NovelToon NovelToon
Sekte Nomor Satu Di Alam Semesta

Sekte Nomor Satu Di Alam Semesta

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Epik Petualangan / Reinkarnasi
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Chen, seorang pemuda modern, bertransmigrasi ke Benua Langit Bela Diri. Sialnya, ia terbangun di dalam tubuh Master Sekte "Puncak Awan" yang sedang sekarat. Sekte tersebut dulunya berjaya, namun kini hanya menyisakan gunung tandus, bangunan hancur, dan Lin Chen sebagai satu-satunya anggota yang tersisa. Saat sekte musuh datang untuk mengambil alih tanah tersebut, Lin Chen membangkitkan Sistem Pembangunan Sekte Terkuat. Mulai dari merekrut murid jenius yang dibuang, membangun fasilitas ajaib, hingga menaklukkan surga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Paviliun Segala Takdir dan Neraka Pelataran Luar

​Fajar menyingsing di atas Benua Melayang Puncak Awan. Cahaya keemasan matahari memantul dari istana-istana giok, menciptakan pendaran pelangi yang menyelimuti seluruh sekte.

​Bagi sepuluh ribu Murid Pelataran Luar yang baru saja selamat dari ujian Tangga Awan, pemandangan pagi itu seharusnya menjadi sesuatu yang sakral dan menenangkan. Namun, sebelum mereka bahkan sempat membuka mata sepenuhnya...

​BZZZZZ!

​Sebuah tekanan gravitasi yang setara dengan sepuluh gunung besi tiba-tiba menimpa asrama mereka. Kayu-kayu bangunan berderit, dan ribuan murid langsung terbangun dengan batuk darah, terhimpit rata ke lantai batu.

​"Bangun, belatung-belatung pemalas!" raungan Lin Tian bergema, suaranya dicampur dengan Hukum Kekosongan yang membuat gendang telinga mereka serasa ditusuk ribuan jarum. "Matahari sudah terbit, dan tulang-tulang kalian masih terlalu lembek untuk memikul nama sekte! Berkumpul di pelataran utama dalam sepuluh tarikan napas! Yang terlambat akan menjadi pupuk untuk kebun herbal!"

​Panik, berantakan, dan bersimbah keringat dingin, sepuluh ribu murid itu merangkak, berlari, dan tertatih-tatih menuju pelataran giok putih. Beberapa dari mereka yang dulunya adalah pangeran manja jatuh tersungkur dan nyaris terinjak-injak, sementara pemuda berwajah luka bakar, Jiang Han, dan gadis bernasib tragis, Su Qingxue, berhasil berada di barisan terdepan dengan gigi terkatup rapat menahan sakit.

​Tepat pada tarikan napas kesepuluh, kesepuluh ribu murid itu telah berlutut dengan formasi yang cukup rapi, meski napas mereka terengah-engah seperti anjing kehausan.

​Di depan mereka, Ye Fan, Su Yue, dan Lin Tian berdiri dengan ekspresi sedingin es. Namun, pandangan para murid dengan cepat tertuju pada sosok agung yang melayang turun dari langit, memancarkan cahaya putih suci yang mengalahkan sinar matahari.

​Lin Chen mendarat di atas singgasana gioknya yang melayang beberapa kaki di atas pelataran. Ia menguap pelan, menatap lautan wajah-wajah pucat di bawahnya.

​"Hari pertama," ucap Lin Chen datar. "Kursi Ini melihat kalian masih hidup. Itu sebuah pencapaian yang patut dipuji untuk ukuran semut. Namun, untuk menantang surga, tekad saja tidak cukup. Kalian butuh cakar dan taring."

​Lin Chen mengangkat tangan kanannya, dan menjentikkan jarinya ke udara kosong.

​"Sistem, turunkan Paviliun Sutra Segala Takdir dan Tungku Alkimia Surga Penelan Bintang."

​[Ding!]

[Mengekstraksi Bangunan Tingkat Dewa Menengah...]

​GLLLLDGGG... BOOOOOOOOOM!

​Benua Melayang bergetar hebat. Di sisi kiri pelataran, ruang angkasa terkoyak, dan sebuah pagoda kuno berlantai sembilan yang terbuat dari Kayu Rasi Bintang bermanifestasi. Pagoda itu dikelilingi oleh ribuan naga emas ilusi yang meliuk-liuk, memancarkan aura kebijaksanaan yang telah melintasi sungai waktu jutaan tahun. Itulah Paviliun Sutra Segala Takdir.

​Di sisi kanan pelataran, sebuah kawah raksasa tiba-tiba terbentuk. Dari dalam kawah itu, bangkitlah sebuah tungku perunggu raksasa setinggi gunung kecil. Tungku itu tidak memiliki api biasa di bawahnya, melainkan menyedot cahaya rasi bintang dari langit siang bolong dan mengubahnya menjadi Api Kosmik berwarna biru pekat yang menyala di dalam perutnya. Itulah Tungku Alkimia Surga Penelan Bintang.

​Melihat dua keajaiban ciptaan dewa yang turun dari kehampaan, kesepuluh ribu murid itu membeku. Mulut mereka ternganga hingga rahang mereka nyaris lepas. Bahkan ketiga Murid Inti (Ye Fan, Su Yue, Lin Tian) ikut menelan ludah melihat kemegahan yang tak masuk akal tersebut.

​"Dengarkan baik-baik," suara Lin Chen bergema, membawa Hukum Dao yang memaksa mereka untuk fokus. "Di sebelah kiri kalian adalah Paviliun Segala Takdir. Ia tidak berisi gulungan perkamen usang. Paviliun ini hidup. Saat kalian melangkah masuk, ia akan membaca Hukum Karma, masa lalu, dan potensi Akar Dao terdalam kalian, lalu memberikan satu—dan hanya satu—Metode Kultivasi Tingkat Surga atau Tingkat Dewa yang paling absolut sempurna untuk takdir kalian."

​Suara hiruk-pikuk napas yang tertahan terdengar dari barisan murid. Metode Kultivasi Tingkat Surga?! Bahkan Kaisar Langit Naga dulu hanya menguasai setengah gulungan Metode Tingkat Bumi!

​"Dan di sebelah kanan kalian," lanjut Lin Chen, menunjuk ke arah tungku raksasa yang mendengung menelan cahaya bintang, "Tungku itu akan secara otomatis meracik pil penempa tulang, pembersih meridian, dan pemadat Qi setiap harinya tanpa butuh alkemis. Sekte ini tidak akan pernah kekurangan pil suci walau kalian memakannya seperti kacang goreng."

​Sepuluh ribu murid itu gemetar. Air mata haru dan kegembiraan mengalir di wajah mereka. Mereka menyadari bahwa mereka baru saja melangkah masuk ke dalam surga kultivasi yang paling mustahil di seluruh alam semesta!

​Namun, sebelum sorak-sorai mereka meledak, Lin Chen menyeringai. Senyuman arogan dan kejam itu langsung membekukan darah mereka.

​"Harta surga selalu menuntut bayaran darah," ucap Lin Chen pelan, namun suaranya menggema seperti palu maut. "Setelah kalian mengambil sutra dan pil kalian hari ini, kalian akan diserahkan kepada ketiga murid inti-ku. Ye Fan, Su Yue, dan Lin Tian akan memandu kalian ke 'Neraka Pelataran Luar'."

​Lin Tian tertawa terbahak-bahak, tawanya memancarkan kehausan darah yang kental. "Kalian memiliki waktu satu bulan! Dalam satu bulan, sesiapa yang gagal menembus tahap Kondensasi Qi Lapis ke-5 (Qi Condensation) dengan sumber daya semacam ini, akan kulempar ke dasar Lautan Kematian untuk menjadi makanan Gurita Iblis! Tidak ada tempat bagi sampah pemakan pil di sekte ini!"

​"Pergi dan ambil takdir kalian!" titah Lin Chen.

​Barisan itu langsung pecah. Sepuluh ribu murid bergegas menuju Paviliun Sutra Segala Takdir dengan tertib namun penuh kehausan akan kekuatan.

​Jiang Han, pemuda berwajah luka bakar, adalah salah satu yang pertama masuk. Begitu ia melewati pintu kayu rasi bintang, sebuah cahaya merah darah menelannya. Ribuan tulisan kuno melayang di udara dan masuk langsung ke dalam pusat dahinya.

​[Akar Roh Sampah terdeteksi. Namun Hati Dao memiliki ketangguhan Dendam Darah.]

[Memberikan Sutra Tingkat Surga Puncak: 'Sutra Dewa Iblis Pembakar Darah' (Blood-Burning Demon God Sutra). Mengubah penderitaan dan luka fisik menjadi lautan Qi murni!]

​Jiang Han menjerit pelan saat informasi itu mengukir otaknya. Ia jatuh berlutut, menangis sambil tertawa. "Sutra yang mengubah rasa sakit menjadi kekuatan... Sempurna! Bahkan jika aku harus membakar seluruh darahku, aku akan memanjat hingga ke puncak dunia!"

​Di bilik dimensi yang lain, Su Qingxue yang meridiannya telah dihancurkan melangkah dengan ragu. Cahaya biru es abadi menyelimutinya.

​[Meridian hancur total. Niat Dao memancarkan kebekuan mutlak.]

[Memberikan Sutra Tingkat Surga Puncak: 'Seni Kaca Es Pembeku Surga' (Heaven-Freezing Ice Glass Art). Tinggalkan meridian fana, jadikan seluruh tulang dan daging sebagai pembuluh es abadi!]

​Mata Su Qingxue terbuka, memancarkan cahaya biru es yang membekukan udara di sekitarnya. "Keluarga Su... Pangeran Zhao... tunggu pembalasanku."

​Satu per satu, sepuluh ribu murid keluar dari Paviliun dengan mata yang memancarkan pencerahan mutlak. Mereka mengambil sebotol Pil Penempa Tulang Bintang dari mulut Tungku Alkimia Surga Penelan Bintang, lalu digiring paksa oleh Ye Fan, Su Yue, dan Lin Tian menuju lembah belakang Benua Melayang.

​Di lembah itu, Ye Fan telah menebaskan pedangnya sejuta kali untuk menciptakan ladang Niat Pedang yang terus memotong kulit siapa pun yang masuk. Lin Tian menanamkan pusaran gravitasi mini yang menghisap napas, dan Su Yue menempatkan formasi ilusi yang memunculkan ketakutan terbesar di dalam pikiran mereka.

​"Neraka dimulai sekarang!" raung Lin Tian, menendang murid pertama masuk ke dalam lembah tersebut. Suara jeritan kesakitan langsung membahana, namun anehnya, dicampur dengan tawa kegilaan dari mereka yang perlahan menyadari bahwa dengan sutra baru mereka, luka-luka ini membuat kekuatan mereka meningkat dengan kecepatan yang tidak masuk akal!

​Dari kejauhan, di atas balkon istana utamanya, Lin Chen mengamati ladang pembantaian yang disebut 'pelatihan' itu sambil menyesap tehnya.

​"Gandum harus digiling sebelum menjadi roti," gumamnya malas.

​Tiba-tiba, layar sistem di benaknya berkedip merah, menandakan sebuah anomali dunia fana.

​[Peringatan Lingkungan!]

[Deteksi Fluktuasi Energi Skala Benua di ujung Utara Benua Tengah!]

[Tanah Terlarang Jurang Dewa Runtuh (Abyss of the Fallen Gods) yang seharusnya tersegel selama 10.000 tahun, menunjukkan tanda-tanda retak lebih awal karena resonansi hancurnya Kekaisaran Langit Naga!]

[Misi Sekte Opsional Terbuka: 'Perburuan di Jurang Dewa'.]

​Lin Chen mengangkat alisnya. Jurang Dewa Runtuh? Tempat di mana sisa-sisa dewa kuno dan monster prasejarah disegel?

​Bibir Lin Chen perlahan melengkung membentuk senyuman tiran yang arogan.

​"Baru saja aku berpikir bahwa ladang Niat Pedang Ye Fan terlalu jinak untuk anak-anak ini. Sepertinya Surga baru saja menyiapkan ujian lapangan yang sempurna untuk mereka." Lin Chen memandang ke arah utara, matanya menembus ribuan mil awan. "Tumbuhlah dengan cepat, iblis-iblis kecilku. Karena sebulan lagi, Kursi Ini akan melempar kalian ke dalam jurang maut yang sesungguhnya."

1
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Ress
Kurang ajar memang🤣/Sob/
Deevy Tresiyana
💪Thor karya mu sangat kereeen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!