NovelToon NovelToon
Belenggu Janji Sang Penguasa

Belenggu Janji Sang Penguasa

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Mafia / Tamat
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Redblue Vixx

Axel Alexander adalah pemimpin perusahaan raksasa yang dingin, tegas, dan tak segan menghancurkan siapa pun yang menghalangi jalannya. Hidupnya berubah saat Ayranza Geovan terpaksa datang padanya demi menyelamatkan usaha keluarga yang terancam bangkrut. Di mata Axel, Ayranza hanyalah tawaran yang mudah dikendalikan. Sampai pertemuan demi pertemuan membangkitkan perasaan yang tak ia inginkan. Di tengah tekanan bisnis dan ambisi besar, Ayranza harus menjaga adik‑adiknya, Angga dan Arshen Geovan, dari bahaya sekaligus melunakkan hati sang penguasa yang dikenal kejam itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Redblue Vixx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Surat Tanpa Nama dan Jejak Masa Lalu

Minggu‑minggu berlalu dengan kedamaian yang tak sepenuhnya tenang. Meski Elena tampak menahan diri dan tak ada lagi gangguan mencolok di sekolah Angga maupun Arshen, suasana di kediaman Alexander tetap terasa dijaga ketat. Leonardo diam‑diam menambah jumlah petugas keamanan di gerbang dan sudut‑sudut taman, tanpa banyak penjelasan. Ayranza pun mulai terbiasa: bangun pagi, atur jadwal adik‑adiknya, ikut pelajaran tata krama dari Mommy Xena, hingga sesekali menemani Axel menghadiri pertemuan bisnis sore hari.

Suatu pagi, saat sedang membantu pelayan menyortir surat‑surat yang baru datang, mata Ayranza tertuju pada satu amplop tebal berwarna cokelat tua. Tak ada cap pos, tak ada nama pengirim, hanya tulisan tangan tegak yang tertuju padanya. Ia ragu sejenak sebelum menyimpannya diam‑diam di saku gaun, berniat membacanya nanti saat sendirian.

Siang itu, di kamar setelah makan siang, Ayranza membuka amplop itu perlahan. Di dalamnya terlipat selembar kertas tebal dan sepotong foto tua yang sudah agak pudar. Tulisan di atas kertas itu pendek namun menusuk:

“Jangan kira pernikahan kontrakmu akan selamatkan semuanya. Kau tak tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik kekayaan keluarga Alexander. Mereka membeli ketenangan dengan rahasia kelam. Tinggalkan tempat ini sebelum kau dan adik‑adikmu ikut hancur.”

Tangan Ayranza gemetar hebat saat menjatuhkan surat itu ke kasur. Ia segera mengambil foto tua di dalamnya. Terlihat dua pasang muda‑mudi berpegangan tangan di depan gedung kantor tua. Salah satu pria di sana sangat mirip dengan Daddy Xavier masa muda. Wanita yang berdiri di sebelahnya bukan Mommy Xena. Di sudut foto ada coretan tinta merah samar yang terlihat seperti tanggal peristiwa buruk.

Pikirannya kacau seketika. Selama ini ia tahu keluarga Alexander berkuasa besar dan penuh rahasia, tapi tak pernah menyangka ada hal sedemikian rupa. Belum sempat ia berpikir panjang, terdengar ketukan keras di pintu. Cepat‑cepat ia lipat surat dan foto itu kembali ke amplop, lalu menyembunyikannya di bawah bantal sebelum menyuruh masuk.

Axel berdiri di ambang pintu, wajahnya serius sekali. “Ada yang datang menemui kami sore ini. Pengacara lama ayahku, Tuan Romano. Ia membawa berkas yang belum sempat diselesaikan sejak puluhan tahun lalu. Aku ingin kau ikut mendengarkan.”

Sore itu, ruang kerja utama tertutup rapat. Di sana hadir Axel, Mommy Xena, Daddy Xavier, Leonardo, Ayranza, dan seorang pria tua berjalan tertatih‑tatih dengan tongkat, Tuan Romano. Di atas meja terbentang tumpukan dokumen bersampul debu, yang beberapa halaman sudah mulai menguning dimakan waktu.

Pembicaraan dimulai pelan namun makin lama makin menegangkan. Ternyata puluhan tahun silam, ayah dan paman Axel pernah bersengketa hebat soal pembagian warisan tanah luas di pinggir kota Milan. Perselisihan itu tak selesai baik‑baik. Sang paman mendadak hilang tanpa jejak tak lama setelah perselisihan memuncak, dan tak ada yang pernah tahu nasibnya. Seluruh asetnya akhirnya jatuh ke tangan ayah Axel.

“Selama ini kami kira dia pergi ke luar negeri dan memilih tak kembali,” ucap Daddy Xavier berat, wajahnya yang biasanya tegas kini tampak gusar dan tak tenang. “Namun berkas baru yang ditemukan Romano menunjukkan ada saksi yang melihat pertemuan terakhir mereka malam sebelum dia hilang.”

Tuan Romano mengangguk pelan, lalu menambahkan,“Dan ada utang tak tertulis yang ternyata masih berlaku, Pak. Bagian tanah itu ternyata sempat dijanjikan pada istri dan anak‑anaknya yang ditinggalkan. Mereka sempat datang menuntut hak, tapi hilang juga tak lama kemudian.”

Saat mendengar itu, Ayranza seketika teringat surat serta foto yang disembunyikannya. Tanpa sadar ia menatap Axel lekat‑lekat. Axel diam membisu, matanya menatap tajam ke arah berkas‑berkas itu, berusaha mencerna kenyataan pahit yang baru saja terbuka. Mommy Xena menahan napas panjang, wajahnya pucat seolah baru menyadari bahaya yang mengancam nama baik keluarga mereka.

Pertemuan usai saat langit mulai gelap. Axel langsung menemui Ayranza di balkon belakang rumah yang sepi. Angin sore bertiup kencang menerpa wajah mereka.

“Kau diam saja sepanjang pembicaraan,” kata Axel tiba‑tiba, nada bicaranya tak lagi dingin seperti biasa. “Ada yang kau sembunyikan?”

Ayranza ragu sejenak, lalu mengeluarkan amplop cokelat itu dari saku luarnya. Ia menyerahkannya diam‑diam. “Ini datang pagi tadi. Aku baru saja membacanya.”

Axel membaca surat itu sekilas lalu menatap foto tua di dalamnya. Keningnya berkerut dalam. Ia mengenali wajah ayah mudanya, mengenali siapa wanita di sebelahnya.

“Wanita ini… bibiku,” gumamnya pelan. “Istri dari paman yang hilang itu.” Ia mendongak menatap Ayranza dengan sorot mata campur rasa. Marah, curiga, namun juga lega karena Ayranza tak merahasiakan hal penting darinya. “Siapa pun yang mengirim ini tahu banyak sekali. Dan itu berarti bahaya makin dekat, bukan sekadar ancaman kosong.”

Malam itu, Leonardo melapor hasil penyelidikan kecilnya. Tak ada jejak pengirim surat, tak ada saksi yang melihat siapa yang menaruhnya. Namun satu hal yang pasti, orang itu terus memantau gerak‑gerik mereka dari dekat.

Di tengah kekhawatiran yang makin menumpuk, datang lagi masalah tak terduga. Hari itu sepulang sekolah, Angga pulang membawa kabar buruk. Seseorang telah membocorkan kisah pernikahan kontrak mereka ke lingkaran teman‑temannya. Mulai sore itu, banyak murid yang menatap mereka makin sinis, berbisik‑bisik seolah Ayranza dan adik‑adiknya hanya tamu tak diundang yang hidup menumpang kemewahan keluarga Alexander.

“Mereka bilang aku dan Arshen tak pantas sekolah di sana,” cerita Angga dengan nada tertahan amarah saat duduk bersama mereka di ruang makan nanti malam. “Ada yang berani bilang kami cuma barang tawar ayah kami.”

Arshen menangis diam‑diam di sudut sofa. Ayranza ingin sekali melindungi adiknya, tapi kali ini serangan datang lebih tajam dan mengenai harga diri mereka langsung.

Axel tak berkata apa‑apa saat itu juga, tapi sorot matanya berubah sedemikian tajam hingga seluruh ruangan seolah makin dingin. Malam itu ia memanggil Leonardo kembali, memberi perintah baru yang lebih keras: telusuri jejak kebocoran informasi itu sampai ke akar, cari siapa yang berani menyebarkan fitnah, dan pastikan mereka tak bisa mengulanginya lagi.

Hari‑hari berikutnya berjalan di bawah bayang‑bayang gelap masa lalu dan serangan yang makin berani. Suatu sore saat Ayranza sendirian berjalan pulang dari toko bunga di pinggir kota, sebab sopir terlambat menjemput. Tiba‑tiba dua orang berjaket gelap menghadangnya di gang sepi.

“Nona Geovan,” ucap salah satu dengan nada mengancam. “Tinggalkan keluarga Alexander sekarang juga. Kalau tidak mau menanggung akibat dari dosa masa lalu mereka.”

Ayranza mundur selangkah, berusaha tetap tenang meski jantungnya berdegup kencang. “Siapa kalian? Dan apa maksud kalian?”

Belum sempat mereka menjawab, terdengar deru mobil kencang mendekat dan berhenti tepat di mulut gang. Pintu terbuka, Axel melompat turun dengan wajah merah padam menahan marah. Dua orang itu segera lari menghilang di balik lorong sempit sebelum sempat dihadang.

Axel tak mengejar. Ia langsung berlari ke arah Ayranza, memeriksa keadaan tubuhnya dengan gerakan cepat namun penuh kekhawatiran nyata. “Kau baik‑baik saja? Tidak terluka sedikit pun?”

Ayranza hanya mampu mengangguk pelan, napasnya tersengal. Saat itulah ia sadar sepenuhnya: ancaman itu tak lagi sekadar surat atau bisikan kosong. Bahaya kini bergerak bebas, mengejarnya dan adik‑adiknya. Dan Axel, sang penguasa kejam yang dulu ia takuti, kini adalah satu‑satunya tempat berlindung yang tersisa.

Di perjalanan pulang ke kediaman, suasana hening panjang akhirnya pecah. Axel bicara pelan, pandangannya lurus ke jalanan depan.

“Mulai sekarang kau takkan bergerak satu langkah pun sendirian tanpa pengawalan. Dan kita harus ungkap semuanya secepat mungkin. Rahasia masa lalu, siapa yang mengirim surat, siapa yang mengirim orang mengancammu. Semuanya.”

Ia berhenti sejenak lalu menoleh ke arah Ayranza, nada bicaranya tak lagi seperti majikan pada kontraknya, melainkan penuh tekad bulat.

“Aku berjanji, apa pun yang terjadi, aku takkan membiarkan siapa pun menyakitimu maupun adik‑adikmu. Bahkan jika harus menggali seluruh masa lalu keluargaku sendiri sekalipun.”

Malam itu, di kamar tidurnya yang sepi, Ayranza kembali membayangkan wajah ibunya, Mommy Anggun, dan pesan sederhana yang selalu ia ingat. Ia sadar, di balik segala ketakutan dan bahaya yang mengintai, ikatan antara dirinya, Axel, serta adik‑adiknya perlahan tumbuh jadi persekutuan kuat. Satu tim yang siap menghadapi badai besar yang baru saja dimulai.

Dan jauh di sudut gelap kota, seseorang diam‑diam tersenyum puas melihat rencana pertamanya berjalan mulus. Bagian kedua rencana itu kini tinggal menunggu waktu yang tepat untuk dilancarkan, yang akan mengguncang kediaman Alexander hingga ke akar paling dalam.

 

1
KZ2
Kenapa yang Black Eagle di hapus?
KZ2: Siap beb👍🏻
total 2 replies
Fahri Purba
smangt bossqueee.
Fahri Purba
mkanya jjur kw xavier biar gk lari binimu.
Murni Caem
🌟🌟🌟🌟🌟
Murni Caem
jahat x ferguso eh salah fabrizio ini anak² pun diracuni.
Jhony
tor cpetan hlangkan sih cindy, gedek liatny.😡
Jhony
good job👍👍
ShyLvia
smbg amat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!