Setelah meninggalkan Planet Vermilion, Zhao Xuan, Long Chen & Gu Tianxue menginjakkan kaki di Planet Shenzue sebuah dunia yang menjadi pusat dari Tiga Puluh Tiga alam Immortal Kuno.
Planet Shenzue terbagi menjadi Empat Benua Utama (Timur, Barat, Selatan, dan Utara) yang dikuasai oleh berbagai sekte tingkat puncak, klan kuno, dan kekaisaran raksasa. Lautan Shenzue yang tak berujung dikuasai oleh Ras Laut yang arogan dan tertutup, dipimpin oleh Kaisar Laut dan para keturunan naga airnya. Permusuhan antara kultivator daratan yang serakah dan Ras Laut yang kejam telah berlangsung selama ribuan tahun, menciptakan batas wilayah yang dipenuhi peperangan dan intrik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1: Planet Shenzue
ZRAAAAAAAAASH! BLAAAM!
Sebuah pilar cahaya biru merobek langit yang cerah, menghantam hamparan pasir putih di pinggir sebuah lautan yang luar biasa luas. Gelombang energi spasial meledak, menerbangkan pasir dan mencabut beberapa pohon kelapa spiritual di sekitarnya hingga ke akar-akarnya.
Dari dalam lubang kawah pendaratan itu, tiga sosok terhuyung keluar.
"Sialan!"
Long Chen mendarat dengan satu lutut, wajahnya sedikit pucat. Ia memegangi kepalanya yang berdenging hebat.
"Bocah formasi mata empat itu bilang perjalanannya akan mulus! Guncangan dari Formasi Transmisi Ruang tadi hampir membuat sisik nagaku rontok! Jika dia ada di sini, aku pasti sudah memelintir lehernya!" gerutu Long Chen, mengutuk Bai Lu yang ditinggalkan di Planet Vermilion untuk membantu Kaisar Huang Tian.
Gu Tianxue melangkah keluar dari kawah tanpa suara. Sayap bayangannya ditarik masuk. Pemuda iblis itu tidak mempedulikan keluhan Long Chen. Ia berlutut, mengambil segenggam pasir putih, dan memejamkan matanya.
Saat Niat Spiritualnya meluas, tubuh Gu Tianxue tiba-tiba gemetar. Wajahnya yang selalu sedingin es kini memancarkan keterkejutan, disusul oleh Niat Pembunuhan yang sangat pekat.
"Klan ku..." bisik Gu Tianxue parau. "Aku bisa merasakan Hukum Iblis Surgawi dari arah Utara. Tapi... auranya kotor. Ada bau busuk darah tercemar yang menyusup ke dalam urat nadi leluhur kami."
Zhao Xuan melayang perlahan keluar dari pilar cahaya yang memudar. Jubah hitamnya tidak kusut sedikit pun. Di pundaknya, Phoenix Primordial mengepakkan sayap, menghirup udara dalam-dalam dan berkicau riang, merasa sangat nyaman dengan tingkat energi di planet ini.
Ia mendarat di atas pasir tanpa meninggalkan jejak kaki. Ia memutar lehernya, membunyikan persendiannya, lalu mengulurkan tangannya untuk merasakan udara.
"Gravitasi di planet ini seratus kali lebih berat dari Vermilion," analisis Zhao Xuan dengan tenang. Matanya memindai cakrawala lautan biru yang ombaknya setinggi puluhan tombak. "Qi spiritualnya kental layaknya air, dan Hukum Dao di sini mengikat ruang dengan sangat kuat. Di Vermilion, ranah God King bisa membelah benua. Di sini, kekuatan yang sama mungkin hanya bisa menghancurkan satu kota kecil."
Zhao Xuan tersenyum tipis. "Pantas saja para kultivator fana dari planet kecil selalu mati konyol saat mencoba menantang jenius dari planet pusat. Planet ini sendiri adalah pelindung alami."
Ia menoleh ke arah Gu Tianxue. "Kita berada di mana, Tianxue?"
Gu Tianxue berdiri, membersihkan pasir dari tangannya dan menunjuk lautan tak berujung di depan mereka. "Menurut peta bintang yang pernah kupelajari, jika Benua Utara ada di belakang kita, maka lautan ini adalah Laut Azure Tak Berujung. Kita berada di Perbatasan Timur, wilayah abu-abu antara sekte-sekte daratan dan wilayah kekuasaan Ras Laut."
Long Chen mengendus udara, matanya mendadak berbinar. Rasa mualnya langsung menguap. "Ras Laut? Maksudmu makanan laut spiritual yang segar? Bos, perutku masih kosong sejak pertarungan dengan anjing-anjing Klan Lin!"
"Jangan gegabah, Kadal bodoh," peringat Gu Tianxue dingin. "Ras Laut Shenzue terkenal luar biasa kejam. Mereka sangat membenci kultivator daratan yang mendekati perairan mereka. Satu regu patroli perbatasan mereka memiliki kekuatan yang bisa meratakan sekte menengah di Vermilion."
Belum selesai Gu Tianxue menutup mulutnya, air laut di depan mereka tiba-tiba bergejolak hebat.
Ombak setinggi tiga puluh tombak menggulung secara tidak wajar. Dari balik gulungan ombak raksasa itu, puluhan pilar air melesat ke udara, membeku menjadi tombak es tajam yang diarahkan lurus ke pantai tempat kelompok Zhao Xuan berada.
SYUUUT! SYUUUT! SYUUUT!
Tanpa peringatan atau salam, puluhan tombak es itu melesat dengan kecepatan menembus suara!
"Heh, tamu yang tidak sabaran!"
Long Chen langsung melesat ke depan, memutar Tombak Naga Peraknya dengan kecepatan tinggi, membentuk perisai putaran angin badai.
TRANG! TRANG! TRANG!
Tombak-tombak es itu menghantam perisai Long Chen. Jika di Vermilion Long Chen bisa menghancurkannya dengan mudah, kali ini ia terdorong mundur hingga kakinya menggali parit dalam di atas pasir!
"Apa-apaan kepadatan es ini?!" Long Chen membelalakkan matanya terkejut. Lengan kanannya sedikit mati rasa. Hukum Elemen Air di planet ini membuat teknik es biasa menjadi sekeras baja bintang.
Air laut surut, menyingkap selusin sosok bertubuh kekar. Mereka memiliki wujud menyerupai manusia, namun dengan sisik kebiruan menutupi rahang dan leher mereka. Telinga mereka bersirip, dan tangan mereka memegang trisula karang yang memancarkan Niat Air tingkat Nirvana Puncak!
Pemimpin mereka, seorang pria tinggi besar dengan capit kepiting raksasa menggantikan tangan kirinya, melangkah maju. Auranya jelas berada di ranah Raja Dewa Awal!
Hanya seorang komandan patroli perbatasan, namun kultivasinya sudah menyamai Tetua Agung Lin Tuo dari Klan Lin! Inilah standar kekuatan sesungguhnya di Planet Shenzue.
"Monyet-monyet daratan yang bau," dengus Komandan Capit itu dengan suara yang menggelegak seperti air mendidih. "Beraninya kalian merusak Formasi Pasir Putih milik Istana Naga Azure dengan mendarat secara ilegal di wilayah kami. Karena kalian sudah mengotori perairan ini, tinggalkan Inti Dantian kalian dan jadilah makanan hiu!"
Long Chen meludah ke pasir, menyeringai buas. Tangannya yang mati rasa perlahan dipenuhi oleh sisik naga emas. "Naga Air murahan berani menyebut Naga Leluhur sebagai monyet daratan? Bos, bolehkah aku membuat sup kepiting hari ini?"
Zhao Xuan, yang dari tadi hanya diam mengamati ombak, tidak mengeluarkan Pedang Ketiadaannya. Ia hanya berjalan maju dengan kedua tangan di belakang punggung, melewati Long Chen dan Gu Tianxue.
"Aku baru saja tiba, dan aku sedang malas mencari arah. Kepiting ini mungkin tahu di mana letak gerbang Benua Utara," ucap Zhao Xuan datar. Matanya yang segelap jurang menatap Komandan Ras Laut itu.
Komandan Capit tertawa keras, tawa yang merendahkan. "Manusia fana tanpa aura kultivasi berani berbicara di hadapanku? Potong lidahnya dan patahkan kakinya!"
Tiga prajurit Ras Laut ranah Nirvana Puncak melompat serentak, menyabetkan trisula mereka dari tiga arah yang memblokir semua rute kabur Zhao Xuan. Di planet dengan gravitasi seratus kali lipat ini, kecepatan dan momentum mereka jauh lebih mematikan!
Namun, Zhao Xuan tidak kabur. Ia tidak menggunakan Langkah Ketiadaan, tidak juga mengeluarkan Petir Surgawi.
Ia hanya mengangkat tangan kanannya dengan santai, dan membiarkan trisula pertama menusuk lurus ke arah telapak tangannya.
TRANGGG!
Suara logam berbenturan keras terdengar, namun bukan tangan Zhao Xuan yang tertembus. Trisula karang tingkat Surga itu justru bengkok seketika saat berbenturan dengan kulit Sang Tiran!
Mata prajurit Ras Laut itu nyaris copot dari rongganya. "F-Fisik macam apa ini?!"
Zhao Xuan menyeringai. Setelah menyerap Inti Bintang Leviathan, tubuh fisiknya telah mencapai batas Puncak Dewa Fana. Di planet yang hukumnya sangat mengandalkan pertarungan fisik dan dominasi Dao ini, Zhao Xuan berniat menguji "pemanasan" yang sesungguhnya.
"Terlalu lambat," bisik Zhao Xuan.
Ia memutar pergelangannya, mencengkeram leher prajurit bersisik itu. Dengan satu ayunan memutar yang membangkitkan badai angin fisik, ia menggunakan tubuh prajurit tersebut sebagai senjata godam untuk menghantam dua temannya yang lain!
KRAAAABOOOOM!
Tiga prajurit Nirvana Puncak itu terlempar menabrak lautan hingga menciptakan gelombang tsunami kecil, pingsan dengan tulang berantakan dan darah biru mencemari air.
Komandan Capit terdiam kaku. Sisa prajuritnya mundur selangkah secara naluriah. Kecongkakan mereka barusan langsung luntur terkena tamparan realita kekuatan.
"Sekarang," Zhao Xuan melangkah perlahan di atas pasir, memancarkan Hukum Tiran yang membuat air laut di sekitarnya mulai mendidih. "Siapa di antara kalian yang ingin menjadi sup, dan siapa yang ingin menjadi pemandu?"