Danu merasa hidupnya benar-benar di kutuk oleh Lila gadis kecil yang dulu dia rawat, empat kali sudah dia gagal memiliki pasangan hidup hingga dia di juluki Perjaka Tua di kampus di mana dia mengajar.
"Siang Pak Dosen" Suara itu benar-benar Danu hafal, siapa lagi kalau bukan Lila si Pengutuk kecil.
"Ada apa?"
"Pak saya ada masalah, mohon bantuan"
"Bantuan apa? apa ada materi yang sulit di fahami?" Danu mencoba bersikap professional.
"Ada pak"
"Materi apa?"
"Materi tentang bagaimana cara menjadi istri Pak Danu Pramana"
'Uhuk uhuk'
Danu sampai tersedak mendengar Lila kembali berulah.
"Lila ....."
Lila langsung berlari keluar setelah menaruh buku tugasnya di meja kerja Danu.
Akankah Lila berhasil mendapatkan cinta sang Dosen? yuk kepoin cerita serunya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibah Ibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1
"Ada Lila, ada Lila!"
Bisik-bisik para mahasiswa laki-laki begitu melihat Lila datang. Danu melirik ke arah para mahasiswa itu yang tengah berada di salah satu meja perpustakaan, niat hati ingin mencari ketenangan, justru dia merasa terganggu dengan mereka. Danu menggeleng pelan, sempat dia ingin berdiri dari sana. Anak remaja zaman sekarang memang begini, tidak bisa melihat yang bening-bening sedikit saja.
"Cantik banget ye kan? Beh badannya juga semampai, pasti enak saat di peluk"
Danu makin tak sabar ingin beranjak dari sana,dia menatap buku-buku yang tadinya ingin dia baca,namun konsentrasi nya hancur sudah karena bisik-bisik para Mahasiswa itu. Danu adalah salah satu Dosen di Universitas ternama di Jogjakarta. Dia dulu kuliah di sini, ingin mencari gelar agar tidak di hina wanita lagi. Dia tinggalkan ayam-ayam kesayangan nya dan meminta bapaknya untuk mengganti kan dirinya sementara waktu, namun siapa kira dia justru jadi Dosen di sini, bukan karena apa, itu karena dia sangat malu selalu di olok-olok orang kampung karena sudah dua kali gagal nikah.
Sekarang dia bahkan sudah tiga kali, setelah gagal melanjutkan status pertunangan nya ke jenjang pernikahan. Danu menemukan hasil tespek dan juga hasil pemeriksaan atas nama calon istrinya. Bagaimana Danu tidak syok? Saat itu juga Danu membatalkan tunangannya. Kini Danu tidak percaya lagi dengan wanita, apalagi wanita, dia bahagia hidup sendiri meski sering di juluki Perjaka Tua.
"Dia bak Bidadari turun dari kayangan"
Danu kembali mendengar kata-kata pujian untuk Lila, baginya Lila hanyalah anak kecil yang dulu pernah dia rawat, Danu sama sekali tidak setuju dengan pujian-pujian itu, menurut Danu itu terlalu berlebihan, baginya Lila adalah gadis kecil yang pernah mengutuknya.
"Aku sumpahin mas Danu nggak akan pernah menemukan wanita yang cocok selain Lila "
Kata itu masih jelas teringat di benak Danu, Dulu waktu Lila masih kecil, Lila pernah mengatakan kalau Lila menyukai dirinya, Danu anggap itu hanya kekaguman seorang anak-anak saja. Dia tidak menanggapi dengan serius. Hingga kata itu keluar dari bibir Lila. Danu ingin tidak percaya, namun kata itu seperti jadi nyata sekarang,dia bahkan belum menikah sampai sekarang.
Karena itulah, Sikap Danu jadi dingin, dia merasa Lila terlalu muda untuknya yang sudah kepala tiga.
"Dia harus jadi pacar gue, jadi istri sekalian kalau bisa, gue berencana mau nembak Lila, doain gue ya guys?"
Danu makin menggeleng saat salah satu dari pemuda itu ingin mendekati Lila, Danu tidak perduli dia hanya ingin segera keluar dari perpus itu.
"Jangan! Lila sudah suka dengan seseorang,lu pasti di tolak mentah-mentah, lu nggak dengar apa? dia sudah pernah nolak cowok sambilan puluh sembilan kali"
"Biarin aja, yang penting gue usaha dulu"
"Di bilangin nggak percaya"
"Memang kamu tahu siapa yang di sukai Lila?"
"Tahulah, dia salah satu dosen di kampus kita"
"Mana ada! Di sini dosen kita sudah pada tua, sudah menikah semua, kecuali...." Semua mahasiswa beralih menatap Danu yang tengah membereskan buku-buku yang dia ambil.
'Sial'
Danu sampai menjatuhkan buku-buku itu karena sekarang semua mahasiswa itu menatapnya, Danu berjongkok mengambil kembali buku itu, dia benar-benar tidak tenang semenjak Lila kuliah di kampus ini.Ya benar di kampus ini hanya dia yang belum menikah, tapi bukan dia satu-satunya dosen singel di kampus ini, ada juga Yuda yang berstatus duda, dia sudah menikah tapi sudah berpisah dengan istrinya.
"Kenapa kalian menatap saya? Bukan saya saja dosen singel di sini!"
Begitu menegur para mahasiswa itu, Danu kembali mengambil buku yang ada di lantai, sebuah tangan halus dan cantik, mendadak menyentuh tangannya saat dia akan mengambil buku itu, sialnya, tangan itu seperti sengaja menyentuh tangannya. Danu segera menepuk tangan itu agar menyingkir. Dugaannya benar, dia adalah Lila gadis yang baru saja di puji-puji oleh para pemuda itu.
"Tangan kamu ngapain! Minggir sana" Suara Danu benar-benar ketus, dia tidak suka dengan sikap centil Lila padanya.
"Lila cuma mau bantuin mas Danu kog" Jawab Lila sambil mengerlingkan salah satu matanya.
"Lila! Jangan panggil saya Mas di sini, ini di kampus"
"Kenapa? Ini bukan jam pelajaran mas"
"Berhenti panggil saya Mas Lila, kalau di rumah boleh, kamu harus hargai saya sebagai dosen kamu" Ketus Danu lagi, dia sama sekali tidak selembut dulu, Lila ingin sekali kembali ke mas lalu, masa di mana Mas Danu begitu lembut dan baik padanya.
"Kenapa tidak boleh? Katanya Lila ini adeknya mas? Kenapa tidak Lila boleh panggil begitu? Mas Danu ini ganteng, kalau di panggil Pak, jadi kelihatan tuanya"
Dah, capek sekali berdebat dengan gadis satu ini, mana bawa-bawa usia lagi, dia tahu dia sudah tua, tidak di ingatkan juga dia ingat. Danu menatap wajah kesal Lila, dia yakin sampai rumah dia akan melapor pada kakaknya Tari, dia akan di salah kan lagi.
"Ok kamu boleh panggil mas, tapi jika tidak ada orang, jangan di tempat umum seperti ini"
Lila kembali tersenyum,dia membantu Danu mengambil buku yang jatuh.
"Jadi Lila boleh ngajak Mas Danu berduaan di kampus ini?"
Jika saja tidak sedang membawa buku, Danu ingin sekali menepuk jidatnya, apa-apaan yang di simpulkan Lila ini? Dia tidak mengatakan begitu.
"Siapa yang mau berduaan sama kamu?" Sahut Danu agar Lila tidak salah faham.
"Kenapa? Lila mau kog di ajak jalan-jalan berdua sama mas Danu, nggak jajan juga nggak apa-apa, pokoknya Lila mau banget di ajak berdua terus sama mas Danu, seumur hidup juga Lila mau"
"Nanti kita tinggal berdua, punya dua anak, satu cowok mirip mas Danu, satunya cewek mirip aku, kita jalan-jalan di kampung, sambil ambil telur di kandang"
Lila terus saja berangan-angan tentang masa depan, siapa juga yang mau hidup berdua dengan gadis yang sudah mengutuknya? Lila masih sangat muda, selisih usia mereka bahkan lebih dari sepuluh tahun. Membayangkan menikah dengan Lila saja Danu tidak berani, apalagi seumur hidup bersama? Dia tidak menyerah itu. Dia tidak mau di juluki Perjaka tua tak tahu diri yang suka dengan daun muda. Apalagi dia berstatus sebagai dosen.
Danu tak lagi memperdulikan ocehan Lila yang terus berangan-angan tentang masa depan mereka berdua.
'Buk'
Danu segera menepuk kepala Lila dengan buku tipis, agar gadis itu tersadar.
"Lo? Mas Danu mau kemana? Tungguin Lila!"
Lila berlari kecil mengikuti Danu, para lelaki yang baru saja memuji Lila merasa patah hati berjamaah.
"Kog bisa ya Lila suka sama Dosen expired kita? Gue nggak Rela!" Gumam salah satu pemuda itu.