NovelToon NovelToon
Mari Kita Bercerai,. Tuan Stone!

Mari Kita Bercerai,. Tuan Stone!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Minaaida

Setelah lima tahun menikah, miliarder Axel Stone yakin bahwa istrinya, Olivia Stone, tidak mencintainya. Olivia juga yakin bahwa suaminya masih mencintai mantannya dan pernikahan mereka hanyalah pernikahan demi kepentingan semata. Axel menyerahkan surat gugatan cerai kepadanya, tetapi segera menyesali keputusan impulsifnya itu. Dalam upaya putus asa untuk memenangkan hatinya kembali, Axel menunda proses perceraian tersebut. Olivia, yang sudah muak dengan pertemuan-pertemuan suaminya dengan mantannya, memutuskan untuk tetap melanjutkan proses perceraian.

Apa yang akan dilakukan Axel ketika ia menyadari bahwa ia telah membuat kesalahan terbesar dalam hidupnya? Akankah Olivia membuatnya membayar atas pengkhianatannya atau justru jatuh cinta padanya lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Minaaida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Olivia, Mari Kita Bercerai.

Olivia.

Dulu aku terbiasa mengikuti berita yang terjadi karena satu sebab, suamiku. Tapi selama seminggu terakhir ini, aku sengaja menghindari semua sumber berita. Mengapa demikian? Tentu saja aku punya alasan. Namaku dan suamiku, sedang menjadi trending di berbagai media. Bagi orang luar, itu mungkin terlihat sebagai hal yang baik, tapi mereka tidak tahu persis apa yang sebenarnya terjadi di dalam.

Sebagai istri yang sempurna, aku selalu patuh, aku tetap tinggal di lantai bawah, menunggu suamiku pulang sambil berusaha sekuat tenaga mengabaikan suara-suara di kepalaku yang mengatakan bahwa pernikahanku sedang berada di ambang kehancuran.

Aku sangat ingin menyelamatkan pernikahanku, tapi aku sungguh tak tahu harus berbuat apa dan bagaimana. Bahkan, kami berdua saja sudah melupakan hari jadi pernikahan kami, yang telah lewat beberapa hari lalu.

Alex menjadi hot trending, karena sebuah kalung berlian yang dia beli dengan harga fantastis di sebuah lelang. Mereka semua berpikir, kalung berlian itu dia beli untukku dan mereka tak sabar untuk melihat aku memakainya di leherku. Tapi, hari jadi pernikahan kami bahkan sudah berlalu dan dia tak kunjung memberikannya padaku.

Apakah kalung itu untuknya?

Aku benci melihat kami telah berubah menjadi seperti ini, dan yang paling kubenci adalah aku tak bisa berbuat apa-apa. Tadi siang aku sempat pergi berbelanja dan iseng membeli hadiah, dengan harapan bisa memperbaiki keadaan ini. Tetapi aku tahu, kami masih harus berbicara banyak. Karena p alasan itulah, saat ini, aku masih terjaga, menunggu dia kembali.

Aku duduk di sofa dan menunggu beberapa menit sebelum aku mendengar suara mesin mobil yang familiar memasuki halaman rumah. Aku berdiri dan mendapati dirinya berdiri di pintu.

Alex nampak terkejut saat melihat diriku, tapi hanya beberapa saat saja, kemudian wajahnya kembali seperti semula, dingin dan tak tersentuh. "Kamu belum tidur?"

Aku hanya tersenyum tipis dan menjawab. "Aku sedang nungguin kamu"

Alex hanya mengangguk kecil, dan menyerahkan jaketnya padaku, aku langsung mengambilnya tanpa banyak bicara.

"Aku akan ke dapur untuk memanaskan sayur dan lauk untukmu, kamu mau makan?"

"Tidak, cukup, tak perlu repot-repot. Aku sudah makan tadi sore.." ujarnya tanpa repot menoleh padaku.

"Oh , begitu ya ...? Aku memejamkan mataku, setengah mati menahan air mata, perih karena merasa diri tak berarti.

Dengan diam-diam aku mengikutinya ke kamar kami dan berdiri di sampingnya saat ia melepas dasinya dan membuka kancing kemeja putihnya. Ia melihatku berdiri di sudut ruangan dan terhenti sejenak. "Ada apa?"

Mataku berkedip sejenak saat mendengar pertanyaannya. Dia bertanya padaku apakah ada masalah. Apakah dia tidak sadar, ada sesuatu yang salah dengan pernikahan kami. Seluruh media di luar sana menggambarkan kamu sebagai pasangan yang sempurna: Mereka menyebutku sebagai wanita yang amat dimanjakan oleh suami, yang membanjirinya dengan berbagai hadiah - hadiah mahal. Sementara pada kenyataannya, bahkan hari jadi pernikahan kami dia bahkan menganggap bukan hal yang penting.

Bagaimana bisa dia berpikir bahwa tidak ada yang salah ketika kami bahkan tidak saling berkomunikasi seperti pasangan suami-istri normal lainnya?

"Aku punya sesuatu untukmu.."

Untuk pertama kalinya sejak dia tiba di rumah malam ini, aku melihat dia tertarik dengan apa yang akan ku sampaikan. "Kau punya sesuatu untukmu...?"

Aku mengangguk, "Tunggu, ... aku akan mengambilnya."

Aku meraih laci di bawah meja hias dan mengeluarkan sebuah kotak hadiah yang terbungkus rapi.

Aku berpikir mungkin saja dia sedang menunggu hadiah dariku sebelum dia menyerahkan hadiah darinya. Aku tahu, kadang-kadang Alex sedikit perhitungan.

Aku melihat keterkejutan di matanya saat aku menyerahkan kotak hadiah itu padanya. "Happy Anniversary..." ucapku.

Aku melihat kedua alisnya terangkat ke atas, tetapi dia tidak mengatakan apapun. Aku melihat dengan antusias ketika dia membuka kotak hadiah itu. Aku ingin tahu bagaimana reaksinya.

Saat kotak hadiah itu terbuka, sebuah jam tangan mewah dan cologne favoritnya tergeletak di dalamnya.

Tatapannya berpindah ke wajahku yang sedang menatapnya. Dia menelan ludah dan mundur selangkah.

Wajahku langsung jatuh. "Kau tidak suka hadiahnya?"

"Aku tidak suka colognenya." ucapnya. Aku benar-benar tidak menyangka. Selama ini aku membelikannya dan dia tidak pernah menolaknya. Apakah dia marah karena aku terlambat memberinya hadiah? Menurut perhitunganku, dia juga belum memberikan hadiah apapun padaku. Maka seharusnya aku juga bisa marah padanya, kan?

"Maaf, aku ngasihnya telat. Aku..."

"Bukan itu alasannya.."

"Lalu apa?"

"Aku lebih suka yang warna silver," katanya sambil menatap jam tangan mewah itu. "Dan untuk colognenya, baunya membuat aku muak."

Alisku bertaut. "Tapi, ... Kamu pernah bilang kamu suka."

"Itu karena aku tidak punya energi untuk berdebat denganmu. Dan aku juga tidak ingin membuat kamu kecewa."

Aku tertawa pahit. Jadi, sekarang dia tidak lagi peduli jika aku merasa kecewa? Sikapnya itu semakin membuatku yakin, meskipun aku masih tidak percaya bahwa semua ini karena wanita itu. Andai saja dulu dia jujur mengatakan bahwa dia tidak menyukai itu, Maka aku tidak perlu repot-repot mencarikan hadiah untuknya.

Itulah tepatnya yang menjadi masalah di antara kami. Komunikasi!

Kami jarang berkomunikasi. Dan itu semua bukanlah keinginanku. Dia hampir tak punya waktu untuk sekedar duduk dan berbicara dalam artian yang sesungguhnya. Dia selalu sibuk, sepanjang hari di kantor, dan bahkan di rumah pun dia bahkan lebih sibuk lagi.

"Sepertinya kita perlu bicara, kan?" ucapku, terkekeh geli, tanganku melingkar di pinggangku. Jika kami tidak ingin pernikahan ini berakhir, maka sesungguhnya kami perlu berbicara dari hati ke hati untuk terbuka agar bisa memperbaiki pernikahan kami.

"Yeah, sepertinya begitu," ucapnya setuju.

Aku mengangguk, baiklah, ..... setidaknya dia setuju untuk bicara.

Dia kemudian meletakkan hadiah 'yang tidak berharga itu' di atas tempat tidur, lalu tangannya mengeluarkan sebuah dokumen dari dalam tasnya. Aku terpaku sejenak saat berkas itu dia sodorkan padaku.

Aku heran, selama ini dia tidak pernah mengatakan apapun tentang urusan dokumen kantor padaku. Jadi, apakah sekarang dia mengizinkan aku untuk terlibat dalam urusan pribadinya?

Masih penasaran dengan maksud Alex sebenarnya, aku mengambil dokumen itu dan membuka isinya. Hanya butuh waktu kurang dari sedetik, aku langsung paham apa isi dokumen itu. Lagi pula, tulisan tebal dan tegas di sampul depan dokumen itu sangat jelas menerangkan. "Alex,... Kamu nggak serius, kan? Ini ....."

Sayangnya, wajahnya terlihat lebih serius dari apapun yang pernah dia lakukan sebelum ini. "Olivia, mari kita bercerai."

Mulutku ternganga, dan aku mencoba untuk berbicara. Tetapi otakku justru tak bisa mencerna apa yang baru saja aku dengar. Cerai..?!

1
Mariani Ajja
ini lakinya yg goblok nih
Mariani Ajja
lanjut Thor...
olyv
lanjut
Nessa
lanjut thor 💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
Nessa
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!