NovelToon NovelToon
PUTRI MAFIA YANG TAK TERSENTUH.

PUTRI MAFIA YANG TAK TERSENTUH.

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Mafia / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Thahara Maulina

Liora William Anderlecht, putri dari keluarga konglomerat terbesar di Italia, tumbuh dalam luka akibat pengkhianatan ibunya sendiri.
Sejak kecil, ia dipaksa menjadi kuat melindungi tiga adik laki-lakinya dan menggantikan peran seorang ibu yang telah pergi.

Dingin. Tegas. Tak tersentuh.
23 tahun berlalu, setelah kematian sang ayah, Liora mengambil alih kekuasaan keluarga. Namun dunia yang ia hadapi bukan hanya tentang bisnis…

Melainkan juga bayang-bayang masa lalu.

Karena ayahnya… adalah mantan ketua mafia.

Kini, Liora bersumpah akan melindungi keluarganya dengan segala cara.
Dan siapa pun yang berani menyentuh mereka…

Akan merasakan balas dendamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Thahara Maulina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14. Keluarga Yang kembali Bersatu.

Malam itu, keluarga besar Wiliam Anderlecht akhirnya berkumpul kembali setelah terpisah selama lima belas tahun. Seharusnya menjadi malam penuh kehangatan, namun juga sarat luka yang telah lama mereka sembunyikan.

Bel di depan mansion berbunyi. Kepala pelayan membukanya dan menemukan Henry Wiliam Anderlecht berdiri dengan wibawa khasnya, ditemani tiga wanita—istri Victor, Albert, dan Sean. Dengan hormat, kepala pelayan memberitahu Liora bahwa keluarga besar telah datang. Seketika suasana di dalam mansion berubah hening.

Heron segera bangkit dan berjalan cepat ke arah pintu. Begitu melihatnya, Henry langsung memeluk sang kakak dengan penuh kerinduan. Setelah mereka duduk, Heron mulai menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi lima belas tahun lalu.

Saat itu, ia dan istrinya, Wilia, bersiap pergi berbulan madu ke Kanada. Namun di bandara, Wilia tiba-tiba merasa sakit hebat akibat cedera lama, sehingga harus menjalani operasi pengangkatan rahim. Keberangkatan pun dibatalkan. Kebetulan, pesawat yang seharusnya mereka tumpangi jatuh, sehingga mereka memutuskan memalsukan kematian demi mengelabui musuh yang memburu keluarga.

Henry menerima penjelasan itu dengan berat, namun memahami alasan keputusan tersebut. Ia lalu bertanya mengapa Heron kembali setelah sekian lama. Heron mengatakan bahwa ia kembali untuk melanjutkan perusahaan keluarga di Italia sekaligus menghadapi ancaman musuh yang tersisa.

Tak jauh dari sana, Viera, Viora, dan Viola langsung menghampiri ibu mereka masing‑masing, disambut pelukan hangat setelah lama tak bersama. Liora kemudian meminta kepala pelayan untuk menyiapkan makan malam. Ketika salah seorang istri adik Heron bertanya tentang kondisi Liora yang tampak pucat, Liora hanya tersenyum, mengatakan bahwa ia sekadar lelah. Mereka juga meminta maaf tidak hadir di pemakaman Adrian, namun Liora menerima alasan mereka dengan tenang.

Makan malam berlangsung tenang, nyaris tanpa percakapan, namun tetap terasa hangat karena keluarga itu akhirnya bersatu kembali.

Saat itu, ponsel Liora berdering. John, asistennya di Italia, mengabarkan bahwa besok akan ada pertemuan dengan lima klien besar dan ia kewalahan. Liora mengatakan bahwa ia memang berencana pulang ke Italia besok. John sempat melontarkan ucapan spontan yang bernada menggoda, membuatnya langsung panik sementara Liora hanya bisa menghela napas jengkel.

Heron yang mendengar percakapan itu bertanya, dan Liora menjelaskan bahwa John hanya terlalu sibuk. Viera dengan polos bertanya apakah John menyukai Liora, namun ia menjawab sambil mengangkat bahu, seolah tidak yakin.

Malam itu, mereka semua memutuskan kembali ke Italia menggunakan pesawat pribadi Heron. Setibanya di mansion utama, Heron menyadari bahwa tempat itu masih sama seperti dulu. Liora kemudian menunjukkan perubahan satu‑satunya di rumah itu sebuah foto besar yang menampilkan keluarga Wiliam Anderlecht beserta foto Adrian.

Liora mendekati foto suaminya. Dengan suara yang hampir tak terdengar, ia memanggilnya sambil menahan air mata. Ia mengakui bahwa kini ia tidak lagi sendirian karena keluarganya telah kembali, namun hatinya tetap tak mampu menerima siapa pun selain Adrian. Kerinduannya membuncah hingga ia menangis dan menyalahkan kepergian suaminya yang membuatnya hancur dan merasa kosong.

Heron memeluk putrinya erat sambil menenangkannya, disusul Wilia yang mengelus rambutnya dengan lembut. Untuk pertama kalinya, Liora benar-benar membiarkan kesedihan terdalamnya terlihat oleh keluarganya.

Malam itu, mansion keluarga Wiliam Anderlecht kembali dipenuhi tangis, pelukan, serta kenangan yang tak pernah benar‑benar hilang dari hati mereka.

1
Meri Nofrita
segampang itu memaafkan wanita yg sudah menyakitinya walau bergelar seorang ibu...
Thahara Maulina: karena anaknya kesabaran dan sifat pemaaf nya lebih besar Dari pada sang ibu kak.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!