NovelToon NovelToon
SISTEM PILIHAN ANGKA

SISTEM PILIHAN ANGKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Action
Popularitas:15.2k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Angka bukan sembarangan Angka, Angka yang di pilih semuanya menunjukkan hadiah besar kecilnya yang di dapat.

Tapi jika kamu beruntung, kau akan mendapatkan hadiah besar.

Dan itulah yang di alami oleh Alneo setelah ia mendapatkan penyiksanya oleh ayah jika ia tidak mendapat uang.

Bukan hanya itu, yang membuatnya murka adalah Adik perempuan ingin di jual ayahnya pada rentenir untuk membayar hutang, saat ia mencoba menghalangi, ia malah mendapatkan pukulan berat oleh ayahnya hingga pingsan.

Dan saat itulah, ia mendapatkan sebuah sistem misterius yang mengubah hidupnya.

Ia memenjarakan ayahnya karena sang ayah agar tidak menganggu kehidupan mereka lagi.

Dengan sistem pilihan angka, ia bagaikan menemukan jetpot di hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2

Alneo berlari, meskipun ia sendiri tidak tahu pasti ke mana arah yang sedang ia tuju.

"Hey, Sistem! Kau bilang kau adalah sistem canggih yang bisa melakukan apa saja, bukan? Jika begitu, buktikan! Apa kau tahu ke mana ayah bajingan itu membawa adikku?!" tanya Alneo terdengar panik.

[Memproses permintaan Tuan Alneo. Mengidentifikasi lokasi target: Riani.]

[Memindai area sekitar... 10%... 50%... 100%...]

[Pemindaian selesai. Target berada di sebuah lokasi yang tidak jauh dari kediaman Anda saat ini. Saya akan mengirimkan koordinat tepatnya ke dalam peta digital Anda.]

Sret!

Sebuah layar hologram transparan berwarna biru muda di depan Alneo berubah bentuk.

 Alneo sempat tersentak, hampir tersandung kakinya sendiri karena fokus ke layar hologram itu.

Di atas peta digital yang hanya bisa dilihat olehnya itu, sebuah titik merah berkedip-kedip, sementara titik hijau dirinya sedang bergerak cepat mendekat.

Alneo Melihat nama jalan yang tertera di peta. Langkahnya mendadak melambat.

"Kurang ajar! Jadi... tua bangka itu benar-benar menjual Riani ke tempat terkutuk itu?!" kata Alneo dengan amarah.

 "Tempat itu adalah markas rentenir pimpinan Bos Reno! Mereka tidak punya kemanusiaan. Jika Riani sampai disentuh oleh mereka, aku bersumpah akan mencabik-cabik ayah kandungku sendiri!" kata Alneo bertekad.

 Alneo kembali berlari. Kali ini dengan kecepatan penuh.

Hingga akhirnya, Alneo tiba di sebuah area komersial yang sepi. Di hadapannya sebuah gedung mewah berlantai tiga dengan arsitektur modern, ada beberapa mobil mewah terparkir di halamannya.

Alneo berhenti di balik bayangan pohon besar.

"Di sini... tempatnya," bisik Alneo.

Ia melihat pintu kaca besar di depan gedung. Tanpa pikir panjang, ia melangkah maju, hendak langsung menerobos masuk.

[Peringatan! Peringatan! Tuan, sebaiknya Anda jangan gegabah untuk masuk lewat pintu depan.]

Alneo tertahan. "Apa lagi sekarang?!"

[Sistem berhasil mengidentifikasi ancaman di dalam gedung. Terdapat 5 orang pengawal berbadan besar yang dilengkapi dengan senjata api jenis pistol semi-otomatis di lobi utama. Berdasarkan kalkulasi statistik tubuh Anda saat ini: tingkat kemenangan Anda jika nekat masuk adalah 0,02%. Dengan kata lain, Anda hanya akan mati konyol sebelum sempat melihat ujung rambut adik Anda.]

Mendengar ucapan sistem yang begitu blak-blakan, Alneo menggeram frustrasi. Ia mengacak rambutnya dengan kasar.

"Lalu aku harus bagaimana?! Apa kau punya solusi? Apa ada jalan keluar?!" tanya Alneo bertubi-tubi.

[Harap tenang, Tuan. Jika rute utama mustahil dijalani, maka sistem akan menunjukkan rute alternatif yang aman untuk Anda lewati.]

"Lakukan!" kata Alneo.

[Memulai pemindaian struktur bangunan... Loading... 30%...45%... 59%... 70%...96%... 100%...]

[Proses selesai. Mengunci rute infiltrasi senyap melalui jalur ventilasi belakang gedung. Silakan ikuti garis panduan berwarna kuning di peta Anda, Tuan.]

Alneo melihat garis kuning bercahaya kini terbentang di atas tanah, memandu langkahnya memutari gedung menuju area yang gelap dan tak terjaga.

"Bagus. Taruhan nyawa ini dimulai sekarang," bisik Alneo sembari bergerak mengendap-endap mengikuti petunjuk sistem.

Alneo bergerak cepat, merayap di sepanjang dinding luar. Garis kuning di layar hologramnya menuntunnya ke sebuah lorong sempit di bagian belakang gedung, area pembuangan limbah.

Untung saja ada mesin generator di sana, suara mesin itu meredam langkah kaki Alneo yang terburu-buru.

Di ujung lorong, sekitar tiga meter di atas tanah, sebuah jeruji besi ventilasi udara tampak terpasang di dinding.

"Di atas sana? Bagaimana cara aku naik tanpa tangga?" bisik Alneo sembari menengadah, menatap ventilasi.

[Sistem mendeteksi tumpukan peti kayu kosong di sebelah kanan Anda. Secara matematis, jika Anda menyusun tiga peti terbesar, Anda akan memiliki tinggi yang cukup untuk menjangkau ventilasi.]

Alneo menoleh. Benar saja, ada beberapa peti kayu bekas berantakan di dekat tempat sampah besar.

Tanpa membuang waktu, ia mengangkat peti-peti itu satu per satu dengan hati-hati agar tidak menimbulkan suara.

Setelah menyusun peti tersebut, Alneo memanjatnya. Ia berjinjit dan mengangkat tangannya.

Hap!

Tangannya berhasil memegang besi ventilasi.

"Argh..." Alneo menggeram pelan, saat ia mencoba menarik tubuhnya sendiri ke atas karena ia jarang latihan otot.

[Peringatan: Hadiah dari sistem 100% Energi tubuh untuk Anda. Akan tetapi Energi fisik Anda terkuras 40%. Disarankan untuk mengalirkan sedikit energi pasif dari sistem untuk memperkuat otot lengan Anda. Apakah Anda setuju?]

"Lakukan saja!" ucap Alneo dengan wajah merah.

Seketika, Alneo merasakan sensasi hangat yang menyengat mengalir dari dadanya menuju kedua lengannya membuat tubuhnya ringan

 Dengan satu hentakan kuat, ia berhasil mendorong tubuhnya masuk ke dalam lubang ventilasi.

"Ah, lain kali aku harus latihan fisik untuk memperkuat tubuhku," batinnya setelah menyadari jika tubuhnya sangat lemah.

Klek. Krekk.

Setelah merayap sekitar sepuluh meter, Alneo mendengar suara percakapan dari bawah salah satu lubang udara.

Itu adalah sebuah ruangan mewah. Di sana ka melihat seorang gadis remaja dengan seragam sekolah yang robek di bagian lengan sedang terikat erat.

Mulutnya disumpal kain. Itu Riani. Matanya yang sembap penuh dengan ketakutan.

Jantung Alneo berdegup kencang. Kemarahannya langsung naik ke ubun-ubun melihat adiknya diperlakukan seperti binatang pajangan.

Di dalam ventilasi, Alneo mencengkeram besi dengan kuat.

"Bajingan tua... dia benar-benar melakukannya," desis Alneo dengan suara bergetar karena murka.

[ Tersisa Bos Reno dan 2 pengawal bersenjata di dalam ruangan ini. 3 pengawal lainnya berada di luar pintu lobi. Tingkat keberhasilan penyusupan mendadak: 65%.]

[Rekomendasi Sistem: Gunakan elemen kejutan. Jatuh tepat di atas salah satu pengawal untuk melumpuhkannya secara instan.]

Alneo menarik napas dalam-dalam. Matanya menatap tajam ke arah kepala salah satu pengawal yang berada tepat di bawah lubang ventilasi.

"65 persen sudah lebih dari cukup untukku. Sistem... bersiaplah. Begitu aku turun, beri aku semua kekuatan yang kau punya!" bisik Alneo.

[Dimengerti, Tuan. Mode Tempur: Diaktifkan.]

1
Ambu Rinddiany Thea
duuuh ikut degdegan, ka less berasa nonton depan mata ini teh 🤭
Ambu Rinddiany Thea: /Sly/
total 2 replies
Ambu Rinddiany Thea
bakal seru lagi kalo pas d restoran ada manusia oleng lagi yg ngehina s alneo 🤣biiih seru lah
irena
lanjut thor
Wega Luna
bisa nyewa ruko buat food court beli tas 30 juta GK bisa 🤣🤣🤣🤣🤣, dasarnya si Roni itu pelit 🤭🤭🤭🤭,,takut duitnya habis diporotin ,
irena
lanjut thor
Ambu Rinddiany Thea
sekarang ambu yg balik ketawa paling keras ya roni Hahahahahaha, tuh di food court mba d bawah ,🤣🤣🤣🤣
irena
lanjut thor
Ambu Rinddiany Thea
alneooo tunggu ambuu ikut 🤭
Ambu Rinddiany Thea: hooh ih bt kan 😤😩
total 2 replies
Ambu Rinddiany Thea
makan tuh jabatan supervisor Kevin,🤣🤣🤣
Wega Luna
adiknya ini terlalu kepo , jadi GK suka aku 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣,
Ambu Rinddiany Thea: /Shhh//Shhh/
total 3 replies
irena
lanjut thor..
irena
banyakin upnya thor.. tak kasih vote nanti
Ambu Rinddiany Thea
gasss pooool ka lessss . makanan nya kan belum d makan masa udh pulng aja itu mana mahal2 iih sayang kaan😩
Ambu Rinddiany Thea
lanjuuut ka leeeessss
Ambu Rinddiany Thea
borong riani borong , awas bawain ambu ya steak nya 😆
Ambu Rinddiany Thea: bialin haratis ini ath ka leesss 😆😆 mumpung ada yg bayalin 🤭
total 2 replies
Night Watcher
heleh Less... kebanyakan cerita yg digarap, jd upnya irit bin pelit wal sakndulittt...🤭🤭
Ambu Rinddiany Thea
hadeeeeeh dasar hama
Ambu Rinddiany Thea
beliin buat ambu juga alneo 1 aja ya , ada ga ukuran jumbo 😩🤣
Ambu Rinddiany Thea: /Grievance/
total 2 replies
irena
iya.. setelah dilunasi peringatkan untuk tidak meminjamkannya lagi.. krn setelah itu sudah bukan urusannya alneo klo ternyata dikasih pinjam lagi.. alneo harus tegas
irena
lanjut thor
less22: siapppp
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!