Lupa Nyuci Baju
Lantai kamar mandi belakang itu selalu terasa dingin, namun siang itu, dinginnya semen kalah oleh rasa panas yang menjalar di sekujur tubuhku. Air di dalam bak mandi masih tenang, berkilau memantulkan
0
1
Nek, Aku Masih Disini
Pagi itu, aroma kopi tubruk dan minyak goreng panas selalu menjadi alarm alamiku. Di balik tirai kamar yang tipis, aku selalu bisa mendengar suara gemerisik plastik kresek dan sapaan ramah dari balik
0
1
Jangan Ganggu Kami
Malam itu, udara di komplek perumahan kami terasa lebih berat dari biasanya. Sebenarnya, hari itu dimulai dengan sangat normal, bahkan menyenangkan. Kami—aku dan gerombolan teman masa kecilku—menghabi
0
1
Siapa Wanita itu?
Malam itu, suasana di rumah terasa lebih sunyi dari biasanya. Jarum jam dinding di ruang tengah berdetak dengan ritme yang seolah-olah menggedor kesunyian. Aku memilih tinggal sendiri karena rasa mala
0
2
Ketika Aku Ketindihan
Waktu itu pukul tiga sore. Matahari sedang terik-teriknya, seolah berusaha membakar aspal jalanan. Aku pulang sekolah dengan tubuh super lelah, rasanya tulang-tulangku mau rontok. Seragam putih abu-ab
0
1
Kamu Sudah Makan, Nak?
Teras rumah itu selalu beraroma kayu manis dan bawang goreng. Bagi teman-temanku, rumah di ujung gang itu bukan sekadar bangunan beton, melainkan pelabuhan. Di sana, ada seorang wanita dengan celemek
0
1
Sisa Lapangan
Tribun lapangan basket sudah hampir kosong. Botol plastik dan kertas berserakan di bawah kursi. Alana masih duduk di barisan atas sambil memegang tasnya. Matanya mengikuti Gavin yang masih berdiri sen
0
1
Sorak Sorai dan Ancaman
Lapangan basket sekolah sore itu penuh teriakan. Alana berdiri di barisan penonton paling belakang dengan topi hitam dan masker. Dia tidak suka keramaian, tapi ancaman Gavin membuatnya datang. Matanya
1
1
Mahar yang Tak Terbayangkan
Namaku Alya Sasmita. Usia dua puluh tiga tahun. Seorang perempuan biasa yang hidup di rumah sederhana di pinggir kota. Ayah sudah lama meninggal, dan ibu bekerja menjahit baju tetangga untuk menghidup
0
1
Tulip yang kamu kirimkan
Sirgy:" Hari ini saya berulang tahun, kamu mau kirim kan bunga apa? " Tulip, lavender, mawar? " Nancy :" Saya maunya tulip" Sirgy:" Baiklah saya akan mengirim ke alamat mu" Nancy :" Dhrllshvdmdhb,
0
0
Retak yang Menjadi Belati
Maya selalu percaya bahwa rumah adalah tempat paling aman. Baginya, suaminya, Bram, adalah pondasi dari rumah itu. Namun, sore itu, sebuah notifikasi yang muncul di layar tablet keluarga menghancurkan
0
0
Di Antara Rak Nomor Tujuh
Bagi Aris, perpustakaan kampus bukan sekadar tempat mencari referensi skripsi. Tempat itu adalah satu-satunya lokasi di mana ia bisa mencuri pandang ke arah Kirana tanpa terlihat aneh. Kirana selalu
0
0
Mahar Langit untuk Bunga yang Terluka (Part 2)
Di sebuah ruang yang wangi oleh aroma gaharu, Zaynab binti Jahsy berdiri di depan cermin, merapikan selendang sutranya dengan jemari yang gemetar. Ia adalah permata Quraisy. Kecantikannya bukan sekada
0
1
Mahar Langit untuk Bunga yang Terluka
Matahari di ufuk Madinah mulai merayap turun, menyisakan semburat jingga yang membakar langit, seolah mencerminkan gejolak yang tengah merambat di lorong-lorong hati para penghuninya. Di sebuah rumah
0
0
Tangisan Cinta Bertepuk Sebelah Tangan (Sebuah Kisah Nyata)
Di bawah langit Madinah yang membiru, di mana wahyu turun menyentuh bumi dan keadilan ditegakkan di atas singgasana takwa, hiduplah seorang lelaki bernama Mugits. Ia bukanlah seorang panglima perang y
0
1
kata yg belum selesai
Malam itu sunyi. Hanya cahaya layar ponsel yang menerangi wajah Aya. Tangannya gemetar ketika membaca ulang pesan terakhir dari Faiz. Rasanya seperti ada sesuatu yang perlahan runtuh di dalam hatinya.
1
0
Sisi Lain
Ruang OSIS terasa gerah meski kipas angin sudah berputar cepat. Alana duduk di meja panjang dengan tumpukan soal latihan di depannya. Matanya beberapa kali melirik pintu. Dia mencoba fokus pada an
0
1
Hwaseong Serial Murders
Hwaseong Serial Murders Pembunuhan Berantai Hwaseong ---[Kisah nyata] --- [Hwaseong, Provinsi Gyeonggi, Korea Selatan, 1986] Desa kecil itu seolah membeku dalam waktu. Ladang padi yang tak pe
0
2
Perjalanan Mengagumimu
Aku menatap layar ponselku untuk kesekian kalinya. Jemariku bergetar di atas tombol send. Pesan sederhana yang telah aku tulis ulang puluhan kali, “Anaya, aku ingin bicara. Ini penting.” Tiga titik mu
0
1
Jam Tangan Patah
Di rumah kontrakan dekat pelabuhan Tanjung Perak, Lia istri buruh pelabuhan, selingkuh dengan kapten kapal, Toni.Toni kasih jam tangan mewah sebagai hadiah, yang punya GPS tracker. Suami Lia, Joko, t
0
1