NovelToon NovelToon
Warisan Mutiara Hitam

Warisan Mutiara Hitam

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Budidaya dan Peningkatan / Fantasi Timur / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Kokop Gann

Takdirnya telah dicuri. Chen Kai, dulu jenius nomor satu di klannya, kini hidup sebagai "sampah" yang terlupakan setelah Akar Spiritualnya lumpuh secara misterius. Tiga tahun penuh penghinaan telah dijalaninya, didorong hanya oleh keinginan menyelamatkan adiknya yang sakit parah. Dalam keputusasaan, dia mempertaruhkan nyawanya, namun berakhir dilempar ke jurang oleh sepupunya sendiri.

Di ambang kematian, takdir mempermainkannya. Chen Kai menemukan sebuah mutiara hitam misterius yang menyatu dengannya, membangkitkan jiwa kuno Kaisar Yao, seorang ahli alkimia legendaris. Dari Kaisar Yao, Chen Kai mengetahui kebenaran yang kejam: bakatnya tidak lumpuh, melainkan dicuri oleh seorang tetua kuat yang berkonspirasi.

Dengan bimbingan sang Kaisar, Chen Kai memulai jalan kultivasi yang menantang surga. Tujuannya: mengambil kembali apa yang menjadi miliknya, melindungi satu-satunya keluarga yang tersisa, dan membuat mereka yang telah mengkhianatinya merasakan keputusasaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jebakan

Setelah pelelangan selesai, Chen Kai tidak langsung kembali ke Paviliun Seratus Harta Karun. Sebaliknya, dia meminta Manajer Yu untuk membungkus Pil Kebangkitan Naga dan 'Formasi Pedang Pembunuh' tingkat rendah miliknya, lalu segera meninggalkan gedung melalui pintu keluar belakang yang tersembunyi.

Dia tidak kembali ke halaman kecilnya.

Dia berjalan dengan tenang, jubah hitamnya menyatu dengan bayang-bayang malam Kota Awan Jatuh. Langkahnya stabil, tidak tergesa-gesa, seolah-olah dia hanya sedang berjalan-jalan malam. Namun, di dalam lautan kesadarannya, indranya telah menajam hingga batasnya.

"Mereka mengikutimu," suara Kaisar Yao terdengar, tenang dan dingin. "Dua orang. Satu di Alam Pembangunan Fondasi, yang satunya Nona Muda sombong itu. Mereka menjaga jarak sekitar seratus meter di belakang. Si ahli Pembangunan Fondasi itu sangat pandai menyembunyikan auranya, tapi dia tidak bisa menipuku."

"Aku tahu," jawab Chen Kai dalam hati. Niat membunuh yang dilepaskan Paman Liu di pelelangan tadi bukanlah gertakan. Chen Kai tahu bahwa begitu dia melangkah keluar dari perlindungan Paviliun Seratus Harta Karun, mereka akan datang untuknya.

Dia sengaja membeli 'Formasi Pedang Pembunuh' di pelelangan bukan hanya untuk pertahanan di masa depan. Dia membelinya untuk malam ini.

Dia berbelok ke kiri, meninggalkan jalan utama yang remang-remang dan memasuki serangkaian gang sempit yang berkelok-kelok di distrik lama kota. Ini adalah area kumuh, tempat yang sempurna untuk penyergapan. Dan tempat yang sempurna untuk jebakan.

Dia terus berjalan, melewati tumpukan peti-peti tua dan sampah. Udara di sini berbau apak dan lembap. Akhirnya, dia tiba di sebuah gang buntu kecil, sebuah halaman sempit yang diapit oleh tiga dinding tinggi yang runtuh. Ini adalah tempat yang telah dia tandai dalam pikirannya beberapa hari lalu.

Sebuah kuburan yang sempurna.

Tanpa ragu, Chen Kai berhenti di tengah halaman. Dia mengeluarkan piringan giok seukuran telapak tangan dari jubahnya—'Formasi Pedang Pembunuh'.

"Yao, aku butuh bantuanmu. Aku tidak punya cukup Qi untuk mengaktifkan formasi ini agar bisa menjebak ahli Pembangunan Fondasi," bisik Chen Kai.

"Tentu saja tidak bisa," cibir Kaisar Yao. "Formasi ini, meskipun tingkat rendah, dirancang untuk diaktifkan oleh ahli Alam Pembangunan Fondasi. Kau yang baru saja menerobos ke Tingkat Lima Alam Kondensasi Qi tidak akan bisa menggoresnya. Tapi... dengan kekuatanku, kita bisa."

"Salurkan Qi-mu ke dalam piringan itu," perintah Yao. "Ikuti instruksiku. Jangan pikirkan tentang Qi-mu sendiri, fokuslah pada energi naga kuno dari 'Sutra Hati Kaisar Naga Abadi'. Gunakan itu sebagai katalis. Aku akan menangani sisanya."

Chen Kai mengangguk. Dia memegang piringan itu dengan kedua tangan dan menutup matanya. Dia menarik napas dalam-dalam, dan Qi di dalam dantiannya mulai bergejolak, berubah warna dari biru samar menjadi benang-benang emas redup saat dia mengaktifkan Sutra Hati.

Dia menuangkan energi itu ke dalam piringan giok.

BZZT!

Piringan giok itu berdengung pelan. Rune-rune kompleks di permukaannya mulai bersinar dengan cahaya perak yang redup. Chen Kai merasakan Qi-nya terkuras dengan cepat, seolah-olah piringan itu adalah lubang tanpa dasar.

"Terus!" desak Yao.

Chen Kai mengertakkan gigi. Keringat dingin mulai terbentuk di dahinya. Tepat ketika dia merasa dantiannya hampir kering, Kaisar Yao bertindak. Gumpalan energi murni yang tak terlihat—kekuatan jiwa Kaisar Yao—mengalir dari Mutiara Hitam di dadanya, menyelimuti piringan giok itu.

WUUSSSHHH!

Cahaya perak meledak dari piringan. Rune-rune itu melesat keluar, menanamkan diri mereka secara tak terlihat di dinding dan tanah di sekitar halaman, sebelum cahayanya meredup dan menghilang. Dalam sekejap mata, semuanya kembali normal. Tidak ada yang terlihat.

Tapi Chen Kai bisa merasakannya. Udara di gang buntu itu terasa berat, dipenuhi dengan niat pedang yang tajam dan tersembunyi.

"Sudah selesai," kata Kaisar Yao, suaranya terdengar sedikit lelah. "Formasi ini aktif, tetapi disembunyikan. Saat mereka masuk, yang harus kau lakukan hanyalah memikirkannya, dan jebakan akan tertutup."

Chen Kai menghela napas, tubuhnya sedikit gemetar karena kelelahan Qi. Dia dengan cepat menelan Pil Pengumpul Qi dari cincin penyimpanannya untuk memulihkan diri.

Dia berdiri diam di tengah halaman, punggungnya menghadap ke pintu masuk gang. Dia menunggu.

Satu detik. Dua detik.

Keheningan.

Kemudian... langkah kaki.

Dua sosok muncul dari bayang-bayang di pintu masuk gang.

Di depan adalah Lin Qingxue, jubah putihnya tampak bersinar di bawah cahaya bulan yang redup. Wajahnya yang cantik sedingin es, matanya menatap Chen Kai dengan penghinaan yang tak tersembunyi.

Di belakangnya, Paman Liu melangkah maju. Dia tidak lagi terlihat seperti pelayan tua. Dia berdiri tegak, tangannya di belakang punggung, dan matanya yang tajam menatap Chen Kai seolah-olah sedang melihat mayat. Aura Alam Pembangunan Fondasi yang berat menekan ke seluruh gang, membuat batu-batu kecil bergetar.

"Kau berhenti berlari, tikus kecil?" suara Paman Liu serak dan penuh dengan niat membunuh. "Kau memilih tempat yang bagus untuk mati."

Lin Qingxue menatap jubah hitam dan topeng yang dikenakan Chen Kai. "Buka topengmu," perintahnya, suaranya dingin. "Aku ingin melihat wajah orang bodoh yang berani menantang Keluarga Lin-ku."

Chen Kai tidak bergerak. Dia hanya berdiri di sana.

"Tidak masalah jika dia tidak membukanya, Nona Muda," kata Paman Liu. "Dia akan mati dengan topeng itu."

Paman Liu mengambil langkah maju, tekanan auranya meningkat. "Serahkan Pil itu dan semua koin emasmu. Lalu, berlutut dan hancurkan kultivasimu sendiri. Mungkin aku akan meninggalkan mayatmu utuh."

Di bawah topengnya, Chen Kai tersenyum dingin.

"Benar-benar sombong. Seperti yang diharapkan dari anjing peliharaan Keluarga Lin," suara serak Chen Kai terdengar.

"Kurang ajar!" Paman Liu meraung. Dia akan menyerang.

"Tunggu," kata Lin Qingxue, mengangkat tangannya. Dia menatap Chen Kai, matanya menyipit. "Suara ini... dan aura ini. Kenapa terasa sedikit familiar?"

Dia menatap tajam. "Siapa kau?"

Chen Kai perlahan mengangkat tangannya dan melepaskan topeng dari wajahnya, membiarkannya jatuh ke tanah. Jubah berkerudung itu meluncur ke belakang, memperlihatkan wajah muda yang tampan, namun pucat, dengan mata yang bersinar dengan kebencian yang begitu dalam hingga tampak membakar.

"Lama tidak bertemu... Nona Muda Lin."

Keheningan total memenuhi gang itu.

Wajah Lin Qingxue yang selalu tenang akhirnya pecah. Matanya melebar karena syok dan ketidakpercayaan mutlak.

"Tidak... Tidak mungkin..." bisiknya. "Kau... CHEN KAI?! Sampah yang dantiannya hancur itu?!"

Dia menatapnya, lalu indranya memindai. Matanya semakin melebar ngeri.

"Kultivasi... KAU PUNYA KULTIVASI LAGI?! TINGKAT LIMA?! Alam Kondensasi Qi Tingkat Lima?! Bagaimana... BAGAIMANA INI MUNGKIN?!"

Pria yang seharusnya menjadi sampah tak berguna seumur hidupnya, pria yang dia hina dan tinggalkan tiga tahun lalu, kini berdiri di depannya dengan basis kultivasi yang jauh melampaui dirinya (Lin Qingxue hanya berada di Awal Tingkat Empat).

Paman Liu juga terkejut. Dia menatap Chen Kai. "Jadi ini 'jenius' yang jatuh itu? Menarik. Sepertinya kau menemukan keberuntungan kecil, Nak. Tapi itu tidak mengubah apa pun."

"Tidak mengubah apa pun?" Chen Kai tertawa. Itu bukan tawa kegembiraan; itu adalah suara retakan es di musim dingin yang membekukan, tawa serak yang sarat dengan kebencian, penderitaan, dan ejekan yang menusuk tulang selama tiga tahun.

"Mengenalmu? Oh, tentu saja aku mengenalmu," katanya, suaranya yang tenang membawa beban yang lebih berat daripada teriakan. "Nona Muda Lin Qingxue. Bintang dari Sekte Pedang Awan. Tunanganku... ah, maaf, mantan tunanganku. Bagaimana mungkin sampah sepertiku bisa melupakan sosok agung sepertimu?"

"Tiga tahun lalu, dantianku hancur dalam sebuah insiden. Aku beralih dari 'jenius' menjadi 'sampah' dalam semalam."

Matanya terpaku pada Lin Qingxue, intensitasnya menembus kegelapan. "Dan tak lama setelah aku kehilangan segalanya, kau datang ke Kota Awan Jatuh. Kau datang ke Aula Utama Keluarga Chen, membawa serta harga dirimu yang angkuh dan status sektemu yang tinggi. Kau datang di depan seluruh keluargaku—di depan Chen Wei dan Chen Long yang tersenyum mengejek, di depan adikku yang menangis diam-diam."

"Kau membatalkan pertunangan kita di depan mereka semua, saat aku berada di titik terendahku. Kau menatapku, yang bahkan tidak bisa berdiri dengan benar, dan kau mengucapkan kata-kata itu." Suara Chen Kai menjadi lebih pelan, lebih dingin. "Kau bilang, 'Seekor naga tidak akan pernah bersama seekor cacing tanah.' Kau bilang aku, Chen Kai, adalah aib bagi namamu. Kau menyebutku sampah yang tidak pantas bahkan untuk membersihkan sepatumu."

Keheningan total memenuhi gang itu. Wajah Lin Qingxue, yang biasanya sedingin es dan tanpa ekspresi, kini menunjukkan sedikit keretakan. Dia ingat. Tentu saja dia ingat. Tapi dia tidak pernah menyangka sampah itu akan berani mengungkitnya di depannya.

"Jadi... Jadi itu kau," bisik Lin Qingxue, syoknya berubah menjadi kemarahan murni. "Kaulah yang mempermalukanku di pelelangan! Sampah sepertimu berani mempermalukanku!"

"Itu baru awalnya," kata Chen Kai. "Hari ini, aku tidak hanya akan mengambil pil itu. Aku juga akan mengambil nyawa anjing peliharaanmu ini."

"HAHAHA!" Paman Liu tertawa terbahak-bahak, seolah-olah dia baru saja mendengar lelucon paling lucu di dunia. "Kau? Seorang bocah Awal Tingkat Lima, membunuhku? Seorang ahli Alam Pembangunan Fondasi? Nak, keberuntunganmu telah membuatmu gila!"

"Apa kau mengandalkan ini?" Paman Liu menunjuk ke tanah. "Formasi kecil yang baru saja kau aktifkan? Formasi Pedang Pembunuh tingkat rendah. Itu mungkin bisa menjebak ahli Tingkat Sembilan. Tapi di hadapan Alam Pembangunan Fondasi... itu hanyalah mainan!"

"Kita lihat saja," kata Chen Kai.

Dia mengangkat tangannya.

"Atas nama Kaisar Naga," bisiknya. "Aktif!"

KRAAAAAKKKK!

Seluruh gang buntu itu meledak dalam cahaya perak. Dinding-dinding di sekitar mereka bersinar dengan rune yang tak terhitung jumlahnya. Udara bergetar. Ribuan untaian energi pedang yang tajam muncul dari udara tipis, mengunci Paman Liu dan Lin Qingxue di tempatnya.

"APA?!" Paman Liu terkejut. Intensitas formasi ini jauh... jauh lebih kuat dari yang dia duga!

1
Yeye Te
knp saat jia Chen kuat TDK ada tingkat 10,,tapi utk Chen KAI ada tingkat 10🤣🤣🤣🤣
Yeye Te
tapi dia tingkat 9,kok bisa naik tanpa ketahuan sih🤣🤣🤣🤣
Yeye Te
tapi dia tingkat 9,kok bisa naik tanpa ketahuan sih🤣🤣🤣🤣
Yeye Te
apa murid inti cuma seorang,,Jian Chen saja,,, awalnya Katanya murid inti ramai dan langsung dilatih master sekte
Yeye Te
saat chenkai tingkat 5 dia bisa membunuh paman Liu yg tingkat alam pembangun juga,,, seharusnya skrg dia tingkat 8,,ini bukan hal yg sulit
Yeye Te
sisa inti api 🔥,,?? katanya mau dibikin obat buat adiknya,,,knp ceritanya jd Ndak jelas gini sih 🤣🤣🤣
Yeye Te
🤣🤣🤣😄😄😄lucu rasanya, seorang murid mencari tau asal usul seorang tetua,yg secara logika sdh ada di sekte saat dia blm lg belajar di sekte itu
Yeye Te
kok buat dia,, bukan buat obat adiknya 🤣
Yeye Te
biasa dipinggir kusir cuma ada satu kursi,,,,, bila chenkai duduk disamping kusir, chenling mau duduk dimana,, sdngkan kereta kuda itu ada kusirnya🤣🤣🤣🤣🤣🤣author ngantukkkkk
Yeye Te
saat pertama datang dia ngga pake topeng,,knp sekarang katanya mengenali jubah dan topengnya 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣preeeeetttttt
Djoko waluyo
orang gila mah bebas
Yeye Te
tapi katanya si Feng ngga berani naik tangga mengikuti sampai dalam ruangan tingkat 4,kok tiba2 bisa ada dibelakang manajer 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Djoko waluyo
perjuangan yang melahkan
Rimueng Buloh
hari itu Dia sangat ketakutan dgn chenkai,,skrng malah sombong 🤣🤣
Rimueng Buloh
drmn mrk tau Chen Kai ke hutan sebulan lalu, sedangkan saat dia keluar ngga ada yg tau
Rimueng Buloh
waktu saat lelang katanya orang tua,, skrg JD muda lg
Rimueng Buloh
kan lebih hebat cakar naga,,,knp ini2 aja ilmunya 🤣
Rimueng Buloh
🤣🤣 2bulan ninggalin adiknya yg sakit, trus katanya hari itu 3hari LG turnamen kedewasaan,,dia malah lari keluar sekte, udah ganti wajah tp msh hrs bersembunyi 🤣🤣🤣🤣🤣 author tll mengada ada
Rimueng Buloh
tiba tiba bersuara dia🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Yeye Te
dia lupa ilmu satu lg,cakar naga itu,,, jurusnya itu2 aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!