NovelToon NovelToon
Jadi Bos Perusahaan Entertainment

Jadi Bos Perusahaan Entertainment

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Showbiz / Reinkarnasi
Popularitas:524
Nilai: 5
Nama Author: ILikeAll9

Pernah gak sih kamu lagi enak enaknya tidur, eh bangun bangun malah pindah dunia. Ini adalah kisah seorang pemuda yang baru saja lulus dari masa SMAnya, dia berusia 18 tahun, namanya Ethan Lucifer.

Dia anak yang hidup sederhana bersama orang tuanya, Ayahnya bekerja di bengkel, Ibunya bekerja di warung kecil depan rumah mereka. Alias warung mereka sendiri, warungnya berupa warung makanan.

Ethan kadang akan membantu orang tuanya berjualan, dia juga memiliki adik perempuan yang saat ini baru duduk di kelas satu SMP, dan adik laki laki yang baru masuk SD tahun ini. Keluarga mereka beranggotakan 5 orang, dan selalu harmonis.

Pesan Author: Mungkin sebagian akan berbeda dari awal alur, tapi semoga tetap bisa menikmatinya, karena di karya ini terdapat bantuan dari Ai, mohon dimaklumi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ILikeAll9, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

C001: Berpindah Dunia

...Selamat Baca...

Pernah gak sih kamu lagi enak enaknya tidur, eh bangun bangun malah pindah dunia. Ini adalah kisah seorang pemuda yang baru saja lulus dari masa SMAnya, dia berusia 18 tahun, namanya Ethan Lucifer.

Dia anak yang hidup sederhana bersama orang tuanya, Ayahnya bekerja di bengkel, Ibunya bekerja di warung kecil depan rumah mereka. Alias warung mereka sendiri, warungnya berupa warung makanan.

Ethan kadang akan membantu orang tuanya berjualan, dia juga memiliki adik perempuan yang saat ini baru duduk di kelas satu SMP, dan adik laki laki yang baru masuk SD tahun ini. Keluarga mereka beranggotakan 5 orang, dan selalu harmonis.

Saat ini Ethan baru selesai dari pesta prom night, karena terlalu lelah akhirnya setelah membersihkan diri dia langsung tidur di kasurnya.

Tiba tiba sebuah cahaya menyelimuti tubuhnya, kemudian esok harinya dia di temukan meninggal dalam kamarnya, karena kelelahan berlebihan. Sedangkan Ethan sendiri, dia bangun tidur dan menemukan dirinya berbaring di kasur king size.

Dia buru buru duduk dan melihat lengannya, itu kulit putih bersih dulu kulitnya tidak seputih itu. Dia pun berdiri dan menuju cermin full body di sudut ruangan, dia terkejut melihat dirinya sendiri.

Itu memang wajahnya, tampan dan tegas, kemudian tubuhnya sendiri dulu dia pendek sekitar 158 cm. Kini dia memiliki tinggi 180 cm, rambutnya tetap hitam, matanya juga tetap hitam, usianya perkiraan juga 18 tahun dan baru lulus sekolah juga.

Hanya tingginya yang berbeda, bersamaan dengan kulitnya, dia melihat sekeliling dan bergumam sendiri. "Ini aku dimana? Kamarnya asing, bahkan tubuhnya juga sedikit beda..."

Akhirnya dia mutusin berjalan jalan keliling kamarnya, kemudian dia menemukan diary namanya juga sama dengan namanya Ethan Lucifer. Dia membacanya, dan ini dikirakan dari usianya yang ke-13 tahun, itu sudah 5 tahun lalu.

"Jadi di usia 13 tahun dia kehilangan orang tuanya, karena perjalanan bisnis dan mengalami kecelakaan pesawat, lalu perusahaannya pamannya yang ambil alih."

"Tapi, dia tidak mendapatkan uang sepeser pun, kecuali rumah besarnya. Pamannya tidak ngurus perusahaan malah hamburkan uang untuk judi, dan korupsi juga... tunggu dari mana dia tahu apa yang pamannya lakukan?" Bingungnya, lalu membaca lagi untuk mencari tahu, dari mana ia tahu tentang pamannya.

Pamannya juga terlibat pencucian uang, dan pelecehan karyawan bersama istri dan anaknya yang seusiaan Ethan, mereka sama sama menikmati uang kotor itu.

Dan sumbernya adalah karyawan perusahaan sendiri, Ethan mulai mengerti mengapa Ethan lainnya tahu apa yang dilakukan pamannya, ternyata itu ungkapan dari karyawan.

"Setelah dia lulus, dia memenjarakan keluarga pamannya sekeluarga, istri terlibat tabrak lari dan pembunuhan, anak pelecehan gadis gadis dan narkoba, pamannya sendiri di tuntut 4 pidana."

"Lalu, dia meminum obat tidur dan mengikuti orang tuanya, dan aku yang menggantikan jiwanya... penuh drama kali ya hidupnya..." gumam Ethan, lalu dia menutup buku diary itu lagi.

Dia juga menemukan sertifikat rumah, hak kepemilikan perusahaan, dan tanggung jawab penuh seorang trainee. "Tunggu dulu, trainee? Coba kita lihat..." katanya lalu melihat trainee itu, Ethan pun menelitinya.

Trainee itu berusia 16 tahun, namanya Evan Carter, keahliannya ada di tarian. Dia sudah menjadi trainee idol sejak tiga tahun lalu, saat dia berusia 13 tahun, dia pernah menyinggung seorang bos perusahaan besar.

Alasannya karena ingin Evan menemaninya tidur dengan imbalan debut idol, tapi Evan menolak dengan tegas dan menyinggung perasaan bos besar itu, akhirnya di blacklist industri hiburan dari perusahaan besar dan kecil.

Kecuali perusahaan keluarga Ethan yang sedang dan netral, dia masih menerima trainee itu. Kemudian keadaan perusahaan memburuk dan jatuh menjadi perusahaan kecil, semua karyawan mengundurkan diri, semua artis kabur, dan tinggal Evan sendiri yang masih setia.

"Sangat setia, jadi perusahaan ini hanya cangkang kosong? Dan menyisakan satu trainee saja, uang juga habis karena di korupsi dan cuci uang." Gumam Ethan setelah meneliti, kemudian dia melihat uang peninggalan orang tuanya.

Itu ada sekitar seratus juta saja, Ethan pun mencoba cari tahu keadaan dunia ini, negara ini, industri ini, pangsa pasar, dan hari hari besar negaranya. Jadi Ethan pun membuka laptop yang ada disana, dan mencari tahu semuanya.

Setelah berjam jam berkutat dengan laptopnya, dan mulai mengetahui keadaan dunia ini. Nama negara tempat dia tinggal adalah Aurelia, Ibu kotanya Adelia, kota besarnya ada Azalia, Astania, Alian, Aver, dan Astia, kota kecilnya ada Avania, Azion, Akasan, Apekern, Alios, dan Avia.

Ada 28 acara nasional & dunia, saat ini industri lebih fokus pada pengembangan pasar idola, dari pada lainnya. Aurelia di kenal sebagai pencipta gebrakan seniman, karena fokusnya adalah industri hiburan.

"Jadi disini adalah industri hiburan terbesar nomor tiga, meski memiliki gebrakan tapi masih termasuk nomor 3 karena dua negara lainnya lebih besar dari pada negara Aurelia." Gumamnya pelan, dia pun mulai menulis rencana untuk perusahaannya di negara ini.

Tak terasa harinya sudah mulai pagi, dan sinar matahari masuk melalui celah celah tirai. Suara burung berkicau di kejauhan, disertakan suara suara kendaraan berlalu lalang di jalan raya.

"Sudah pagi, hari ini aku akan melihat keadaan perusahaannya..." katanya lalu merapikan meja belajar itu, dan pergi mandi.

Hari ini adalah tanggal 25 Maret, di musim semi. Hari Ibu sedunia, postingan setiap media sosial, promo setiap restoran, dan toko bunga ramai di kunjungi. Karena tradisi Hari Ibu akan di berikan bunga, sayangnya Ethan sudah tak memiliki ibu sekarang.

Tapi setidaknya sebelum pergi ke perusahaan, dia akan mampir ke pemakaman orang tuanya. Memberikan bunga untuk makam ibunya, dan mendoakan mereka bahagia diatas sana.

Setelah selesai mandi, Ethan menggunakan kemeja putih, jas hitam, dasi biru gelap, celana hitam, sepatu pantofel, dan jam tangan hadiah terakhir orang tuanya. Dia merapikan rambutnya dan bersiap pergi, keluar dari rumah ia di sambut keramaian kota.

Entah karena kendaraan maupun karena perdagangan, Ethan menaiki mobil dan jalan menuju makam. Mampir sebentar ke toko bunga yang ramai, untuk membeli mawar putih.

Setelah selesai dia lanjut ke pemakaman, dan menyempatkan diri di gerbang pemakaman dia memotret bunga mawar putihnya di ponselnya, lalu pergi mengunjungi makam orang tuanya.

Setelah 30 menit disana, dia lanjut menuju perusahaannya. Sinar matahari musim semi menyebar lembut melewati rerimbunan pohon yang mulai tunjukkan warna hijau muda segar.

Namun cahayanya terasa sepi ketika menyentuh bagian pinggir jalan kota yang jauh dari pusat keramaian.

Di kejauhan, suara klakson kendaraan berdesir berlalu lalang bergema lembut, sesekali diselingi tawa kelompok pekerja yang sedang berjalan cepat menuju kantor-kantor di kawasan pusat.

Mobil-mobil berjejer melintas dengan laju yang mulai meningkat seiring dengan hari yang semakin terang, sementara pedagang kaki lima baru saja membuka tenda mereka di sudut-sudut jalan raya yang lebih ramai.

Ethan menginjakkan kaki pelan melewati gerbang pagar yang kusut dan sedikit menyimpang dari posisinya. Hanya beberapa bulan saja tidak terurus, namun kesan terlupakan sudah sangat mencuat di setiap sudut.

Ia baru saja pulang dari pemakaman orang tuanya di kaki bukit sebelah barat kota-tangannya masih membawa sedikit tanah basah dan aroma bunga mawar putih yang belum hilang dari serban hitam yang ia kenakan.

Langkahnya tetap mantap meskipun pandangannya tidak bisa tidak terpaku pada kondisi tempat yang dulu sering ia kunjungi bersama kedua orang tuanya.

Di lokasi yang sedikit terpencil, berdiri tegak sebuah gedung lima lantai dengan plakat nama besar di atas pintu masuk utama-LUCIFER ENTERTAINMENT-huruf-huruf emasnya sudah memudar dan terkikis debu.

Sebagian tertutup lumut yang tumbuh subur akibat kurangnya perawatan. Halaman luas di depan gedung penuh dengan rerumputan yang tumbuh liar hingga mencapai mata kaki, tanaman hias yang dulunya teratur kini menyebar liar dan menjalar ke tembok luar gedung.

Beberapa cabang pohon yang terlalu panjang sudah mulai menyentuh kaca jendela lantai dua, sementara daun-daun kering menumpuk di sudut-sudut halaman dan terbang liar setiap kali angin musim semi menyapu lewat.

Pintu masuk utama kayu gelap sudah mulai mengelupas catnya, dan kaca pintunya penuh dengan sidik jari dan noda debu yang tidak terhapuskan lama.

Dari luar, sebagian jendela gedung tampak pecah atau tertutup tirai yang kusut, namun bagian struktur utama bata dan besi gedung masih kokoh berdiri, seolah menahan segala masa lalu yang pernah ada di dalamnya.

Angin membawa aroma tanah lembab setelah embun pagi dan sedikit aroma bunga sakura dari pohon yang tumbuh di tepi pagar belakang, menjadi satu-satunya sentuhan keindahan musim semi di tengah suasana sepi dan terlupakan tersebut.

Ethan menghela napas perlahan, tangannya meraba plakat nama perusahaan keluarga yang kini hampir bangkrut karena korupsi pamannya-waktu telah tiba untuk mengambil alih apa yang seharusnya menjadi miliknya.

"Apakah anda yang akan mengambil alih perusahaan?" Tanya seorang anak laki laki di belakangnya, Ethan menoleh itu adalah Evan satu satunya anggota yang tersisa.

"Benar, mulai sekarang saya yang akan bertanggung jawab dan mengambil alih perusahaan, nama saya Ethan Lucifer, mohon kerja samanya," jawab Ethan mengangguk, lalu mengulurkan tangan sebagai tanda kerja sama.

Anak laki laki itu menatap tangan Ethan sebentar, sebelum akhirnya dia mengangguk dan menjabat tangannya. "Senang bertemu denganmu Tuan CEO, nama saya Evan Carter mohon kerja samanya."

Ethan mengangguk, "Baiklah, senang bertemu juga Evan, panggil saja kakak Ethan, kita hanya berbeda dua tahun." Kata Ethan, Evan tersenyum kecil dan mengangguk mereka pun masuk ke perusahaan bersama.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!