NovelToon NovelToon
Sibeban Keluarga Mendapatkan Sistem

Sibeban Keluarga Mendapatkan Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

seorang pemuda berusia 25 tahun tampak sedang rebahan dengan posisi super tidak estetis di atas bangku kayu panjang.
Dia adalah Kevin Wahyu Wijaya. Lulusan sarjana manajemen dari salah satu universitas swasta di Depok yang gelarnya saat ini hanya berguna sebagai alas tikar saat piknik keluarga.

"Kevin! Lu kagak ada niat nyari kerja apa? Itu si Doni anak RT sebelah udah keterima kerja di SCBD, tiap hari pake kemeja rapi. Lah lu? Dari pagi sampai ketemu pagi lagi kerjaan lu cuma mabar Mobile Legends sambil ngetek di warkop gua!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26

Haryono Wijaya mendongak, dan untuk pertama kalinya, dia menyadari bahwa kartu as yang baru saja dia keluarkan sama sekali tidak membuat pemuda di depannya goyah.

Alih-alih melunakkan hati Kevin, pengakuan itu justru menjadi bensin yang membakar amarah sang 'Manusia Tingkat Dewa' hingga ke puncaknya.

"K-Kevin... lu gila?! Gue paman lu sendiri! Darah kita sama!"

teriak Haryono, merangkak mundur dengan panik saat Kevin terus melangkah mendekat.

"Darah yang lu banggain itu gak pernah ngasih makan ibu gue pas kelaparan,"

desis Kevin. Suaranya bergema seperti vonis hakim agung.

"Darah itu juga yang bikin lu tega ngeracunin abang lu sendiri dan nyulik anak perempuan di depan lu ini."

Kevin mengangkat kaki kanannya, lalu menghentakkannya ke lantai marmer tepat di samping kepala Haryono.

BRAKKK!

Lantai marmer Italia itu hancur menyebar, menyisakan retakan sedalam sepuluh senti.

Tekanan angin dari hentakan itu membuat Haryono langsung kencing di celana, menangis histeris sambil mendekap kepalanya.

"Mas Kevin! Cukup, Mas! Tolong jangan bunuh dia!"

jerit Viola dari belakang, akhirnya memecah keheningan.

Gadis itu berlari dan langsung memeluk punggung kokoh Kevin dengan erat, menyandarkan wajahnya yang basah oleh air mata ke denim hitam pemuda itu.

Tubuh Kevin menegang saat merasakan pelukan hangat Viola.

"Kalau Mas ngebunuh dia sekarang, Mas gak ada bedanya sama monster-monster faksi rahasia ini,"

tangis Viola parau.

"Biar hukum yang ngebales dia, Mas... Tolong... demi aku... demi Kakek..."

Kevin menarik napas dalam-dalam. Kehangatan pelukan Viola dan ketulusan suaranya perlahan meredam aliran energi Tubuh Baja Dewa yang meletup-letup di dalam nadinya.

Aura membunuh di matanya berangsur memudar, digantikan oleh ketenangan yang dingin.

"Lu beruntung, Haryono. Anak ini punya hati yang jauh lebih bersih dari lu," kata Kevin datar.

Kevin berbalik, melepaskan tangan Viola dengan lembut dari pinggangnya, lalu berputar menghadap gadis itu.

Dia menatap mata bulat Viola yang masih digenangi air mata.

Ada kecanggungan besar yang kini membentang di antara mereka setelah kebenaran silsilah keluarga itu terungkap. Sepupu kandung.

Hubungan yang selama ini berkembang dengan percikan asmara instan dari Sistem, mendadak menabrak tembok besar bernama garis keturunan.

Ding!

[Pemberitahuan Sistem: Plot Dinasti Wijaya Selesai Dinormalisasi.]

[Konsekuensi Hubungan Harem 'Viola': Status berubah dari 'Potensi Pasangan' menjadi 'Ikatan Darah Protektif Terikat' (Poin loyalitas Viola mencapai 100% Mutlak. Dia akan mendukung Pengguna sebagai pilar utama keluarga).]

[Evaluasi Global: Jalur Harem Utama dialihkan sepenuhnya menuju Target 'Nabila' (Ikatan Jiwa Abadi).]

Kevin tersenyum tipis, mengusap air mata di pipi Viola dengan ibu jarinya.

"Gak usah nangis lagi. Semuanya udah selesai."

"Mas... jadi beneran kita...?" Viola menatap Kevin dengan tatapan campur aduk ada rasa lega, sedih, sekaligus takjub yang luar biasa.

"Gak usah dipikirin sekarang."

"Yang penting kita bawa dokumen-dokumen korupsi paman mu ini, terus kita panggil polisi," potong Kevin menenangkan.

Hanya dalam waktu lima belas menit, berkat telepon dari Pak Herman Wijaya yang langsung berkoordinasi dengan Polres Depok setelah mendapat laporan dari Kevin, kediaman mewah Haryono Wijaya dikepung oleh belasan mobil komando polisi.

Haryono beserta seluruh sisa anggota faksi Topeng Hitam digiring masuk ke dalam mobil tahanan dengan tangan terborgol.

Rekaman dokumen di ponsel Viola menjadi bukti mutlak yang tidak bisa dibantah lagi di pengadilan.

Di bawah temaram lampu jalanan Jagakarsa, Pak Wijaya yang baru saja tiba dari rumah sakit langsung menghambur memeluk Viola, sebelum akhirnya berjalan mendekati Kevin dengan mata yang berkaca-kaca. Rupanya, Viola sudah menceritakan segalanya lewat telepon.

"Kevin..." pak Herman menatap keponakan rahasianya itu dengan rasa bersalah yang teramat dalam.

"Maafkan keluarga kami... Maafkan almarhum Ayahmu, dan maafkan Kakekmu yang terlambat tahu tentang keberadaanmu dan ibumu."

Kevin memasukkan kedua tangannya ke saku celana, tersenyum santai.

"Sudahlah, Pak. Yang berlalu biarkan berlalu."

"Saya cukup senang bisa memastikan Viola dan Jenderal aman malam ini."

"Soal status keluarga... biarkan berjalan apa adanya. Saya masih nyaman jadi Kevin yang biasa."

Pak Wijaya mengangguk penuh rasa hormat, tahu bahwa naga tersembunyi seperti Kevin tidak bisa diikat dengan harta atau status formal belaka.

Tepat saat jam menunjukkan pukul 00:00, sebuah kilatan cahaya hologram emas yang sangat besar muncul di hadapan Kevin, tidak terlihat oleh orang lain.

Ding!

[SELAMAT! PENGGUNA TELAH MENYELESAIKAN SELURUH RANGKAIAN PROFESI MULTIDIMENSI (MINGGU 1 - 4) DENGAN PRESTASI SEMPURNA!]

[Membuka Grand Finale (Minggu 5) - Babak Kebebasan Dewa:]

[Status Baru: Penguasa Bayangan Kota Depok (Mewarisi seluruh hak istimewa, kekayaan kumulatif, ruko Margonda, rumah sakit, vila Puncak, dan kekuatan permanen tanpa batas profesi harian lagi).]

[Misi Akhir: Temui Nabila di Warkop Berkah untuk merayakan kemenangan dan klaim akhir kebahagiaan Anda!]

Kevin menyeringai lebar.

"Akhirnya... bebas juga dari kerja paksa Sistem."

Dia berpamitan pada Pak Herman dan Viola, lalu melompat ke arah mobil MPV yang kini dia pinjam untuk kembali ke kawasan GDC.

Pikirannya kini hanya tertuju pada satu orang: gadis sederhana dengan daster motif bunga yang sedang menunggunya di depan warkop.

Kehidupan Kevin Wijaya berubah total setelah badai konspirasi melanda keluarga Wijaya. Di sebuah masjid megah di kawasan GDC, Kevin resmi menuntun Nabila melewati akad nikah yang khidmat.

Tanpa kemewahan yang berlebihan, pernikahan itu dihadiri oleh Ibu Kevin Bu sri, Cak Umar, serta Viola dan Jenderal Wijaya Senior yang datang memberikan restu penuh.

Seminggu setelah pernikahan, Kevin memboyong istri, ibu, dan mertuanya pindah dari kontrakan sempit ke sebuah rumah mewah bergaya modern-minimalis di cluster paling elite di Depok.

Dengan aset miliaran dari Sistem dan saham rumah sakit, Kevin memastikan keluarganya hidup dalam kenyamanan mutlak.

Sore itu, di halaman rumah baru mereka yang asri, Cak Umar dan Bu Rahma tampak tertawa lepas sembari menikmati teh hangat, sementara Nabila bersandar manja di bahu Kevin.

Semuanya tampak sempurna, seolah semua ujian telah selesai.

1
Tri Wahyuni
iya maaf kak ada kesalahan untuk penamaan karakternya, Skrang sudah di perbaiki,makasih udah ngasih tau ya kak👍
ラマSkuy
wait bukannya di bab sebelumnya nama ayahnya Viola itu Herman ya kok dibab ini jadi Wijaya 🤔🤔
ラマSkuy
awalan yang menarik untuk di baca Thor semangat terus berkarya 👍
Hentri Gunawan
lanjut Thor walupun beda dr yg kemarin
Tri Wahyuni: iya maaf ya soalnya kak soalnya kena revisi total
total 1 replies
Tri Wahyuni
jangan lupa kasih likenya ya kak
Hentri Gunawan
lanjut lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!