NovelToon NovelToon
Dinikahi Jenderal PTSD

Dinikahi Jenderal PTSD

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syfaanca

Su Wanqing selalu hidup sebagai orang asing di rumahnya sendiri. Namun, di tengah hujan deras yang mengguyur sore itu, ia dikejutkan oleh satu kenyataan pahit—tanpa sepengetahuannya, keluarganya telah menjodohkannya dengan seorang pria yang paling ditakuti di seluruh negeri, Jenderal Lu Jingyuan.

Dikenal sebagai pahlawan revolusi sekaligus monster di medan perang, Lu Jingyuan adalah sosok dingin yang namanya mampu membuat musuh gemetar. Di balik reputasinya yang kejam, tersembunyi luka masa lalu dan trauma perang yang mengubahnya menjadi pria yang sulit didekati dan tak pernah mengenal kebahagiaan.

Terjebak dalam pernikahan yang tidak pernah ia pilih, Su Wanqing hanya bisa pasrah menghadapi takdirnya. Namun, ketika dua jiwa yang sama-sama terluka dipersatukan oleh keadaan, akankah mereka saling menyembuhkan... atau justru semakin menghancurkan satu sama lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syfaanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 - Mimpi Buruk

Gerbang megah berwarna hitam itu menyambut mobil mereka tak lama setelah ucapan sang ayah itu. Su Wanqing dengan cemas terus memandangi keadaan sekitar, pikirannya melayang kemana-mana. Pintu gerbang itu terbuka. Mobil mewah milik keluarga kaya Su terasa sangat kecil bahkan ketika memasuki kediaman yang begitu megahnya.

Mobil itu berhenti tepat di hadapan tangga raksasa yang entah akan membawanya kemana. Wanita muda yang merupakan ibu tirinya meletakkan tas besar di atas paha Su Wanqing. "Ini beberapa pakaian, alat mandi, dan barang yang masih bagus yang bisa kutemukan di gudang itu. Bawalah bersama kepergianmu supaya gudang itu bisa Aku jadikan gudang pribadiku. Sana.." Wanita itu mendorong tubuh mungil Wanqing keluar mobil.

Wanqing menggenggam erat tas besar yang terasa sangat enteng itu. Pintu mobil baru saja akan ditutup,

"Wanqing.. Ingat, jangan sampai Kau pulang sendirian atau mencoba kabur, ingat kondisi Ibumu." Sang Ayah menatap tajam Su Wanqing sebelum akhirnya pintu mobil ditutup. Mobil itu menderung kencang meninggalkan kediaman Jenderal Lu Jingyuan.

Su Wanqing masih berdiri di depan tangga megah itu, bajunya dan sekujur tubuhnya basah kuyup karena hujan yang mengguyur dirinya.

Ditengah kebingungan dan ketakutannya, Su Wanqing yang masih menunduk ketakutan merasakan kehadiran sebuah payung yang melindungi dirinya dari hujan deras itu.

"Masuk." Su Wanqing menoleh, di sampingnya berdiri seorang pria tinggi besar dengan hidung yang mancung dan mata tajam bagaikan elang, bibirnya tipis namun basah dengan leher jenjang dan tubuh yang kekar berbalutkan seragam militer.

"Jenderal Lu Jingyuan?" Ujar Su Wanqing.

Pria itu hanya terdiam sembari berjalan perlahan menaiki anak tangga itu. Mereka tiba di hadapan dua pintu kayu raksasa, dimana dua ajudan militer datang membukakan pintu. Salah satunya langsung mengikuti pria tadi dan membantunya mengganti pakaian.

Su Wanqing masih terdiam kikuk di depan pintu masuk. "Su Wanqing?" Seorang wanita paruh baya seumuran sang Ayah datang menghampirinya. Wanita itu memandangi tubuh Wanqing yang basah kuyup.

"Haduh.. Pelayan! Pelayan!!"

Beberapa saat kemudian, Su Wanqing sudah duduk di atas sofa mewah empuk milik kediaman keluarga Jenderal Lu Jingyuan. Tubuh mungilnya telah berganti pakaian hangat yang dibawakan dari kediamannya, pakaian yang tak terlihat layak untuknya. Wanita paruh baya itu datang lagi membawakan secangkir teh hangat. Pelayan di sampingnya dengan sigap menyelimuti tubuh mungil Wanqing dengan selimut yang tebal dan berbulu hewan lembut.

"Maaf tadi tidak menjemputmu, Ibu sedikit sibuk memasak di dalam, tidak kusangka ternyata Jingyuan yang langsung menjemputmu."

Benar dugaan Wanqing, pria tadi adalah Lu Jingyuan, Jenderal yang terkenal kejam dan tidak bisa ditaklukan oleh wanita atau pria mana pun. Wanqing ingat mendengar beberapa pelayan berbisik mengatakan Jenderal Lu Jingyuan telah dijodohkan berkali-kali namun tidak pernah ada wanita yang kuat dengannya, semuanya kabur dan tidak pernah kembali.

"Wanqing..." Wanita paruh baya itu menepuk pelan pahanya.

"Ah.. Ya Nyoya?"

"Nyonya??" Sedikit terkejut, wanita itu terkekeh kecil. "Wanqing... Namaku Lu Meitian, panggil saja Ibu Mei. Aku adalah Ibu sambung dari Jenderal Lu Jingyuan."

Wanqing menoleh kaget. "Ah.. Ibu kandung Jenderal Lu Jingyuan sudah lama meninggal.. Kejadiannya saat Jingyuan masih kecil sekali. Beberapa tahun kemudian, ayahnya dijodohkan denganku oleh keluargaku."

Su Wanqing mengangguk perlahan. "Sudah, sekarang ayo ikut Ibu, ada beberapa masakan hangat yang sudah Ibu siapkan untuk kedatanganmu."

Wanita yang mengaku bernama Ibu Mei itu menarik lengan mungil Wanqing perlahan menuju meja makan. Wanqing terkesima dengan besarnya meja itu dan banyaknya makanan yang dihidangkan. Beberapa makanan bahkan masih sangat panas dengan asap mengepul di atasnya. "Ayo Wanqing, makan dulu."

Wanqing masih berdiri kaku di samping meja itu. Ibu Mei yang mendapati diri Wanqing bertingkah seperti itu terkekeh pelan. "Sini Aku bantu." Beberapa pelayan mulai mengitari meja makan, mereka menuangkan beberapa lauk serta nasi di mangkuk-mangkuk kecil dan menatanya rapih di depan Su Wanqing. Kursi mewah itu pun di tarik, "Silahkan Nona.."

Ibu Mei menatap Wanqing dengan tatapan hangat, "Duduklah."

Wanqing terduduk, tubuh mungilnya yang masih berbalutkan selimut hangat hanya bisa memandangi banyaknya makanan enak di hadapannya. "Ayo coba dulu..Hari ini suamiku tidak bisa menemani Aku menyambut calon menantunya, Dia harus dinas dan baru akan kembali besok pagi, jadi hanya ada Aku yang bisa menyambut mu."

Wanqing mengangguk perlahan "Rasanya tidak enak jika harus merepotkan seperti ini Nyonya.. Eh, Ibu Mei."

Ibu Mei terkekeh pelan, "Kau sangat cantik dan menggemaskan. Sudahlah, ayo makan."

Tanpa disadari, kehangatan Ibu Mei mampu menenangkan jiwa Wanqing yang terus gelisah dan kebingungan, perlahan dirinya mulai terbuka, sisi cerianya mulai mengikuti. Ibu Mei sangat senang dan terlihat menikmati makan bersama sambil bercerita dengan Wanqing.

"Nah Wanqing, besok temani Aku pergi ke pasar dan Kita akan mencoba resep Ibumu yang tadi Kau bicarakan ya.. Aku sepertinya sangat penasaran."

Wanqing tersenyum mengangguk. "Sudah, saatnya Kau kembali ke kamar Jenderal."

DEG

Wanqing mematung diam. "Kalian akan tidur bersama, selayaknya suami istri, lagipula besok semuanya akan diurus dan kalian hanya tinggal mencatat pernikahan di pencatatan sipil." Ujar Ibu Mei sembari membimbing Wanqing meninggalkan ruang makan.

"Ta-tapi, apakah tidak apa langsung tidur sekamar Ibu?"

Wanqing terdengar sangat gelisah, langkahnya pun tersendat beberapa kali ketika menaiki anak tangga lagi menuju lantai dua.

"Apanya yang tidak apa?.." Wanita paruh baya itu menggenggam erat kedua lengan Wanqing dan menatapnya erat.

"Wanqing.. Sudah semestinya Kau selalu berada di samping Jenderal, terutama disaat-saat sulitnya." Ibu Mei, Wanqing, dan beberapa pelayan telah tiba di hadapan sebuah pintu besar.

"Jenderal pasti sudah di dalam, masuklah." Ibu Mei mengisyaratkan para pelayan. Pintu raksasa itu terbuka lebar. Tubuh mungil Wanqing didorong pelan memasuki kamar itu.

BRAK

PIntu di belakangnya tertutup rapat. Wanqing masih saja berdiri termenung menatapi seisi kamar yang mewah itu.

Terdengar suara air mengalir dari dalam kamar mandi. Wanqing yakin saat itu Jenderal Lu Jingyuan pasti sedang mandi. Bergegas, Wanqing mencari lemari dan mencoba mencarikan pakaian tidur untuk sang Jenderal. Kepalanya terus dipenuhi peringatan-peringatan dari sang Ayah.

"Harus baik, harus bertahan, harus sanggup, harus bisa." Gumam Wanqing.

KRIIIETT

Pintu kamar mandi terbuka, Wanqing berbalik. Pria itu keluar dari kamar mandi dengan tubuh basah yang tidak terbalut sehelai kainpun kecuali bagian bawah.

Wanqing terpaku di tempat. Tangan mungilnya menyerahkan satu set pakaian itu pada Sang Jenderal. Ia memalingkan pandangannya segera setelah Jenderal Lu Jingyuan menatap tajam dirinya.

Pakaian itu segera ditarik dari tangan Wanqing. "Jangan menoleh." Suara dalam dan tegas pria itu membuat Wanqing mengangguk berkali-kali sambil memejamkan matanya erat.

Satu menit, dua menit, tiga menit...

Lima menit..

Wanqing perlahan membuka matanya, "Kenapa lama sekali?" Ujar Wanqing dalam hati. Ia akhirnya menoleh ke arah kasur, tempat dimana Sang Jenderal terlihat tengah bersantai di atasnya dengan pakaian lengkap.

Menghela napas lega, Wanqing mengambil beberapa pakaiannya dan merapihkannya di lemari.

Tak terasa, malam semakin larut. Hanya ada satu kasur besar di dalam kamar itu. Jenderal Lu Jingyuan tampaknya juga sudah terlelap di atas kasur itu sedari tadi. Wanqing yang merasakan kantuk tak tertahankan terpaksa menggelar selimut tebal tadi di lantai, ia memutuskan untuk tidur di lantai dan tidak mengganggu siapa pun.

Matanya terpejam erat dan dirinya sudah hampir memasuki alam mimpi ketika...

"ARGHHH, MENJAUH!!"

Wanqing terbangun kaget. Ia langsung berdiri dan menghampiri Jenderal Lu Jingyuan yang sedang memejamkan matanya erat sembari terus berteriak gelisah.

"Mimpi??" Gumam Wanqing.

"AWAS!!"

Jenderal Lu Jingyuan terus memukul-mukul sekitar tubuhnya sambil tertidur. "Mimpi buruk!" Gumam Wanqing.

*BERSAMBUNG*

Haloo! Support terus Author dengan Like, Subscribe, dan Vote ya.. Terimakasih!

1
arya
modus
Lamycut
Suka geremm banget baca si Bai Bai itu ish sebalnya, buang ajah dia 🤭
Syfaansa: harusss🤣🤣🤣
total 1 replies
Lamycut
keren kakak, itu si dingin jendral malu-malu yah, lanjut dan semangat ya kak
arya
ini terbaik sih, author bisa buat karya se megah ini, mau dong tips nya.. hehe
Syfaansa: menghayal dan menonton drachin lah tipsnya KWKWKW
total 1 replies
Syfaook
Lanjut Thor!! jangan lupa update banyak banyak yan
Xxzyeyi
WOII KEREN BANGET MBA AKUNTAN HAHAHA, diem diem idenya nulis beginian, bagus lanjutkan saudarakuh!! semangatt /Curse/
Eat Reactwithmee
Slow burn ya ini Thor hahaha, temen kerjaku karyanya bagus banget, bikin greget banget sama perilaku saling malunya mereka berdua, si Jingyuan juga sok bener nahan nahan padahal mah udh demen kan, ngaku hayu /Scream/
Fei Lord
Ceritanya sangat unik dan menarik sekali yaa, jadi penasaran kelanjutan hubungan kaku bgtu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!