NovelToon NovelToon
Menaklukkan Hati Tetangga Cuek

Menaklukkan Hati Tetangga Cuek

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Karena Taruhan / BTS / Keluarga / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Tinta Kuning

Demi menjalankan sebuah misi penting, Dinda rela melakukan apa saja untuk mendekati tetangga barunya yang super cuek dan dingin.

Tapi setelah dia mendapatkan yang ia inginkan dan berhenti mengejar lelaki itu, lelaki itulah yang berbalik mendekatinya.

Dan ternyata ada rahasia besar di antara keduanya.

jangan lupa like dan komen 💛

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tinta Kuning, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Satu

Namaku Dinda, tapi tidak pake Hauw. Dan nama asliku adalah Dinda Dahayu, sayangnya Aku lebih suka kalau di panggil Kim Dinda, karena Aku adalah penggemar beratnya Kim Taehyung. Di setiap sepertiga malam Aku selalu memanjatkan doa agar Kim Taehyung menjadi suamiku. Meskipun bukan Kim Taehyung yang asli, yang kw nggak pa-pa dah, Dinda ikhlas ya Allah. Yang penting gantengnya kayak Kim Taehyung, lumayan untuk memperbaiki keturunan karena Aku dapat jatah dari Allah hidung yang minimalis.

Aku hanyalah seorang gadis pengangguran. Setelah lulus kuliah, entah kenapa Aku menjadi lebih betah di rumah. Nggak deng, boong. Sebenarnya Aku sudah melamar di berbagai perusahaan, mirisnya kebanyakan nggak diterima, tapi giliran diterima Dinda Dahayu gadis cantik paripurna ini ditempatkan cabang kantor luar kota. Jadilah Ayahku tidak mengizinkan anak gadis semata wayangnya untuk bekerja, dan hingga detik ini Aku dirumahkan selama belum dapat pekerjaan sesuai kriteria Ayahku. Beruntung Ayahku memiliki ternak kambing dan ibuku punya katering. Jadi untuk beli koleksi barang unik berbau Kim Taehyung, Aku cukup menunggu pemberian orang tuaku sembari menunggu Kim Taehyung melamar.

Eh!

Pukul tiga sore Aku baru saja pulang dari kantor lurah guna mengurus data warga yang mendapatkan bansos. Nah, salah satu kesibukan si pengangguran ini adalah menjadi aspri RT. Yang tak lain ketua RT-nya adalah tanteku alias adiknya Ayahku, namanya tante Milka.

Aku memarkirkan motorku di halaman depan rumah yang sudah ada beberapa motor yang berjejer. Bukan hal aneh, sebab selain pelanggan kedua orang tuaku, warga-warga juga datang ke rumahku jika ingin bertemu dengan tanteku. Karena rumah tanteku berada di belakang rumahku, jadi tamu lebih senang menunggu di rumahku karena berada di depan juga memang lebih luas.

Sebelum masuk ke dalam rumah, Aku merapikan dahulu sandal dan sepatu para tamu, bukan karena Aku gadis yang rajin, bukan ya! Tapi karena Aku pernah kesandung sepatu saat mau masuk rumah. Jadi lebih ke trauma Aku tuh.

“Assalamu'alaikum?” ucapku saat masuk ke dalam rumah.

Sontak semua orang yang aku hitung ada empat orang menoleh ke arahku.

“Eh istrinya Kim Taehyung sudah pulang?” sambut ibuku setelah menjawab salamku.

Seketika Aku tersipu, Aku yakin pipiku sudah memerah saat ini. Tapi bukan karena Aku malu, tapi Aku senang. Bukankah ucapan adalah doa? Apalagi yang mendoakan seorang ibu.

Aku menyalami semua orang yang sedang duduk di sofa. Semuanya menyapaku dengan ramah sekaligus senyuman. Kecuali...

Sosok manusia masker.

Dih!

Selama bersalaman Aku memang tidak melihat siapapun orangnya. Tepat di depan seseorang yang sedang memakai masker, dia mengabaikan tanganku yang menggantung di udara?

“Dinda, cepat duduk. Nggak usah bersalaman sama Nak Aydan. Bukan muhrim.” kata ibuku memberitahu.

Sontak Aku mengangkat wajah, menatap sinis seseorang yang menyembunyikan wajahnya di balik masker hitam. Sok sekali, pikirku.

“Maaf, Bu Elyana. Bukan muhrim tapi mahram.” ucap ibu-ibu berjilbab lebar yang duduk di samping lelaki bermasker, membenarkan ucapan ibuku.

“Ah iya, maaf ustadzah Lailatul, maklum.” sahut ibuku cengengesan.

Setelah penolakan itu, Aku mengambil tempat duduk persis di depan lelaki yang ibuku sebut namanya adalah Aydan. Sebab memang hanya sofa itu yang kosong.

“Jadi begini Dinda, jadi Ustadzah Lailatul dan putranya ini baru pindah di RT kita, dan berencana mau membuat kartu keluarga @$_-() ;"-##) ;$+_) 4! _+$/#/2927:_+7_(#) #? ;_+_;” ucap tanteku panjang lebar yang tidak Aku dengar. Aku masih sakit hati jabatan tanganku di tolak.

“Ya tinggalkan saja berkasnya, nanti Dinda bantu urus.” kataku ketus.

“Terima kasih ya Nak, Dinda.” ucap Ibu yang di sebut ustadzah Lailatul, suaranya halus dan lembut.

Karena Aku tidak memiliki masalah dengan ibu berwajah teduh itu, Aku berikan senyum terbaikku. “Sama-sama, Ummi.” jawabku sok akrab, Aku memang akrab sama semua orang ya!

‘Benarkan manggilnya Ummi?’ tanyaku dalam hati.

“Dindaaa!” panggil Ayahku sedikit berteriak, sepertinya Ayah baru saja pulang mengambil rumput untuk pakan kambing.

“Ya, Yah?” sahutku dengan suara tak kalah kencang dari Ayah.

“Bantu Ayah kasih kambing makan, Ayah mau ke kamar mandi sebentar.”

Tuh kan?

“Iya Yah, siap laksanakan!”

“Dinda, pelan-pelan aja ngomongnya,” bisik ibuku, sebelumnya beliau sudah menginjak kakiku di bawah meja.

“Ah Ibu, sudah biasa ini kok,” jawabku acuh, Aku kembali beralih wanita paruh baya berwajah teduh yang tengah menatapku, “Ummi, Dinda permisi, ya. Mau ngasih makan embek dulu. Berkasnya kasih aja ke tante Milka.”

“Iya, silahkan, Nak.” sahutnya lembut.

Ah nyaman sekali mendengar suaranya, sangat berbeda dengan suara ibu Elyana, wanita yang melahirkanku. Suaranya bergema seisi kampung jika sudah memarahiku.

Sedangkan ketika menoleh manusia masker di sebelah ummi Lailatul, Aku mendengus pelan.

Malas kali lah Aku tengoknya masih pake masker dalam rumah, bau apa yang mengganggunya? Aku nggak berhenti menggerutu sampai di depan kandang.

Suara kambing dan domba bertambah heboh setelah melihat kedatanganku. Sudah hafal sekali hewan berkaki empat itu dengan makhluk yang sering memberinya makan.

Aku membuka karung dengan cutter mini yang selalu Aku bawa dalam slingbag yang masih Aku pakai. Dan mengeluarkan rumput dalam karung, Aku berikan secara adil. “Nih makan yang banyak, biar tambah gendut tambah mahal deh klean.”

Ditengah mengawasi peliharaan Ayahku makan. Tante Milka, Ummi Lailatul juga manusia masker mendekati kandang.

“Iya Ustadzah, selain hewan qurban, kami juga menyediakan kambing untuk aqiqah yang bisa langsung dimasak.” Tanteku menjelaskan.

Ummi Lailatul mengangguk pelan. “InsyaAllah nanti jika musim haji kita akan pesan hewan qurban untuk saya dan Aydan. Dan mungkin jika ada yang mencari catering untuk aqiqah, saya akan merekomendasikan di sini.”

Mendengar itu Aku senang sekali dong. “Terima kasih banyak, Ummi.” ucapku tulus.

Ummi Lailatul tersenyum padaku, “Sama-sama cantik.” ucapnya.

Tentu saja Aku menjadi tersipu, namun tanpa sengaja Aku menoleh ke manusia masker, Aku lihat dia menaikkan sebelah alisnya.

‘Apa maksudnya?’ tanyaku dalam hati. Aku yakin dia pasti mengejekku karena ummi Lailatul memujiku cantik.

“Kalau begitu kami permisi dulu ya, bu RT, nak Dinda.” pamit Ummi Lailatul, berbarengan dengan suara adzan.

“Iya, Ummi. Hati-hati di jalan.” jawabku.

Tanteku mengantarkan dua orang itu sampai pagar. Ummi Lailatul berjalan kaki dan belok kiri, sedangkan manusia masker memakai motor belok kanan.

“Lihat apa, Dinda?” tanya Ayahku yang tiba-tiba sudah berdiri di sampingku.

“Itu ayah, bakal ada pelanggan baru kita.” ucapku semangat.

“Oh tetangga sebelah rumah itu?”

Mataku membulat, “Tetangga sebelah rumah?” Aku membeo. “Maksud ayah mereka tinggal di rumah mewah yang sudah lama kosong itu?”

Ayah merapikan rumput di dalam tempat makan kambing yang berantakan karena hewan itu sendiri. “Sepertinya iya, ‘kan cuma rumah itu yang kosong di sini.” kata Ayah.

Mataku semakin membulat, pasalnya rumah kosong itu tepat di sebelah kamarku. Hampir setiap malam Aku mendengar sesuatu dari rumah itu.

“Dinda!” kali ini ibuku yang memanggil.

“Dinda, lihat ibu dulu ya, Yah.” Aku berpamitan sama Ayah, soalnya Ayah suka bicara sendiri kalau Aku pergi tiba-tiba.

Setelah mendapatkan anggukan dari Ayah, gegas Aku mendekati Ibu yang sudah menungguku di teras rumah.

“Ada apa kanjeng ratu?” ucapku setelah sampai dekat ibu.

Ibu mengulurkan benda pipih ke hadapanku. “Tolong kamu antarkan sepertinya ini punya Mas Aydan, Kayaknya Mas Aydan nggak sadar deh henponnya terjatuh di sofa.”

Keningku mengernyit dalam, belum sempat bertanya ibu sudah bicara lagi.

“Rumahnya di sebelah, baru pindah pagi tadi.” beritahu ibu, padahal Aku sudah tahu.

Tanpa menjawab, Aku langsung memenuhi perintah kanjeng ratu. Meski ragu, entah kenapa langkah kakiku terasa ringan menuju rumah mewah yang sudah kosong bertahun-tahun itu. Tidak seperti biasanya, biasanya melewati rumah itu saja bulu kudukku merinding.

Aku berjalan pelan saat memasuki pagar yang dibiarkan terbuka.

Glek! Aku menelan saliva.

Saat Aku akan mengetuk pintu, suara seseorang berdiri tak jauh dibelakangku, “Ada apa?” tanyanya pelan tapi dingin.

Sontak Aku mencibir ketika tahu pemilik suara, si manusia masker. “Ternyata bisa ngomong lo?” sindirku.

Aku mengulurkan barangnya yang ketinggalan di rumahku, “Ini, terima kasihlah.”

Dia langsung menerimanya setelah beberapa detik memastikan, “Hm.” ucap manusia itu singkat. Tanpa ucapan—

Ceklek!

Seketika Aku berbalik,

“Loh ada nak Dinda?” ucap Ummi Lailatul setelah membuka pintu rumah.

“Iya, Ummi. Tadi punya orang itu ketinggalan.” jawabku.

Ummi Lailatul tersenyum ramah, “Panggil saja orang itu Mas Aydan.” ucap wanita itu lembut.

Aku yang tidak bisa menyembunyikan ekspresi wajahku, sontak mengernyit. Geli sekali Aku memanggil orang itu dengan Mas.

“Kalau begitu Dinda permisi sekarang, Ummi. Sudah sore, Assalamu'alaikum.” ucapku dan berlalu begitu saja tanpa menyapa manusia masker.

Buat Apa?

Nggak penting!

***

1
Sari Saputri
kim Taehyung kw sang suami antah berantah (kata kim dinda) tolong jangan membuat usaha kim dinda sia2 😄
Tinta Kuning: perang part 2 wkwk
total 1 replies
Sari Saputri
abi mertua tau aja kesukaan menantu nya
Sari Saputri
woaahahahahahaa...🤣
Sari Saputri
Eaaaa.... kim dinda tolong di ingat2 /Joyful/
Fitra Sari
lanjut donkk
Tinta Kuning: wait...
total 1 replies
Sari Saputri
derita suami kedua, kim Taehyung segala galanya mas dokter kim Taehyung kw tolong maafkan kim dinda🤭 di mohon sabar dan ikhlas nya
Sari Saputri
tamu yang di usir 🤣
Sari Saputri
si pacar posesif dan si pacar yang menuruti semua kemauan asal senang
Sari Saputri
sat set sekali Aira dan kak jonie dah langsung pacaran aja
Sari Saputri
kim Taehyung kw sudah bisa gombal-gambil yahh sekarang. semakin hari apakah semakin tergodakah kim dinda 🤣
Sari Saputri: kim Taehyung meresahkan 😄
total 2 replies
Sari Saputri
jadilah pasien teladan kim dinda 🤭
Sari Saputri: mon maaf kim dinda di
total 2 replies
Sari Saputri
Allaahu Akbar 😄
Sari Saputri
ingat kim dinda, kamu wanita bersuami
Tinta Kuning: wkwkwkkw 🤣
total 1 replies
Sari Saputri
kasihan kim dinda gak bisa mengekspresikan ke absurd nya hanya mengandalkan jempol itupun di kalahkan langsung oleh kelingking ibu El 🤣
kim dinda minggu depan akan ada resepsi ngak ada bantahan kah, jadi sudah sangat legowo
Sari Saputri: hayuklah, gaskeun thor
total 2 replies
Sari Saputri
hahahahahaa.... iya lagi 🤣
Sari Saputri
ciyyeeee kim dinda di gendong mas dokter kim Taehyung kw, lanjut lagi thorr...
double up dong😍
Sari Saputri: /Heart/
total 2 replies
Sari Saputri
aaiisshhhh.... kalau masalah duit gak bisa di tolak 🤣
Sari Saputri
hahahaaaa.... maafkan readermu ini yah author yang selalu hahahahaaa... tiap baca kim dinda
Tinta Kuning: takpa takpa, di sini Kim Dinda memang hadir untuk menghibur para readers🤭
total 1 replies
Sari Saputri
baru engeh yang satu dokter khusus pria dan yang satunya khusus wanita 😄
Sari Saputri
TO THE POINT sekali kamu kim dinda, apakabar Aira tetiba langsung di sodori kim dinda untuk jadi pacarmu 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!