dan membuat Kayden Gilbert menyesali semua yang telah terjadi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sudah Gila
Gelap. Dingin. Sunyi.
Dan tiba-tiba…
Byurr!
"Bangun, dasar perempuan tidak berguna! Masih berani kau tidur nyenyak setelah mempermalukan keluarga kami?!"
Ugh!
Vivian tersentak. Paru-parunya terasa sesak seolah baru saja dipompa paksa. Ia terbatuk-batuk, meraup udara dengan rakus. Namun, bukan aroma parfum kayu manis mewah milik suaminya yang tercium, melainkan bau apek dan air bekas pel yang anyir, membasahi seluruh wajah dan pakaiannya.
Ia membuka mata. Pandangannya yang buram tidak menangkap langit-langit rumah sakit VIP, melainkan sebuah kamar sempit, pengap, dengan cat dinding yang mengelupas. Di depannya, seorang wanita tua berdiri berkacak pinggang sambil memegang ember plastik kosong. Tatapannya penuh penghinaan.
"Apa lihat-lihat?! Cepat keluar dari sini. Arman sudah menandatangani surat cerai. Ambil barang-barang rongsokanmu dan pergi dari rumah ini! Tempatmu bukan lagi di sini. Jika perlu, susul bayimu yang mati karena kau tidak becus mengurusnya itu!"
Vivian terdiam. Kepalanya mendadak dihantam rasa sakit yang luar biasa. Ia melihat tangannya sendiri—kurus, kasar, dan penuh bekas luka kapalan. Ini bukan tangannya yang halus.
Tunggu... Bukankah aku sedang melahirkan? Kenapa aku tiba-tiba bangun di tempat kumuh ini?
Ia menyentuh perutnya. Rata, kosong, dan dingin. Rasa sakit akibat kehilangan anaknya di kehidupan sebelumnya langsung menghujam jantungnya, berbaur dengan gelombang ingatan asing yang berdesakan masuk ke kepalanya.
Empat tahun telah berlalu sejak malam tragis di rumah sakit itu. Jiwanya kini terlempar ke tubuh Arini. Arini adalah seorang ibu muda malang yang baru saja kehilangan bayinya karena penyakit kuning. Ia diusir oleh suami yang ketahuan selingkuh, dan disiksa oleh mertua berhati iblis.
Vivian memejamkan mata sejenak, menyelaraskan sisa rasa sakit di tubuh barunya. Ketika ia membuka mata kembali, ketakutan di wajah 'Arini' telah lenyap sepenuhnya.
Sudut bibirnya terangkat, membentuk senyuman tipis yang dingin dan mematikan. Senyum khas seorang Vivian Marvis, sang penerus berdarah dingin dari klan mafia Marvis.
"Suami?" gumam Vivian dengan suara serak yang merindingkan bulu kuduk.
Ia berdiri dengan tenang, mengabaikan lututnya yang sempat lemas. Vivian melangkah maju, lalu menatap wanita tua di depannya dengan pandangan intimidatif yang membuat nyali wanita itu menciut seketika.
"Dengar, Wanita Tua," ujar Vivian sambil menyeka sisa air di wajahnya dengan gerakan yang teramat elegan, sangat tidak cocok dengan baju lusuh yang dikenakannya. "Aku tidak tahu siapa kamu, tapi menyiram air bekas pel ke wajah seorang Marvis... adalah tiket satu arah menuju NERAKA."
"A-apa? Marvis? Kamu gila ya, Arini?!" Wanita tua itu melangkah mundur, mendadak ketakutan melihat sorot mata menantunya yang seperti ingin menguliti orang hidup-hidup.
Vivian tidak membalas. Kilatan matanya menangkap selembar koran bekas di pojok ruangan. Judul utamanya tercetak dengan huruf tebal yang mencolok.
EMPAT TAHUN KEMATIAN ISTRI SANG MILIARDER, KAYDEN GILBERT MASIH MENUTUP DIRI.
Dicari Pengasuh atau Ibu Susu untuk Baby Elvano. Syarat: Memiliki kesabaran ekstra menghadapi Tuan Kejam yang sangat temperamental.
Kesabaran?
Vivian menyeringai dingin. Mengingat bagaimana dulu ia mengendalikan transaksi gelap jalur internasional keluarga Marvis, menjinakkan pria temperamental seperti Kayden adalah hal yang terlalu mudah baginya.
Aku punya lebih dari sekadar kesabaran untuk pria sepertimu, Kayden.
Namun, tatapan Vivian turun pada foto anak kecil di bawah artikel tersebut. Jantungnya berdenyut hebat, menyisakan rasa perih yang teramat sangat. Anak itu... memiliki garis wajah yang sangat mirip dengannya. Tampak kurus, dengan tatapan mata yang kosong dan kurang kasih sayang.
Anakku... Dia tidak bahagia.
Si 'Monster' Kayden itu ternyata benar-benar berubah jadi iblis tak berhati, bahkan menelantarkan darah daging mereka demi anak lain entah dari mana?
"Kayden Gilbert..." Vivian mengepalkan tangan kirinya kuat-kuat hingga kukunya memutih.
"Berani-beraninya kamu membiarkan putriku menderita di paviliun belakang, sementara ada anak lain di mansionmu?"
Ia menoleh kembali ke arah mertua Arini yang masih melongo. "Simpan surat cerai sampah ini. Aku pergi. Tapi sebelum itu..."
PLAKK!
Satu tamparan keras berkekuatan penuh mendarat di pipi si wanita tua hingga tubuhnya pun terjerembab ke lantai, menabrak lemari.
"ARINI! BERANINYA KAU PADA IBUKU! DASAR JALANG TIDAK TAHU DIRI!"
Suara tinggi itu menggelegar dari pintu. Seorang pria masuk dengan wajah merah padam karena amarah. Dialah Arman, mantan suami Arini yang brengsek.
"Jadi istri nggak becus! Ngurus anak juga gagal! Mau jadi apa kau, hah?!" bentaknya sambil melayangkan tangan, siap memukul.
Namun, Vivian jauh lebih cepat. Sebelum tangan kotor itu menyentuh kulitnya, Vivian mengelak dengan gerakan taktis. Ia mengepalkan tinju, memanfaatkan berat tubuhnya, dan menghantam rahang Arman dengan presisi seorang petarung.
BUGH!
BUGH!
Dua pukulan beruntun membuat Arman terhuyung. Belum sempat pria itu menyeimbangkan tubuh, Vivian melayangkan tendangan lutut tepat ke arah ulu hatinya, disusul satu pukulan mentah di mulut.
BUGH!
Dua gigi depan Arman lepas, melesat terbang bersama cipratan darah. Pria itu ambruk ke lantai sambil memegangi mulutnya, melolong kesakitan.
Bagus. Insting bertarungku tidak hilang, meskipun tubuh ini masih terlalu lemah, batin Vivian, menatap tangannya yang sedikit memar dengan puas.
"ARINI! KAU SUDAH SINTING YA?! KAU BISA MEMBUNUH ANAKKU!" teriak sang ibu mertua histeris, memeluk anaknya yang bersimbah darah.
"Itu adalah upah untuk air pel dan mulut busukmu," desis Vivian. Ia melangkah maju, menginjak dada Arman dengan sepatu kumuhnya, membuat pria itu terbatuk darah. "Jangan pernah cari aku lagi, atau kupastikan nama keluarga kalian hilang dari peta kota ini. Dan kau, laki-laki bodoh... kau bahkan lebih rendah dari kotoran babi."
Cuh!
Vivian meludah tepat di samping wajah Arman yang pucat pasi karena ketakutan.
Dengan langkah mantap, punggung tegak, dan dagu terangkat tinggi, Vivian berjalan keluar dari rumah kumuh itu tanpa menoleh lagi. Tujuannya kini hanya satu: Kayden Gilbert.
Jika dunia memaksanya menjadi 'Ibu Susu' untuk bisa masuk ke sana, maka dia akan menjadi ibu susu paling berbahaya yang akan meruntuhkan kesombongan sang Iblis Black Valley, menjinakkan kembali suaminya, dan merebut kembali takhta serta anaknya.
Kepergiannya yang drastis sukses meninggalkan atmosfer horor di rumah itu. Sepasang ibu dan anak yang biasanya hobi menyiksa itu kini hanya bisa menggigil di lantai.
"B-Bu... apa yang terjadi? Mengapa Arini mendadak jadi monster?" bisik Arman dengan suara rumpang karena giginya habis. "Tak mungkin kan air pel tadi mengandung kekuatan magis?!"
Mertuanya menatap pintu yang terbuka dengan tubuh gemetar hebat. "Entahlah... dia... dia sepertinya sudah kerasukan SETAN!"
...
Setan kok teriak setan.
Jangan lupa dukungannya! Klik Like, Komen, Vote, dan berikan Mawar Merahnya ya, agar Mom Ilaa semakin semangat update setiap hari! ❤️
tapi bagaimana mungkin bisa melahirkan anak bayi lagiii 😁