NovelToon NovelToon
Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Penyesalan Keluarga / Mafia
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Sheza diculik ketika usianya 7 tahun, dan bibinya meninggal diduga karena telah menyelamatkannya saat itu. Karena dianggap berhutang nyawa, dia benar-benar harus merelakan tempat dan posisinya digantikan sang sepupu Karen. Kedua orang tuanya mengabaikannya, memprioritaskan Karen.
Bahkan tunangannya Alex, juga melakukan hal yang sama. Hingga malam itu, satu minggu sebelum bertunangan, Sheza melihat Alex dan Karen berciuman di villa mereka, villa yang katanya dibeli Alex untuk Sheza.
Sejak saat itu, Sheza sudah tak berharap lagi pada keluarga dan tunangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2. Muak

Satu tahun berlalu, Sheza kembali mendaftar di kompetisi menari. Hadiah untuk pemenang adalah mendapatkan beasiswa di sekolah tari di luar negeri. Rasanya Sheza merasa mungkin lebih baik kalau dia bisa mendapatkan beasiswa itu. Dengan alasan sekolah, bukankah dia bisa menjauh dari keluarga yang juga telah lama mengabaikannya itu.

Setiap hari Sheza berlatih, tanpa lelah. Bahkan sampai pulang malam. Hingga ketika kompetisi itu diadakan satu hari lagi. Sheza berlatih dengan sangat giat. Dia baru pulang jam 7 malam.

Ketika akan menuju kamarnya. Karen menghadang Sheza tepat di atas tangga lantai dua.

Tangan Karen merentang ke arah pegangan tangga yang ada di seberangnya.

"Minggir!" ketus Sheza.

Dia memang tidak pernah ingin berbasa-basi atau bicara manis pada Karen.

"Besok adalah kompetisi, ingat kata paman dan bibi. Kamu, harus mengalah!"

Sheza mendengus pelan.

"Aku latihan siang dan malam, selama satu tahun ini. Aku sudah banyak mengalah padamu, tapi menari? aku tidak mau!"

Sheza baru saja hendak melangkah menaiki anak tangga terakhir. Namun Karen yang memang kesal pada Sheza yang masih saja tidak mau mengalah darinya. Segera mendorong Sheza dengan kedua tangannya dan seluruh tenaganya.

Sheza yang tidak siap, dan mendapatkan dorongan kuat jatuh dari tangga.

Sheza berguling beberapa kali sampai pada akhirnya, terjatuh di lantai dengan suara yang cukup keras.

Brukk

Karen yang tidak mau disalahkan segera berteriak minta tolong.

"Tolong! paman, bibi! Sheza jatuh dari tangga!"

Karen berteriak sambil menuruni anak tangga dengan cepat.

Nella dan Pras berlari keluar dari kamar mereka.

Di lantai, Sheza sudah tak sadarkan diri dengan luka di kepala, dan kaki.

"Nella, suruh supir siapkan mobil. Kita bawa Sheza ke rumah sakit!"

"Iya mas!"'

Pagi harinya, Sheza sadar. Kakinya terasa sakit sekali, kepalanya juga. Saat dia membuka mata, yang pertama kali dia dengar adalah tangisan Karen yang berada di rangkulan ibunya.

'Aku yang terluka, kenapa dia yang menangis seperti itu. Dasar ratu drama!' batin Sheza.

Sheza beralih ke arah kakinya yang di perban. Dan rasanya sakit sekali saat digerakkan.

"Kakiku..."

"Dokter bilang terbentur cukup parah, ada retak. Makanya Sheza, lain kali kalau naik tangga hati-hati!" ujar Pras.

Mata Sheza melebar, Sheza yang mendengar kakinya terluka begitu parah langsung menunjuk ke arah Karen.

"Dia yang mendorongku!" pekik Sheza.

"Bibi, tidak. Bukan aku, aku tidak mungkin mendorong Sheza. Aku bahkan ketakutan saat dia jatuh! Bukan aku bibi, sungguh bukan aku!"

Karen malah menangis lebih kencang lagi.

"Iya sayang, bibi percaya!"

Ucapan Nella sungguh membuat Sheza terkejut.

"Ibu, dia mendorongku. Dia bilang aku harus mengalah di kompetisi tari. Dan aku tidak mau. Makanya dia mendorongku. Kalian lihat saja kamera pengawas di rumah!"

"Bibi, aku tidak melakukan itu. Paman, bibi jika kalian tidak percaya padaku. Aku lebih baik pergi saja menyusul ibuku..."

Karen bahkan hanya melepaskan tangannya dari tangan Nella. Tapi wanita itu kembali menarik Karen.

"Bibi percaya padamu Karen. Mungkin Sheza makasih terkejut, makanya dia salah ingat"

Sheza mengernyitkan keningnya.

"Ibu... " lirih Sheza.

Hatinya lagi-lagi harus merasakan sakit itu. Rasa sakit ketika ucapannya di anggap angin lalu bahkan oleh ibunya. Dia sudah terluka separah ini, ibunya masih bicara seperti itu.

"Sheza, kamu istirahat saja. Kamu pasti salah, tidak mungkin Karen mendorong kamu. Dia sangat perduli padamu. Sejak semalam dia tidak berhenti menangis. Padahal dia harus tampil menari di kompetisi hari ini. Ayah dan ibu sudah mencabut pendaftaran kamu. Kamu istirahat saja dengan tenang. Ayah dan ibu akan mengantarkan Karen dulu lomba ya!"

Pras bahkan langsung mendekati Karen dan Nella. Ketiganya langsung pergi begitu saja dari kamar rawat Sheza.

Air mata Sheza kembali menetes. Tapi kali ini, Sheza tidak membiarkannya terlalu lama. Dia sudah muak.

Sheza segera menyeka air matanya itu. Dengan cepat. Dan mengepalkan tangannya dengan kuat.

Seperti yang dia kira beberapa jam kemudian. Ayah dan ibunya datang, bersama dengan Karen. Membawa sebuah piala, piala kemenangan Karen.

Tapi Sheza sudah tidak merasakan rasa sakit itu lagi. Dia sudah menatap kebahagian ketiga orang di depannya itu dengan mata terbuka, tanpa perasaan.

Tahun demi tahun berlalu. Sheza sungguh sudah tidak perduli dengan keluarga yang sudah mengacuhkannya cukup lama itu. Dia bahkan memilih kuliah di tempat yang jauh supaya bisa tinggal di asmara. Sheza bahkan bekerja paruh waktu, bukan untuk membiayai kuliahnya. Tapi dia memang ingin pergi dari rumah itu setelah dia lulus kuliah dan bekerja nanti.

5 tahun sejak Sheza tidak bisa menari lagi, dia bekerja dia sebuah perusahaan kecil. Bukan milik ayahnya, karena ayahnya justru memberikan saham lebih besar pada Karen. Jika dia bekerja disana, dia akan menjadi bulan-bulanan Karen.

"Malam ini, kita akan membicarakan pertunanganmu dengan Alex yang akan dilakukan satu minggu lagi. Pastikan kamu tidak terlambat!" Pras bicara pada Sheza.

Tapi, Sheza bahkan lupa. Kalau dia anak tunggal keluarga ini. Dia biasanya tidak pernah di ajak bicara saat sarapan bersama seperti ini.

Nella dan Pras saling pandang.

"Sheza, kamu dengar ayah bicara kan?" tanah Pras dengan suara lebih tinggi dari sebelumnya.

Sheza baru menoleh ke arah ayahnya ketika namanya di sebut.

"Oh, ayah bicara padaku!"

Tak

Pras sampai membanting garpu yang dia pegang di atas piring, mendengar ucapan Sheza seperti itu.

"Kamu ini, semakin lama benar-benar semakin tidak bisa diatur. Awas saja kalau kamu sampai tidak sopan seperti ini saat kita makan malam bersama malam ini dengan keluarga Alex!" tegas Pras.

Sheza juga meletakkan garpunya. Dia baru makan dua suap roti bakar. Tapi rasanya dia sudah kenyang, kenyang dengan perasaan muak pada ayah dan ibunya sendiri.

"Sheza, jangan bersikap seperti itu pada paman. Kamu anak paman satu-satunya..."

Sheza terkekeh mendengar ucapan Karen. Kenapa orang itu tidak di ajak bicara, tapi selalu mau ikut campur urusan orang lain.

"Aku kira kamu anak mereka satu-satunya!"

"Sheza!" bentak Pras.

Sheza mendengus kesal. Dia memilih meraih tasnya dan meninggalkan tempat itu.

"Sheza ingat makan malamnya jam 7, jangan terlambat!" kata Nella mengingatkan Sheza.

Tapi Sheza terlihat sama sekali tidak perduli. Dia memilih segera pergi dari tempat itu.

'Huh, mau menikah dengan Alex? aku tidak akan membiarkanmu Sheza. Semua yang kamu miliki, aku akan merampasnya darimu!' batin Karen.

"Paman, bibi. Tenanglah, nanti aku akan pergi ke kantornya dan menjemput Sheza!" kata Karen.

"Karen memang pengertian, entah kenapa Sheza jadi seperti itu. Dia jadi sangat sulit di beritahu!"

Nella bertanya seperti itu? rasanya terdengar aneh. Bukankah seharusnya dia yang paling tahu, kenapa putrinya menjadi seseorang yang seperti itu.

***

Bersambung...

1
Dew666
💎💎💎💎
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Karen mendrama lagi😡
Noer: sabar kak, sabar
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kan kan dasar tak tau diri 😡
Noer: ho'oh ya
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
cari muka dong namanya 🤭
Noer: mungkin mukanya mau expired
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
dari pihak Jendra siapa namanya ya 🤔
Noer: Suketi kak
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
muncul sekutunya Karen 🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
mantap hadiahnya, dirapel bukan sih namanya 🤭🤔
Noer: aseeekk
total 1 replies
vj'z tri
barang apa k Noer /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noer: ho'oh barang
total 1 replies
Ariany Sudjana
Nella, kamu bodohnya kebangetan, masih percaya sama akting pelacur murahan kesayangan kamu itu? bodoh kamu
Noer: terlalu memang itu ibu²
total 1 replies
Ariany Sudjana
dasar kakek tua bodoh, minuman itu sudah dicampur racun sama cucu kesayangan kamu, supaya kamu cepat mati 🤣🤣😂😂
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ariany Sudjana
hahahaha kalian orang tua yang bodoh Pras dan Nella, kalian sudah menyakiti hati putri kandung kalian sendiri, dan lebih memilih percaya dengan omongan pelacur murahan Karen 🤣🤣😂😂
Noer: menyedihkan ya orang tua begono
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
semoga bahagia selalu Sheza 🤲
Noer: ❤️❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
terima kasih kembali 🤣
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ulang tahun hadiahnya rumah, apa gak pengen ulang tahun tiap jam itu biar banyak rumahnya 🤭
Noer: eaaaa mau juga
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
hitam dan merah, belum pernah lihat kayaknya 🤭
Noer: kek gitulah kak, list list merah gitu
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
enak aja minta maaf 🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
rasakan 🤭
Noer: kapok ya
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Istighfar Karen 🤔
Noer: nah itu dia kak, dia gak bisa
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
iya nyonya, sama kamu disia-siakan sama Jendra diratukan🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
sudahlah Nella jangan dikejar, jangan bikin masalah sama Vins , dia kan orang nya Jendra 🤭
Noer: nanti di dor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!