NovelToon NovelToon
Cleaning The Thorne'S Empire

Cleaning The Thorne'S Empire

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Penyesalan Suami / Action
Popularitas:721
Nilai: 5
Nama Author: Chi Chi chantika

Alistair Thorne, bos mafia London yang kaku dan perfeksionis, bertemu dengan Sloane Sterling, gadis jalanan galak yang ahli bersih-bersih tapi ceroboh luar biasa. Pertemuan mereka terjadi di tengah baku tembak, di mana Sloane justru memarahi Alistair karena mengotori lantai yang baru ia pel.

Terpikat oleh keberaniannya, Alistair membawa Sloane pulang sebagai asisten rumah tangga. Hidup sang bos dingin pun berubah jadi kacau: ia terus diteriaki karena menaruh jaket sembarangan dan terpaksa turun tangan ke dapur setiap kali Sloane hampir membakar rumah saat memasak. Di antara desingan peluru dan omelan sehari-hari, dimulailah kisah cinta yang lucu, kaku, dan penuh aksi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chi Chi chantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kegagalan Sistem Sang Penguasa

Mansion Thorne kembali ke rutinitas "normal" yang berisik. Bagi Alistair, kata "normal" kini berarti suara gesekan kain pel di lantai marmer dan teriakan Sloane yang bergema di langit-langit setinggi sepuluh meter. Meskipun Alistair sudah mengeluarkan larangan resmi, Sloane tetaplah Sloane. Ia tidak bisa melihat noda tanpa merasa dunianya terancam runtuh.

Pagi itu, Sloane sedang menatap sebuah lampu kristal raksasa yang tergantung di ruang tengah. Matanya yang tajam menangkap sebuah benda yang sangat mengganggu estetika kebersihannya: seuntai jaring laba-laba kecil yang melambai di salah satu butiran kristal paling atas.

"Alistair! Tangga lipatmu yang paling tinggi di mana?!" teriak Sloane sambil mendongak, tangannya memegang botol semprotan seolah itu adalah senjata peluncur roket.

Alistair yang baru saja keluar dari ruang kerja, merapikan rompi jasnya yang berwarna biru dongker. Ia berhenti dan menatap posisi yang ditunjuk Sloane. "Nona Sterling, ketinggian lampu itu adalah enam meter dari permukaan lantai. Secara statistik, kemungkinan Anda pasti jatuh dan mengalami cedera permanen delapan puluh lima persen. Turunkan niat Anda sekarang, jangan mengambil resiko untuk itu."

"Delapan puluh lima persen? Itu artinya masih ada lima belas persen peluang aku selamat!,Tuan kaku" Sloane tidak peduli. Ia menyeret sebuah meja kayu ek antik ke tengah ruangan. "Kalau kau tidak mau mengambilkan tangga untuk ku, aku akan menggunakan meja ini. Aku tidak bisa hidup di bawah bayang-bayang laba-laba itu!"

"Meja itu adalah peninggalan Dinasti Tudor, Nona Sterling. Kayunya tidak dirancang untuk menjadi tumpuan beban dinamis dari seseorang yang ceroboh seperti Anda." Alistair melangkah mendekat, mencoba menghentikan Sloane.

"Aku tidak ceroboh! Aku efisien dan profesional!" Sloane sudah melompat ke atas meja. Ia berdiri berjinjit, mencoba menjangkau kristal tersebut dengan kemocengnya. "Sedikit lagi... ayolah, laba-laba kecil... pindahlah ke halaman rumah!"

Alistair berdiri tepat di bawah meja, tangannya bersiap di udara. Ia merasa jantungnya berdegup tidak beraturan—sebuah fenomena biologis yang tidak bisa ia jelaskan secara logis sejak Sloane datang ke rumahnya.

"Sloane, turun. Ini adalah perintah administratif," suara Alistair terdengar mendesak.

"Tunggu! Aku hampir... A—"

Benar saja. Meja antik itu memang sangat licin di bagian permukaannya. Kaki Sloane yang mengenakan kaos kaki wol tebal tergelincir. Tubuhnya kehilangan keseimbangan dan meluncur jatuh ke arah belakang.

"Sloane!"

Alistair tidak berpikir. Ia tidak menghitung gravitasi atau massa tubuh. Ia hanya bergerak.

BRUK!

Alistair menangkap Sloane tepat dalam pelukannya. Namun, karena berat tubuh Sloane dan momentum jatuhnya, Alistair tidak bisa mempertahankan keseimbangan tegak. Mereka berdua jatuh ke atas sofa beludru besar di belakang mereka.

Posisi mereka sangat... dekat, mereka bahkan bisa merasakan hembusan nafas mereka masing-masing.

Sloane mendarat tepat di atas tubuh Alistair. Wajah mereka hanya berjarak beberapa sentimeter. Tangan Alistair masih melingkar erat di pinggang Sloane, sementara tangan Sloane secara otomatis mencengkeram kerah kemeja Alistair.

Hening. Sunyi yang sangat panjang menyelimuti ruangan itu.

Alistair bisa merasakan embusan napas Sloane yang hangat di bibirnya. Ia bisa mencium aroma sabun apel yang segar dari rambut Sloane, bercampur dengan aroma deterjen yang selalu menempel di tubuh gadis itu. Di matanya yang biru sedingin es, kini terpantul wajah Sloane yang sangat manis dengan mata cokelat yang membelalak lebar.

Detik itu, sistem pertahanan Alistair Thorne hancur total.

Ia menyadari sesuatu yang sangat mengerikan bagi seorang ketua gangster: jantungnya bukan lagi miliknya. Jantung itu berdebar kencang bukan karena bahaya, bukan karena adrenalin pertempuran, melainkan karena gadis berisik yang sedang menindihnya ini.

Gagal, pikir Alistair. Sistem saya gagal total. Saya... saya jatuh hati pada asisten rumah tangga yang bar-bar ini.

Alistair yang biasanya kaku, kini merasa seluruh tubuhnya membeku karena perasaan yang meluap-luap. Ia ingin melepaskan pelukannya, tapi tangannya seolah memiliki keinginan sendiri untuk tetap menahan Sloane di sana.

"A-Alistair?" bisik Sloane. Suaranya tidak galak lagi. Lembut, dan sedikit bergetar. "Kau... kau tidak apa-apa?"

Alistair menelan ludah, suaranya terdengar sangat parau. "Secara fisik... struktur tulang saya masih utuh. Namun, parameter pernapasan saya sedang mengalami... gangguan teknis."

Sloane melihat wajah Alistair yang sangat dekat. Ia melihat pipi Alistair yang biasanya pucat kini memerah. Ia juga menyadari betapa kuatnya lengan Alistair yang memeluknya. Perasaan hangat dan aman yang ia rasakan saat demam kemarin kembali muncul, namun kali ini seribu kali lebih kuat.

Sloane tersadar dan segera bangkit dengan wajah merah padam seperti kepiting rebus. "Ugh! Meja itu benar-benar bajingan! Aku harus memolesnya dengan cairan anti-slip besok!"

Alistair duduk tegak, merapikan kemejanya yang berantakan dengan gerakan tangan yang sangat gemetar—sesuatu yang belum pernah terjadi selama ia memegang senjata. Ia tidak berani menatap mata Sloane.ia berusaha sebaik mungkin menutupi ke gugupnya.

"Nona Sterling... harap jangan melakukan infiltrasi ketinggian lagi tanpa izin tertulis," gumam Alistair, suaranya sangat kaku.

"Iya, iya! Pak Bos Kaku!" Sloane berkacak pinggang, berusaha menutupi kegugupannya dengan kegalakan yang dipaksakan. "Dan lihat dirimu! Jasmu tertindih di sofa tadi! Sekarang jas itu penuh kerutan! Kau mau ke pertemuan gangster dengan jas yang terlihat seperti bekas tidur siang?!"

Alistair melirik jasnya yang memang sedikit kusut. Biasanya, ia akan segera memanggil staf untuk menyetrikanya, namun kali ini ia hanya menatap jas itu dengan bingung.

"Sloane," panggil Alistair pelan.

"Apa?!"

"Apakah... Anda terluka?"

Sloane terhenti. Ia melihat Alistair menatapnya dengan tatapan yang sangat dalam, tatapan yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Rasa sayang dan kekhawatiran itu begitu nyata di mata biru Alistair.

"Tidak," jawab Sloane lembut, harga dirinya sedikit melunak. "Aku tidak apa-apa. Terima kasih sudah... menangkapku. Lagi."Tuan kaku.

Alistair mengangguk kaku. "Sama-sama. Secara administratif, saya berkewajiban menjaga keselamatan staf saya."

Sloane menjulurkan lidahnya. "Dasar kaku! Bilang saja kau takut kehilangan pembersih sehebat aku!"

Alistair tidak menjawab. Ia berbalik dan berjalan menuju ruang kerjanya dengan langkah yang sedikit terlalu cepat. Begitu ia menutup pintu ruang kerjanya, Alistair menyandarkan punggungnya di pintu dan memejamkan mata.

Ia menyentuh dadanya yang masih bergemuruh.

"Ini adalah kesalahan variabel yang sangat besar," bisik Alistair pada dirinya sendiri. "Saya tidak seharusnya... jatuh cinta pada gadis yang mengancam akan merendam dasi saya di air sabun."

Namun, di balik kegelisahannya, Alistair Thorne menyadari bahwa ia tidak ingin memperbaiki "kesalahan variabel" tersebut. Ia lebih suka memiliki jantung yang berisik karena Sloane, daripada jantung yang dingin dan sunyi seperti sebelumnya.

To be continued.....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!