NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Dosen Dingin

Menikah Dengan Dosen Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Nikahmuda / CEO / Nikah Kontrak / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:733
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Alya, mahasiswi tingkat akhir yang cerdas dan mandiri, tengah berjuang menyelesaikan skripsinya di tengah tekanan keluarga yang ingin ia segera menikah. Tak disangka, dosen pembimbingnya yang terkenal dingin dan perfeksionis, Dr. Reihan Alfarezi, menawarkan solusi yang mengejutkan: sebuah pernikahan kontrak demi menolong satu sama lain.

Reihan butuh istri untuk menyelamatkan reputasinya dari ancaman perjodohan keluarga, sedangkan Alya butuh waktu agar bisa lulus tanpa terus diburu untuk menikah. Keduanya sepakat menjalani pernikahan semu dengan aturan ketat. Tapi apa jadinya ketika batas-batas profesional mulai terkikis oleh perasaan yang tak terduga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tawaran

Langit sore itu tampak mendung, seolah ikut mencerminkan suasana hati Alya. Gadis berusia 23 tahun itu duduk di salah satu bangku taman kampus, dengan laptop menyala di depannya dan wajah yang terlihat lelah. Sudah berbulan-bulan ia berkutat dengan skripsi, dan tetap saja, dosen pembimbingnya tak kunjung memberi tanda selesai.

"Revisi lagi?" tanya Nia, sahabatnya, yang duduk di samping sambil menyeruput kopi.

Alya mengangguk lesu. “Iya. Katanya, ‘kalimat ini terlalu lemah. Argumenmu harus lebih tajam.’ Aku bahkan nggak ngerti lagi apa yang harus diubah.”

“Pak Reihan memang perfeksionis sih,” ujar Nia, menghela napas. “Tapi dia ganteng, jadi masih bisa dimaafkan.”

Alya menoleh dan menatap Nia tajam. “Dia memang ganteng. Tapi menyebalkan juga. Mana sikapnya dingin kayak kulkas dua pintu amit-amit lah.”

Nia tertawa, tapi Alya hanya menghela napas. Ia tahu Pak Reihan bukan tipe dosen yang bisa diajak kompromi. Usianya baru 32 tahun, tapi sudah menyandang gelar doktor dan menjadi dosen favorit—bukan hanya karena wajahnya, tapi juga karena kecerdasannya yang luar biasa. Sayangnya, sikapnya yang kaku membuat banyak mahasiswa ketar-ketir.

“Btw, udah ada kabar dari Mama kamu?” tanya Nia, mengubah topik.

Alya mengangguk pelan. “Mereka masih terus maksa aku buat nikah. Katanya ada calon yang cocok, anak teman ayahku. Aku bahkan belum pernah ketemu orangnya.”

“Astaga. Zaman sekarang masih dijodohin?” Nia menggeleng-gelengkan kepala.

“Ya, keluargaku nggak terlalu modern. Katanya, perempuan kalau kelamaan sekolah malah nggak laku.” Alya menatap langit mendung yang mulai menggelap.

“Aku capek, Nia. Kalau bisa, aku pengen kabur aja.”

Tak lama kemudian, ponsel Alya bergetar. Sebuah pesan masuk dari dosen pembimbingnya.

Ting.. satu buah pesan masuk dari hp nya Alya

Pak reihan

> Datang ke ruanganku sekarang. Kita perlu bicara.

Alya meneguk ludah. “Kayaknya dosen pembimbingku pengen marah lagi deh.”

“Semangat, ya,” ujar Nia, memeluknya sebentar.

“Semoga bukan revisi yang ke-38.”

---

Gedung F, lantai tiga. Ruangan Reihan Alfarezi. Alya berdiri di depan pintu dengan jantung berdegup kencang. Ia mengetuk pelan.

“Masuk,” terdengar suara berat dari dalam.

Alya mendorong pintu dan melangkah masuk. Reihan duduk di balik meja kayu besar, mengenakan kemeja putih dan jas abu-abu. Wajahnya seperti biasa, datar dan tenang.

"Kamu mau berdiri disana"

“Duduk.”

Alya menurut, duduk dengan gugup. “Maaf, Pak. Kalau ada bagian revisi yang salah—”

Reihan mengangkat tangan, menyuruhnya diam.

“Ini bukan soal skripsi.”

Alya terdiam, bingung.

"Terus apa pak"?

"Saya punya tawaran buat kamu"

"Tawaran apa pak" Tumben sekali dosen ini menawarkan sesuatu untuknya.

Reihan menatapnya tajam. “Saya tahu kamu sedang tertekan karena keluargamh memaksamu menikah.”

Jawabannya dengan santai.

Alya tercengang.

“Bapak tahu dari mana?”

“Saya punya mata dan telinga di kampus ini, dan kamu bukan tipe mahasiswa yang bisa menyembunyikan stres dengan baik,” jawab Reihan santai. “Lagi pula, Nia bicara terlalu keras di taman tadi.”

Alya memerah, malu. “Maaf, Pak.”

Reihan menghela napas, lalu berdiri dan berjalan ke arah jendela. Ia menatap ke luar sebentar sebelum akhirnya berkata,

“Kebetulan, saya juga dalam tekanan.”

Alya menatapnya, bingung. “Tekanan?”

“Keluarga saya ingin saya menikah. Dalam waktu dekat. Mereka mengancam akan menjodohkan saya dengan anak partner bisnis Ayah saya jika saya belum punya calon dalam sebulan.”

Alya menahan napas. Ini seperti cerita sinetron.

“Lalu... hubungannya dengan saya?” tanyanya pelan.

Reihan menoleh, menatapnya tajam. “Saya butuh istri. Kamu butuh waktu agar tidak terus didesak menikah. Kita bisa saling bantu.”

Alya membelalak. “Maksud Bapak... menikah?”

“Secara hukum, ya. Tapi ini hanya pernikahan kontrak. Enam bulan. Setelah itu kita cerai. Tidak ada ikatan emosional. Tidak ada kewajiban sebagai suami istri. Semua bersifat administratif.”

Alya tidak bisa berkata-kata. Oksigen seperti mendadak menghilang dari ruangan itu.

“Kenapa saya?” akhirnya ia bertanya.

“Karena kamu cukup cerdas untuk menjaga rahasia. Kamu punya alasan kuat untuk menikah, dan kamu tidak mungkin jatuh cinta pada saya.”

Alya ingin tertawa. Ia ingin mengatakan bahwa lelaki mana pun bisa membuat wanita jatuh cinta. Tapi ia terlalu syok untuk bereaksi lebih jauh.

Reihan melangkah kembali ke meja, mengambil sebuah map dan menyerahkannya.

“Ini draf perjanjian kontrak. Kamu boleh baca dulu, bawa pulang dan pikirkan. Aku butuh jawaban sebelum akhir minggu.”

Alya menatap map itu, lalu mengangguk perlahan.

“Satu hal lagi,” ujar Reihan sebelum ia pergi. “Jika kamu setuju, kita akan menikah secara hukum, bukan sekadar akting. Tapi pernikahan ini akan tetap rahasia dari semua orang, kecuali keluarga inti. Di kampus, hubungan kita tetap dosen dan mahasiswa.”

Alya berdiri dan membungkuk sedikit. “Saya... akan memikirkannya, Pak.”

"Permisi"

---

Malam itu, Alya tak bisa tidur. Ia membaca berulang kali isi kontrak yang diberikan Reihan. Isinya sangat rinci. Larangan jatuh cinta. Tidak ada kontak fisik kecuali diperlukan untuk kepura-puraan di hadapan keluarga. Biaya hidup akan ditanggung Reihan. Setelah enam bulan, mereka akan mengajukan cerai secara damai.

Di sisi lain, ia membayangkan wajah ayahnya yang mulai murung karena belum bisa menikahkan putri satu-satunya. Ibunya yang terus menelepon menanyakan pilihan jodoh. Dan tekanan batin yang semakin menyiksa tiap harinya.

Pernikahan kontrak memang gila. Tapi... apakah lebih gila daripada menikah dengan orang asing pilihan keluarga?

"Ahh....pusing gue lama-lama kyak gini"

Ting..

Nia

Gimana tadi yang diruangannya pak reihan, Lo ngga revisi lagi kan?

                            Aman gua ngga di suruh revisi                               kok

Trus ngapain tadi di panggil pak reihan

Aduhh jawab apa yaa...  Masa gua bilang pak reihan ngajak nikah.

Ituu tadi pak reihan nanyain                                    soal skripsiku 

Ohhh kirainn revisi lagi, btw gimana soal perjodohan Lo Tante masih ngebet mau jodohin Lo?

                    

                          Gua pusing mikirin itu besok aja                            di kampus gw ceritain

Okee gua tunggu yaa good night Alya cayangg

Aku menutup benda pipih itu meletakkannya di atas nakas samping tempat tidurku.Aku menatap ke arah langit-langit kamarku

"apa gua terima aja yaa tawarannya pak reihan, tapi masa gua harus nikah sama dosen gua sihh mana mukanya kyak es batu lagi ngga pernah senyum"

"Tapi kalo gua nikah sama pilihannya mama kan ngga lucu, gua belum mau nikahh"

"Gua terima aja kali yaa pak reihan nanti kalo udah enam bulan kami bisa ceria dan gua bisa nikmatin hidup gua lagi"

Alya membuka tas kuliahnya tadi, mengambil surat perjanjian itu sangat membacanya secara seksama. Dalam surat itu tertulis bahwa pihak Alya tidak akan dirugikan dan tidak ada kontak fisik di antara mereka nanti, tidak boleh ikut campur urusan masing-masing dan setelah enam bulan pernikahan mereka bisa berpisah.

Tanpa pikir panjang Alya langsung menandatangani surat itu.

"Ngga ada pilihan lagi"

1
Nurhikma Arzam
semangat thor next nya. 😁
Nurhikma Arzam
saran aja ini, please thor aku agak bingung povnya yg awalnya sudut pandang orang ketiga jadi sudut pandang orang pertama. kalau bisa kasih peringatan untuk peralihan pov ha
Erwinda: ihh makasih banget kak sarannya 🥰
total 1 replies
Nurhikma Arzam
awas jatuh cinta Al
Nurhikma Arzam
bagus semangat thor semoga kamu bisa menyelesaikan tulisan ini dan jadi penulis yang keren kelak. jangan menyerah
Nurhikma Arzam
Farel calon calon sad boy haha
Nurhikma Arzam
roman-romannya Reihan ini naksir duluan keknya sama Alya hmm
Nurhikma Arzam
semangat, saran aja ya kak ujung percakapannya jangan lupa pakai tanda titik biar lebih enak di baca☺
Nurhikma Arzam
Halo thor semangat upnya ya. jangan lupa mampir di cerita aku juga 😁
Pandaherooes
Ceritanya seru banget, semangat terus thor!
Gấu bông
Gila seru abis!
Arisu75
Alur ceritanya keren banget!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!