NovelToon NovelToon
DUDA GILA Vs PERAWAN TUA

DUDA GILA Vs PERAWAN TUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Lansia / Duda / Cintamanis / Menikah Karena Anak / CEO
Popularitas:26.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Amanda, wanita tangguh yang "terjebak" oleh bakti. Di usianya yang sudah sangat matang, ia menutup rapat pintu hatinya. Takut suaminya nanti tidak sanggup menerima paket lengkap kehidupannya yang rumit. Ayahnya yang renta dan adiknya yang istimewa.

Dirga Wijaya, seorang pria kaya merupakan ayah dari mantan muridnya. Berlidah tajam, seringkali melontarkan kritik yang menyinggung perasaan, membuat keduanya kerap terlibat perdebatan.

​Saat kehidupan tenang Amanda terusik oleh kemunculan kembali mantan kekasihnya yang obsesif dan mulai melakukan tindakan kriminal, Dirga Wijaya menawarkan pernikahan kontrak.

Dirga mendapatkan status "menikah" demi putrinya, sementara Amanda mendapatkan perlindungan bagi ayah serta adiknya.

​Di bawah atap yang sama, Akankah pernikahan itu terus berlanjut, atau terputus ketika masa kontrak berakhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

Sore hari di perusahaan Wijaya Corp, pintu ruang CEO diketuk, dan Tak lama kemudian asisten Kevin berjalan cepat memasuki ruangan.

“Mobil sudah siap, Tuan!” ucap Kevin sambil menunjukkan kepala hormat.

“Hem.” Seperti biasa, Dirga hanya menjawab dengan satu deheman singkat. Pria paruh baya itu bergegas berdiri lalu mendekat ke arah Kevin yang sudah mengambil jasnya yang semula tergantung pada gantungan jas di sudut ruangan. Dengan sigap, Asisten Kevin membantu tuannya mengenakan jas itu dan memastikan penampilan tuannya sempurna.

“Kamu pulang lah!” perintah Dirga. “Aku akan pulang sendiri, karena masih harus pergi ke satu tempat,” ucapnya lagi.

“Tuan ingin ke mana? Saya bisa mengantar!” Kevin mengerutkan keningnya penasaran.

Dirga melangkah keluar ruangan dengan hembusan nafas kesal yang terdengar jelas. Asisten kevin mensejajarkan langkahnya. Matanya menatap wajah Dirga dengan raut penasaran menunggu jawaban.

“Ini gara-gara perawan tua sialan itu, aku jadi harus repot.”

Kevin mengerutkan kening mendengar ucapan Dirga. Siapa yang dimaksud oleh tuannya itu.

“Ini lihat!” sambil terus melangkah Dirga menunjukkan anting yang baru ia ambil dari saku jas. “Dia meninggalkan benda murahan ini di dalam mobil, dan sekarang aku harus mengantarnya.”

Asisten Kevin melongo. Apa yang saat ini berada di hadapannya ini masih Dirga Wijaya? Sejak kapan tuannya yang selalu dingin dan irit bicara berubah jadi julid? Dan ekspresi nya? Sejak kapan wajah datar itu jadi berwarna? Pasalnya, Dirga Wijaya yang sudah ia kenal selama tiga puluh tahun adalah manusia yang minim ekspresi. Marah ataupun senang tetap datar. Tapi sekarang?

“Anda bisa menyerahkannya benda itu dan alamatnya pada saya. Saya yang akan mengantar,” ucap Kevin mengetahui tuannya pasti ingin segera pulang bertemu sang putri.

“Kamu mau Putri memusuhiku?” Dirga menghentikan langkahnya dan menatap sengit. “Dia itu gurunya Putri, dan dia itu pintar sekali cari muka di depan Putri. Kalau dia mengadu pada Putri bahwa bukan aku yang mengantar anting sialan ini, Putri akan marah padaku!”

“Maaf,” ucap Asisten Kevin yang semakin tak mengerti dengan perubahan yang ada pada tuannya.

“Sudahlah. Kamu pulang saja, aku bisa pulang sendiri,” ucap Dirga melangkah cepat meninggalkan Kevin.

“Hati-hati di jalan, Tuan,” ucap Kevin entah masih didengar atau tidak oleh Dirga. Namun, pria paruh baya yang usianya hanya berselisih dua tahun di bawah Dirga itu segera mengambil ponsel dari saku jasnya mencari sebuah kontak lalu menempelkan di telinga.

“Tuan pergi sendiri, pastikan keamanan beliau!” perintahnya pada seseorang di seberang lalu menutup panggilan tanpa menunggu balasan.

.

Dirga melajukan mobilnya sambil berulang kali mendengus kesal. Bisa saja dia menyuruh Asisten Kevin yang mengantarkan anting itu. tapi dia teringat ancaman Putrinya yang mengharuskan dia sendiri yang mengantarkan anting itu.

“Dasar perawan tua merepotkan,” umatnya kasar, kedua tangannya mencengkeram setir dengan erat.

Mobil yang dikendarai oleh Dirga terus melaju membelah jalanan kota yang padat karena bersamaan dengan jam pulang kerja. Angin sore yang berhembus sepoi-sepoi menerpa wajahnya melalui jendela kaca yang terbuka, namun tak mampu meredakan kekesalan dalam hatinya.

*

Mobil yang dikendarai oleh Dirga akhirnya berhenti di gang tk jauh dari halaman rumah kontrakan Amanda. Masih dengan wajah kesal, Dirga turun dan menutup pintu dengan kasar, lalu melangkah cepat menuju beranda rumah itu. Namun, begitu ia tiba di beranda, suasana yang tidak seperti biasa menyambutnya.

Beberapa anak kecil yang Beberapa hari lalu ia lihat bermain dengan gembira, kini terlihat menangis sambil saling berpegangan tangan. Di teras, terlihat Pak Hendra tampak berjalan mondar-mandir dengan memegang tongkatnya, wajahnya tampak begitu cemas. Begitu juga dengan Amanda, wajah wanita yang selalu dia panggil dengan sebutan perawan tua itu tampak pucat dan sembab. Sepuluh jari tangannya tampak saling meremas.

"Apa yang terjadi?" Dirga bertanya serius.

Amanda yang melihat kedatangan Dirga seolah menemukan harapan. Wanita itu bergegas mendekat dan tanpa sadar memegang lengan Dirga.

“Tuan Dirga... Ardi... Ardi belum pulang," jawab Amanda dengan suara yang yang bergetar menahan tangis.

"Ardi?" tanyanya tak mengerti.

"Iya... Ardi, anak yang paling kecil. Seharusnya sudah pulang sekolah sejak tadi siang, tapi sampai sekarang belum pulang," jelas Amanda, air mata yang mungkin sudah ia tahan sejak tadi siang akhirnya perlahan tumpah.

Pak Hendra juga langsung ikut mendekat. “Ardi tidak pernah pulang terlambat sebelumnya,” ucapnya. “Kami sudah mencari ke beberapa tempat dan bertanya pada teman-temannya, tapi tidak ketemu."

“Kalian sudah lapor polisi?” Mata Dirga menatap menyelidik ke arah Amanda.

“Sudah,” jawab Amanda sambil menghapus air matanya. “Tapi polisi berkata bahwa sebelum 24 jam tidak bisa menyatakan hilang.”

Rahang Dirga mengeras mendengar alasan itu. Walaupun ia tahu memang seperti itu prosedur yang berlaku, tapi dia tetap merasa kesal. Kenapa harus menunggu 24 jam? Apa menunggu sesuatu yang buruk terjadi dulu baru mereka akan bertindak?

Tanpa berkata apapun, Dirga mengeluarkan ponselnya. Dengan cepat, jarinya menggeser layar menghubungi asisten Kevin.

“Kerahkan semua pengawal!” perintah Dirga bahkan sebelum mendengar suara Kevin. “Cari anak laki-laki bernama Ardi! Periksa semua CCTV di sekitar jalan sekolah dan area sini. Sekarang!”

Di tempat Kevin, pria paruh baya yang baru sampai di rumah dan bahkan belum sempat duduk itu terkejut mendengar perintah dadakan dari Dirga. Ia segera mencari lokasi melalui akses gps yang tersambung dengan ponsel Dirga, lalu segera memberi perintah pada tim keamanan Wijaya Corp untuk bergerak.

Suara seruan istrinya terdengar ketika dia kembali berjalan cepat keluar rumah. Namun, dia hanya menjawab dengan lambaian tangan dan bergegas menggeber mobilnya meninggalkan halaman rumahnya yang luas.

Di sebuah rumah mewah yang cukup jauh dari daerah tempat tinggal Amanda…

Di dalam sebuah kamar yang terkunci rapat,,suara isak tangis kecil terdengar memilukan.

Seorang anak kecil sedang duduk sambil memeluk kedua lututnya di balik pintu. Wajahnya basah oleh air mata, pipinya memerah, dan tubuh kecilnya gemetar ketakutan dan mungkin juga kelaparan.

"Ibuuu... Ibuuuu... Ardi mau pulang... Ibu tolongin Ardi...!" teriaknya dengan suara parau, sesekali tangannya yang kecil dan lemah memukul-mukul pintu kayu yang kokoh itu. Namun, teriakan dan tangisnya tak kunjung membuahkan hasil. Pintu itu tetap tertutup rapat. Matanya yang tak berhenti mengalirkan air mata, perlahan tertutup, dan semakin rapat. Tubuh kecil itu terkulai tak sadarkan diri.

1
Dwi Anto
sebenarnya..othor sk gantung2 cerita
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: memang saran dari editor seperti itu kak. haru ada cliffhanger🤭🤭
total 1 replies
dewi rofiqoh
Apa ya jawaban bu manda?
Ummee
sebenarnya... kak author mau istirahat dulu, jadi sabar dulu ya Ayah 😅
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: aseek aseek.. ..
yuk nyakain kipasnya Umi, 🤗🤗
total 1 replies
Soraya
lanjut thor
Aditya hp/ bunda Lia
sebenarnya .... nanti ajah yah pak dikasih tau pas mama up lagi 🤭
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: wk wk wk🤣🤣🤣
total 1 replies
Ummee
dasar stres, kamu memang cinta atau mah memanfaatkan?
tapi kalo cinta kok memaksa
Ummee
baru bisa mampir kak🙏
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: gpp, Umi. semoga betah ya
total 1 replies
Ummee
🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
tanpa filter sekali pak
vania larasati
lanjut
Nar Sih
bnr bangett apa kata mu kevin ,pasti nanti kwalat
〈⎳ FT. Zira
lagi kesambet/Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
co cwiiiittt
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
harusnya td pasang kamera tersembunyi
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
karena*
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
memilih*
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
mungkin
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
untuk* dibuang aja, nyempil. 😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
Dahi Amanda sedikit berkerut, lalu ia segera menggeser tombol hijau untuk mengangkatnya,

menurutku lebih pas.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sama lah
total 2 replies
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
mengikat*
vj'z tri
cintaku padamu tak kan berubah walau di telan waktu, biarlah kan ku simpan dalam hati /Shy//Shy//Shy/🎉🎉🎉🎉
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: ahayyyy💃💃💃💃
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!