Rumah mewah di tengah hutan yang di akui kepemilikan nya oleh sepasang suami istri , karena rumah mewah itu memiliki banyak kamar dan dekat dengan tempat wisata akhir nya mereka sewakan untuk para wisatawan yang ingin menginap dengan harga murah tapi pemandangan alam sekitar mampu memanjakan mata .
Tanpa di sadari sepasang suami istri itu jika tak gratis untuk bisa memiliki rumah mewah itu .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zulia Almanshur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9 Gangguan
Usai makan pak Soni membersihkan sebagian rumah yang bisa di tempati sementara seperti kamar , ruang tengah , ruang tamu sedangkan bu Wati membersihkan bagian dapur berikut perabot - perabot yang di gunakan untuk memasak .
Tidak terasa hari sudah semakin sore , pak Soni yang sudah selesai membereskan beberapa ruangan merasa lega karena akhir nya bagian dalam rumah terlihat lebih bersih dan sangat layak untuk di huni .
" Pal , sini pak ! " . Bu Wati memanggil pak Soni seolah ingin menunjukkan sesuatu .
" Ono opo tho bu ? " .
" Pak , liat kamar mandi nya sudah kayak yang di hotel - hotel mahal itu ya pak " . Bu Wati yang baru selesai mandi memberi komentar pada pak Soni .
" Ya ampun bu , bapak kira ada apa " .
" Ibu betah pak mandi berlama - lama , suasana nya sangat mewah " .
" Ada - ada saja ibu ini , bapak juga heran bu , semua perabot di rumah ini sangar mewah kalau di total semua harga nya seperti nya harga nya lebih dari rumah ini bu " .
" Apa mungkin yang punya rumah ini orang kaya yang gabut ya pak ? " .
" Hah , apa bu tadi , gabus ? " .
" Kok gabus sih pak , gabut pak " .
" Gabut itu apa tho bu , apa nama perabot ? " .
" Haduh bapak ini , ibu sih nggak paham juga pak tapi ibu tau kalau gabut itu seperti bosan gitu pak , bahasa gaul nya anak muda jaman sekarang pak "
Pak Soni hanya terkekeh mendengar jawaban bu Wati , bu Wati adalah istri yang sangat di cintai pak Soni meskipun kadang tingkah laku bu Wati banyak tidak masuk akal nya .
" Sudahlah bu , bapak sudah sangat lelah sebaik nya kita beristirahat dulu " .
" Cieee , bapak ingin merasakan tidur di kasur yang empuk dan besar itu ya ? " . Goda bu Wati pada pak Soni namun pak Soni hanya tersenyum saja menanggapi gurauan bu Wati .
PRAAANG !!
" Astaghfirullah , suara apa pak ? " .
" Bapak lihat dulu bu , suara nya seperti di dapur " .
" Ibu ikut pak " . Buru - buru bu Wati menggandeng lengan pak Soni dengan cepat .
Sesampai nya di dapur tidak ada benda apapun yang jatuh , bahkan tampak sunyi tidak ada siapapun .
" Pak lihat itu ! " . Bu Wati menunjuk tulisan di atas meja makan .
( PERGILAH INI BUKAN TEMPAT MU !! ) . Tulisan berwarna merah kehitaman itu tampak seperti baru saja di tulis karena tampak basah tapi entah dengan apa tulisan itu di buat sebab tidak ada bau cat ataupun tinta .
Pak Soni mengerutkan kening nya dan sejenak memikirkan sesuatu .
" Pak , tulisan itu .. " .
TIIING !!
Suara seperti benturan gelas dengan gelas , akan tetapi tidak ada gelas atau piring yang saling benturan di rak penyimpanan barang pecah belah .
" Pak " .
" Cuma tikus saja bu , jangan khawatir " .
Bu Wati merasa merinding , kepala nya menengok ke kanan dan ke kiri .
" Sudah bu ayo ke kamar saja , mungkin ini hanya orang iseng " . Pak Soni berupaya menenangkan bu Wati yang mulai sedikit gemetar .
Di kamar bu Wati segera menjatuhkan tubuh nya di atas kasur empuk dengan desain mewah dan elegan .
" Pak , ibu bingung sama pemilik rumah ini " .
" Kenapa bu ? " .
" Rumah yang besar , perabot yang masih baru dan pasti nya mahal kenapa di tinggal begitu saja " .
" Hemm " .
Bu Wati akhir nya memilih menutup mata nya karena sudah sangat mengantuk menyusul suami nya yang telah terlebih dahulu terlelap . Dia tidak tahu jika ada makhluk yang mengintai mereka di luar jendela .