NovelToon NovelToon
Putri Tanpa Cahaya

Putri Tanpa Cahaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Akademi Sihir / Fantasi
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dyana

Sakura adalah anak dari selir yang sejak lahir dianggap tidak memiliki kekuatan. Karena itu ia sering dibully dan diremehkan oleh keluarga bangsawan tempatnya tinggal.
Hidupnya semakin tragis ketika ia terus-menerus diracuni secara perlahan, membuat tubuhnya lemah dan sakit. Di tengah penderitaannya, satu-satunya orang yang melindunginya adalah ibunya. Namun sang ibu akhirnya dibunuh oleh pihak yang berkuasa di dalam keluarga itu.
Setelah kehilangan segalanya, Sakura yang tersisa dalam keputusasaan tanpa sadar mulai membangkitkan kekuatan besar yang tersegel di dalam dirinya. Kekuatan itu selama ini tersembunyi, dan kini perlahan mulai bangkit, mengubahnya dari gadis yang dianggap lemah menjadi sosok yang berpotensi mengguncang dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 — Yang Semakin Melemah

Hari-hari di istana tetap berjalan.

Namun kondisi Sakura semakin memburuk.

Sang Raja tidak tau sama sekali atau bisa dibilang tidak peduli tentang Sakura, karena tidak memiliki sihir sehingga membuat raja malu , namun karena sayang dengan Selir Mireya Raja tetap membiarkan Sakura tinggal di istana.

Pagi itu, Sakura mencoba berdiri dari tempat tidurnya.

Tangannya bertumpu pada kasur.

Tubuhnya terasa berat.

Ia berhasil berdiri, tapi tidak lama.

Langkahnya goyah.

Mireya langsung mendekat.

“Sakura…” suaranya penuh cemas.

Ia memegang bahu Sakura.

“Kau tidak perlu bangun.”

Sakura menggeleng pelan.

“Aku tidak apa-apa…”

Namun suaranya lemah.

Mireya tidak percaya.

Di lorong, suara pelayan terdengar jelas.

“Dia makin parah.”

“Mungkin tidak akan lama.”

“Memang dari awal tidak seharusnya ada.”

Sakura melewati mereka.

Ia mendengar semuanya.

Namun tidak berhenti.

Di halaman belakang, Sakura duduk di atas batu.

Ia tidak punya tenaga untuk berdiri lama.

Sambil memperhatikan anak-anak bangsawan berlatih ilmu sihir, Sakura menatap dengan wajah muram.

Langkah kaki terdengar.

Claudia datang dengan para pelayannya.

Ia berhenti di depan Sakura dan menatapnya dari atas sampai bawah.

“Kau terlihat seperti orang sakit,” katanya ringan.

Sakura diam.

Claudia melirik ke arah pelayan di belakangnya.

Lalu mengambil kain ditangan pelayan dan sengaja membuangnya didepan Sakura.

“ambilkan itu,” katanya sambil menunjuk kain di lantai.

Sakura tidak bergerak.

Claudia mengangkat alis.

“Aku tidak suka menunggu.”

Nada suaranya lebih dingin.

Sakura perlahan mencoba berdiri.

Tubuhnya goyah.

Ia berjalan pelan, lalu membungkuk mengambil kain itu.

Namun saat berbalik—

ia jatuh.

Kain itu terlepas.

Beberapa pelayan tertawa kecil.

Claudia tidak tersenyum.

Ia hanya menatap.

“Ambil lagi,” katanya.

Sakura terdiam sejenak.

Namun tetap merangkak sedikit dan mengambilnya.

Tangannya gemetar saat menyerahkan.

Claudia menerima tanpa melihatnya.

“Lihat?” katanya pelan.

“Bahkan pelayan lebih baik darimu.”

Sakura mengepalkan tangannya.

Claudia mendekat sedikit.

“Kalau kau hilang pun…” lanjutnya, suaranya rendah,

“tidak akan ada yang peduli.”

Sakura terdiam.

Claudia mengangkat tangannya.

Cahaya redup muncul.

Dorongan kecil dilepaskan.

Tubuh Sakura yang lemah langsung jatuh kembali.

Kali ini, ia tidak bangkit.

Napasnya berat.

Claudia menatap beberapa detik.

Lalu berbalik.

“Pergi.”

Mireya datang beberapa saat kemudian.

“Sakura!” suaranya panik.

Ia berlutut dan memegang wajah anaknya.

“Sakura, lihat ibu…”

Sakura membuka mata sedikit.

Namun tidak menjawab.

Mireya mulai panik.

Tangannya gemetar.

“Sakura…”

Malam itu, kondisi Sakura memburuk.

Napasnya tidak teratur.

Tubuhnya dingin.

Mireya duduk di sampingnya, tidak bergerak.

Matanya penuh cemas.

“Tidak mungkin…” bisiknya.

Ia mencoba mengingat.

Apa yang salah?

Apa yang berubah?

Namun tidak ada jawaban.

Di ruangan lain, Isamu berdiri diam.

“Seharusnya…” gumamnya pelan,

“anak itu sudah mati.”

Ratu Evelyne menoleh.

“Belum,” jawabnya singkat.

Isamu menatap lurus.

“Ada sesuatu yang menahannya.”

Ratu menyipitkan mata sedikit.

Namun tidak menjawab.

" dia sungguh keras kepala, kenapa tidak mati saja, dasar ibu dan anak sama saja, menjadi perusak" tutur Ratu

Di dalam kamar, Sakura terbaring lemah.

Napasnya pelan.

Untuk sesaat, tubuhnya tidak bergerak.

Seolah berhenti.

Namun tiba-tiba—

napasnya kembali.

Lemah.

Namun ada.

Sesuatu di dalam dirinya menahan.

Menolak untuk hilang.

Meskipun perlahan dihancurkan.

---------

Hai semua

mimin mau bilang maaf dulu nih jika cerita kurang menarik atau ceritanya hampir sama dengan novel mimin sebelumnya yang masih tentang balas dendam.

Jangan terlalu berharap ya

Mimin baru mencoba membuat Novel kembali setelah beberapa lama off.

Terima kasih🥰🥰🥰

1
Yarim Yovan
menarik
Kali a Mimir
padahal ceritanya bagus kok sepi
Kali a Mimir: siap🤭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!