Empat tahun lalu, Aelira S. Valenzia gadis unik, misterius terjerat oleh Ravian Kael Davino veyron, pewaris tunggal keluarga veyron , yang mengidap penyakit haphephobia. Suatu hari, Davino pergi ke sekolah karena suatu hal penting, dimana Aelira tidak sengaja terjatuh, dan menangkap tangan Davino, atau yang orang sebut Ravian. Ia tidak menyangka hal tersebut menjadi awal mula hidup tidak sebebas dulu lagi. Penasaran? yuk baca!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Obsesi sang pewaris Veyron
"BABYYYYYY......
baju aku buat Syuting hari ini manaaaa? "
Aelira sedang memasukkan buku buku pelajaran dan laptop nya ke tas, mengeluh panjang lalu berlari ke kamar Ravian.
pintu terbuka
Menampilkan Ravian yang baru selesai mandi.
"Kan, aku tadi dah letakkan di atas sofa "
" Gak ada honey.. ambil gih! nanti aku terlambat " pintanya manja.
Aelira mendengus, ia sudah biasa.
"Nih"
" Pakaiin bajunya by.. plissss! " pinta Ravian memelas.
Jika ciwi ciwi ~ alias fans fanatiknya melihat Ravian mode manja gini, pasti sudah histeris dan mimisan.
Namun, Aelira sudah sangat terbiasa, karena mereka bersama sejak SMP.
Aelira mengambil kemeja Ravian, lalu memakai kan nya ke tubuh Ravian yang tinggi ~ tegap.
Tangannya bergerak teratur ~ mengancing satu per satu kancing di dada Ravian.
Berada di jarak sedekat ini membuat Ravian tersenyum sinis.
" Di sekolah, masih ada yg deketin kamu hm..? "
Aelira berhenti sejenak.
Matanya masih menatap kancing kancing di depan dada Ravian. Dia menggeleng pelan.
" Enggak ada "
Ravian mencengkram pergelangan tanggan Aelira.
"Jawab yang bener! "
Aelira mendongak kesal
" Aku udah jujur "
Ravian tersenyum smirk.
" Ingat Aelira. Sesuai perjanjian awal~ jangan pernah temenan lagi sama cowok. Gua gak peduli siapa. Gua nggak suka. lo cuma boleh dekat sama gua." tegas Ravian
"Ravian, it\_"
" Vano!! Lo harus panggil gua Vano. "
"Vano di\_"
" Jangan mambantah! Hidup lo cuma buat gua. titik.!! "
"huh.. iya"
"iya apa? "
" Iya vano, aku paham. "
" Good girl. Uang jajan udah aku transfer ke rekening kamu. Nggak usah terlalu hemat, by. Uang gua banyak! kalo kurang call gua! "
" Makasih "Ujar Aelira.
" Aku berangkat sekolah Dulu, ya! "panitia, namun Ravian menahannya.
" Masih tersisa 40 menit lagi! "
"Terus? "
" gua mau curhat! "
" Tentang? "
" Gua nggak mau se frame sama dia, " cetus Ravian berdiri di depan kaca \_ merapikan penampilan nya.
" Siapa? "
" Kanaya! "
"Masalah nya?
" Nanti lo cemburu. "
Aelira mendelik malas .
" Gak usah narsis, boleh?
Ravian membalikkan badan dengan tatapan penuh emosi.
" Jadi lo nggak akan cemburu? "Tanya nya meninggi, membuat Aelira terkejut.
" lo gak keberatan gitu, gua *acting* mesra sama dia\_ padahal lo tau kalau dia suka gua??! dan lo biasa aja?! " tanya nya tidak Terima.
Lagi, Aelira hanya mendengus mendengus tersebut tanpa berbiati membalas.
" Jawab Gua!! "
"Vano, sakit! Aku harus ke sekolah! "
Ravian masih menahan lengannya. Beberapa detik kemudian akhirnya melepaskan nya.
" Makanya, jawab pertanyaan gw honey.... "
" hufhhh... Vano dengar. Yang suka itu dia, bukan kamu. Jadi ngapain aku cemburu hmm.. Kalo aku cemburu artinya aku gak percaya kamu, sedangkan aku? sangat percaya, kamu gak mungkin buang emas, demi sesonggok lumpuh, " Jawab Aelira asal, tapi mampu membuat semburat merah di wajah Ravian. Tapi hanya sekian detik, kemudian ia tutupi dengan Sifat menyebalkan nya.
"Yaudah sana berangkat! " kata Ravian sinis. " Tapi, cium aku dulu.
Dengan cepat Aelira berjinjit untuk mengecup pipi kiri Ravian.
**CUP**!!
"Udah! "
Ravian langsung memalingkan wajah nya di menahay senyum \_namun berdeham berust menguasai diri.
"Cuma di pipi? "
Tangan kirinya terangkat, menarik tengkuk Aelira pelan . Wajahnya mendekat ingin mencium bibir gadisnya itu.
Namun Aelira buru buru menahan dada nya dengan kedua tangan mya.
"NO!! "
Ravian mendengus.
"Lagi?! kenapa sih lo selalu nolak tiap gua mau ciuman? "
" Telat. Aku berangkat dulu. Bye pacar aku! pamit Aelira buru buru berlari menjauh, membuat Ravian mengangkat alis
" Pacar? " decih Ravian geli. " Baru mau di cium aja banyak alasan.
*****
Suasana kelas XI F-1 Siang ini cukup lenggang.
Aelira yang duduk di kursi depan meja guru, bersandar di kursi nya, dengan laptop di meja. Dia sedang mengecek proposal OSIS
"AELIRA!! YAAMPUN - INI GILA. "
Aelira terkesiap sedikit, lalu menoleh
" Apaan sih? "
"Lihat ini! Lihat ini!! Ravian , Ra ! Gila, doi makin ganteng parah! Astaga, gue pingsan beneran, deh!" kaya Ziva lebay.
Di layar terpampang foto Ravian sedang pemotretan untuk brand fashion ternama.
Kemeja putih yang setengah terbuka-memperlihatkan dada dan perut berototnya.
"Ravian GANTENG BANGET, OY!" Bukan hanya Ziva, mendadak satu kelas heboh membahas foto itu.
" Ra , bayangin, seberuntung apa cewek yang bisa jadi pacarnya." Ziva memekik tertahan.
"Emang lo tau-sifatnya di real life gimana? Kali aja anaknya toxic." Dengus Aelira menopang pipi malas.
"Nggak papa, Ra . Gue mah ikhlas lahir batin jadi ceweknya walaupun aslinya toxic, heheh." Mata Ziva berbinar-binar. "Lagian, dia tuh tipe artis anti cinlok. Eh, dia udah punya cewek belum, ya?"
"Mana gue tau?"
"Andai aja dia sekolah di sini, mata gue pasti seger lihat cogan tiap hari. Sayangnya dia home schooling." Ziva tersenyum-senyum menciumi foto Ravian.
Dia tidak peduli dan memilih mem-posting foto terbarunya di pantai bersama Ziva.
"Where the sun meets the waves, I find peace."
"Yaelah, ini caption apa judul puisi SMA." Protes Ziva.
"Diem lo!"
Yumna menekan tombol post.
Baru beberapa detik berselang-notifkomentar langsung bermunculan.
"Eh, eh! Ada yang komen tuh!" Ziva langsung melongok penasaran ke layar Ae.
"ASTAGA-KAK ALVANDRA?!!"
Sekelas menoleh terkejut.
Pasalnya Alvandra -alias
Alvandra Gibson Putra adalah cowok populer angkatan kelas 12. Selain tampan, dia juga pintar. Mantan ketua OSIS sekaligus anggota basket.
Selain itu, Alvandra juga di kenal ramah dan baik.
"Sssttt, diem! Berisik lo!"
Aelira melotot dan menabok kepalanya.
"Tapi itu Kak Alvandra -"
"Iya, Ziv. Gue tau."
Aelira membaca komentar dari Gama.
Alvandra _Gibson: Cantik.
"RA. LO. DI PUJI. SAMA KAK ALVANDRA!! OMG, GUE IRI PLISSS!"
Aelira menatap layar dengan wajah bingung bercampur malu.
"Apaan, sih? Alay!
"Gak peka tau, itu kakak kelas udah suka sama lo dari jaman MOS! Tiap kali lewat depan kelas, pasti nyariin lo. Titip salam lewat Ikel-anak basket, udah kayak rutinitas!"
"Udah, lo sama Kak Alvandra aja! Udah enak tuh. Doi cakep banget."
Aet mendengus. "Nggak usah ngada-ngada. Gue udah punya cowok."
"HAH?"
*****
Di sela break syuting-suasana di area tunggu cukup ramai.
Ravian duduk di kursi khusus artis. Ia memilih menyendiri-bersandar malas sambil bermain HP.
Klaim
Jempolnya menggulir timeline IG tanpa minat sampai satu unggahan muncul di beranda.
Sebuah foto. Gadis nya .
Di pantai. Dengan dress putih tipis dan rambut dibiarkan tergerai diterpa angin laut. Background matahari dan ombak membuatnya terlihat-terlalu cantik.
Rahangnya mengeras.
"Apa-apaan bajunya..." Gumamnya pelan, nadanya
Penuh amarah yang tertahan.
"Dia pikir ini nggak seksi?!" Protes Ravian dalam hati.
Tanpa pikir panjang-Vergan mengetuk kolom komentar, tapi bukan dengan akun resminya-melainkan akun alter-nya.
"HAPUS FOTONNYA LO BERANI MEMPERLIHATKAN MILIK GW DI BANYAK ORANG!!??? "
Belum sempat emosinya reda, matanya menangkap satu komentar lain yang langsung membakar otaknya-
Alvandra _Gibson: Cantik.
"Alvandra Gibson?"
Desisnya tajam.
Di tambah komentar beberapa akun mengatakan ciya-ciye, cocok lah, ini lah, itu lah.
Klaim
Apa jangan-jangan Aelira mem-posting foto ini supaya di komentari Cowok cowok ini?
"Brengsek!" Ravian langsung bangkit dari kursinya, menendang meja di depannya dengan kasar.
BRAK!!
Minuman dan makanan di atasnya terbalik, berserakan ke lantai.
Semua orang di ruangan langsung menoleh kaget.
Ravian menelpon Aelira.
"Halo-"
"Gue ke sekolah lo. Lo mancing emosi gua,jadi siap siap dapat hukuman ! Nggak ada pakai nangis!!!" kata Vergan tajam kemudian menyambar kunci mobilnya.
*****