NovelToon NovelToon
Immortal Phoenix Emperor

Immortal Phoenix Emperor

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Fantasi Timur / Perperangan / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: AnginBiru

Seorang Kaisar Abadi yang sedang melewati rangkaian Ujian Langit, mengalami kegagalan karena diserang oleh Pasukan Berjubah. Dirinya yang mengalami luka cukup parah sebab gagal melewati Ujian Langit, serta merasa geram terhadap Pasukan Berjubah. Menggunakan sebuah Teknik Terlarang untuk melawan Pasukan Berjubah hingga menyebabkan tubuh dan jiwanya hancur.

Lima Ribu Tahun kemudian, Ia terlahir kembali sebagai seorang Tuan Muda dari Klan Xiao. Namun sayangnya, Ia terlahir dengan kondisi lautan energi yang tersegel sehingga membuat dirinya tidak bisa berkultivasi.

Tetapi, kondisi yang kurang baik tersebut tidak membuat dirinya menyerah. Ia akan berusaha keras untuk mendapatkan kembali seluruh kekuatannya seperti di masa lalu, demi membalaskan dendamnya serta melindungi orang yang ia cintai!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnginBiru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 01 - Jatuhnya Sang Phoenix

Benua Petarung, merupakan salah satu dari Ribuan Dunia Besar yang berada di Alam Semesta Yuyan. Di Benua ini, seni bela diri dijunjung sangat tinggi dan didambakan oleh semua orang. Dari banyaknya tingkat kekuatan di Benua Petarung, Kaisar Abadi menjadi eksistensi yang mampu berdiri di puncak dunia bela diri. Dan saat ini, terdapat Lima Orang yang memiliki kekuatan tersebut.

Kelima Orang tersebut membuat sebuah Perjanjian untuk tidak saling menyerang satu sama lain, agar tidak terjadi kekacauan di Benua Petarung. Namun, salah satu dari mereka merasa tidak puas dengan kekuatan yang ia miliki. Demi mendapatkan kekuatan yang jauh lebih kuat. Dirinya melanggar perjanjian tersebut dan mengirim sekelompok pasukan untuk menyerang Kaisar Abadi lainnya.

_______

Di suatu wilayah, yang dipenuhi berbagai pohon menjulang tinggi. Tampak sebuah bangunan Istana berwarna putih yang berdiri kokoh dan megah. Namun jika dilihat lebih teliti lagi. Di bawah langit yang gelap, terdapat ratusan sosok berjubah yang sedang terbang dengan kecepatan penuh menuju Istana tersebut. "Persiapkan diri kalian! Sebentar lagi kita akan sampai di Istana Kaisar Phoenix!" ucap sosok yang berada di paling depan

"Baik!!"

Tidak lama kemudian, ratusan sosok berjubah tersebut mendarat di permukaan tanah yang berada dekat dengan pintu masuk Istana. Pandangan mata mereka langsung tertuju ke arah puncak Menara Istana. Di sana, terdapat seseorang yang sedang melayang di udara dengan duduk bersila dan mata terpejam. "Seseorang yang berada di puncak Menara Istana, apakah dia adalah Kaisar Phoenix? Sedang apa dia di sana?" tanya salah satu anggota pasukan

"Benar, dialah orangnya. Menurut informasi yang kudapatkan, saat ini ia sedang melewati rangkaian Ujian Langit." jawab ketua pasukan

"Ujian Langit, ya. Kalau tidak salah, itu adalah Ujian yang sangat penting bagi perkembangan kultivasi seorang Kaisar Abadi. Jika Kaisar Abadi tersebut gagal untuk melewati rangkaian Ujian Langit."

"Maka, dia akan terluka parah atau mungkin kehilangan nyawanya." jelas anggota lainnya

"Tepat sekali. Menyerang Kaisar Phoenix untuk menggagalkan dirinya melewati Ujian Langit, merupakan alasan kita berada di sini." seru ketua pasukan

"Te-tetapi, bagaimana caranya, Ketua? Maksudku, Kaisar Phoenix pasti telah mempersiapkan sesuatu untuk melindungi dirinya dari gangguan luar, bukan?"

Ketua Pasukan tersebut langsung tersenyum menyeringai saat mendengar pertanyaan anggotanya. Kemudian, ia segera mengeluarkan sebuah pedang berukuran besar dengan warna merah darah. "Jika Kaisar Phoenix memang menyiapkan sebuah pelindung. Maka, kita hanya perlu menghancurkannya!!"

Ketua Pasukan tersebut langsung mengayunkan pedang di tangannya. Sebuah tebasan pedang yang kuat seketika melesat cepat menuju puncak Menara Istana.

WHISH!

BOOM!!

Tebasan pedang dari Ketua Pasukan Berjubah langsung meledak saat menghantam sesuatu di tempat Kaisar Phoenix berada. Kumpulan asap hitam pun segera menyelimuti puncak Menara Istana. Lalu, ketika kumpulan asap tersebut perlahan-lahan menghilang. Tampak sebuah Formasi Pelindung yang mengelilingi setiap sisi Kaisar Phoenix. Formasi Pelindung itulah yang menghantam serta melindungi Kaisar Phoenix dari tebasan pedang sebelumnya. Namun, pandangan mata setiap anggota Pasukan Berjubah justru tertuju pada sebuah retakan yang berada di Formasi Pelindung.

Retakan yang kian melebar tersebut, membuat mereka tersenyum disertai aura membunuh yang kuat. Di sisi lain, Kaisar Phoenix memberikan reaksi yang berlawanan di wajahnya. "Sial! Beraninya sekumpulan semut bodoh itu menyerangku di saat sedang menghadapi Ujian Langit!" batin Kaisar Phoenix

"Mereka bahkan berani membuat retakan di Formasi Pelindung! Jika hal ini terus mereka lanjutkan hingga mengarah ke situasi yang buruk.. Tidak akan kuampuni mereka!!"

Tidak perlu menunggu waktu yang lama, sampai ucapan Kaisar Phoenix menjadi kenyataan. Ketua Pasukan Berjubah segera memberi perintah pada seluruh anggotanya, untuk menyerang Formasi Pelindung dengan kekuatan penuh.

BOOM! BOOM! DUAR!

Di bawah tekanan kekuatan penuh Pasukan Berjubah yang tidak terhentikan. Formasi Pelindung milik Kaisar Phoenix perlahan-lahan menunjukkan tanda kehancuran.

KRAK! KRAK!

TRASS!

Kaisar Phoenix langsung mengerutkan dahinya. Amarah seketika memenuhi kepalanya saat mengetahui Formasi Pelindungnya hancur dalam waktu singkat. Ia merasa sangat geram atas tindakan lancang yang dilakukan oleh Pasukan Berjubah.

DUAR! DUAR!

Di tengah amarah Kaisar Phoenix, gemuruh guntur yang sangat besar tiba-tiba terdengar di langit. Suara yang menggelegar tersebut, seketika memecah suasana di wilayah tersebut. Pasukan Berjubah langsung menatap langit dengan saksama. Kumpulan awan hitam terlihat memenuhi langit disertai kilatan-kilatan petir dengan aura menakutkan. Berbagai pertanyaan mulai muncul di kepala mereka saat melihat kondisi langit yang cukup mencekam. Hal yang sama juga dirasakan oleh Kaisar Phoenix.

"Aura ini.. Mungkinkah ini Ujian Lima Petir Langit Suci? Jika itu benar, maka aku harus.."

BOOM!!

Belum sempat menyelesaikan perkataannya, Lima Petir dengan warna berbeda langsung menyambar tubuh Kaisar Phoenix dengan kuat. Seteguk darah segar pun seketika keluar dari dalam tubuhnya. "Sial! Ada apa dengan kekuatan ini?! Kenapa kekuatan Lima Petir Langit Suci lebih kuat dari yang kubayangkan?!"

Tanpa Formasi Pelindung yang membantu dirinya, Kaisar Phoenix tampak kesulitan menghadapi kekuatan Lima Petir Langit Suci. Satu demi satu bagian tubuhnya mulai terluka parah. Ia benar-benar tidak bisa melawan balik kekuatan Lima Petir Langit Suci.

DUAR!!

Pada akhirnya, kekuatan Lima Petir Langit Suci yang tak terbendung meledak dengan hebat hingga menghancurkan puncak Menara Istana. Kekuatan dari Lima Petir Langit Suci sungguh menakutkan. Dampak dari ledakan tersebut, membuat tubuh Kaisar Phoenix terjatuh ke bagian dalam Istananya. Akan tetapi, kekuatan dari Lima Petir Langit Suci tersebut belum cukup kuat untuk mengakhiri hidup Kaisar Phoenix.

Dengan sekuat tenaga, Kaisar Phoenix berusaha keluar dari reruntuhan bangunan istana yang menimpa dirinya. "Uhuk.. Uhuk.. Sial! Padahal selangkah lagi aku akan berhasil melewati Ujian Langit. Namun akhirnya, aku justru gagal dan terluka cukup parah."

"Benar-benar menyebalkan! Sepertinya keberuntungan tidak berpihak padaku." keluh Kaisar Phoenix

Setelah seluruh bagian tubuhnya berhasil keluar dari reruntuhan. Kaisar Phoenix langsung bergegas pergi keluar Istananya untuk menyelesaikan permasalahan dengan Pasukan Berjubah. Sementara itu, Pasukan Berjubah yang berada di luar Istana terlihat kebingungan setelah melihat ledakan besar tadi. Ledakan tersebut membuat mereka bertanya-tanya tentang kondisi Kaisar Phoenix. Di tengah suasana tersebut, tiba-tiba muncul dua tebasan pedang yang sangat kuat dan cepat dari dalam Istana.

WHISH! WHISH!

BOOM!

Dua tebasan pedang tersebut langsung membunuh puluhan anggota Pasukan Berjubah dengan kejam. Serangan mendadak itu membuat anggota pasukan yang tersisa tertegun. Wajah mereka menjadi pucat setelah melihat rekan mereka terbunuh dalam sekejap mata.

Di saat bersamaan, Kaisar Phoenix keluar dari Istananya dengan menggenggam sebuah pedang pada tangannya. Tubuh anggota Pasukan Berjubah langsung gemetar, saat merasakan tatapan mata yang dingin serta aura membunuh dari Kaisar Phoenix. "Dasar sekumpulan semut lemah! Berani sekali kalian datang ke wilayahku dengan sikap yang lancang. Bahkan, kalian tidak menahan diri untuk mengganggu Ujian Langit yang sedang kulakukan."

"Kalian semua benar-benar bajingan! Aku tidak akan mengampuni kalian!"

Kaisar Phoenix segera memejamkan matanya selama beberapa detik. Lalu, ia membuka matanya kembali dengan perlahan seraya berkata, "Akan kubunuh kalian semua!!"

WUSH!

Kaisar Phoenix langsung melesat ke tempat Pasukan Berjubah berada, kemudian menyerang mereka tanpa ampun. Di sisi lain, Ketua Pasukan Berjubah tidak ingin para anggotanya tewas tanpa perlawanan. Dengan sigap, ia memberi perintah kepada para anggotanya untuk turut menyerang dengan kekuatan penuh. Dan akhirnya, pertempuran besar terjadi di wilayah tersebut.

_______

Waktu terus berlalu..

Saat ini, pertempuran antara Kaisar Phoenix dengan Pasukan Berjubah terhenti sejenak. Hal ini dikarenakan kondisi masing-masing pihak yang kian memburuk. Tubuh Kaisar Phoenix sudah tidak bisa bertahan lebih lama karena luka dari Lima Petir Langit Suci. Ia terlihat sangat lemah dan beberapa kali memuntahkan seteguk darah segar.

Sementara itu, Pasukan Berjubah sudah kehilangan lebih dari setengah anggotanya. Mereka juga terlihat sangat kelelahan dengan beberapa luka parah di tubuh mereka. Namun, Ketua Pasukan Berjubah yang menyadari kondisi Kaisar Phoenix yang semakin melemah. Memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memprovokasi Kaisar Phoenix. "Kekuatan dari seorang Kaisar Abadi yang tidak terkalahkan benar-benar menakjubkan. Tetapi sekarang, kau tampak seperti orang tua lemah yang di ambang keamatian."

"Apa kau yakin bisa bertahan lebih lama dengan kondisimu saat ini?!" tanya ketua pasukan dengan angkuh

Dengan mata yang terpejam, Kaisar Phoenix mengabaikan semua kata-kata provokasi tersebut. Atmosfer di sekitarnya tiba-tiba terasa sangat tenang. Ketua Pasukan Berjubah pun mengeritkan giginya. Ia tampak kesal ketika melihat Kaisar Phoenix yang tidak terpancing oleh ucapannya. "Dasar sombong! Jika kau tidak ingin menyerah, maka akan kubuat kau menyerah dengan serangan ini!!"

WHISH!

Tebasan pedang dengan kecepatan luar biasa langsung menuju tempat Kaisar Phoenix. Alih-alih menghindar dari serangan tersebut, Kaisar Phoenix justru tetap terpaku di tempatnya dengan kedua mata yang masih terpejam. Ketika tebasan pedang tersebut sudah berjarak satu meter dari tubuhnya. Kaisar Phoenix segera mengangkat tangan kanannya ke depan untuk menahan tebasan pedang tersebut.

TASH!

Ketua Pasukan Berjubah sontak tertegun. Ia sangat terkejut saat melihat serangan pedangnya bisa ditahan dengan mudah. Terlebih lagi, Kaisar Phoenix tidak menderita luka sedikitpun. Lalu, Kaisar Phoenix perlahan membuka matanya yang tampak bercahaya dan segera berbicara dengan nada yang tegas, "Apakah kau, berusaha membuat seorang Kaisar Abadi seperti diriku menyerah kepadamu? Jangan bermimpi, dasar bodoh! Aku, Kaisar Phoenix, lebih memilih mati daripada harus menyerahkan diri!!"

SRASH!

Kaisar Phoenix seketika melukai pergelangan tangan kirinya dengan pedang miliknya. Darah yang sangat segar dengan jumlah yang cukup banyak langsung keluar dari luka tersebut. Kemudian, sebuah lingkaran besar mendadak muncul ketika darah Kaisar Phoenix menyentuh permukaan tanah. "Kalian semua datang ke sini dengan tujuan yang buruk! Sikap lancang dan sombong kalian telah berhasil membuatku marah! Jadi, sebagai balasan atas perbuatan kalian.. Akan kuberikan kematian yang tidak pernah kalian bayangkan!!"

WUSH!

Lingkaran berukuran sepuluh meter tersebut langsung mengeluarkan cahaya berwarna emas disertai sebuah lambang Burung Phoenix pada bagian tengah. Seluruh energi murni yang berada di sekitar juga mulai terserap oleh lingkaran tersebut. Ketua Pasukan yang menyadari akan terjadi hal yang sangat berbahaya, segera memberi perintah kepada anggotanya untuk menghentikan Kaisar Phoenix. "Kalian semua! Cepat hentikan rencana Kaisar Phoenix!!"

Sisa anggota Pasukan Berjubah langsung bergegas menyerang Kaisar Phoenix untuk menghentikan rencananya. Namun sayangnya, semua usaha mereka tidak bisa mengubah keadaan. Dengan senyum menyeringai di wajahnya. Kaisar Phoenix berkata, "Sudah terlambat. Tidak ada yang bisa menyelamatkan kalian dari.. KEMATIAN."

WUSH! BOOM!!

Kumpulan energi murni yang berada di lingkaran besar tersebut, langsung melonjak dengan hebat ke langit disertai gelombang kejut yang sangat kuat. Pasukan Berjubah yang ingin mendekati Kaisar Phoenix langsung terlempar cukup jauh. Di sisi lain, kumpulan energi murni yang terus meluap dan terkumpul di langit. Mulai menghasilkan gemuruh guntur serta beberapa kilatan petir. Sebuah gumpalan api dengan aura menakutkan juga terlihat muncul di langit. Kemudian, gumpalan api tersebut perlahan membentuk seekor Burung Phoenix yang diselimuti oleh kobaran api.

WUSH!

DUAR! DUAR!

Kumpulan awan hitam di langit langsung terhempas, ketika Burung Phoenix yang sangat besar tersebut terbentuk dengan sempurna. Beberapa ledakan petir juga terjadi, akibat luapan energi murni yang amat kuat dari Burung Phoenix tersebut. Sementara itu, Pasukan Berjubah yang tersisa terlihat tidak berdaya ketika melihat kekuatan absolut Kaisar Phoenix. Ekspresi keputusasaan terukir jelas di setiap wajah mereka.

"Ba, bagaimana mungkin? Bagaimana bisa seorang manusia memiliki kekuatan seperti ini?" ucap salah satu anggota

Namun, Ketua Pasukan Berjubah belum sepenuhnya menyerah. Keputusasaan menuntun dirinya membuat keputusan yang sangat konyol dan menyedihkan. "Kaisar Phoenix! Aku menyadari tindakanku sebelumnya sangatlah bodoh. Aku mengakui semua kesalahan yang aku lakukan. Jadi kumohon, tolong ampunilah diriku dan biarkan aku pergi dari sini."

"Mengampunimu? Hahaha, jangan bercanda, dasar bodoh! Kalian semua telah membuat kesalahan yang sangat fatal. Kalian sungguh bodoh, karena berani membuat masalah dengan Sang Phoenix!!"

"Dan sekarang.. Terimalah Api Kemarahannya!! Teknik Terlarang : Amarah Phoenix!!"

Sebuah teriakan lantang dari Kaisar Phoenix, langsung membuat Burung Phoenix yang berada di langit turut mengeluarkan suara yang sangat nyaring. Sebelum akhirnya, menerjang dengan cepat ke arah Kaisar Phoenix dan Pasukan Berjubah berada.

"Ti, tidak.. Tidak mungkin.. Aku tidak mau mati di sini!!"

Dengan senyum menyeringai, Kaisar Phoenix mengucapkan kalimat terakhirnya.

"Yippe-Kay-Yey, Brengsek."

DUARR!!

Ledakan yang sangat besar pun terjadi, saat Burung Phoenix tersebut menyentuh permukaan tanah. Seluruh medan pertempuran langsung hancur dan terbakar oleh lautan api yang ganas. Keberadaan Pasukan Berjubah serta Kaisar Phoenix juga turut terhapus oleh lautan api tersebut.

Pada akhirnya, Kaisar Phoenix mengorbankan kehidupan yang ia miliki untuk melenyapkan Pasukan Berjubah. Dengan kepergian Kaisar Phoenix, maka tidak ada lagi keseimbangan kekuatan di Benua Petarung. Perubahan yang sangat besar terhadap seluruh kekuatan teratas di Benua Petarung tidak akan terelakkan.

Namun, Jatuhnya Sang Phoenix bukanlah akhir dari segalanya. Tetapi, ini akan menjadi titik awal dari segalanya.. Awal dari cerita yang sangat panjang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!