Pangeran Impian
Pagi hari, dia mulai membuka pintu rumahnya. Terdengar suara terompet dan nyanyian-nyanyian merdu. Langit yang tampak cerah seakan mengikuti alunan musik. Tampak di Meja makan terdapat beberapa kue ha
0
0
Hanya kata yang terlintas dikepala
Dibalik hiruk pikuk kota, diam diam aku bersembunyi dalam kegelapan malam yang sunyi. Pikiran ku sedang kosong, saat tiba-tiba Iblis dalam diriku kembali berbisik. Mengingatkan ku akan kenangan kelam
0
0
Berjuang
Berjuang Disebuah pulau yang luas yang terletak di lautan Pasifik. Pulau ini bernama Al majd, di pulau ini memiliki sebuah negara yang namanya diambil juga dari nama pulau yaitu Al majd, negara Al m
0
1
“Suara di Balik Meja Belakang”
--- “Suara di Balik Meja Belakang” Aku selalu duduk di bangku paling belakang. Bukan karena aku suka, tapi karena itu tempat yang paling aman — atau setidaknya, aku mencoba percaya begitu. Dari s
0
5
“Yang Tidak Pernah Pulang”
--- “Yang Tidak Pernah Pulang” Malam itu, rumah terasa lebih sunyi dari biasanya. Angin hanya berbisik di celah jendela, membawa bau lembap yang entah dari mana datangnya. Aku baru saja pulang da
0
5
Senja di Ujung Percakapan
--- Senja di Ujung Percakapan Ada dua cangkir kopi yang kini sudah dingin di meja itu. Sisa percakapan masih menggantung di udara — seperti awan yang enggan pergi meski langit sudah gelap. Aku dan
0
4
Narasi Tentang Si Sulung
--- Narasi Tentang Si Sulung Ini adalah narasiku. Tentang menjadi anak pertama. Yang katanya kuat, katanya panutan, katanya harus bisa. Padahal aku juga manusia, yang kadang hanya ingin didengarka
0
4
Untuk Mu Yang Pernah Mengisi Ruang di Hatiku
🌙 Puisi: Dari Balkon Lantai Atas Aku melihatmu lagi, di antara cahaya dan tepuk tangan, suaramu menggema, tapi namaku tenggelam di antara sorak penonton. Aku berdiri di balkon lantai atas, dengan ja
0
1
🌙 Dari Balkon Lantai Atas, Aku Melihatmu Sekali Lagi.
Aku masih ingat hari itu — langit biru muda, suara musik dari panggung utama, dan riuh tepuk tangan yang terdengar dari lapangan besar di antara dua sekolah: satu Sekolah Dasar, satu lagi Sekolah Mene
0
1
“Dalam Waktu yang Sama, Aku Pernah Mencintainya.”
> “Aku tidak ingin kembali ke masa lalu. Aku hanya ingin berdamai dengannya.” ✨ Dalam Waktu yang Sama, Aku Pernah Mencintaimu. Waktu tidak pernah benar-benar berhenti. Ia hanya melambat pada momen y
0
1
✨ “Ketika Aku Hidup Kembali”
Aku mati di usia tujuh belas tahun. Bukan karena penyakit, bukan pula karena kecelakaan. Aku mati karena cinta. Cinta yang kupikir suci, ternyata hanyalah permainan antara dua orang yang terlalu ego
0
1
🌹 Tentang Dirinya Yang Pernah Mengajarkanku Apa Itu Luka
Ada masa dalam hidupku ketika aku percaya bahwa cinta adalah hal paling indah yang bisa dimiliki manusia. Aku tumbuh dengan keyakinan bahwa cinta mampu menyembuhkan luka, menenangkan jiwa, dan memberi
0
1
🌹 Tentang Cinta yang Mengajarkan Luka
Ada masa dalam hidupku ketika aku percaya bahwa cinta adalah hal yang paling indah di dunia. Aku percaya cinta bisa menyembuhkan, menenangkan, dan memberi arah. Namun seiring waktu, aku sadar bahwa ci
0
1
💌 “Before I Could Call You Mine”
> “I’m sorry for having a crush on you.” Aku bahkan nggak tahu sejak kapan semuanya mulai terasa berat. Awalnya cuma rasa kagum biasa — kayak melihat langit sore yang tenang, tapi lama-lama aku tengg
0
1
Sayonara
Aku mengakhiri lambaian tangan ku, begitu mobil yang dikendarai Mas Ade perlahan-lahan mulai berjalan meninggalkan halaman rumah Mbah Bayan. Dari kaca spion aku masih bisa melihat, pasangan Mbah Baya
0
1
Hujan Yang Membawa Kenangan
Konon katanya, jangan menyimpan seseorang dalam lagu. Sama halnya dengan hujan yang menyimpan banyak kenangan dengan seseorang. Langit mulai gelap dan meneteskan air seolah menggambarkan kerinduan te
0
1
Love Yourself
Setulus apa pun kamu bertahan, sekeras apa pun kamu berharap, dan sedalam apa pun kamu mencintai, semuanya akan tetap terasa hampa jika hatinya tak pernah benar-benar mengarah padamu. Kamu mencintai d
3
2
Serenade di Bawah Langit Perang
Di bawah langit kelabu Kerajaan Virginia, dentuman meriam bergema, mengguncang tanah dan hati yang masih berusaha mencintai di tengah kehancuran. Asap perang menutup matahari, dan darah menggantikan e
1
2
Guling setan
Saat itu aku kelas 3 SD, masih teringat jelas kejadian kejadian saat itu. Malam itu, seperti biasanya aku berebut guling dengan abangku, Akmal. Kamar kita dulu nya adalah ruang tamu yang di sekat ja
3
2
LUKISAN BERDARAH (MARKNO) PART 16
Bumi terus berjalan tanpa kenal lelah, tidak mengacuhkan manusia yang bahkan berteriak memohon berhenti sejenak untuk istirahat. Tirai kabut menutupi jalanan Seoul, udara tengah menari-nari membawa ha
0
0