NovelToon NovelToon
Jangan Sentuh Anak-anakku

Jangan Sentuh Anak-anakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / CEO / Balas Dendam
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Biah merupakan seorang Single parent yang membesarkan ke-tujuh orang anak, dan diantaranya adalah anak dari adiknya sendiri yang meninggal dalam kecelakaan.

Hidupnya yang dulu bisa berada dirumah setiap hari kini harus berjuang seorang diri untuk membesarkan mereka.

Suaminya meninggal karena menolong seorang perempuan yang hendak diperkosa oleh beberapa orang, dia meninggal sehari sebelum adiknya meninggal dunia dan menitipkan kedua putranya kepadanya

Mampuka dia membesarkan mereka dengan segala himpitan ekonomi dan juga penghinaan orang-orang??

Novel terbaru kami yang penuh kisah inspiratif dan juga tangis

Silahkan dukung kami🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketegangan

Sementara sang ibu kini tengah berjuang mencari nafkah, perempuan bernama Nurbiah Hardianti itu sedang berjualan makanan dengan harga ekonomis yang ramah dikantong semua orang.

"Terima kasih yah bu". Ucapnya kepada salah satu pelanggannya itu.

" Sama-sama ibu Biah, makanan ibu Biah sangat enak disukai oleh anak-anak saya, saya tidak perlu repot untuk buat sarapan dan bekal anak-anak setiap hari". Ucap Ibu itu dengan ramah.

"Terima kasih pujiannya bu, kepuasan pelanggan adalah keinginan saya". Jawabnya merendah.

Perempuan berusia 35 tahun itu tersenyum ramah kepada semua pelanggannya yang setia membeli makanan yang dia jual setiap hari.

"Tolong kalau ada rasa yang kurang pas sampaikan kepada saya bu, pak yah, saya akan berusaha sebaik mungkin untuk memperbaiki kualitas makanannya".

Mereka semua tersenyum kemudian mengangguk dan memilih makanan kembali.

Dia berjualan makanan jadi dengan harga 10.000/porsi, menjualnya ditengah keramaian agar habis seperti biasanya sambil menggendong anak bungsu perempuannya dalam gendongan bayi.

"Anak cantik sudah tambah besar, ibu Biah yang kuat yah, kuat untuk diri sendiri dan untuk anak-anak, mereka membutuhkan ibu Biah dalam hidup kedepannya".

Biah mengangguk sambil tersenyum lebar, dia sedang berjuang untuk keenam anaknya yang kini sepenuhnya dalam asuhannya.

Drt.. drt...

Suara deringan Handphone pada sakunya menghentikan percakapannya dalam melayani pelanggan, tapi dia belum bisa berhenti karena pelanggan masih sangat ramai berbondong-bondong datang membeli jadi dia memilih mengabaikannya, dia akan menelpon kembali.

10 menit berlalu, kotak makanan yang dia sajikan didepannya itu sudah habis tanpa tersisa. Dia memang selalu berjualan ketika mengantar anak-anaknya ke sekolah dan jualan itu biasanya habis sebelum jam pulang sekolah anak-anak nya.

"Siapa yah yang tadi menelpon". Cicitnya pelan setelah merapikan tempat jualannya dan memasukkannya kedalam mobil.

Dia mengambil handphonenya dan melihat siapa gerangan yang menelponnya berkali-kali itu, Keningnya mengkerut melihat nama kepala sekolah dan nomor guru sang anak, perasaannya mendadak tidak enak karena sang guru jarang menghubungi secara pribadi, hanya pemberitahuan di grup kelas saja jika ada informasi.

Dia segera menelpon kembali untuk memastikan apa yang terjadi pada anaknya.

"Hallo bu, maaf saya tadi tidak mengangkatnya saya sedang ada pekerjaan, ada yang bisa saya bantu? ". Tanyanya dengan ramah dan sopan

"Hallo bu Biah, Syukurlah ibu menelpon kembali, tolong ke sekolah sekarang karena ketiga anak ibu berkelahi dnegan temannya". Ucap Sang guru dengan nada panik sekaligus seperti menahan sesuatu hal.

"Berkelahi bu?, sama siapa? ". Ucapnya berusaha menjaga nada suaranya agar tidak berteriak.

Dia takut membangunkan anak dalam gendongannya yang memang tertidur pulas.

"Ibu ke sekolah saja untuk mengetahui lebih jelasnya". Jawabnya dengan panik.

"Baik bu saya kesana sekarang, Assalamu'alaikum". Ucapnya sambil mematikan sambungan telpon.

Dia bergegas untuk ke sekolah ketiga anaknya itu, dia tidak mau terjadi apapun pada mereka. Tempat jualannya pun memang tidak jauh dari sana sehingga dia hanya butuh 5 menit sampai disekolah

Sedangkan disekolah terdengar langkah hak sepatu menggema di koridor sekolah yang tengah melakukan kegiatan belajar mengajar sehingga terdengar nyaring.

Seorang perempuan berusia sekitar 30 tahunan lebih menatap garang kearah pintu UKS itu, dia mempercepat langkahnya agar bisa memberi pelajaran anak-anak yang berani memukul anak kesayangannya itu.

Plak..

Sebuah tamparan menggema diruang suci itu membuat orang yang ditampar tersungkur sedangkan kedua lainnya membelalak dan langsung menolong saudaranya.

"Apa yang Tante lakukan? ". Bentak kakak sulung dari mereka.

Matanya merah menatap perempuan seusia ibunya karena berani memukul adiknya sampai terluka seperti itu padahal mereka tidak mengenalnya.

"Kurang ajar, berani kamu berteriak seperti itu kepada saya". Matanya melotot tidak terima padahal dirinya yang memulai lebih dulu.

"Tante yang lebih dulu melakukannya, kami tidak mengenal Tante, terus kenapa Tante lancang sekali memukul adik saya? ". Jawab Umar dengan berani sekaligus menantang.

"Benar dikatakan kakak Umar, Tante keterlaluan, kami bahkan tidak mengenal Tante, terus kenapa Tante memukul kakak saya?". Kini Ammar menatap garang perempuan itu.

Nafas perempuan itu menderuh, matanya melotot menahan amarah karena mereka berani melakukan perlawanan, dia tidak menyangka mereka akan berani seperti ini.

"Saya mommy nya Romi, kalian sudah memukul anak saya, kalian pikir kalian siapa?, kalian hanya anak-anak yatim piatu tidak tahu diri, berani memukul kalangan orang kaya seperti kami". Bentaknya mengangkat tangannya dengan penuh amarah bersiap untuk memukul mereka lagi.

"Tante tidak punya hak memukul adik saya, karena yang salah memang anak Tante, dia mengeroyok dan membully saya dengan teman-temannya, tentu saja sebagai seorang adik mereka datang membela kakaknya karena lawan nya tidak seimbang".

Umar memasang badannya didepan kedua adiknya menjadi tameng untuk melindungi keduanya.

"Tidak usah banyak bicara anak miskin, kalian hanya anak yatim piatu yang harus dikasihani jadi jangan banyak bertingkah, kalian saja masuk disini mungkin karena belas kasih dari saya sebagai donatur". Bentaknya dengan suara menggema .

Para guru yang tadi menunggu diruang BK langsung keluar untuk melihat keadaan karena teriakan itu .

Sesampainya disana mereka hanya mematung melihat keadaan itu dan hanya diam saja

Dia kembali melayangkan tangannya untuk menampar Ammar setelah menampar sang kakak sulung tapi tangannya dicekal oleh seorang perempuan seusia dirinya .

Dia berusaha melepaskan tangannya karena cekalan dan cengkraman perempuan berjilbab besar itu sangat terasa menyakitkan ditangannya.

"Ternyata ibu Persit dan ibu PNS seperti anda tidak punya etika dan tidak tahu tentang batas kepada seorang anak". Ucapnya dengan tajam dan suara paling dingin.

"Jangan ikut campur, dia sudah berani memukul anak dari orang yang memberinya biaya sekolah, dia harus diberi pelajaran". Bentaknya sambil berusaha melepaskan tangannya tapi tidak bisa.

Perempuan berjilbab besar itu maju selangkah mendekati dirinya dengan tatapan tajam dan nyaris seperti ingin memakannya hidup-hidup, dia bisa melihat jelas kemarahan dan emosi yang membara Dimata wanita itu.

"Siapa gerangan wanita ini?". Cicitnya dalam hati

"Jangan pernah menyentuh mereka lagi, saya bisa saja membuat anda kehilangan jabatan anda di pemerintahan jika saya mau ,cukup mengunggah video anda menganiaya anak kecil, itu cukup membuat anda masuk kedalam penjara dalam beberapa tahun dan jabatan anda sebagai PNS dicopot".

Matanya membelalak mendengar hal itu, jadi dia merekam apa yang dia lakukan pada ketiga anak itu.

"Menurut anda apa yang dilakukan hukum, pemerintah dan juga masyarakat jika mereka tahu apa yang anda lakukan pada anak kecil?, anda pikir anda bisa mempertahankan kejayaan anda?".

Dia mematung dengan tangan mengepal, menatap marah pada wanita itu.

"Memangnya kau siapa?".

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!