Krystal, reinkarnasi Naga Es yang melupakan 98 kehidupan lamanya, tumbuh menjadi putri terbuang Kekaisaran Aethermoor. Dibuang ke Istana Aquamarine sejak usia tiga tahun oleh ibu yang dimanipulasi sihir, ia ditemani Mira dan dilindungi Eros—Dewa Nafsu yang menjadikannya calon istrinya. Kecantikannya memikat, namun hatinya rapuh akibat trauma penolakan. Ia membangun Proyek LadyBug untuk menghancurkan Ratu Seraphina dari dalam, merekrut para jenius terbuang sebagai senjata rahasia. Ketika Eros menolaknya demi kesucian, egonya hancur; ia nekat memeluk Hyal hingga batuk darah, menyadari racun berkat sang kakaklah yang menyiksanya. Kini di tanah Herkimer, Krystal bangkit—lebih dingin, lebih licik, dan bertekad menggulingkan takhta dengan tangannya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noulmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 2
Aula Utama Kekaisaran Aethermoor tampak megah pada malam perayaan kelahiran sang pangeran dan putri. Lampu kristal memantulkan cahaya ke arah ribuan tamu. Pintu ek besar terbuka. Kaisar berjalan dengan gagah menuju singgasananya. Diikuti oleh Felix, Putra Mahkota yang merupakan anak dari Kaisar Athanasius dan Permaisuri Celestia. Selanjutnya, Permaisuri Celestia dan Ratu Seraphina yang menggendong bayi berambut putih melangkah secara bersamaan. Dan yang terakhir... Krystal yang digendong oleh ibu asuh yang acuh.
Upacara pemberkatan berlangsung. Seorang utusan dari Kekaisaran Suci mengambil bayi berambut putih dari tangan Ratu Seraphina dan mengangkatnya ke udara.
"Mulai hari ini, Bintang kecil Kekaisaran akan di beri nama 'Hyal Athanasius Aethermoor'."
Krystal tersentak mendengar nama itu. Apa? Hyal? Apa bahkan dikehidupan kali ini pun aku akan menderita?. Tanpa sadar Krystal menangis dengan kencang sebelum ia menerima pemberkatan. Ratu Seraphina menatapnya dengan tajam, hingga membuat Krystal terdiam.
Upacara pemberkatan pun dilanjutkan. Utusan Kekaisaran Suci mengambil Krystal dari tangan ibu asuh dan mengangkatnya ke udara.
"Mulai hari ini, Tuan Putri Kekaisaran akan di beri nama 'Krystal Seraphina Aethermoor'."
Di Kekaisaran Aethermoor, nama depan ibu akan menjadi nama tengah anak perempuan. Sedangkan nama depan ayah akan menjadi nama tengah anak laki-laki. Disusul dengan nama marga, jika tidak memiliki marga maka nama orang tua akan dijadikan nama akhir. Dan jika, seorang anak yang lahir tanpa diketahui identitas orang tuanya, maka akan diberi nama oleh Utusan Kekaisaran Suci yang rutin mendatangi setiap panti asuhan di seluruh benua.
Satu per satu tamu menghadap Kaisar untuk memberi salam dan memberi ucapan selamat. Tapi anehnya, mereka hanya memberi salam pada Hyal -seolah Krystal tidak ada.
Apakah aku telah menyinggung Ratu? Kenapa mereka memperlakukan aku sangat berbeda dengan Hyal? Oh.... Hyal... Aku jadi membenci nama itu. Aku selalu saja menderita dan mati jika berurusan dengannya. batin Krystal bergejolak karena merasa tidak adil.
Di atas podium tertinggi, Kaisar Athanasius berdiri di samping Ratu Seraphina. "Aku akan memberikan kejutan untukmu," bisik Kaisar tepat di telinga Ratu.
Sebelum Ratu Seraphina sempat bertanya, Kaisar sudah melangkah maju ke tepi podium. "Malam ini, di hadapan rakyat Aethermoor," suaranya menggelegar, "aku mengumumkan bahwa aku melepaskan takhta ini dan menyerahkannya sepenuhnya kepada Ratu Seraphina!"
Keheningan sesaat mencekam aula, sebelum akhirnya meledak dalam kegemparan.
"Seorang kaisar tidak boleh menyerahkan takhta pada penyihir!" teriak Duke Oswald dengan wajah merah padam.
"Bagaimana bisa Anda membuat pengumuman tanpa merundingkannya dengan dewan?!" Grand Duke Vera ikut berteriak.
Namun, Kaisar hanya berdiri di sana dengan raut wajah yang lega. Ia perlahan menyentuh mahkota emas di kepalanya. "Aku memakai mahkota ini seolah kekaisaran akan runtuh bila kulepas. Tetapi aku salah."
Ia meletakkan mahkota besar itu di atas bantal merah. Ia mengembalikannya dengan hormat yang lebih besar daripada saat ia memakainya. "Kekaisaran yang bergantung pada satu manusia hanyalah kekaisaran yang menunggu kehancuran. Kalian membutuhkan seseorang yang mampu menjaga masa depan."
Kaisar berjalan mendekati Seraphina, lalu ia berlutut. Sebuah pemandangan yang meruntuhkan logika para bangsawan—seorang ksatria pada penyihirnya, seorang murid pada gurunya.
"Aku membutuhkan istirahat setelah mengotori tanganku dengan banyak nyawa," bisik Athana, matanya berkaca-kaca. "Aku percaya... sekarang aku percaya bahwa tidak perlu ada pertumpahan darah untuk membuktikan kekuatan."
Dengan tangan mantap, ia memasangkan mahkota yang lebih ringan namun memancarkan aura lebih kuat ke kepala Seraphina. Mahkota yang telah ia siapkan secara rahasia untuk satu-satunya wanita yang ia percayai.
Gila! Entah dunai macam apa ini. Mereka lebih mengutamakan anak laki-laki, tapi membuat seorang wanita menjadi pemimpinnya. Ketidakadilan apa ini. Krystal mengepalkan tangan kesal dengan tangan bayinya.
Dua Tahun Kemudian, di Kekaisaran Aethermoor. Krystal dan Hyal tumbuh dengan sangat cepat. Pagi itu, di rumah kaca istana, mereka duduk di atas karpet piknik yang dipenuhi camilan.
"Yey, ada puding cokelat!" seru Krystal riang.
Hyal, yang duduk di hadapannya, tidak menyentuh makanan. Ia memberikan kode rahasia dengan tangan mungilnya kepada para pengasuh. Para pelayan segera mundur, memberi ruang pribadi bagi dua balita manis itu.
"Haaaaah..." Krystal merebahkan tubuhnya, menatap langit-langit kaca. "Aku sudah ahli menjadi bayi, tapi tetap saja melelahkan berpura-pura seperti ini dengan jiwa ribuan tahun."
Hyal tetap diam, namun matanya menajam.
"Hyal, apa kau percaya kalau aku berkata aku sudah berulang kali mati dan hidup kembali?" tanya Krystal tiba-tiba.
Hyal tersentak, namun dengan cepat menguasai diri. "Apa yang kau bicarakan, Krystal?"
"Jangan berbohong padaku!" Krystal duduk tegak. "Aku tahu kau mengingat semuanya. Namamu tetap sama, tatapanmu tetap sama. Kita selalu bereinkarnasi bersama, bukan?"
Riak air di kolam rumah kaca itu tiba-tiba bergerak tenang, seolah elemen air sedang membantu Hyal menyembunyikan beban rahasianya. Permohonan Mutlak adalah segel yang tidak boleh dilanggar. Jika ia mengaku, dimensi ini bisa hancur.
Hyal tertawa kecil, suara tawa balita yang dipaksakan. "Hidup kembali? Mungkin kau terlalu banyak membaca buku dongeng, Krystal."
"Jangan berbohong, Hyal! Kenapa namamu selalu Hyal?"
Hyal menjulurkan lidahnya dengan jenaka. "Mungkin karena namaku bagus? Ayah bilang artinya air yang jernih. Lagipula, kalau aku punya ingatan ribuan tahun, aku pasti lebih memilih minum anggur mahal daripada makan puding bersamamu, kan?"
Krystal mengerutkan kening, mencari celah kebohongan. "Kau... benar-benar tidak ingat?"
"Yang aku ingat adalah kau berjanji memberikan bagian pudingmu padaku," Hyal menyengir. "Sudahlah, Krystal. Berhentilah berimajinasi."
Krystal mendengus kesal dan kembali makan. Ia tidak menyadari bahwa di bawah meja, tangan mungil Hyal gemetar hebat.
Maafkan aku, Krystal, batin Hyal pedih. Jika kau tahu aku menukar hak suci Naga Air hanya untuk melihatmu mati seratus kali agar kau tetap ada di sisiku, kau tidak akan pernah bisa tersenyum lagi.