Promosi bacaaan untuk mu♥️♥️♥️💐
(Judul Novel: Ruang Hati Opi yang di Minta Mereka) Bab 1. POV HOPIPAH. Namaku, Hopipah Nadia Aulia, biasa di panggil Opi. Aku di lahirkan di sebuah keluarga kaya. Sayangnya kehadiranku tidak di ing
0
3
Promosi bacaan hidup tak selempeng itu
(Judul : 32 & 25) Bab 1. "Ma, Dila angkat heula. Doakeun Dila betah di Jakarta cing di tarima ku dunungan, cing ka pake ku dunungan, dunungan cing nyaah ka abdi. Cing gancang menang gajih gede." ucap
0
4
Dharma Nirmala
☺️ Selamat membaca, semoga berkesan... ✨✨✨✨ Wanita dalam masa kemelut Revolusi atau periode pergerakan nasional. Munculnya para wanita tangguh sebagai bentuk pertahanan diri akan hak yang terenggut
2
10
SEPASANG LAMPU SUAR EDAM
"Bijaklah dalam masa penantianmu, Kelak kamu akan takjub bagaimana Tuhan mempertemukan dengan jodohmu." -Anonim- ☺️ Selamat membaca, semoga berkesan... ✨✨✨✨ Desir ombak laut berderu seperti biasa
2
9
WANITA TAK BERSUARA
“Hidup adalah sebuah persiapan panjang untuk sesuatu yang tidak akan pernah terjadi.” – W.B. Yeats ☺️ Selamat membaca, semoga berkesan... ✨✨✨✨ Gelap dan pengap, suatu ruangan sempit yang hanya ters
6
13
MELUKIS LAMUNAN
Selamat membaca... Semoga berkesan ☺️ #Dunia tak lagi sama tak selamanya memihak kita. Di saat kita mau berusaha, di situlah kebahagiaan akan indah pada waktunya.# -Anonim- ✨✨✨✨ Tidak pernah terpi
1
5
Puisi - Titik Atau Koma
Hay Kak, terima kasih sudah mau mampir kemari ☺️✌️ Penulis yang masih belajar nulis ini, mencoba ikutan tantangan dari author @HK. Dengan challenge MENULIS PUISI Bertema "Cinta dan Imajinasi"- GC RUA
7
10
BATIN PUN MENJERIT
Selamat membaca, semoga berkesan ☺️ #Sebenarnya tidak ada cobaan yang begitu berat karena Tuhan hanya memberikan cobaan pada mereka yang kuat.# -Anonim- ✨✨✨✨ “Jika mereka meninggal, buang saja mer
0
4
Judul: Secangkir Teh di Tepi Jendela
Pagi itu, mentari menyusup malu-malu di balik tirai tipis kamar Maya, menebarkan cahaya keemasan yang lembut di lantai kayu. Tidak ada deru alarm yang menggelegar, tidak ada jadwal padat yang menunt
2
1
Sumur di Belakang Rumah Mbah Ratri
Selamat membaca📖📖 Semoga kalian sukaa👻👻 ✨✨ Di sebuah desa kecil bernama Kedungwangi, ada satu rumah tua yang selalu jadi bahan bisik-bisik warga. Rumah itu milik Mbah Ratri, seorang janda berusia
0
0
Cinta Abadi
Aku masih ingat hari pertama kita bertemu, di kafe kecil itu. Kamu duduk di seberangku, dengan senyum manis yang langsung mencuri hatiku. Aku tak bisa mengalihkan pandangan, seolah-olah waktu berhenti
0
0
Sepatu Usang.
Di sebuah sudut pasar loak yang ramai, terdapat sebuah toko kecil yang menjual barang-barang bekas. Di sana, seorang anak laki-laki bernama Andi sedang mengamati sepasang sepatu usang. Sepatu itu berw
2
4
Janji yang tak pernah menjadi milik kita
Hujan turun pelan ketika Raka menunggunya di bangku taman kota. Di tangannya ada dua gelas kopi satu hitam tanpa gula, satu caramel latte favorit Naya. Setiap menit yang berlalu membuat dadanya makin
0
0
🏡 Hal mistis di rumah Kakek #Rumah Hantu
Kabupaten B, provinsi Jawa Tengah. Tahun, 2005. Liburan sekolah memang selalu di nanti para anak-anak sekolah, sama halnya dengan ku, yang sudah menanti-nanti liburan sekolah ini, terlebih saat tahu.
4
123
Menjadi Penulis Novel
Aku memulai perjalanan menulis novel ku di platform ini, aku tau tak mudah untuk menulis, membuat alur dan lainnya, tetapi aku tetap bahagia karena aku mendapatkan dukungan walau sedikit, aku merasa k
0
2
“Secangkir Teh di Senja Hari”
--- Senja itu hangat, cahaya matahari perlahan memudar di balik gedung tua kampus. Aira duduk di bangku taman, memegang secangkir teh hangat. Matanya menatap langit, tapi pikirannya jauh—pikirannya
0
1
“Jam Tangan di Meja Belajar”
--- Mira selalu menemukan jam tangan tua di meja belajarnya setiap pagi. Dia yakin ia sudah membereskan semuanya malam sebelumnya—tetapi jam itu selalu muncul lagi. Awalnya, Mira pikir ia sedang
0
1
“Lukisan Terakhir di Jendela”
--- Hujan turun perlahan, membasahi kaca jendela rumah kecil di ujung desa. Di sanalah Aira selalu duduk setiap sore—di hadapan jendela yang sama—melukis sesuatu yang hanya dia mengerti. Aira buk
0
1
“Langkah yang Tertunda”
--- Namanya Safiyya. Usianya baru 19 tahun, tetapi hatinya terasa lebih tua daripada umurnya. Dia pernah jatuh terlalu dalam pada seseorang yang akhirnya meninggalkannya tanpa alasan. Sejak hari i
0
1
“Azan Tengah Malam”
--- Malam itu sunyi. Angin perlahan menggesek dahan-dahan pohon mangga di belakang rumah. Fira sedang belajar di kamar ketika listrik tiba-tiba padam. Klik. Gelap total. Fira menghela napas. “Ad
0
1