NovelToon NovelToon
Rebith: Menjadi Istri Protagonis

Rebith: Menjadi Istri Protagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Time Travel / Mafia / Reinkarnasi / Cintapertama
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: raintara

"Tidak perlu kasar padaku! Jika kau memang tidak menyukai pernikahan ini, ceraikan saja aku!"

Kanaya kira, transmigrasi jiwa hanyalah ilusi belaka.

Karangan penulis yang tidak akan pernah menjadi nyata.

Namun siapa sangka, perempuan itu mengalami hal yang dia kira hanyalah ilusi itu?

Terjebak di dalam raga istri sang protagonis pria yang takdirnya dituliskan akan mati bunuh diri, karena frustasi suaminya ingin menceraikannya.

Nama figuran itu.... Kanaya Wilson. Perempuan yang begitu menggilai Kalendra Wijaya, sang protagonis pria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon raintara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1. Ciuman Mendadak

"Kanaya! Buka pintunya!!"

Perempuan yang semula tertidur itu sontak terlonjak kaget, saat mendapati seseorang menggedor pintu kamarnya dengan sangat keras.

"Kanaya, buka sialan!!"

Masih belum sepenuhnya sadar, perempuan yang dipanggil dengan nama Kanaya itu gelagapan turun dari ranjangnya. Menuju pintu dan membuka kuncinya, sebelum pada akhirnya menarik handle benda tersebut.

Ketika akan bertanya, Kanaya dibuat terbungkam dengan mata yang melotot kaget, saat mendadak--- orang yang tadi meneriaki namanya itu melabuhkan bibirnya pada bibir miliknya. Memanggutnya dengan kasar dan menggebu. Membuat perempuan itu sepenuhnya sadar.

Sialan! Ini namanya pelecehan. 

Memberontak, Kanaya mencoba mendorong dada sang pelaku untuk melepaskan tautan bibir mereka. Sayangnya, gerakan impulsifnya dipahami oleh pria itu. Maka, dengan gerakan cepat, sang pria mengunci kedua tangan Kanaya ke belakang tubuh, menekan tubuh perempuan itu agar semakin merapat padanya.

Perlahan, pria yang Kanaya tidak ketahui namanya itu menggiring tubuh sang perempuan agar kembali masuk ke kamar tanpa melepas tautan bibir mereka. Kakinya menendang pintu hingga benda itu kembali tertutup.

Ciu-man mereka terlepas. Nafas keduanya memburu, bahkan Kanaya merasakan kebas pada bibirnya. Mendongak, perempuan itu menatap nyalang laki-laki yang telah lancang mele-cehkannya.

"Sia---emhhh!!"

Lagi dan lagi. Bibirnya kembali dibungkam. Kali ini lebih panas, saat laki-laki itu menggigit bibirnya hingga Kanaya merintih lirih. Tak menyia-nyiakan kesempatan, sang laki-laki menelusupkan lidahnya pada mulut Kanaya. Menelusuri setiap sudutnya, mengajak Kanaya untuk saling bertukar saliva.

Masih pada posisi yang sama, sang laki-laki mendorong tubuh Kanaya hingga terbaring di ranjang. Sedangkan Kanaya, air mata perempuan itu sudah menganak di pelupuk mata. Mau sekuat apapun dia memberontak, hasilnya akan percuma karena perbandingan tenaganya dan sang pelaku yang beda jauh.

Laki-laki itu melepaskan ciu-mannya. Kanaya pikir ini sudah berakhir, namun ansumsinya salah besar kala laki-laki itu kini malah menargetkan lehernya. Mengendus, mengigit, bahkan membasahinya dengan jilatan. Menghisap beberapa area hingga meninggalkan bekas merah keunguan yang begitu ketara. Mati-matian perempuan itu menahan suara menjijikan yang ingin keluar.

"Bukankah ini yang kau inginkan, Kanaya?" bisik laki-laki itu tepat di telinga Kanaya dengan suara serak penuh gairah. Lalu...dia menggigit cuping perempuan itu sensual. Nafas panas menerpa area leher Kanaya.

Kanaya menggeleng keras. Air matanya telah luruh dengan isakan lirihnya.

"Hen--hentikan. Aku mohon hentikan...."

Mendengar isakan itu, membuat pergerakan sang laki-laki terhenti. Menatap perempuan di bawah kungkungannya dengan mata memerah menahan hasrat.

Mata mereka saling beradu dengan nafas yang saling bersahutan.

Mendadak, sang laki-laki menaikkan satu sudut bibirnya. "Kenapa?" tanyanya terdengar sinis.

"Bukankah ini yang kau dambakan selama ini? Lalu kenapa kau menangis, hah?"

"Kau takut? Atau hanya sedang bersandiwara untuk menarik simpatiku? Berpura-pura menjadi perempuan lugu untuk menghilangkan citra ja-lang murahanmu, begitu?"

Kanaya mengalihkan atensinya ke sembarang tempat. Berpura-pura lugu untuk menarik simpati katanya?! Bahwa dirinya tidak mengenal laki-laki di atasnya ini. Kanaya ingin protes, tapi entah kenapa semua umpatannya tersangkut di tenggorokan. Seakan perempuan itu sudah tidak punya tenaga lagi bahkan sekedar untuk bersuara.

First kiss ku sudah hilang. Kanaya merutuki nasibnya sendiri. Kembali menatap sang laki-laki, dia sedikit bersyukur. Setidaknya---- ehem. Setidaknya ciuman pertamanya diambil oleh laki-laki yang tampan.

Rahangnya yang tegas. Bibirnya yang--- oke, harus Kanaya akui dia lihai dalam berci-uman. Hidungnya yang mancung namun tidak berlebihan. Dan rambutnya itu, berantakan, namun malah membuat ketampanannya bertambah berkali-kali lipat.

Ohh, hell! Kanaya, sadar!! Laki-laki itu baru saja mele-cehkanmu!! Buat apa tampan jika kelakuannya bejat?!

Ini aneh. Seharusnya dirinya marah. Tapi kenapa, hanya dengan tatapan laki-laki itu sudah membuat Kanaya tak bisa berkutik.

"Sudah puas menatapku?" suara sinis itu kembali terdengar.

Kanaya terhenyak. Perempuan itu tersadar dari lamunannya yang absurd.

"Si--siapa ka---

"Sekarang, jujur padaku." pertanyaan Kanaya tersela begitu saja. Mengapit dagu sang perempuan, laki-laki itu menampilkan tatapan tajam dengan mata memerah sayu-nya.

"Apa kau yang telah mencampur obat sialan itu ke minumanku? Sebegitu inginnya kau untuk kusentuh, hah?"

Kening Kanaya mengernyit tak mengerti. Obat? Obat apa?

"Apa maksudmu?" akhirnya suara perempuan itu terdengar.

"Jangan berpura-pura lagi Kanaya." desis sang laki-laki rendah.

"Jangan semakin membuatku muak dengan kelakuan menjijikanmu ini!"

Mata Kanaya menyipit tak suka. Dia benci dibentak. Memangnya siapa laki-laki ini hingga berani menuduh bahkan berbicara keras kepadanya?!

"Jangan berteriak padaku!" seru Kanaya tak kalah kerasnya. Membuat laki-laki itu terdiam kaget untuk sejenak. Baru saat, Kanaya mendorong tubuhnya, dia kembali tersadar.

"Menjauh dariku!"

Mendengarnya, laki-laki itu tersenyum miring. Bukannya menurut dan menjauh, dia malah mengunci tangan Kanaya yang semula bertengger pada dadanya yang terlapisi kemeja. Semakin merapatkan tubuh mereka hingga--- Kanaya dapat merasakan sesuatu yang mengganjal di bawah sana.

"Kenapa? Kau ingin ini bukan? Sudahi sandiwaramu Kanaya. Jadi, ayo. Layani aku malam ini dengan menjadi ja-lang yang baik."

"Baji-ngan!" Kanaya berteriak tepat di depan wajah sang laki-laki. Bahkan dia tidak peduli jika air liurnya mengenai wajah tampan itu.

"Bahkan aku tidak mengenalmu. Beraninya kau bertindak tidak sopan kepadaku!! Minggir, sialan!!"

Kanaya tetap memberontak

"Tidak mengenalku?" kali ini laki-laki itu mengeluarkan seringainya.

"Aku baru tahu ada istri yang tidak mengenali suaminya sendiri, Kanaya Wilson..."

Deg.

Apa tadi katanya? Wilson? Kanaya Wilson?! 

"Oh, atau harus kupanggil, Nyonya Wijaya? Istri dari Kalendra Wijaya?"

Sial! Tiba-tiba kepala Kanaya terasa berputar dengan telinga yang berdenging. Sampai--- perempuan itu kehilangan kesadarannya.

.

.

Novel *MINE* adalah novel yang menceritakan bagaimana terobsesinya Kalendra Wijaya, sang tokoh utama pria kepada Zana Damara. Bahkan, Kalendra tidak peduli jika dirinya sudah memiliki istri yang bernama Kanaya Wilson.

Ya! Pernikahan Kalendra dan Kanaya adalah perjodohan bisnis. Awalnya Kalendra tidak masalah dengan pernikahan itu, walaupun dia sendiri tidak pernah memperhatikan istrinya, bahkan bersikap dingin.

Namun, sejak kedatangan Zana Damara sebagai pembantu rumahnya, membuat Kalendra berubah. Keluguan Zana membuat Kalendra terpikat.

Sejatinya, Kalendra adalah laki-laki alpha. Sehingga dia menginginkan perempuan yang lemah dan mudah dikendalikan. Dan tokoh Zana memenuhi tipe itu. Berbanding terbalik dengan Kanaya yang suka menggoda.

Tokoh Kanaya nantinya akan mati bunuh diri karena frustasi. Kalendra ingin menceraikannya dan menikahi Zana.

"Bodoh!" umpat perempuan itu kala mengingat akhir hidup dari raga yang kini ia tempati.

Awalnya dia kira, transmigrasi jiwa hanya ada di cerita fiksi. Siapa sangka kini ia mengalaminya sendiri?

Padahal dirinya tidak mengalami kecelakaan seperti kebanyakan cerita reinkarnasi yang ia baca. Perempuan itu hanya ketiduran setelah lelah mengomel karena alur novel yang tidak sesuai dengan ekspetasinya.

"Sepertinya ini karma karena aku telah menyumpah serampahi tokoh Kanaya." dia berdecak.

"Lagipula, kenapa namanya harus mirip dengan namaku sih? Sama-sama Kanaya. Bedanya dia memiliki marga sedangkan aku tidak."

Dan sekarang Kanaya juga baru paham. Laki-laki yang telah berani mele-cehkannya itu ternyata adalah suaminya sendiri. Sang pemeran utama pria, Kalendra Wijaya.

Pantas saja, separuh dari dirinya tidak menolak. Ini pasti sisa-sisa dari perasaan Kanaya Wilson yang asli.

Menatap langit-langit lekat, Kanaya bertekad akan mengubah takdir raga yang sekarang dirinya huni. Dia tidak akan mengambil tindakan bu-nuh diri hanya karena seorang laki-laki.

"Cih, seperti sudah tidak ada laki-laki lain saja. Tubuh ini cantik dan bisa mendapatkan laki-laki yang jauh lebih baik daripada si Kalendra Brengsek Wijaya."

"Biarkan saja laki-laki itu menikah si pembantu menye-menye itu. Aku sama sekali tidak peduli."

Kini Kanaya bertekad, tidak akan peduli dengan kedekatan Kalendra dan Zana. Mereka dengan urusan mereka dan Kanaya dengan urusannya sendiri.

"Daripada bu-nuh diri, aku akan menuntut harta gono gini yang sangat banyak dan menjadi janda kaya raya yang menawan, hahaha!!"

1
Resti Rahmayani
kenapa harus berbohong, padahal untuk memulai sesuatu harus jujur walaupun sakit dan lagi pula suaminya tau walaupun hasil nguping sih ..
Ahrarara17
Lagi kak, up lagi
wwww
novel se seru ini ko sepi bgt sih 🤔 padahal bagus loh guys 👍🏻 semangat buat author nya 🫶🏻
raintara06: terhura bgt bacanya 🤧🤧tengkyu yaa🩵
total 1 replies
Ahrarara17
Ceritanya keren
Ahrarara17
Yuk, kak. Lanjut yuk, ceritanya. Ditunggu upnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!