NovelToon NovelToon
Mahkota Kegelapan: Pewaris Dewa Hades

Mahkota Kegelapan: Pewaris Dewa Hades

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:460
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Arkanendra adalah seorang jaksa penuntut yang berdinas di kejaksaan agung, sepak terjangnya sebagai jaksa yang dingin dan tegas juga sering memenangkan kasus besar dan sulit, membuat Arka menjadi populer di kalangan penjahat. karena profesinya itu Arkanendra menghadapi bahaya yang sangat fatal, dia nyaris saja mati di racun oleh musuh nya.

sebuah pertolongan datang dari underworld, dia bisa tertolong namun dewa Hades memberikan syarat mutlak, Arkanendra harus menghisap energi hidup dari dewi Athena sebelum 40 hari, jika tidak maka dia akan mati dan binasa.

Dewi Athena yang tak pernah tertarik dengan pria, Dewi Athena yang lebih memilih menjadi Perawan seumur hidupnya, lalu apa yang terjadi ketika bagian dari kepingan jiwanya jatuh cinta pada Arkanendra yang notebene adalah kepingan jiwa dari Dewa Hades.

Apa sejarah akan berubah, atau jeratan cinta itu membuat Dewi perawan tak berdaya, cinta memang memiliki keajaiban luar biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Bab ini agak sedikit gerah (++)

"Yak apa yang kamu lakukan!?" Arkanendra mendumel, dalam Hati dia sudah bertahan sekuat tenaga, tapi kenapa justru Nayyara yang bersikap seperti minta dimakan.

"Terima kasih mas, anggap saja ciuman ini adalah ucapan terimakasih ini karena kamu sudah melindungiku tadi, aku pikir kamu nggak tahu jika aku dalam bahaya"

"Aku mendengar kamu memanggil namaku" Arka tersenyum lalu membelai rambut gadis itu, Nayyara mengangguk paham, pria itu pasti bisa merasakan panggilan nya karena insting tajamnya. "Setiap jiwa yang akan menghadapi maut dan kematian lalu memanggil namaku, aku bisa mendengarnya, meskipun mereka hanya memanggil dalam relung hati yang terdalam" Arka menjelaskan alasan itu karena dia baru merasakan tadi ketika Nayyara dalam bahaya.

"Serius mas, jadi kamu bisa mencegah sebuah kematian?"

"Tidak, aku tak kuasa sama sekali mencabut nyawa makhluk hidup dan mencegah kematian nya, hanya saja aku bisa langsung datang menolongmu, jika malaikat kematian belum membawa jiwamu pergi ke alam underworld"

"Hm~ aku paham sekarang" Nayyara terkekeh, dia cukup bangga memiliki kekasih seperti Arka, bukankah dia keren.

"Kembali sana ke kamarmu~ hoam, aku ngantuk sekali, ingin tidur lagi" Arka memindahkan Nayyara duduk disofa lagi, lalu dia merebahkan tubuh lagi di sofa, Nayyara ternyata ikut berbaring di sofa menatap wajah pria itu yang terlihat tidur, lalu membelai rambut hitam Arka, meskipun jantungnya makin berdebar 

"Mas, apa kamu serius sungguh menyukaiku?" Arkanendra lalu harus menjawab apa, dia ingin bilang dengan lantang 'iya'. 

"Kenapa kamu tanya itu eum?"

"Mungkin aja kamu hanya menginginkan energi dari aku untuk kesempurnaan hidup kamu, atau agar kamu nggak mati?" Nayyara terus mendesak dengan bibir tersenyum.

"Hm~~~" Arka bergumam dengan mata tertutup karena malu mengaku.

"Aku bisa melihat bagaimana kamu susah payah melawan vampir itu tadi, sampai hampir saja terbunuh, aku sampai tak bisa menahan haru"

"Hah jangan terus mengoceh Nay, aku beneran ngantuk" Nayyara terkekeh masih membelai rambut hitam pria itu yang menutup wajahnya dengan lengan.

"Aku tahu mas, tidurlah. setidaknya malam ini aku bisa melihatmu dengan puas jika mungkin besok aku bisa saja terbunuh oleh vampir atau siluman lainnya"

"Aish kamu ini~~........" Arka langsung beringsut duduk, dia kesal karena Nayyara itu pandai sekali membuat perasaannya tak karuan, dengan tanpa aba-aba dia menarik lengan gadis agar bisa memeluk lehernya meskipun gadis itu gelagapan kaget. Arka tengah membopong tubuh mungil gadis itu untuk kembali ke kamar. "Mas turunin aku!"

"Nggak bisa, soalnya Kamu hobi sekali menggangguku hm?" Arkanendra berucap kesal, membuka pintu kamar dengan kakinya, dan membawa Nayyara dalam gendongannya masuk ke dalam kamar. "Apa kamu beneran menyukaiku mas?" Pria itu hanya diam tanpa mau menjawabnya. "Kenapa kamu diam saja?"

"Nay aku mohon!" Nayyara tersenyum lalu menggeleng maklum. "Jika kamu cuma butuh energi dari aku, nggak masalah aku takkan memaksamu Melakukan apapun yang nggak kamu sukai" Nayyara menghela nafas, masih dengan pikiran tak karuan, Arka menatap gadis dalam gendongan kedua tangannya dan masih memeluk lehernya.

"Jadi biarkan aku pergi dari sini dan aku tak mau bertemu kamu lagi, anggap saja kita tak saling kenal" Nayyara ingin turun dari Gendongan pria itu dan nyaris menangis, karena Arka malah hanya diam saja.

"Menurutmu apa jawabanku?" Lelaki itu tersenyum miring. Dalam hati Nayyara berdoa dan jantungnya makin keras berdetak, dia seperti akan mendapatkan vonis mati saja. 

Arka meletakkan tubuh mungil gadis dengan tinggi 158 Sentimeter itu dengan lembut di atas ranjang, dia menatap mata karamel Nayyara yang di tumbuhi bulu-bulu mata lentik, Sangat indah, dan mata gadis itu memang cantik. Apalagi wajah itu, sampai membuat Arka langsung terpesona saat tatapan pertama mereka pada insiden tabrakan hari itu.

"Jantungku tak pernah berdetak secepat ini" Arka menghela nafas frustasi, dia meletakkan tangan Nayyara di dada bagian kirinya, menggeleng lirih. "Jika aku tak menyukaimu, untuk apa aku membawamu kabur dari vampir jelek itu tadi?" Wajah gadis itu merona, masih saling menatap dengan si lelaki yang berada di atas tubuhnya membelai rambutnya, dan dengan puas menelisik pahatan wajahnya.

"Jadi?" Tanya Nayyara.

"Simpulkan sendiri apa jawabanku"

"Kamu menyukai ku mas?"

"Jangan menggodaku Nayyara....."

"Baiklah, terima kasih mas" Nayyara terkekeh malu, mencium bibir pria itu yang juga membalas ciumannya dengan semangat, Setiap langkah kaki Arka tadi menuju kamar ini, membuat jantung Nayyara berdebar tak karuan, ini pertama kali seorang pria memperlakukan dia begitu istimewa, dan dia menikmati semua perlakuan Arka.

"Maafkan aku karena merepotkan kamu" Nayyara tersenyum, meremas ujung rambut hitam Arka dan memejam, bibir lelaki itu mencium dahinya dengan lembut, menatap sebentar tanda putih di dahi Nayyara, bibir Arka lalu mencium kening gadis itu, hidung bangirnya, dan terakhir bibir merah ranumnya.

Nayyara masih memejam kegelian karena telinganya juga dihisap bibir itu. "Aku sangat menyukaimu..... Nayyara" Meskipun hanya kecupan ringan yang Arka berikan di seluruh wajah Nayyara, namun hatinya menghangat karena dia merasa lega.

"I love you Nay......." Ujarnya lagi. Nayyara memejamkan mata menahan senyum, kedua lengannya memeluk leher Arka makin erat, dia bahkan mengangkat pinggulnya agar lelaki itu bisa mengunci pinggangnya dengan mudah, kedua bibir mereka saling mencecap panas, lebih tepatnya Nayyara malah yang mulai duluan mencium pria itu.

"I love you too, mas Arka" Entah kenapa Nayyara bisa begitu mengagumi pria itu, bahkan mungkin kadarnya sudah dalam tahap sangat mencintai. Nayyara terus membalas ciuman bibir Arka, mereka tidak hanya berbagi saliva, tapi juga berbagi energi murni, tanpa Arka sadari energi murni dari Nayyara banyak berpindah padanya dari ciuman panas mereka ini.

Saat ini bibir mereka seperti memiliki magnet yang susah terlepas. Saat Arka melepas bibir mereka hanya untuk mengambil nafas, lalu dia seakan tak rela menyudahi tautan bibir yang menyenangkan ini. Wajah cantik gadis itu dengan semua kelebihannya yang bisa membuat Arka gila, dan seperti lupa diri.

"Kamu cantik sekali, sayang...." Demi Dewa Dewi Yunani Arka sungguh betah menatap dan membelai wajah Nayyara, dia bersyukur bisa merasakan bagaimana jatuh cinta yang sebenarnya itu. Padahal selama ini dia tak pernah sudi berkomitmen dengan makhluk wanita manapun, apalagi mencintai wanita. Arka dulu cenderung berpacaran tanpa niat serius, hanya hiburan dan iseng saja.

"Kamu juga benar-benar membuat aku hanya bisa menatapmu saja" Gadis itu terkekeh setelah Arka mengucapkan kalimat itu dengan rona merah yang makin terlihat, Nayyara jadi malu pada dirinya dan heran juga dengan perasaannya sendiri, kenapa dia juga bisa mencintai Arka sebesar ini.

"Benarkah?" Nayyara mencium bibir merah pria itu sekilas, membawa tangan Arka pada dua gundukan indahnya dan meminta pria itu meremasnya, kedua bibir mereka bertemu lagi, makin menggairahkan karena dia tak sudi melepas sedetik saja bibir Arka.

Tangan Arka masuk ke dalam kemeja Nayyara melepaskan kancingnya karena dia tak sabar

Dia meremas gundukan itu lembut, hingga kedua benda padat dan penuh itu terlihat jelas, dengan kagum dia menatap tubuh itu hingga Nayyara jadi malu lalu membuang wajah.

"Kenapa?" Arka menaikkan alisnya, dia terkekeh karena Nayyara berusaha menutup dadanya dengan lengan. "Stop mas, aku malu jangan di lihatin!" Keluh Nayyara.

"Tapi aku ingin puas liatin ini" Nayyara kesal memukul bahu pria itu lalu, Arka tersenyum lalu mulai mencium lembut kedua gundukan itu, dengan adil dia menghisap keduanya lalu Arka mencium leher Nayyara yang di penuhi keringat, gadis itu mendesah makin keras, meremasi rambut Arka yang kini sibuk memanjakan bulatan dadanya.

"Ouch~ mas Arka...." Nayyara mendesah lirih, dia tak tahan lagi karena serangan Arka sangat berbahaya, kakinya menjepit pinggul kekar Arka, mereka hanya berinteraksi seperti ini namun nikmatnya sudah luar basa, mereka juga tak sadar jika Arka seperti mengisi daya energinya, makin banyak mereka melakukan skinship seperti ini, makin banyak energi murni milik Nayyara bisa Arka hisap.....

1
Ananda Boy
seru banget 😍
Ananda Boy
seruuu banget 🤭
Ananda Boy
next thor
Ananda Boy
kak kasian Naya🥹
Ananda Boy
lanjut ka author 😘🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!