NovelToon NovelToon
Shan Luo

Shan Luo

Status: tamat
Genre:Action / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:13k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

“Demi ibu, apa pun akan kulakukan!”

Dianggap sampah oleh ayahnya sendiri karena tak memiliki bakat kultivasi, Shan Luo hidup dalam hinaan. Demi melindungi ibunya, ia memilih pergi meninggalkan segalanya.

Takdirnya berubah saat ia menemukan sebuah gua misterius yang menyimpan warisan terlarang: Sabit Jiwa Kegelapan.

Dengan kekuatan itu, Shan Luo bersumpah
“Aku akan membalas semua yang menghina aku dan ibuku!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Kebersamaan ibu dan anak

Pagi itu, kabut tipis menyelimuti halaman belakang penginapan yang sunyi.

Sisa-sisa embun masih menempel di dedaunan, menciptakan suasana dingin yang justru terasa akrab bagi Xue Ling.

​Shan Luo baru saja kembali dari pasar membawa kayu bakar saat ia melihat ibunya berdiri di tengah halaman.

Xue Ling mengenakan jubah biru muda yang sederhana, namun aura keanggunan yang sempat hilang kini perlahan mulai terpancar kembali.

Di tangannya, ia memegang sebilah kayu panjang yang dibentuk menyerupai pedang.

​"Shan’er, kemarilah," panggil Xue Ling dengan suara yang jauh lebih jernih dari biasanya.

​Shan Luo meletakkan kayu bakarnya dan mendekat dengan patuh. "Ibu seharusnya masih beristirahat. Udara pagi ini cukup menusuk."

​Xue Ling tersenyum, sebuah lengkungan bibir yang penuh dengan ketenangan. "Dingin ini adalah kawan lama bagi Ibu, Nak. Mendekatlah. Ibu ingin memberikanmu sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh ayahmu atau Klan Shan."

​Shan Luo terdiam saat ibunya menyerahkan pedang kayu itu kepadanya.

​"Meskipun Ibu bukan lagi seorang pendekar yang hebat dan esensi es Ibu telah dirampas, namun pemahaman Ibu tentang pedang tidak akan pernah bisa dicuri oleh siapa pun," ucap Xue Ling. Ia memejamkan mata sejenak, mengambil napas dalam-dalam.

​Tiba-tiba, suhu di sekitar mereka turun beberapa derajat. Shan Luo membelalakkan mata saat melihat butiran salju halus mulai terbentuk di ujung jemari ibunya, meskipun sangat tipis dan rapuh.

​"Ibu ... Ibu masih bisa menggunakan elemen es?"

​"Hanya sedikit, Nak. Hanya sisa-sisa yang tertanam di sumsum tulang Ibu," bisik Xue Ling. Ia mulai bergerak, langkah kakinya seringan bulu, mengayunkan pedang kayu imajiner dengan gerakan yang begitu elegan namun mematikan. "Ini adalah Teknik Pedang Embun Beku. Rahasia dari Klan Es."

​Shan Luo terpana. Gerakan ibunya tidak mengandalkan kekuatan kasar seperti para murid Klan Shan yang ia lihat selama ini. Setiap tebasan adalah perpaduan antara kelembutan air dan ketajaman es yang membeku.

​"Ikuti gerakan Ibu, Shan’er. Rasakan napasmu mendingin di dalam dada. Jangan lawan rasa dingin itu, tapi jadikan ia bagian dari aliran darahmu."

​Shan Luo mulai mengikuti. Ia sengaja menahan kekuatan Qi miliknya agar tidak merusak momen ini.

Ia ingin belajar murni dari ibunya. Berkali-kali ia salah melangkah, dan dengan sabar Xue Ling mendekat, memperbaiki posisi kakinya, dan membenarkan genggaman tangannya.

​"Punggungmu harus tetap tegak, tapi bahumu harus setenang salju yang jatuh," bisik Xue Ling sambil berdiri di belakang Shan Luo, membimbing tangan anaknya untuk melakukan tebasan melintang.

​Aroma lembut dari pakaian ibunya dan kehangatan tangannya membuat hati Shan Luo bergetar. Ini adalah momen yang ia ingin terus rasakan.

​Setelah latihan yang cukup menguras tenaga, mereka duduk bersandar di bawah pohon besar di halaman itu. Xue Ling menyeka keringat di dahi Shan Luo dengan sapu tangannya.

​"Shan'er, kau mungkin bertanya-tanya ... kenapa Ibu tidak pernah meminta bantuan pada klan asal Ibu," ucap Xue Ling tiba-tiba, matanya menatap jauh ke arah utara, seolah menembus cakrawala menuju Benua Binghuo.

​Shan Luo mendengarkan dengan saksama.

​"Di Klan Es dan Klan Api, dua klan terbesar yang menjaga keseimbangan elemen di benua Binghuo. terdapat hukum yang sangat kolot namun sakral. Jika seorang anggota klan memutuskan untuk menikah dengan orang asing, atau 'orang luar', maka saat itu juga ia dianggap telah melepaskan status keanggotaannya."

​Xue Ling menghela napas panjang, ada sedikit rasa pahit di suaranya. "Ini dilakukan demi menjaga kemurnian darah keturunan kami. Mereka takut teknik es yang agung atau teknik api yang membara dicuri atau dipelajari oleh orang yang salah. Sejak Ibu memilih ayahmu, bagi mereka, Ibu hanyalah seorang wanita biasa tanpa nama keluarga."

​"Itu tidak adil!" desis Shan Luo, tangannya mengepal erat di atas lututnya. "Hanya karena cinta, mereka membuang Ibu?"

​Xue Ling mengusap kepala putranya, mencoba menenangkan amarah yang mulai membara di mata Shan Luo. "Itulah hukum dunia kultivasi, Nak. Kejam dan tanpa kompromi. Namun ..."

​Xue Ling tersenyum lembut. "Ada satu pengecualian yang membuat Ibu tetap bangga menjadi putri Klan Es. Pemimpin tertinggi kami, Tuan Yan Bingchen ... beliau adalah pria yang bijaksana melampaui zamannya. Beliau membuat sebuah dekrit bahwa meskipun kami bukan lagi anggota klan secara resmi, kami tetap 'anak-anak Binghuo'."

​"Apa artinya, Bu?"

​"Artinya, jika suatu saat Ibu dalam keadaan terdesak atau ingin berkunjung kembali ke tanah kelahiran, beliau tetap memperbolehkan. Beliau bahkan berjanji akan memberikan perlindungan jika kami datang meminta bantuan secara pribadi padanya. Beliau tidak ingin melihat anak-anak klannya menderita di tangan orang asing, meskipun mereka sudah keluar dari silsilah."

​Xue Ling menatap Shan Luo dengan serius. "Ibu tidak pernah menghubungi beliau karena Ibu merasa malu ... Ibu merasa gagal menjaga diri sendiri setelah memberikan segalanya pada pria yang salah. Tapi kau, Shan’er ... kau memiliki darah Ibu. Jika suatu saat Ibu tiada, pergilah ke utara. Carilah Tuan Yan Bingchen. Dia adalah satu-satunya orang di dunia ini yang mungkin akan melihatmu bukan sebagai sampah, tapi sebagai keturunan es walaupun bukan darah murni."

​"Ibu tidak akan ke mana-mana!" potong Shan Luo cepat, ia memeluk ibunya dengan erat, menyembunyikan wajahnya di bahu wanita itu. "Aku yang akan melindungimu. Aku tidak butuh bantuan siapa pun, bahkan legenda itu sekalipun. Aku akan menjadi legenda itu sendiri untukmu."

​Xue Ling tertawa kecil, air mata haru menggenang di sudut matanya.

Ia membalas pelukan anaknya, membelai rambut hitam yang diselingi helaian putih itu dengan penuh kasih.

​"Anakku yang keras kepala ... kau sangat mirip dengannya saat sedang bertekad seperti ini."

​Di halaman yang tenang itu, di bawah lindungan pohon tua, seorang ibu dan anak saling menguatkan.

Shan Luo bersumpah dalam hati, teknik pedang yang baru saja ia pelajari ini akan ia sempurnakan dengan kekuatan Sabit Jiwa miliknya.

1
Ajipengestu
lanjut thor👍
Iwa Kakap
ribet amat thor
Beni: itu cuma penjelasan naik ranah sama kesulitannya aja. gak perlu di pikirin hehe. /Pray/
total 1 replies
angin kelana
ayooooo jdi juara💪💪💪
Beni
oke... 😐
Beni
😛
Beni
/Hunger//Sweat/
Beni
😐
Beni
oke... 😐
angin kelana
semangat bertarung💪💪💪
angin kelana
anak baik👍
angin kelana
semangaaat menjadi kuat..
angin kelana
ayo buktikan kekuatanmu💪💪💪
angin kelana
ayoooo lebih kuat lg
angin kelana
lanjuuuttt...
angin kelana
kalo untuk pengenalan bole lah pake english tpi ke depannya gak usah ajah ini kan fantasi timur bukan barat..lanjut👍
Beni: nanti di revisi ya, terima kasih/Pray/
total 1 replies
angin kelana
lanjuuuttt..
angin kelana
dunia yg kejam.😬
Beni
😐
Jade Meamoure
bagus 🤣🤣🤣
Jade Meamoure
Yan Bingchen bukankah itu patriarki sekte es ya
Beni: Pendekar es dan api
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!