Zahra tak menyangka, rumahtangga yang dia jaga selama enam tahun itu, sekarang sedang diambang kehancuran, karena pengkianatan sang suaminya, yang baru dia ketahui.
Zahra yang tengah hamil itu syok melihat sang suami menduakannya, hingga ia nyaris kehilangan calon anaknya.
"Aku tidak akan melabrakmu sekarang, tapi tunggu nanti, saat aku sudah menemukan semua bukti perselingkuhanmu, akan aku buat kamu tidak bisa mengelak, mas!"
"Dirumah seperti suami idaman, tapi ketika kamu di luar, kamu melakulan hal menjijikan seperti ini, mas!"
Lalu bagaimana sikap Zahra, ketika tahu sang suami sudah menduakannya, apa dia akan bertahan karena anak, atau memilih bercerai?!
***
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukacoretan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perselingkuhan suamiku
Hari ini, Zahra berniat akan belanja keperluan sang buah hati, karena usia kehamilannya sudah masuk delapan bulan, agar ketika nanti mendekati persalinannya, semuanya sudah tersedia tanpa kekurangan apapun untuk sang anak pertamanya.
Zahra berkeliling di pusat perbelanjaan terkenal di Jakarta, sembari mengelus perut buncitnya sesekali.
"Sebentar lagi kita akan bertemu nak, bunda ngak sabar bertemu denganmu," ucap Zahra, membawa bicara bayi di dalam perutnya.
"Kamu sudah aktif nendang-nendang, bunda senang sekali."
Zahra merasa dirinya sudah lapar, dia memutuskan untuk ke restoran ditempat yang sama.
Namun, saat Zahra sampai direstoran, matanya tertuju kepada dua insan yang sedang bermesraan ditempat ramai itu.
"Mas Roki," gumam Zahra,
"Ah tidak mungkin, mungkin aku salah lihat saja," lanjut Zahra lagi.
Tapi semakin Zahra lihat, dia benar-benar suaminya, sedang bersama perempuan lain.
Dengan langkah pelan, karena dia sudah tidak bisa berjalan cepat karena sedang hamil, Zahra ingin mendekati kearah laki-laki yang dia duga sang suaminya, namun niatnya urung, dia bersembunyi.
Tubuhnya bergetar saat dia mengetahui kebenaran tentang suaminya, dia tidak bisa mengatakan apapun, selain syok dengan pemandangan yang dia lihat.
"Tega kamu mas, ternyata selama ini kamu menduakan aku!"
Hatinya remuk tak berdaya, melihat sang suami yang sangat dia cintai, tega menduakan dirinya.
Pandangannya pilu, seketika rasa cintanya berubah dengan rasa sakit yang teramat dalam.
Zahra membuka tas, lalu mengambil ponselnya untuk memotret kebersamaannya dengan wanita lain.
"Aku tidak akan melabrakmu sekarang, tapi tunggu pembalasanku nanti, kamu tidak akan bisa mengelak apapun," batin Zahra, dia menyusut air matanya lalu meninggalkan tempat itu.
Zahra buru-buru meninggalkan pusat perbelanjaan itu, dia tidak mau kalo suaminya melihat keberadaan dirinya.
Zahra langsung masuk kedalam mobil, lalu meninggalkan tempat itu.
"Zahra, kamu kuat, kamu wanita kuat," batin Zahra.
Pandangannya kosong, lalu bibirnya tersenyum, tapi ada perih yang dia sembunyikan dibalik senyuman itu.
"Kamu sudah menghancurkan kepercayaanku, mas! Apa yang harus aku katakan dengan kedua orangtuaku, sedangkan mereka sangat membenci dirimu, dan tidak memberikan restu kepada kita."
Zahra merasa selama ini sudah di bodohi oleh suaminya, dengan sikap palsu Roki.
"Bisa-bisanya aku dibodohi selama ini," batin Zahra.
Zahra menancap gas, dengan kecepatan tinggi, emosinya sudah tidak bisa dia tahan lagi, kala mengingat sang suami yang sudah berkhianat.
Brak!
Mobilnya hampir menabrak mobil milik orang lain.
"Sial." Batin Zahra. Dia langsung keluar dari mobilnya.
"Maaf mas, saya tidak sengaja," ucap Zahra meminta maaf.
Seorang pria tampan keluar dari mobil mewahnya, yang hampir Zahra tabrak.
"Lain kali kalo bawa mobil hati-hati," ketusnya.
"Iya mas, saya yang salah, karena pikirkan saya sedang kacau, jadi saya tidak berhati-hati membawa mobil," ucap Zahra.
Pria itu membuka kaca mata hitam yang melekat diwajah tampannya, lalu mendekati Zahra perlahan-lahan.
"Saya tidak peduli dengan pikiranmu itu," ucapnya ketus.
"M-maaf.." Ucap Zahra terbata-bata. Dia gugup menutupi rasa paniknya.
"Kalo tadi mobilmu menabrak mobil mewah saya, kamu tidak akan bisa ganti rugi," ucapnya sombong.
"Hei! Yang punya mobil seperti ini bukan hanya anda, kenapa anda sombong sekali," kesal Zahra,
"Saya bisa mengganti rugi, kalo memang saya merusak mobil mewah anda itu," lanjut Zahra, dia sangat kesal.
"Ck, dasar ibu-ibu bar-bar, lagi hamil juga marah-marah," ujarnya kesal.
"Mobil mewahmu tidak lecet kan, jadi saya akan pergi," kata Zahra, lalu dia meninggalkan pria itu.
Saat Zahra akan masuk kedalam mobil, niatnya urung, lalu dia membalikan badannya dan berjalan kearah pria itu.
"Sekali lagi saya minta maaf, karena saya membawa mobil tidak hati-hati," ucap Zahra dengan nada lembut,
"Saya selalu diajarkan meminta maaf, dan berterima kasih oleh kedua orangtua saya, kalo memang benar saya salah," lanjut Zahra.
Setelah mengatakan itu, Zahra langsung meninggalkan pria itu, lalu masuk kedalam mobilnya.
"Benar-benar perempuan aneh, tadi marah-marah, lalu minta maaf," batinya aneh, melihat sikap Zahra,
"Tapi saya kagum dengan kepribadiannya, karena dia mengaku salah, biasanya wanita akan selalu menganggap dirinya selalu benar."
***
Setelah mengalami cek cok dengan pria asing, Zahra langsung ke rumahnya, karena Zahra merasa capek.
Zahra membaringkan tubuhnya diatas sofa, mengelus perutnya yang sudah besar.
"Maaf nak, kalo kamu besar tanpa sosok seorang ayah, bunda benar-benar tidak bisa bersama ayahmu, setelah buda tahu kalo ayahmu selingkuh," ucap Zahra, membawa bicara bayi di dalam perutnya.
Saat mengatakan itu, tak terasa air mata Zahra mengalir begitu saja, rasanya sesak kala mengingat kejadian tadi, saat melihat suaminya berselingkuh dengan perempuan lain.
"Apa salahku mas, semuanya aku usahakan demi kamu," batin Zahra,
Zahra menatap sebuah foto pernikahan dirinya dengan suaminya, enam tahun yang lalu.
"Aku tidak menyangka, kalo kamu akan melakukan hal menjijikan ini mas."
"Dari awalnya orangtuaku tidak merestui kita, sekarang memberikan restu karena usaha aku meyakinkan mereka, tetapi sekarang kepercayaan itu sudah sirna."
"Semua surat-surat penting, harus aku amankan dulu, agar mas Roki tidak mengetahuinya," batin Zahra.
Zahra masuk kedalam kamarnya, lalu dia mencari sertifikat rumah serta surat-surat penting lainnya.
"Untung saja semuanya atas nama aku, jadi akan mudah kalo aku jual," batin Zahra,
Rumah yang dia tempati itu pemberian kedua orangtuanya, karena Roki berasal dari keluarga kurang mampu, jadi kedua orangtua Zahra tidak tega kalo anak perempuan satu-satunya harus hidup susah.
"Sudah aku angkat derajatmu jadi laki-laki terhormat, kamu malah menjatuhkan harga dirimu sendiri mas!"
"Aku memang sangat mencintaimu, mas! Tapi harga diriku diatas cinta. Aku tidak mau bertahan seperti orang bodoh di matamu!"
"Ternyata waktu enam tahun, tidak cukup membuat aku tahu bagaimana sifatmu, aku sudah terbuai dengan ucapan manis yang keluar dari bibirmu.."
Kali ini Zahra akan memperlihatkan siapa dirinya sebenarnya, agar Roki tahu kalo Zahra tidak selemah yang Roki anggap.
"Aku selalu mengalah selama ini karena aku sangat mencintai kamu, bahkan aku tidak menuntut nafkah darimu, karena aku tahu kalo kamu tulang punggung keluargamu, tapi kenapa balasanmu seperti ini, mas. Aku benar-benar tidak menyangka," gumam Zahra pelan, menahan rasa emosinya.
Tapi nahasnya, Zahra tidak bisa menahan air matanya, sekuat apapun Zahra, dia tetap seorang wanita yang dikhianati suami yang sangat dia cinta.
"Akan aku buat kalian lebih menderita dari pada aku, aku tidak akan memaafkan kalian. Karena kalian menyakiti aku, saat aku sedang hamil."
"Bajingan..Tunggu pembalasanku nanti," teriak Zahra, mengeluarkan semua rasa emosinya.
***
pntsn aja dia mksa bgt,trnyta pnya pnykt mntal....
dr awl udh bhong,tar jd kbiasaan...lgian xavier ga cnta sm zahra,tp krna wjhnya mrip aluna....hdpnya ga bkln bhgia kl b slesai sm msa lalunya...
Alur ceritanya bagus dan konfliknya tidak begitu terlalu rumit...
pemilihan kosakata sangat baik dan mudah untuk dipahami...
terimakasih buat kk othor,
semoga sukses ❤️
dan andrea tanpa sadar bilang bahwa zahra mirip dengan seseorang??? nah, bisa menjadi petunjuk masalah xavier.
tkut bgt kl mreka nyktin zahra ....
trs knp jg dia mksa buat nkah sm zahra????🤔🤔🤔
yg 1 aja msih ngejar,nongol lg yg baru....
mga zahra dpt yg trbaik deh,jgn smp ky yg onoh.....
Zahra bkln jd rbutan nih....tp mga dia dptn jdoh trbaik,jgn smp ky yg onoh.....