NovelToon NovelToon
Dijual Teman Laknat, Dibeli Mantan Minus Akhlak

Dijual Teman Laknat, Dibeli Mantan Minus Akhlak

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Nikah Kontrak
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Dfe

Nyangka nggak kalau temen mu sendiri bisa jadi setan yang sesungguhnya di dunia nyata?

Ini yang dialami Badai, lelaki 23 tahun ini dijual ke mantan pacarnya sendiri sama temennya, si Sajen!

Weh kok bisa? Ini sih temen laknatullah beneran ya kan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dfe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua betina yang meresahkan

Hening seketika menyergap suasana di sekitar Dai dan Kilau. Kata-kata Kilau barusan terasa seperti siraman air es yang mendadak membekukan aliran darah dan isi kepala Dai. 'Loe punya kewajiban buat nurutin perintah dari orang yang udah ngebeli lo.' Kalimat itu terus berdengung di telinga, memicu rasa panas di dadanya yang bukan lagi berasal dari alkohol, melainkan dari harga diri yang diinjak-injak.

Badai menatap Kilau dengan tatapan yang sulit diartikan. Dia mencoba mencari sisa-sisa dari Kilau versi masa lalu. Si gadis manis yang dulu hobi menemaninya mengotak-atik motor sambil makan cilok, atau si cerewet yang selalu ingin bersamanya menaiki kuda besi meski hanya sekedar keliling alun-alun, dan jangan lupakan tingkah lucu Kilau yang selalu merengek ingin diajari main gitar.

Tapi tidak ada, semua itu tidak ditemukan dalam diri Kilau versi dewasa. Di depan Dai kini berdiri seorang Direktur MahaTech yang dingin, kalkulatif, dan menganggap segala sesuatu di dunia ini memiliki label harga.. termasuk dirinya. Mantan kekasih yang dihargai sepuluh juta rupiah.

"Jadi, gitu cara lo ngeliat gue sekarang, Ki? Hanya sebagai barang dagangan?" Suara Badai rendah, sarat dengan kekecewaan yang mendalam.

"Gue dateng ke sini buat minta maaf karena gue merasa bersalah udah nuduh lo macem-macem tadi pagi. Tapi ternyata, lo emang beneran udah berubah. Lo bukan Kilau yang gue kenal. Ki, nggak semua hal bisa lo nominal kan pakai uang."

Kilau hanya menaikkan satu alisnya, tetap tenang dengan posisi tangan bersedekap di dada. Tidak ada raut penyesalan di wajah cantiknya.

"Dunia nggak berputar di tempat yang sama selama lima tahun, Dai. Lo mungkin masih betah mainan oli di bengkel, tapi gue belajar kalau di dunia nyata, orang yang punya kekuatan adalah orang yang pegang kendali. Dan sekarang, gue yang pegang kendalinya."

Badai tersenyum sinis. Kesabarannya yang tadi dia kumpulkan dengan susah payah kini menguap tak bersisa. Dia merogoh ponselnya dengan kasar. "Oke, terserah. Sebutin nomor rekening lo. Dana, transfer bank, atau apa pun itu. Gue balikin sepuluh juta lo sekarang juga plus bunganya. Gue nggak mau punya urusan sama orang yang nganggep gue sekadar barang yang bisa diperjualbelikan."

"Nggak perlu. Uang segitu nggak berarti apa-apa buat gue. Yang gue mau itu bantuan lo." balas Kilau santai, suaranya sedingin angin malam yang berhembus di taman.

"Bukan seperti itu cara orang minta bantuan, Ki. Dan sayangnya, gue nggak mau terlibat apapun ke dalam masalah lo." ujar Dai lantang. Rasanya dia lebih memilih berdebat dengan Sajen yang ajaib daripada menghadapi Kilau yang manipulatif seperti ini.

"Tapi sorry, di sini bukan lo yang bisa nentuin mau atau enggak." Kilau mengeluarkan secarik kertas dengan materai dan cap jempol di atasnya dari dalam handbag yang dia bawa.

Dai menautkan alisnya, mengambil kertas di tangan Kilau dengan rasa kesal yang udah naik level jadi marah. Nggak perlu waktu lama untuk membaca isi di dalam kertas tersebut. Dai geleng kepala tak percaya, Kilau sampai melakukan hal ini terhadapnya.

Dengan ini, saya yang bertanda tangan di bawah ini, menyatakan dengan sadar dan tanpa paksaan akan melakukan segala bentuk perintah dan keinginan yang diminta serta diinginkan oleh pemilik saya yang bernama Kilau Aura Maharani. Badai Ananta Dewa, 26 April 2026.

"Lo mau main-main sama gue, Ki? Ini maksudnya apa?"

"Di situ jelas tertulis kalau lo wajib memenuhi segala keinginan dan perintah dari gue. Gue tau lo bisa baca."

Seketika Badai merobek kertas yang ada di tangannya. Mukanya sudah merah padam sekarang. Jika yang di hadapannya saat ini bukan seorang perempuan bernama Kilau Aura Maharani, Dai pasti sudah melayangkan salam lima jari ke pipi mulus tersebut.

"Oh tenang aja, itu cuma kopian kok. Aslinya gue simpen rapi. Dan perjanjian itu legal secara hukum, asal lo tahu." kali ini Kilau bicara disertai senyum manisnya. Tapi di mata Dai, senyuman itu tak terlihat manis. Hanya segaris penghinaan yang Kilau perlihatkan padanya.

"Sepuluh juta nggak bisa beli harga diri gue, nona Kilau Aura Maharani! Lo kan ngasih duitnya ke Sajen, kenapa nggak Sajen aja yang lo jadi'in mainan?!"

"Santai, Dai. Nggak perlu emosi. Sepuluh juta itu cuma di awal. Nanti pas lo udah deal sama kerja sama kita, lo bakal gue kasih nominal yang nggak pernah lo bayangin seumur hidup lo. Dan kenapa bukan Sajen, karena gue maunya lo." andai ini bukan tentang jual beli harga diri seorang Badai, lelaki itu pasti akan tersenyum tersebab mantan terindahnya masih menginginkan dirinya.

Sial betul nasib Dai malam ini, karena belum selesai urusan dengan Kilau, kini muncul betina lain yang tiba-tiba nemplok kayak cicak yang bergelayut manja di lengannya.

"Ayaaaank! Kemana aja seharian ini ih, kangen tau!" nyaris copot jantung Badai saking terkejutnya.

Kilau menatap malas ke arah lain. Tak ingin melihat pemandangan yang bikin sakit mata.

"Lepasin, La. Jangan kayak gini. Ini tempat umum tau nggak, jaga batasan mu." Dai menghempaskan tangan Lalinan cepat.

Lalinan merengut tapi sedetik kemudian senyum centilnya muncul. "Batasan apa sih, yank. Semalem aja ayank udah melewati semua batasan. Ayank lupa udah desah seksi di atas ku? Ayank lupa udah ngambil sesuatu yang harusnya aku persembahkan buat ayank di malam pertama kita nanti kalo udah nikah? Yank, semalem ayank udah ituin aku lho.. Masa ayank masih aja sejutek ini sih. Yank.. Semua yang aku punya udah aku kasih ke ayank, aku mau ayank tanggung jawab. Kita nikah ya."

Mata Dai membulat. Dia mundur satu langkah tak ingin berdekatan dengan dua betina yang ada di samping kiri dan kanannya. Bukan, yang pasti dua wanita itu bukan bentuk dari bidadari yang ada di buku cerita. Bayangkan saja saat ini Badai sedang dikepung titisan kuntilanak dan ketua geng mafia. Dua-duanya nggak ada manis-manisnya. Gesrek semua! Kenapa Dai harus menghadapi dua orang seperti ini, apa dia saat ini sedang masuk ke dalam sinetron 'Azab Illahi'?

"Mulut lo kalau ngomong suka asal ya, La. Gue ngapain lo semalem? Bukannya lo yang nyekokin gue pake miras nyampe mau mati rasanya. Bisa-bisanya lo minta pertanggung jawaban dari gue atas perbuatan lo yang nyaris bikin gue menyandang gelar almarhum." sengit Badai menatap kesal ke arah Lalinan.

"Iiiih nggak gitu ayank.. Kan ayank minum sendiri semalem itu. Aku nggak maksa, kan yank? Dan lagi.. Ayank masa nggak ingat udah gituin aku sih? Emang nggak kerasa ya Yank? Tapi nggak apa-apa yank, aku punya bukti kalau ayank udah merawanin aku kok."

Bersamaan dengan itu, Lalinan mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya. Dia menunjukkan video yang menunjukkan Lalin sedang melepas kancing kemeja yang dipakai Dai. Dai tampak memejamkan mata tanpa melakukan perlawanan berarti di dalam video tersebut, lalu video terus berputar dan memperlihatkan seorang pemuda sedang melakukan 'push up' di atas tubuh Lalinan dari arah belakang. Tak hanya itu, video Lalin yang duduk dan bergerak naik turun di atas pemuda yang tak terlihat wajahnya juga ada. Tapi memang ada beberapa posisi dan adegan dari rekaman video itu yang menunjukan jika Dai berciuman dengan Lalinan.

"Ini nggak bener! Gue nggak ngelakuin apa-apa semalem. Lo jebak gue, La."

Tanpa izin terlebih dahulu, Kilau mengambil ponsel di tangan Lalin. Dia melihat rekaman itu tanpa peduli teriakan protes oleh pemilik ponsel.

"Ini editan." ucap Kilau singkat, padat, jelas.

Dai menghembuskan nafas lega. Namun tidak dengan Lalin yang heboh meyakini bahwa video tersebut adalah nyata. Lho lho lho.. Gimana to Dai, satu masalah belum kelar ini muncul drama lain yang bikin nyut-nyutan kepala.

1
Badai pasti berkilau
Waduhh sesek ini, kalo sampe ibunya Dai tau 🤔
Bulan-⁶
bagaimana perasaan sang ibu kalo badai masih berhubungan dengan ayahnya
Bulan-⁶
untung dai punya bekingan yang lebih kuat
Bulan-⁶
wawwwwww
Bulan-⁶
ngerti sekarang kamu dai?
Bulan-⁶
sajen nganan liat pasangan didepan mata
Bulan-⁶
kebanyakan laki gak tahan sakit, langsung manjanya kumat
Bulan-⁶
bakar aja arang biar jadi abu,, ehh nunggu besok lah bentar lagi idul adha buat bakar sate aja biar lebih berguna itu arang
p
luar biasa
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
skrg bisa seenaknya mengaggap Badai sampah yg tak layak bersanding dg keluargamu Dji..
tapi nanti, stlh kamu tau siapa dia sbnrnya, pasti kamu bakal gencar agar mreka cepet² meresmikan hubungannya kan?! 😏
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
Wijaya Saha Thor?
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
widih, Badai emg dabes lah Ki..
bisa diandelin buat jadi pasangan😚
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
Badai klo udah spaneng, bisa menerjang lawan sampe luluh lantak nih
📌♏♎®️𝕯µɱՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤ ̐
🤣🤣🤣🤣siap2 sujud2 noh bapaknya kilau kalo tau Badai anak sultan tajir melintir 🤭
Bulan-⁶
wkwkwk aman dai gak bakalan ditampar
Bulan-⁶
sajen beneran pasangannya dedemit
Bulan-⁶
wes lah mau pura2 atau beneran pacaran juga silahkan, udah kokopan juga tadi kan
Bulan-⁶
pake tossa aja thor
Bulan-⁶
perjalanan mu masih panjang dan berliku dai
📌♏♎®️𝕯µɱՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤ ̐
sombong dikit boleh kok Dai🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!