"Jangan nona,kami takut tuan akan memarahi kami."ucap pria itu yang memohon pada Nonanya untuk tidak pergi.
"Sudahlah, biarkan aku pergi sekarang.Lebih baik kalian diam saja."jawab wanita itu dengan nada marah.
Wanita itu langsung pergi dengan membawa sepeda motor jadulnya menuju lokasi tempat tinggal sementara dirinya.
Dibalik semua itu ternyata dia sedang menutupi identitasnya dan mencoba berbaur dengan orang lain , apalagi dibalik dia melakukan itu ada maksud tertentu tentang misi yang sedang dia lakukan untuk mencari informasi penting.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
"Saya sudah mengerti nona, Saya sempat diberitahukan oleh Tuan Lukas untuk menggantikan posisi Manager di restoran."mendengar jawaban itu Nina hanya menganggukkan kepala.
"Bagus jika kamu mengerti, tapi selain itu kamu harus mengawasi seseorang."mendengar perintah itu Raffi sempat penasaran dengan apa yang dimaksudkan oleh Nonanya.
Pada akhirnya Nina menceritakan semua apa yang harus dia lakukan dan dia sudah memperingati untuk tidak ada orang lain mengetahui identitas dirinya yang sebenarnya.
"Jadi begitu, baik Nona saya mengerti."jawab Raffi yang mengerti tugas-tugas yang harus dia laksanakan dan beberapa pekerjaan yang mungkin nantinya akan dia kerjakan sendiri.
"Jangan sekali-kali memanggilku dengan kata Nona didepan mereka, panggil namaku Nina agar orang-orang di sekitar tempatku bekerja tidak mencurigaiku jika aku adalah pemilik restoran ini." sekali lagi Nina mulai memperingati Raffi untuk berhati-hati dalam berbicara.
"Baik nona, saya mengerti." jawab Raffi yang akhirnya pergi ke ruang kerjanya dan posisi Nina masih seperti biasanya bekerja di area belakang sembari mengamati situasi.
Satu jam kemudian
Nina dan beberapa teman kerjanya berkumpul di ruang tengah menunggu informasi penting yang akan disampaikan oleh seseorang. Tiba-tiba saja, datanglah sosok seorang pria yang berjalan mendekati mereka.
"Selamat pagi semua."
"Pagi."jawab mereka semua dengan antusias, bahkan beberapa dari mereka penasaran.
"Perkenalkan nama saya Raffi, saya adalah Manager baru di restoran ini dan saya mohon kerjasama dari kalian semua."ucap Raffi kepada mereka semua.
"Baik Pak."jawab mereka dengan serentak, beberapa dari mereka diam-diam mengagumi ketampanan dari Manager baru mereka.
"Tampan juga wajah Pak Manager baru kita." ucap lirih salah satu dari pekerjaan di tempat itu.
"Iya,beda sama Manager yang dulu.Yang ini lebih tampan."tanpa mereka ketahui,Nina diam-diam menahan tawa.
"Tampan,tapi dia lebih menyukai pria daripada wanita." batin Nina yang tahu betul sifat Managernya.
Nina pergi melanjutkan pekerjaannya,berbeda dengan satu wanita yang terlihat bingung.
"Kemana pria itu pergi,jika posisi dia diganti aku tak akan bebas berbuat apapun disini." gumam Mely yang sedari awal merasa seperti berkuasa di tempat itu.
"Tapi boleh juga pria itu,aku dekati saja dia. Sepertinya Pak Raffi lebih tajir daripada pria itu." diam-diam Mely melakukan rencana yang sedang ia susun untuk mendekati Manager baru mereka.
Ditempat lain
Waktu menunjukkan waktu istirahat siang ,ada Yogi, Andra dan Doni duduk santai di kantin kantor ketiganya menikmati makan siang mereka.
"Wah lagi ada yang bahagia nih." ujar Doni yang diam-diam mendapatkan informasi dari Yogi tentang Andra.
Andra langsung melirik ke arah Doni,"Jangan memancing kemarahan orang."ucap Andra yang merasa dirinya disindir oleh Doni.
"Siapa yang buat emosi orang, justru kamu harusnya bahagia."ucap Doni sembari melirik ke arah Yogi.
"Ada masalah apa lagi, Bukannya tadi pagi kamu pergi dengan Nina." Andra membalas dengan menatap tajam ke arah Yogi.
"Mulai lagi kamu."Yogi dan Doni hanya bisa menahan tawa.
"Kamu juga, seenaknya menyuruhku sampai Nina marah padaku. Dikiranya aku mengejar dia." tiba-tiba saja Yogi menepuk bunda Andra.
"Aku hanya sekedar membantumu, Bukannya kamu penasaran dengan siapa Nina?" tanya Yogi yang langsung direspon dengan ekspresi kesal dari Andra.
"Sudahlah kenapa kalian berdua malah bertengkar perihal wanita itu." ucap Doni yang lebih fokus menikmati makan siangnya.
Andra hanya terdiam malas berbicara dengan Yogi. Setelah selesai makan siang mereka menuju ke tempat kerja mereka masing-masing.
Sedangkan di lokasi tempat kerja Nina, beberapa orang mulai sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.
Dari belakang, Ada sosok pria yang berjalan mendekati area dapur.Siapa lagi jika bukan Pak Manager baru mereka.
Setelah mengecek situasi dibelakang, tatapan pak Manager mengarah ke satu wanita yang lebih santai duduk melipat kain.
"Hey kamu!" teriak Raffi kepada seorang wanita yang duduk santai.
Wanita itu langsung berdiri menghampiri Pak Managernya,"Ada apa Pak?"tanya Wanita itu yang melihat wajah Pak Manager baru.
"Apa kamu tidak lihat,semua temanmu sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing sedangkan kamu duduk terdiam dasar lambat!"teriak Raffi mengambil kain yang sedang dilipat oleh wanita itu.
"Hanya melipat kain saja lama sekali kamu selesaikan.Apa sengaja kamu menghindar pekerjaan lain sampai teman-temanmu yang harus menyelesaikan pekerjaanmu sendiri!" teriak Raffi yang merasa kesal dengan apa yang wanita itu kerja.
Kejadian itu langsung menjadi tontonan banyak orang di dapur."Rasain tuh,dulunya dia sombong sekarang dia mati berdiri menghadapi orang seperti itu." bisik-bisik salah satu dari mereka.
"Malahan kita harus bersyukur akhirnya ada orang yang berani menegur dia." Nina yang mendengarnya hanya tersenyum sinis.
"Apa dia kira wanita itu bisa menggodanya,wanita itu bukan seleranya." batin Nina yang memilih pergi dari tempat itu.
"Jika kamu tidak mau bekerja,lebih baik kamu keluar dari sini." ucap Pak Raffi yang sebenarnya tahu betul siapa wanita itu.
"Jangan Pak." Mely memohon pada Pak Managernya.
"Buang-buang waktu saja,cepat ambil gaji bulan ini jangan pernah menginjak lagi tempat ini." ucap Pak Raffi yang secara langsung memecat Mely yang secara langsung di tonton oleh beberapa rekan kerja mereka sendiri.
Mely langsung runtuh mendapati dirinya dipecat di hari itu juga, beberapa orang menatapnya dengan tatapan sinis.
"Dia dipecat sama Pak Raffi." bisik salah satu mereka.
"Biarin,dasar sombong." ucap mereka yang sudah lama kesal dengan tingkah angkuh dari Mely.
Pada akhirnya Wanita itu pergi dengan langkah tertatih-tatih yang dimana ini adalah hari terakhir dirinya bekerja.
Mendengar berita itu, Nina langsung menemui Manager itu.
"Nona."Raffi langsung berdiri dari tempat duduknya.
Nina masuk dengan santai ke ruang Manager,"Akhirnya kamu melakukan apa yang aku perintahkan" jawab Nina yang langsung menilai kerja dari pria itu sangat bagus.
"Saya sudah mengerjakan perintah anda,Nona." jawab Raffi dengan menganggukkan kepala.
Nina terlihat tenang,bahkan ia sudah mempercayakan semuanya pada orang Raffi,masalah perihal restoran sudah ia berikan padanya.Kini Nina fokus pada misinya yang secepatnya harus ia selesaikan.
Sore hari
Waktu kerja Nina sudah habis,saatnya dirinya pulang.Tiba-tiba saja ada seseorang menghampiri dirinya.
"Hey Nina." Nina langsung menoleh ke belakang mendengar namanya dipanggil.
"Itu ada seorang pria yang sedari tadi menunggumu diluar." Mendengar penjelasan itu,Nina mengerutkan dahinya.
"Seorang pria?"
"Iya,pria itu sudah ada didepan menunggumu diarea parkiran ." Mendengar informasi itu,Nina segera keluar penasaran siapa pria yang menunggu dirinya.