NovelToon NovelToon
Sweet Love

Sweet Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Dokter
Popularitas:536
Nilai: 5
Nama Author: Chocoday

Dia tidak pernah terlihat.... tapi selalu ada.

“Kalau abang serius… kamu mau kenalin abang ke dia?”

Hanif tidak pernah benar-benar muncul di depan Riyani. Namun ia tahu banyak tentangnya—lebih dari yang seharusnya.
Dari kebiasaan kecil, cara berbicara, hingga senyum yang diam-diam ia tunggu.

Melalui adiknya, Hanif memilih jalan yang tidak biasa: mendekati Riyani tanpa pernah benar-benar “hadir” sebelumnya.
Tapi…
bisakah seseorang menerima cinta dari orang yang hampir tidak pernah ia sadari keberadaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chocoday, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menerima Dengan Tulus

Riyani jatuh cinta pada Devano sejak ia masih sekolah. Mengejar laki-laki yang nyatanya memang sudah berulang kali menolak kehadirannya.

Tapi setelah beberapa tahun mengejar, akhirnya Devano menerima ungkapan riyani. Perasaan riyani terbalaskan setelah mengejar dan melupakan harga dirinya.

Devano memang bukan anak begajulan yang sering nongkrong atau tingkahnya kayak preman. Dia anak lelaki dari keluarga berada, tapi ada beberapa hal yang Riyani lupakan saat menyukai Devano. Yaitu, perilaku saat di luar bersama temannya dan keluarganya.

Devano bahkan dengan mudah masuk ke dunia kerja karena koneksi dari ayahnya.

Awalnya tidak ada yang aneh, keluarga riyani sudah mengetahui hubungan tentang keduanya. Bahkan nenek dan kakek pun sudah memberikan restu untuk keduanya agar lebih lanjut ke hubungan yang lebih serius. Tapi dengan satu pertanyaan dari kakek saja, membuat Devano terdiam dan tidak ada kepastian. Hingga rasa ragu dari kakek mulai datang, terbaca saat melihat tampang Devano saat membicarakan hal yang serius—seperti pernikahan.

Suatu hari,

Siang itu Riyani berniat memberikan kejutan ulang tahun untuk kekasihnya—Devano. Tapi saat ia sampai di rumahnya. Kue yang sudah ia buat, rangkaian bunga, serta kado ulang tahun yang ia beli dengan susah payah itu jatuh ke lantai—tepat di depan kamar kekasihnya.

Tangan riyani lemas, seolah tenaga terkuras begitu saja melihat kekasihnya dan teman perempuannya itu tidak memakai pakaian sedikitpun, suara desahan yang membuatnya mual saat itu juga.

Devano melihatnya, bahkan dengan santai dia datang—memakai kaos dan celananya, menghampiri Riyani yang masih terpaku di depan pintu kamar.

Lelaki bejat itu bicara bahwa ia hanya main-main dengan Riyani. Pada awalnya, Devano menginginkan tubuh riyani untuk nafsunya, tapi beruntungnya Riyani tidak pernah berani bahkan hanya sekedar dekat—dipeluk cium oleh Devano.

"Kamu tau kenapa saya menerima kamu?"

"Karena saya hanya ingin bermain dengan kamu. Tapi sayangnya kamu tidak bisa, jadi terpaksa saya menerima wanita yang mau bermain dan memuaskan saya."

"Lalu kamu harus tau, saya meminta kamu datang. Hanya karena ingin kamu melihat kemesraan saya dengan wanita lain."

 

"Setelah pulang dari rumah devano waktu itu, Riyani bener-bener kayak orang yang hancur. Dia pingsan, menangis di kamar, bahkan sakit yang ia derita sampai sekarang itu karena waktu itu."

"Kakek emang gak tau detail ceritanya kayak gimana. Itu hanya gambaran dari dokter yang menangani Neng dulu."

"Kakek cerita seperti ini, bukan meragukan kamu. Tapi kamu bisa lihat sendiri, gimana dia kalau bertemu dengan orang yang buat dia kayak gitu. Penyakitnya akan kambuh," jelas kakek.

Hanif menatap pintu kamar yang tertutup.

Wajahnya sendu.

(Neng, saya pasti akan sembuhkan kamu. Saya akan temani kamu sampai kamu lupa rasa sakitnya itu)

...----------------...

Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, Hanif masih senantiasa duduk, menunggu Riyani sadarkan diri setelah demamnya turun.

Nenek memanggilnya untuk masuk ke kamar. Riyani sudah terlihat sadar, tapi wanita itu masih terlihat pucat dengan keringat yang membasahi pakaiannya.

Lelaki itu berjongkok, agar sejajar dengan tatapan riyani.

"Ada yang sakit enggak? Atau masih pusing?"

Riyani menggeleng.

Ia lihat luka di tangan hanif.

"Ini karena neng ya?"

"Gak apa-apa. Tadi kamu sempet kalut," jawab Hanif.

Riyani tersenyum tipis.

"Maaf ya!"

Nenek memilih untuk keluar—menyiapkan makan malam dan bubur untuk Riyani.

"Aa!?"

"Hm?"

Riyani memintanya untuk duduk pada tepian kasur.

"Aa masih mau deket sama neng?"

"Aa tau sendiri kan, neng kayak gimana keadaannya."

Hanif tersenyum tipis.

Ia sempat mencubit pipi riyani pelan. Lalu menggenggam tangannya.

"Aa malah semakin mau serius sama kamu. Emang keadaan kamu kenapa? Aa sama sekali gak merasa terbebani dengan hal itu."

"Aa gak malu emangnya kalau orang-orang tau istri aa gila....—"

"Syuttt..... siapa sih yang bilang kamu gila? Kamu gak gila, kamu cuman punya trauma. Jangan samakan kedua itu," jelas Hanif.

"Aa bakal bantu kamu, temenin kamu. Pokoknya Aa gak akan biarkan kamu sedih lagi apalagi sampai kayak tadi."

"Aa kapan libur?" tanya Riyani.

"Hari rabu, kenapa gitu?"

"Neng mau main ke rumah, mau ngobrol sama ibu,"

Hanif tersenyum.

"Nanti Aa jemput ke sini."

Riyani mengangguk mengiyakan.

...---------------...

Padahal sudah mengenal ibu Nur—ibu Hanif dan Seyila, tapi rasanya menjadi gugup ketika datang bukan hanya sekedar menjadi sahabatnya Seyila, melainkan berkenalan sebagai calon menantu—kata Hanif.

Hanif sudah datang, lebih pagi dari jam yang sudah ditentukan Riyani sejak malam. Lelaki itu meminta izin pada kakek dan juga nenek riyani untuk membawa cucunya ke rumah.

Riyani membawa beberapa kue yang ia buat sendiri. Apalagi memang sejak bersahabat dengan Seyila, wanita itu menyukai kue buatan Riyani.

Setibanya di rumah hanif, degupan jantungnya semakin tidak menentu, tubuhnya enggan untuk turun dari mobil yang dinaikinya.

Hanif membukakan pintu, sempat terkekeh melihat wanitanya malu dan gugup.

"Mau Aa gendong aja?" tanyanya.

Riyani dengan cepat turun, membawa bingkisan yang ia bawa lalu berjalan masuk dengan Hanif.

Sambutan orang tua hanif padanya begitu hangat, apalagi memang sudah sejak dulu mengenal. Sekalipun setelah lulus sekolah, Riyani lebih jarang bertemu dengan Seyila.

"Sini duduk samping ibu," ajak Bu Nur menarik tangan riyani.

Hanif hanya tersenyum.

Ia memilih duduk pada sofa paling pojok di samping Riyani.

"Neng kenapa jarang main ke sini. Udah lama kan ya?" tanya Bu Nur.

Riyani mengangguk.

"Soalnya kalau di rumah, perjalanannya jauh. Jadi kadang suka ketemu di luar aja sama Yila."

"Oh pantesan. Ibu sampe kangen banget sama kamu,"

Riyani terkekeh pelan.

"Kan kemarin pas jenguk bayi, kita ketemu bu."

"Oh iya.... Neng bawain kue kesukaan ibu. Sekarang spesial karena buatan neng sendiri. Tapi masih belajar, gak tau sama selera ibu atau enggak."

"Mana coba ibu cobain," ucap Bu Nur.

Riyani membuka bingkisannya.

Ada kue lapis kesukaan ibu, ada kue sagu kesukaan ayah, dengan cheesecake kesukaan Seyila.

"Kesukaan saya mana?" tanya Hanif protes.

"Kayaknya ketinggalan di mobil deh," ucap Riyani.

Hanif menekuk wajahnya lalu pergi keluar untuk mengambil kotak yang ketinggalan di mobil.

Lelaki itu tersenyum, melihat kue lemon kesukaannya dipisahkan oleh Riyani.

"Emang kamu bakal habis bang seloyang begitu?" tanya Bu Nur.

"Habis, Bu."

Hanif langsung membawanya ke kamar. Tidak mau ia bagi dengan siapapun.

"Tuh begitu dia kelakuannya neng. Kalau udah suka gak mau dibagi," ledek Ayahnya.

Bu Nur mencoba lapis buatan Riyani. Tidak besar, hanya saja rupanya sangat menggoda, tidak kalah dengan rasa dan wanginya.

"Ini sih bukan belajar, ini udah enak, Sayang."

"Beneran? Ibu suka?"

Bu Nur mengangguk.

"Kalau gak takut kebablasan, kayaknya ibu mau habiskan ini seloyang buatan kamu sewaktu."

"Jangan ibu. Gak baik juga, nanti kalau ibu mau lagi, Neng bikinin."

Bu Nur mengangguk.

"Nengggg!!!!" teriak Seyila yang baru saja pulang dinas langsung memeluk sahabatnya.

"Aku kangen banget sama kamu."

Riyani terkekeh.

"Udah lama juga ya kita gak ketemu."

Seyila mengangguk.

Wanita itu mendekatkan wajahnya pada Riyani lalu berbisik, "gimana? Beneran mantep kan?"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!