NovelToon NovelToon
Pesona Si Gadis Badas

Pesona Si Gadis Badas

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:68.2k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Mikayla Rasyida Rayn atau Mika adalah sosok gadis yang ceria dan pecicilan seperti Onty-nya dulu. Dia adalah pengamat yang handal dan analisanya selalu tetap. Kelihatannya saja dia sangat pecicilan dan ucapannya ceplas-ceplos, tapi dia sangat genius.

Namun di balik wajahnya yang ceria dan menyebalkan, dia mengikuti jejak dari Opa buyutnya. Bahkan dia jauh lebih mengerikan dibandingkan Opa buyut dan Uncle-nya. Semua itu dikarenakan sesuatu yang membuatnya trauma.


Season Baru untuk cerita Mika dari (Anak Genius Milik Sang Milliarder)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Sekolah

"Mika mau masuk di SMA Genta Bumi, Ma." ucap Mika dengan yakin mengatakan keinginannya untuk melanjutkan sekolah dimana.

"Kamu yakin, Mika? Di sana itu terkenal siswanya yang suka tawuran dan geng-gengan lho. Terus mereka juga dikenal dengan siswa ban..."

"Jangan lihat sesuatu dari luarnya saja, Ma. Mama tidak tahu dalamnya itu seperti apa. Mika yakin kalau di sana tuh Mika malah jadi kaya dapat pengalaman baru. Lagi pula itu sekolah favorit dan prestasinya juga banyak," sela Mika yang sudah kekeh dengan keinginannya.

Beberapa hari setelah meninggalnya Mama Martha, semua sudah kembali ke aktifitasnya masing-masing. Mika sudah kembali seperti biasanya, walaupun saat sendiri tak ada yang mengetahui bagaimana sedihnya dia. Yang tinggal di rumah utama keluarga Roberto itu saat ini adalah Mika, Angga, dan kedua orangtuanya. Namun setiap pagi, Chiara akan datang untuk menemani Papa Fabio sampai sore hari.

"Kenapa nggak sekolah di SMA-nya Onty dan Unclemu dulu saja? Di sana peraturannya juga tidak terlalu ketat, tapi siswanya banyak yang berprestasi. Setidaknya tidak ada tuh tawuran atau geng begitu. Siapa tahu kamu jadi punya motivasi untuk mau belajar dan bersaing dengan yang lainnya kalau di SMA itu," ucap Janice dengan hati-hati. Bagaimana pun juga, hubungannya dengan Mika sedang renggang karena meninggalnya Mama Martha.

"Nggak mau, kurang menantang." Mika menolak mentah-mentah usulan Janice tentang dia diminta sekolah di SMA yang dulu Rachel dan Ronand menempuh pendidikan.

"Di sana juga kebanyakan cowoknya lho. Mama ngeri sendiri," ucap Janice mengatakan kekhawatirannya. Apalagi seorang perempuan yang masuk sarang buaya, istilahnya begitu menurut Janice.

Walaupun sekolah itu termasuk SMA favorit, tetap saja Janice khawatir dengan Mika. SMA Genta Bumi dengan mayoritas siswanya laki-laki. Hobby siswanya tawuran dan banyak geng terbentuk di sana. Bahkan beberapa siswa juga masuk dalam geng motor. Namun prestasinya memang dikenal bagus, walaupun secara kelakuan bikin geleng-geleng kepala. Janice tak mau Mika sampai salah dalam bergaul dan membuat dia seperti perempuan nakal.

"Mama nggak lihat selama ini Mika jago beladiri, menembak, memanah, dan mera..."

"Iya... Iya... Mama tahu, tak perlu diteruskan lagi."

"Baik lah, kamu boleh sekolah di sana. Asalkan kamu tidak boleh melakukan kriminal atau kejahatan. Kamu juga harus jaga diri baik-baik. Setiap ada masalah atau apapun, cerita sama Mama." sela Janice yang hanya bisa menghela nafasnya pelan.

"Nah... Gitu dong, Ma. Maacih, Mama." Mika pun langsung memeluk lengan tangan Janice dengan erat sebagai ucapan terimakasih. Ada sesuatu yang dia rencanakan kenapa harus bersekolah di sana.

"Papa pulang kapan, Ma?" tanyanya saat merasa bahwa Papanya ini terlalu sibuk bekerja.

"Bulan depan mungkin. Lebih baik Papamu di luar kota daripada di sini. Yang ada nanti orang-orang pada memanfaatkan kepolosan Papamu itu kalau di sini," ucap Janice dengan santai.

Kedua anaknya sudah mengetahui tentang dia dan suaminya yang menjalani LDM (Pernikahan jarak jauh). Itu sudah kesepakatan antara Janice dan suaminya tentang ini. Suaminya yang terlalu polos itu selalu dimanfaatkan keluarganya, sehingga Janice meminta lebih baik dia berada di luar kota saja. Pasalnya jika sudah di luar kota, suaminya takkan bisa bertemu dengan keluarganya.

"Lagian itu Kakak dan adik iparnya Mama lho, pada pemalas semua. Maunya minta duit mulu," ucap Mika dengan sindirannya.

"Alasannya pernah masuk penjara, susah cari kerja. Kalau cerdas mah bisa buka usaha kecil-kecilan sendiri. Nggak perlu tuh pakai syarat SKCK," lanjutnya.

"Maafkan Mama yang membuatmu dan Angga berada di dalam keluarga bermasalah," ucap Janice sambil menghela nafasnya kasar.

"Jangan menyalahkan diri sendiri, Ma. Papa baik dan tidak pernah kasar sama Mama, hanya keluarganya saja yang tak tahu diri." ucap Mika menenangkan Janice.

Mika mau main sama empus dulu, Ma.

Astaga... Itu semua anak ular dikasih nama empus.

***

Mika... Mika...

Es klimnya Callie mana? Katanya tadi telfon Mamanya Callie mau dikasih es klim sama Mika,

Nyenyenye...

Mika... Mika...

Baru juga Mika rebahan di atas kasur, bisa-bisanya ada seseorang gadis cilik cadel yang memanggilnya. Dia adalah sepupunya, anak dari Rachel dan Lucky. Callie Noura Eleanor, anak kedua Rachel dan Lucky yang paling berisik. Gadis cilik berusia 3 tahun itu sangat mirip dengan Rachel saat kecil. Tingkahnya selalu membuat pusing semua anggota keluarga.

"Kak Mika, kali. Nggak sopan kamu ya," sindir Mika tapi Callie hanya mengerjapkan matanya berulangkali sebagai respons.

"Nama Callie juga butan kali. Ndak bisa bahasa plindapan ya Mika ini? Oh lupa... Sekolah saja ndak pelnah masuk," ucap Callie dengan santainya.

"Sabar... Orang sabar..."

"Duitnya banyak sekebon," sela Callie sebelum Mika menyelesaikan ucapannya.

"Terserah... Kamu mau apa ke sini sama si muka tembok itu?" tanya Mika sambil menunjuk ke arah Ralia.

Callie melihat ke arah yang ditunjuk oleh Mika itu dengan tatapan polosnya. Bahkan Callie langsung membandingkan tembok kamar Mika dengan wajah Ralia. Tangannya menunjuk berulangkali ke arah tembok dan wajah Ralia dengan raut wajah begitu serius. Semua itu terlihat jelas di mata Mika. Bahkan Mika langsung merebahkan badannya kembali ke atas kasur. Sudah lelah hati dan pikiran, harus dihadapkan dengan Callie yang super duper aktif.

"Apa Nenek gayung dulu juga begitu ya saat menghadapiku dan Onty boncel?" gumam Mika sambil menghela nafasnya pelan.

"Plastik Mika, ndak ada tuh tembok di muka Kak lalia. Tembok ndak ada hidung, mata, dan bibilnya lho. Mukanya Kak lalia ada semua itu," seru Callie di depan muka Ralia membuat gadis cilik itu hanya bisa menghela nafasnya sabar. Teriakan Callie membuat air ludahnya menerpa wajahnya.

Hiiii...

"Enak nggak, Ralia? Kena sembur air ludah naga," ucap Mika saat melihat Ralia meraup wajahnya yang sedikit basah. Mika sama sekali tak peduli protesan dari Callie tentang perbedaan tembok dan wajah Ralia.

"Enak, mau nyobain?" tanya Ralia dengan senyum misteriusnya.

Eng... Enggak lah, ngap...

Serang plastik Mika, Callie.

Aaaaa...

Hahahaha...

Lasain...

Cup... Cup... Cup...

Callie yang disuruh oleh Ralia pun langsung berlari dan naik ke atas ranjang. Walaupun harus dibantu naik oleh Ralia karena kasurnya cukup tinggi. Entah kenapa, Callie ini sangat penurut jika bersama Ralia. Berbeda ketika dengan Mika, Callie selalu menjadi partner debat. Bahkan berulangkali Callie tak setuju dengan perkataan Mika. Callie menciumi seluruh wajah Mika sampai basah.

Suka bohong sih jadi olang,

Olang wajahnya Kak lalia itu cantik lho masa disamakan dengan tembok,

Ndak benal ini olang,

Hahahaha...

Awas kamu ya, Ralia.

Biar kamu nggak sedih-sedih lagi,

Eh...

1
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 harus berani dong👍👍👍👍👍👍
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 setuju
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
E F
tq thor🙏😍
lanjuttttt💪😄
Healer
aduhhh callie 👍👍👍👋👋
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
T&K
gaskan thor🙏
Rai Gojess
Callie mau cubit pipinya
T&K
hahahaha Callie tdk ketipu yeee plastik Mika🤭
mbaa An
kasih up banyak banyak yokk thor🤭😍
tia
lanjut thor,, tambah satu bab lg
faaa
lanjut thorr😍, tanggung amat dah
E F
lanjutttttt thor💪😄🙏😍
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 biar gk stresss ya callie
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 td kan sdh makan telur gulung
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
E F
😄😄🙏😍
lanjutttt thor💪😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!