Gita mati karena penghianatan, ia didorong oleh keluarga dan sahabatnya sendiri ke tengah zombie demi menyelamatkan diri mereka. namun, Gita kembali ke masa satu bulan sebelum wabah mematikan menghancurkan dunia. dengan ingatan masa depan dan sebuah kalung Dimensi misterius, Gita bersiap menghadapi kiamat sebelum menjauh dari orang - orang yang pernah membunuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duna Dara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8
"Untung aja gue udah telpon pak Edward, jangan sampe keluarga baj*ngan itu tau kalo gue udah jual semua saham gue. Kalo mereka tau abis gue di kejar sama mereka semua" ucap Gita sembari mengendari mobilnya.
"Gue beli makanan dulu kali ya, buat tambahhan stok" lanjut Gita
Gita mencari makanan kesukaannya di setiap jalan raya, ada cimol, ada cireng isi, ada cilok, ada baso, ada es cincau, mie gacoan dan banyak lagi yang Gita akan beli untuk jadi stok makanan nya saat di awal - awal bencana terjadi.
Setiap makanan Gita membeli 10 bungkus, agar saat masuk ke dalam ruang dimensi akan di kalikan menjadi 100 kali jadi akan banyak sekali makanannya yang akan di dapat.
Tidak perlu mengeluarkan terlalu banyak uang karena sistem sangat membantunya dan manjadi sangat mudah.
1 jam Gita membeli cemilan gorengan yang ada di pinggir jalan, dan Gita juga membeli beberapa jus kesukaan nya.
Gita juga melihat ada toko buah dan dia juga membeli buah - buahan seperti anggur, apel, jeruk, buah naga, mangga, kiwi, semangka, jambu kristal, jambu air, lengkeng, salak dan masih banyak lagi.
Sekarang mobil Gita terlihat sangat penuh dengan tumpukan dus buah dan plastik jajanan.
"Karena hari ini badan sudah pegal - pegal lebih baik kita pulang saja" bahagia Gita
Gita melajukan mobilnya menuju hotel tempat tinggal nya sementara.
30 Menit Gita Di Perjalan
Sampai lah dia di hotel, Gita memarkirkan mobilnya di basement hotel.
"Oh iya gue lupa" ucap Gita sembari melihat ke belakang, dengan jentikan jari semua makanan dan buah - buahan yang ada di bagasi dan kursi penumpang lenyap seketika masuk ke dalam ruang dimensi.
Di Restoran Hotel
"Selamat malam nona, apa ada yang bisa saya bantu?" ujar pegawai restoran
"Selamat malam, iya saya ingin memesan makanan lagi" jawab Gita
"Oke silahkan. Ingin memesan makanan apa saja, ini buku menu nya" tanya pegawai restoran
"Saya ingin membeli makanan Nusantara, tapi steak juga boleh. saya tidak terlalu suka makanan eropa jadi makanan Nusantara saja yang saya beli. Saya pesan jus, jus apel, jus mangga, jus jeruk, jus buah naga, jus kiwi, jus semangka" jawab Gita.
"Baik nona, pesanan sudah kami catat dan susah di kirim ke pramusaji. Mungkin akan membutuhkan sedikit waktu yang cukup lama, apa tidak apa nona?" tanya karyawan restoran
"Tak apa. nomor kamar saya 3321" jawab Gita
"Baik nona, saya akan mengirimkan pesanan nona dengan segera mungkin" balas karyawan restoran
"Kalau begitu saya permisi" ujar Gita
Gita pun langsung pergi ke kamar hotelnya.
Ke Esokan Harinya, Di Perusahaan
"Apa!! Berani - beraninya dia pecat karyawan tanpa seijin saya!" amuk Reza
"Kenapa kamu tidak menelpon saya?" tanya Reza
Dengan nafas yang terengah engah karena emosi yang membeludak.
"Saya tidak berani tuan, jika saya menelpon tuan saya akan di pecat oleh nona Gita" jawab takut Lina
"Kenapa kamu takut? Saya pemilik perusahaan ini, jadi dia tidak berhak apapun dengan keputusan di perusahaan saya" emosi Reza
"Maaf tuan. awalnya saya juga ingin menelpon tuan, tapi nona Gita mengancam saya jika saya menelpon tuan nona Gita akan memecat tuan juga karena tuan di sini hanya memiliki 5 % saham sedangkan nona Gita memiliki 50% saham di perusahaan ini tuan. Nona Gita dengan lantang berbicara seperti itu di lobby di depan semua karyawan" balas Lina
Deg
"Apa benar dengan perkataan nona Gita tuan? tuan hanya mempunyai 5 % saham di perusahaan ini?" tanya penasaran Lina
Reza hanya diam, dia mengacak acak rambutnya dan memerasnya dengan frustasi
"Kamu keluar!!" bentak Reza
"Ba-baik tuan, saya permisi" ucap Lina langsung keluar dari ruang kerja Reza.
Akhhhh..
"Si*lan, anak si*lan. harunya gue bunuh dia sejak awal akhhh" amuk Reza
Brak
Brak...
Prang..
Semua barang yang ada di dalam ruangan Reza dia hancurkan, dia sudah tidak peduli lagi dengan apapun.
"Anak gak tau diri itu, harus gue cari sekarang juga. Liat aja, lo mati di tangan gue si*lan" maki Reza
Reza pun langsung pergi dari perusahaan nya, menuju ke rumah.
15 Menit Reza Berkendara.
Dia sampai di rumah mewah megah dan asri, rumah yang di rebut dari Gita, dari peninggalan kakek dan ibunya.
Rumah itu sudah Gita berikan kepada mereka dengan bodohnya, karena dulu Gita sangat mengemis kasih sayang kepada mereka jadi Gita sangat menuruti ucapan dari sang ayah.
Namun setelah hidup kembali dia tidak akan menjadi Gita yang bodoh lagi, biarkan mereka hidup di dunia yang hancur ini dengan saling mengkhianati satu sama lain.
Brak
Pintu di tendang, marah Reza memuncak.
Jika Gita ada di hadapan Reza di pastikan Gita akan habis, di siksa dan mungkin saja di bunuh oleh Reza.
"Astaga pah!! Kenapa?" tanya Yani
"Akhhh... anak jal*ng itu berbuat ulah lagi!!" jawab Reza dengan penuh amarah
"Gita? Dia ngelakuin apa lagi?" tanya Yani
"Dia bikin papah malu mah. Dia bilang ke semua karyawan kalo papah cuma punya 5 % saham di perusahaan dan dia punya 50 %, dia bilang juga kalo dia bisa pecat papah kalo dia mau. Anak si*lan memang, dia mempermalukan papah mah!!" dengan tangan mengepal reza sangat ingin mengamuk.
"Hah? Gita bilang gitu ke semua orang? mamah gak percaya dia kan bodoh masa bisa ngomong gitu sama karyawan papah. Dia sangat butuh kasih sayang kita pah!!" balas Yani tak percaya
"Kalau bukan dia dari siapa si Lina tau kalo papah cuma punya 5 % saham, pasti dari dia mah akhhhh. Pantes tadi pagi semua karyawan ngeliatin papah sama tatapan aneh, ternyata karena anak si*lan itu" ucap Reza baru ingat tadi pagi.
Semua karyawan Reza melirik ke arah Reza dengan tatapan yang berbeda, membuat dia semakin risih namun karena pekerjaan nya yang menumpuk dia melupakan kejadian tadi pagi dan dia baru ingat kembali setelah kejadian ini.
Saat Reza emosi, tiba - tiba Julia dan Livy masuk ke dalam rumah.
Livy dan Julia adalah sahabat yang sebenarnya, Livy bisa berteman dengan Gita karena rencana keluarganya Gita.
Agar mereka bisa mengontrol dan memanfaatkan Gita dengan mudah jika ada sahabat palsu yang selalu di sampingnya mesuport nya, maka akan mudah mereka permainkan.
Gita tidak punya teman, dan sulit berteman juga jadi seperti ini lah gampang di bodohi.
"Mamah... wajah papah kenapa? Kaya lagi marah gitu?" tanya Julia
"Biasa gara - gara anak jal*ng itu" jawab Yani
"Emang dia kenapa lagi?" tanya Julia
"Dia buat masalah lagi kak?" tanya Julia ke pada Livy
"Engga ko" jawab Livy
"Oh iya, kakak baru inget. Si Gita kemarin jual apartemen dengan harga 5 miliar" ujar Livy
Mereka bertiga langsung melirik ke arahnya.
"Li-lima miliar???" kaget mereka
Mereka sebenarnya tidak terlalu kaya, namun karena fasilitas dari Gita jadi Mereka terlihat seperti orang kaya.
Jadi mereka kaget saat Gita menjual apartemen nya dengan harga 5 miliar, karena mereka tidak punya uang sebanyak itu.