NovelToon NovelToon
Aku Bukan Romeo Dan Kamu Bukan Juliet

Aku Bukan Romeo Dan Kamu Bukan Juliet

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: Henny

Fiana Adams tak pernah menduga akan jatuh cinta pada pandangan pertama. Pertemuan yang singkat di reuni sebuah SMA telah membuatnya terus memikirkan Arjuna Zefanya Tekins. Siapa sangka keduanya justru tak bisa dipisahkan sejak malam itu walaupun mereka harus menghadapi kenyataan bahwa keluarga mereka adalah orang yang paling berkuasa dan paling bermusuhan sejak zaman dulu. Berbagai tantangan datang dan berusaha memisahkan keduanya. Sampai akhirnya keduanya berada di sebuah pilihan yang sulit. Mempertahankan cinta mereka atau menjaga nama baik keluarga.
Ceritanya di jamin sangat romantis dan bikin baper. Walaupun memang penuh dengan tantangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pandangan Pertama

Fiana, gadis cantik berusia 20 tahun, turun dari sebuah mobil mewah bersama kedua sahabatnya Tita dan Jelita. Fiana baru seminggu ada di kota ini setelah 7 tahun ia menghabiskan kehidupannya di Amerika, memilih jauh dari keluarganya karena ia bosan dengan semua masalah yang menimpa keluarganya.

Tita dan Jelita adalah teman masa kecilnya yang tidak pernah berhenti saling berhubungan walaupun Fiana sudah pindah ke Amerika.

"Tita, kalian saja yang masuk. Aku menunggu di sini. Lagian aku bukan alumni SMA ini. Mereka pasti akan menertawakan aku." Fiana kembali masuk ke dalam mobil.

"Ayolah, Fi. Kita akan bersenang-senang malam ini. Masa sih kamu hanya duduk saja di dalam istanamu itu. Kamu akan akan kembali ke Amerika 2 minggu depan. Lagi pula tak akan ada yang mengenali mu. Kita akan mengenakan topeng. Nanti topengnya di buka saat jam sudah menunjukan pukul 12 tengah malam."

"Dan aku harus pulang sebelum jam 12 tengah malam sebelum seluruh bodyguard papaku mengobrak-abrik kota ini."

Tita dan Jelita jadi tertawa.

"Berdoa saja semoga tak ada pangeran yang mengajakmu berdansa." kata Jelita sambil menggelengkan kepalanya.

"Aku bukan Cinderela." ujar Fiana lalu segera mengikuti langkah kedua temannya.

Waktu baru menunjukan pukul 7 malam, namun sudah banyak yang datang.

Reuni tahun ini mengundang angkatan ke-40 sampai angkatan ke-50.

Fiana berusaha mengikuti semua keinginan sahabat-sahabatnya. Walaupun memang topeng itu membuat wajahnya Sedikit gatal.

Di bagian lain taman parkir, nampak seorang cowok yang baru saja memarkir mobilnya.

Kedua temannya ikut turun bersamanya. Dia adalah Arjuna Zefanya Tekins. Pewaris utama keluarga Tekins walaupun memang dia adalah anak bungsu. Kedua kakaknya adalah perempuan sehingga Arjuna menjadi satu-satunya tumpuan harapan bagi kedua orang tuanya.

"Mari kita pasang gaya menggoda untuk memikat hati para wanita." kata Jelo yang adalah sepupu Arjuna sekaligus juga teman baiknya.

"Kamu itu bicaranya kalau bukan tentang party, pasti tentang wanita." Zack menepuk pundak Jelo.

"Memangnya aku kayak Juna, yang tanpa memasang gaya memikat pun langsung banyak yang menempel?" sindir Jelo sambil menatap Arjuna yang hanya senyum-senyum saja.

"Jun, bagaimana kabarnya Tantri?" tanya Zack.

"Tantri? Memangnya aku dan dia ada hubungan apa?" Arjuna mengenakan topengnya.

"Ya. Aku lupa. Kamu tidak pernah jatuh cinta."

Zack dan Jelo tertawa setiap kali mengingat perkataan Arjuna yang mengatakan bahwa ia belum pernah jatuh cinta diusianya yang kini ada di angka 25 tahun.

Ketiga cowok itu pun memasuki gedung olahraga yang kini sudah di sulap menjadi tempat party. Mata Arjuna menatap ring basket yang tergantung. Di sinilah dulu ia pernah menjadi bintang pemain basket di sekolahnya.

Mereka segera mengisi buku tamu yang ada sebelum akhirnya menikmati makanan dan minuman yang sudah disiapkan.

Acara pun dimulai. Pembukaan oleh mantan kepala sekolah yang kini sudah pensiun. Ada tampilan foto-foto siswa yang berprestasi dan saat foto Arjuna ditayangkan, para gadis langsung histeris dan saling menatap. Mereka mau tahu apakah mantan ketua OSIS itu ada di sini atau tidak.

Di sudut ruangan, nampak Fiana yang kepanasan. Sekalipun ruangan ini ada AC nya, namun padatnya orang yang ada, tetap saja terasa panas.

"Tita, aku ke toilet dulu ya?" pamit Fiana lalu segera meninggalkan ruangan itu

 Tita dan Jelita nampak asyik dengan cowok-cowok tampan yang entah dari angkatan betapa.

Fiana pun keluar dari pintu samping. Ia menikmati taman sekolah yang sejuk ketika merasakan hembusan angin malam.

Di bagian lain taman itu, nampak Arjuna yang juga keluar dari gedung olahraga itu. Cowok itu membuka topengnya karena ia sendiri merasa wajahnya menjadi gatal saat harus mengenakan topeng yang ada.

Arjuna merentangkan tangannya untuk sekedar merilekskan tubuhnya. Tatapannya berhenti pada sosok perempuan yang mengenakan gaun berwarna hijau. Gadis itu terlihat begitu mempesona dibalik topeng yang ia kenakan.

Saat gadis itu membuka topengnya, Arjuna terpana. Dalam hidupnya, ia sudah melihat ribuan gadis cantik. Namun gadis yang berdiri di hadapannya seakan memancarkan keindahan yang belum pernah Arjuna lihat.

Rambutnya hitam. Matanya bulat, dan bibirnya yang sedikit terbuka itu nampak begitu tipis.

Gadis itu menoleh ke arah Arjuna. Ia pun nampaknya terpana. Fiana merasakan pipinya menjadi panas, saat ia mengangumi dalam hati ketampanan cowok yang ada di depannya.

Keduanya saling bertatapan cukup lama. Sampai akhirnya Arjuna memberanikan diri untuk menyapa. "Hai....!" katanya lalu perlahan mendekat. "Bosan berada di dalam?"

Fiana tersenyum. "Ya. Karena sebenarnya aku adalah tamu yang tak diundang."

"Maksudnya?"

"Aku bukan alumni sekolah ini. Aku diculik oleh teman-teman ku karena menurut mereka aku harus melihat keseruan acara ini."

"Dan kamu tidak merasakannya?"

"Karena aku tidak pernah ada di dalam nya."

Arjuna mengangguk. "Aku sendiri yang pernah ada di dalamnya, justru tak merasa nyaman dengan situasinya."

Fiana menatap sekelilingnya. "Tapi sekolah ini nampaknya sangat baik."

"Ini memang salah satu sekolah terbaik. Apakah kamu bukan orang sini?" tanya Arjuna tanpa melepaskan tatapannya pada gadis itu.

"Aku lahir dan melewati masa kanak-kanak ku di kota ini. Namun sudah 7 tahun aku meninggalkan kota ini."

"Apa yang membuatmu pergi?"

Fiana menunduk sedih. "Aku benci pertikaian, permusuhan dan hidup yang jauh dari kedamaian."

"Aku juga membenci hidup yang seperti itu. Namun aku harus kembali ke sini karena tanggungjawab."

Fiana menatap Arjuna. Namun ia memalingkan wajahnya karena merasakan tatapan cowok itu menusuk hatinya. Membuat jantungnya berdebar sangat kencang.

"Oh ya, aku Arjuna. Dan kamu?" tanya Arjuna sambil mengulurkan tangannya.

"Fiana!" jawab Fiana sambil membalas uluran tangan Arjuna.

"Nama yang cantik. Secantik orangnya."

Fiana tersenyum. Namun tentu saja ia bukan gadis yang cepat baper.

"Aku gadis keberapa yang kamu bilang seperti itu?" tanya Fiana sambil menarik tangannya namun Arjuna tak mau melepaskannya.

"Kamu yang pertama." kata Arjuna sambil menatap Fiana dengan mata yang berbinar.

Fiana terkekeh. "Kamu pandai merayu."

"Aku tidak pernah merayu perempuan lain sebelumnya."kata Arjuna serius.

"Aku tak percaya."

Arjuna tersenyum. "Aku tak marah. Itu penilaianmu. Dan aku ingin dengan berjalannya waktu, penilaian itu akan berubah." Arjuna menunduk lalu mencium punggung tangan Fiana sebelum melepaskan genggamannya secara perlahan.

"Aku tidak akan memiliki waktu untuk mengenalmu. Karena aku tak lama lagi akan pergi." kata Fiana sambil berusaha menyembunyikan tubuhnya yang bergetar saat Arjuna mencium punggung tangannya.

"Aku akan membuatmu percaya sehingga kau tak akan pergi." kata Arjuna dengan tatapan mata yang lurus ke arah Fiana.

"Oh ya?" Fiana masih menunjukan rasa tak percayanya.

"Ya. Karena aku merasa jatuh cinta padamu pada pandangan pertama."

Jantung Fiana bagaikan berhenti berdetak. Ia langsung membuang muka. Tak berani menatap cowok tampan di sampingnya.

"Fiana...., kamu di mana?" terdengar juara Tita yang memanggil.

Fiana langsung menoleh ke arah pintu. "Aku pergi. Sudah dicari." gadis itu sedikit berlari menuju ke arah pintu.

"Kamu ngapain di luar?" tanya Tita.

"Mencari udara segar." Fiana mengenakan lagi topengnya sebelum memasuki ruangan.

Arjuna langsung mengikuti langkah gadis itu. Ia memakai lagi topengnya dan mencari sosok gadis yang sudah membuat hatinya bergetar.

"Juna, kamu dari mana?" tanya Jelo. "Kamu masih ingat Giza kan? Gadis itu tadi mencarimu."

Arjuna tak memperhatikan apa yang temannya itu katakan. Matanya hanya diarahkan mencari gadis yang gaun berwarna hijau. Arjuna menemukannya. Ia segera mendekat lalu menunduk hormat sambil mengulurkan tangannya.

"Nona, maukah kau berdansa dengan ku?"

Fiana terkejut saat menyadari kalau itu adalah Arjuna.

"Ayo berdansa, Fi." Jelita mendorong Fiana sampai akhirnya gadis itu menerima uluran tangan Arjuna. Keduanya pun berdansa bersama. Lagu lawas yang dinyanyikan Elfis Presley "Cant help falling in love with you".

"Kamu ternyata tidak menyerah." kata Fiana sambil terus mengikuti irama lagu.

"Kenapa harus menyerah kalau hatiku sudah diikat olehmu."

Fiana kembali tertawa. "Jangan gombal."

"Sudah ku katakan. Aku tidak pernah gombal apalagi merayu gadis lain. Kalau gadis-gadis yang mengejar dan merayu aku, cukup banyak."

"Wah, kamu play boy juga."

"Bukan play boy, Fiana sayang. Karena aku tak pernah merayu dan menyatakan cinta pada mereka."

"Kok kamu panggil aku dengan kata sayang?"

Arjuna tersenyum manis. "Karena kamu akan menjadi kesayangan aku." katanya sambil berbisik membuat bulu kuduk Fiana berdiri.

Gadis itu diam.

"Kenapa diam?" tanya Arjuna.

"Suka aja diam. Memangnya nggak boleh?"

"Apakah kamu ternyata suka juga dengan aku?"

"Kamu ini!" Fiana pura-pura marah. Ia memukul pundak Arjuna membuat cowok itu jadi semakin senang.

Lampu tiba-tiba mati dan musik pun berhenti. Terdengar teriakan histeris dari beberapa perempuan.

"Kamu takut?" bisik Arjuna lalu perlahan menarik tubuh Fiana sehingga bisa di peluknya.

"Tidak." jawab Fiana. Ia merasa jantungnya berdetak cepat saat Arjuna menyandarkan kepalanya di dada cowok itu. Tangan Arjuna yang satu ada di pinggang Fiana sedangkan tangannya yang lain ada di kepala gadis itu.

"Lalu mengapa aku merasa kalau tubuhmu bergetar?" tanya Arjuna masih berbisik juga. Tangan cowok itu kini memegang kedua sisi pipi Fiana.

"Jangan takut. Aku akan menjagamu." lalu tanpa di duga, ia mencium puncak kepala Fiana.

Gadis itu memejamkan matanya. Kedua tangannya yang tadi ada di dadanya perlahan terlepas dan ia perlahan memegang pinggiran kemeja yang Arjuna kenakan.

"Fiana, ayo kita pergi dari sini?" ajak Arjuna.

"Kemana?"

"Ikut aja dulu."

"Tapi...." Fiana menahan tangan Arjuna yang menariknya.

"Aku bukan orang jahat, Fiana. Percayalah."

Agak ragu, Fiana pun mengikuti langkah Arjuna. Keduanya pergi ke luar dengan bantuan cahaya dari senter ponsel Arjuna.

"Ayo masuk!" Arjuna membuka pintu mobil jaguar hitam miliknya.

"Tapi...."

"Kamu takut aku akan melakukan sesuatu yang tidak baik padamu?" tanya Arjuna.

"Kamu berani bersumpah kalau kamu orang baik?"

"Ya, Fiana. Aku hanya lah orang yang sedang jatuh cinta."

Fiana pun masuk ke dalam mobil Arjuna. Tita dan Jelita yang sempat melihat Fiana keluar terkejut melihat pelat nomor mobil itu.

"Astaga, itu kan mobil Arjuna Tekins? Gawat....!" Tita dan Jelita langsung merasa kalau kaki mereka tak kuat.

************

Hallo selamat datang di novel terbaru sekaligus novel terakhir emak di tahun ini.

Makasi buat Gina Pratiwi yang mengirimkan ide cerita ini.

1
Liina Anjani Malick
okeh udh kebuka sedikit" ... jelo ish gelo fiana masih idup tp wajah nya berubah.. kira" gmn pertemuan fiana n bang jun ya😔
tintiin21
makin seru.... 😍😍😍😍
Maria Kibtiyah
siapa diana siapa gadis yg di oeprasi ahk bikin pusing
Syavira Vira
lanjut
Gia Nasgia
Edgar penuh dgn misteri dan pak Roman kirain tulus membantu Juna🥺
tintiin21
waduh non stop... 😅😅😅😅😅
Liina Anjani Malick
ada apa ya aku jg bingung bang juna😔🤣
Liina Anjani Malick
makin ke sini makin k sono🤣 jd fiana udh meninggal bnrn😤
Syavira Vira
gemessss
Syavira Vira
lanjut
Gia Nasgia
oh ternyata Edgar dendam dgn orang tua Fiana karena Jordy menikung Edgar🤔 ehh si Juna candu🤭
tintiin21
semakin seru semakin penuh teka teki ini.... 😁😁😁😁
momAriqa
terlove love kak author ❤❤ lanjut kak 🤗🤗
Enny Olivia: makasi ya
total 1 replies
Gia Nasgia
Ihhh kak Hen ternyata kisahnya Arjuna and Fiana penuh teka teki🤭tetap cemungut 🫶💪
Gia Nasgia
Lah giliran Juna yg takut dgn Fiana ehh Diana😂
tintiin21
Dokter edgar masih tanda tanya bgt.. 🤔🤔🤔
tintiin21
ini namanya kado terindah Jun... 😁😁😁
Liina Anjani Malick
jadi gmn moms... 😤teka teki nya bnym syekali... aku udh pusing mikirin kehidupan ku eh jd ikut mikirin idup fiana... astagfirullah🤣
Enny Olivia: makasi tetap membacanya walaupun sudah pusing 😄😄🙏🙏
total 1 replies
Maria Kibtiyah
si edgar punya dendam ma siapa si
Syavira Vira
🥰🥰♥️♥️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!