NovelToon NovelToon
SENTUHAN PAPA MERTUA

SENTUHAN PAPA MERTUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Rumah Tangga / Balas Dendam
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna_Pena

"Pa, Papa mau apa??" Adelia terkejut saat papa mertuanya tiba-tiba mendekat dan memeluknya dari belakang. la tak pernah membayangkan, kalau setelah menikah papa mertuanya itu justru berubah dan bersikap seolah ia adalah istrinya.

Apakah Adelia mampu mengendalikan diri dari papa mertuanya?

Atau ia justru ikut terjerumus juga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DUA PULUH SEMBILAN

Sementara itu, di kamar lain, Lukas masih terbaring.

Namun meski tubuhnya lelah, pikirannya tidak memberi kesempatan untuk tidur dengan damai. Wajahnya meringis, napasnya berubah-ubah, seolah ia sedang melihat sesuatu yang tidak ingin ia lihat.

Dalam mimpinya, Lukas berdiri di suatu tempat yang kabur, gelap, dan dingin. Ia melihat Adelia berada di kejauhan. Wanita itu berdiri di bawah cahaya samar, wajahnya tertunduk.

"Adel...?" panggil Lukas.

Adelia mengangkat kepala. Ia tersenyum-namun senyuman itu aneh, seperti bukan senyuman yang biasa diberikan Adel padanya. Di sampingnya berdiri seorang pria. Tinggi, berpostur tegap.

Lukas tidak bisa melihat wajah pria itu. Gelap menutupinya.

"Del... siapa itu?" tanya Lukas.

Adelia tidak menjawab. Ia justru mendekat pada sosok pria itu. Tangan pria itu meraih pinggang Adelia. Lalu mereka semakin dekat satu sama lain.

"Adel!!" Lukas berteriak.

Tetapi suara itu tidak sampai.

Pria itu menunduk... wajahnya hampir menyentuh pipi Adelia...

"HEI!! JANGAN SENTUH ISTRI SAYA!!!"

Lukas berlari... namun semakin ia mendekat, dunia seolah menjauh dari langkahnya. Seperti bergerak dalam lumpur.

Adelia menatap Lukas, matanya kosong.

"Maaf, Mas..."

Lalu senyuman itu muncul lagi ,Pria itu memeluk Adelia, Dan wajahnya-wajah pria itu mulai tampak...

perlahan Lahan...Muncul dari kegelapan-

"NGGAK!! JANGAAAN!!!"

Lukas terbangun mendadak.

Napasnya tersengal. Keringat menetes dari pelipisnya. Dadanya naik turun cepat, seolah ia baru saja lari maraton.

Ia menatap sekeliling kamar hotel yang sunyi.

Tidak ada siapa-siapa,Tidak ada Adelia,Tidak ada pria misterius Namun, rasa takut itu nyata Lukas memegang kepala. "

Adel... kenapa aku bisa mimpi begitu..."

Ia mencoba menelepon Adelia, tapi ponselnya

menunjukkan Tidak ada jaringan.

Lukas memejamkan mata, mencoba menenangkan napas.

"Semoga Adel baik-baik saja..."

Di rumah, Adelia terbangun oleh suara ketukan lembut di pintu kamarnya.

Tok. Tok. Tok.

Ia mengerjap, mengangkat tubuh perlahan. Matahari sudah mulai naik, menembus tirai dengan cahaya pagi yang hangat. Namun, suara ketukan itu membuat jantungnya langsung berdebar.

"Pa...pa?" gumam Adel lirih.

Ia bangkit dan berjalan pelan menuju pintu. Begitu pintu dibuka, sosok Bastian sudah berdiri di depan dengan pakaian olahraga lengkap.

"Pagi, Del!" sapanya dengan senyum lembut.

Adelia menelan ludah. "Pa... ada apa?"

"Ayo jogging sama Papa!" ucapnya santai. "Udara pagi bagus buat kamu. Sekalian biar kamu nggak kepikiran kejadian semalam."

Adelia terdiam.

Ia masih mengingat cara Bastian menolongnya, cara Bastian mengobatinya, cara Bastian menatapnya... dan berkata hal-hal yang membuat tubuhnya kaku.

Namun, pagi ini pria itu tampak seperti ayah mertua yang hangat dan perhatian.

Itulah yang justru membuat segalanya semakin rumit.

"Ayo, Del! Jangan takut sama Papa! Papa cuma mau jaga kamu," ucap Bastian.

Adelia memandang wajah Bastian lama-wajah yang masih memiliki plester kecil akibat luka semalam.

Akhirnya ia mengangguk pelan. "Iya, Pa... saya siap-siap dulu."

"Papa tunggu di depan."

Bastian tersenyum, lalu turun ke lantai bawah.

Adelia menutup pintu, bersandar, dan menarik napas panjang.

Tidak ada yang sederhana lagi ,Tidak Lukas Tidak Bastian Tidak dirinya sendiri Semua mulai retak perlahan Dan ia tidak tahu bagaimana menghentikannya.

Adelia berdiri di depan cermin, memastikan pakaian jogging-nya cukup rapi dan sopan. Ia mengenakan kaos olahraga longgar berwarna biru muda, celana training hitam selutut, dan rambutnya diikat ke belakang agar tidak mengganggu. Senyumnya dipaksakan, namun ia berharap wajahnya tidak terlihat terlalu tegang.

Setelah menarik napas panjang, ia membuka pintu kamar dan melangkah turun ke lantai bawah.

Begitu kakinya menginjak anak tangga terakhir, Bastian langsung menoleh ke arahnya.

Pria itu terpaku.

Adelia sempat terkejut melihat tatapan itu-tatapan yang penuh kekaguman dan tidak ia mengerti. Bastian mengenakan kaos hitam, celana olahraga, dan sepatu lari.

Wajahnya terlihat lebih segar dibanding semalam, meski plester luka masih menempel di pelipisnya.

"Del..." ucap Bastian pelan, "Kamu kelihatan segar sekali pagi ini."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!